MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Tentang Masa Lalu 1


__ADS_3

Suasana kedai kopi tidaklah terlalu ramai. Ada bebedapa tempat duduk yang kosong tanpa pengunjung. Alunan musik khas Eropa mendominasi ruangan itu. Musik yang lembut dan tak mengganggu percakapan santai para pengunjung yang datang.


Yudha dan Shuhei masih bercengkrama dengan Komandan Kepolisian kota Tokyo, Nakamura Yuuichi yang saat ini sedang tidak memakai seragamnya untuk mengindari kecurigaan. Nakamura memang sangat hati-hati dalam bertindak. Ia belajar banyak dari kasus pembunuhan sahabatnya sendiri.


Kematian Kazehaya adalah sebuah pembunuhan yang tak terungkap sampai belasan tahun berlalu. Tetap menjadi misteri yang mengganjal di pikiran. Apalagi untuk dirinya yang jelas-jelas mendapatkan tugas itu tapi tak bisa menuntaskannya. Pangkat sahabat yang disematkan padanya atas Yoga membuatnya frustasi dan merasa sangat bersalah.


"Keturunan Kazehaya memang ditakdirkan seperti itu. Sangat sulit lepas dan saya bahagia karena paman saya, Kazehaya Orion bisa melepaskan diri dari belenggu marga Kazehaya." Kata Yudha.


Nakamura mengambil cangkir kopinya, ia lalu menyesap kopi espresso miliknya. "Ah, paman Anda ya.."


Yudha sedikit tertarik dengan nada bicara Nakamura. "Ada apa dengan paman saya, Nakamura-san?" Tanyanya.


"Saya ingin menangkapnya tapi selalu gagal." Jawab Nakamura.


Menangkap?


Yudha lalu menoleh ke arah Shuhei.


"Yakuza dan kepolisian itu bermusuhan, Yudha-sama. Aktifitas bisnis Yakuza di dunia bawah kebanyakan berhubungan dengan kriminal seperti perdagangan senjata ilegal dan narkoba. Namun, karena para yakuza juga memiliki bisnis resmi maka sulit dibuktikan kejahatan mereka." Jelas Shuhei.


"Yang dijelaskan oleh Shuhei-san itu benar adanya, Kazehaya-san. Jadi ingat, sepertinya saya mendapatkan laporan jika salah satu orang kepercayaan Kazehaya-san memesan senjata ilegal di dunia bawah." Kata Nakamura.


Yudha kembali menatap Shuhei.


Shuhei tanpa ekspresi. Salah satu orang kepercayaan Kazehaya-san yang memesan senjata ilegal di dunia bawah adalah dirinya. Ia memesan senjata itu untuk melindungi Yudha sewaktu melakukan pencarian Aron yang diculik. Tak disangka jika Nakamura akan tahu akan hal ini padahal ia sangat yakin jika transaksi yang ia lakukan saat itu sangat bersih dan terkendali. Rupanya terendus juga oleh Nakamura.


"Jangan remehkan intel kepolisian, anak muda!" Kata Nakamura.


"Jadi, apa Anda akan menangkap saya?" Tanya Shuhei.


Menangkap Shuhei? Yudha tentu tidak akan membiarkan ini terjadi. Yudha pasti akan melalukan banyak cara untuk menyelamatkan Shuhei.


Namakura terkekeh saat mendengar pertanyaan dari Shuhei. "Saya sudah membakar bukti laporan itu di perapian alami penghangat rumah saya." Jawabnya.


Yudha bernafas lega. "Saya siap naik banding jika Shuhei akan diadili, Nakamura-san." Kata Yudha.


"Saya tahu Anda akan melakukannya, Kazehaya-san." Kata Nakamura.


"Terima kasih sudah menghapus jejak 'kriminal' dari 'anak buah' saya." Kata Yudha.

__ADS_1


Shuhei hanya menatap datar dua orang yang saat ini berada di satu meja yang sama dengannya.


"Sama-sama. Ah, saya lupa mengenai tujuan pertemuan kita saat ini." Nakamura memulai pembicaraan yang menjadi prioritasnya siang ini.


Ada hal yang harus ia sampaikan kepada anak dari mendiang sahabatnya ini, Kazehaya Yudha, tentang kisah masa lalu dan orang-orang yang terlibat di dalam lingkaran itu.


"Saya sudah siap mendengarkan apapun yang akan Anda sampaikan kepada saya. Namun ketahuilah, saya tidak bisa mempercayai siapapun untuk saat ini." Kata Yudha.


"Itu bagus untuk kebaikan Anda, Kazehaya-san. Anda memang sebaiknya tak mempercayai siapapun kecuali penglihatan Anda sendiri."


"Silahkan dimulai, waktu dan tempat milik Anda sepenuhnya, Nakamura-san!"


Nakamura sedikit mengambil nafas. Hari ini ia akan membongkar apapun yang ia ketahui pada Yudha. Sudah lama ia menyimpan hal ini. Kini sudah waktunya ia untuk berbicara.


"Kasus kecelakaan mendiang ayah Anda, Kazehaya Yoga, tidak murni kecelakaan. Saya yakin, Anda pasti juga berpikir hal yang sama. Saya yakin Anda merasa jika ini tidak beres, tidak masuk akal, atau mungkin aneh karena batin dan pikiran Anda sulit menerimanya."


"Itu benar. Jadi, kasus kecelakaan itu memang benar sebuah upaya pembunuhan, ya?"


"..."


"..."


Meski sudah tahu akan seperti ini, tapi sakit juga jika mendengar langsung pembenaran dari asumsinya. Dari dulu Yudha selalu berharap jika ayahnya benar-benar meninggal karena kecelakaan, bukan karena pembunuhan.


Haruskah ia kaget?


Kaget sih tidak, hanya saja ada yang tak nyaman di hatinya.


"Anda baik-baik saja?" Tanya Nakamura.


"Ya, saya baik-baik saja." Jawab Yudha berusaha datar. Ia tak mau orang-orang mengetahui emosinya saat ini apalagi mengenai sosok ayahnya.


"Anda seperti sudah menduganya?" Nakamura ingin memastikan.


"Hn. Saya sudah menduganya sejak lama. Malam itu, ayah pergi terburu-buru. Dia hanya mencium kening saya dan berharap jika saya kelak akan menjaga ibu. Itu seperti salam perpisahan, dan benar, malam itu, ayah meninggal." Jelas Yudha.


Nakamura tertegun mendengar perkataan dari Yudha. Kejadian itu sudah lima belas tahun yang lalu dimana jika Yudha saat ini berusia dua puluh dua tahun, maka lima belas tahun yang lalu, Yudha masih berusia tujuh tahun. Usia yang sangat belia untuk memaknai sesuatu hal. Apa lagi kematian.


"Pembunuhan dengan dibuat model kecelakaan lalu lintas. Menurut berita, itu adalah kecelakaan tunggal, tapi sebenarnya dalam penyelidikkan, mobil ayah Ansa ditabrak dari arah belakang yang menyebabkan mobil oleng dan terjungkal beberapa kali. Tidak saksi mata, tidak ada CCTV di tempat kejadian. Namun, Anda bisa menjadikan saudara Anda dan ibunya untuk bersaksi." Jelas Nakamura.

__ADS_1


Yudha tahu dalam satu mobil itu selain ayahnya, ada Alvin dan juga Kurenai.


"Mereka ya?" Gumam Yudha.


Ragu.


Yudha ragu untuk bertanya lebih jauh lagi mengenai kasus kecelakaan yang menyebabkan ayahnya meninggal itu. Banyak faktor.


Pertama, Yudha tak ingin membuat ibunya kambali bersedih karena berusaha mengorek kejadian masa lalu.


Kedua, Yudha tak mau jika ada perselisihan dengan Alvin yang ia ketahui sebagai saudaranya sendiri.


Ketiga, ada rasa tak ingin tahu fakta sebenarnya. Kenapa seperti ini? Hati kecilnya ingin hidup damai dengan meninggalkan masa lalu yang buruk.


"Sebagai polisi, saya tidak bisa mengatakan Kurenai-san terlibat karena tidak ada bukti. Namun, sebagai teman dari mendiang ayah Anda, Kurenai-san-lah yang meminta ayah Anda untuk membawanya beserta Alvin ke perfektur Miyagi. Dia bersi keras memohon pada ayah Anda. Saya bersumpah atas harga diri saya sebagai teman ayah Anda, malam sebelum kecelakaan, ayah Anda meminta saya untuk mencarikan tempat tinggal sementara di perfektur Miyagi." Jelas Nakamura.


Yudha selalu menaruh rasa curiga pada Kurenai karena ia merasa jika Kurenai menatap benci dirinya selama ini. Ia mengerti jika dirinya adalah anak dari istri sah Kazehaya Yoga, orang yang amat dicintai Kurenai. Orang akan sulit menerima untuk berbagi cinta dan rasa.


"Meski ibu Kurenai terlibat, namun saya lebih tertarik dengan orang-orang yang ada di belakangnya. Meski saya memahami wanita itu kuat, tapi dia tetaplah butuh kekuatan untuk berdiri kokoh di lingkup kehidupan elit layaknya keluarga Kazehaya."


"Lihatlah anakmu, Yoga! Anakmu mengetahui banyak hal. Maafkan aku karena ketidak sopananku. Namun aku harus segera mengakhiri penderitaanmu. Kau harus mati dengan tenang. Sudah lima belas tahun, aku tak memiliki waktu lebih lama lagi." Batin Nakamura.


Nakamura meneguk habis kopi espressonya yang kini sudah mendingin itu.


"Kurenai-san adalah wanita penghibur di salah satu klub di kawasan Chiba. Dialah yang menjebak ayahmu untuk tidur dengannya. Setelah membuat ayah Anda terjerat, dia memainkan perannya dengan sangat baik. Playing Victim mengenai kisahnya. Ayah Anda adalah orang baik, ia menjadi tidak tega dengan wanita penghibur itu. Lalu dengan bodohnya, ayah Anda ingin mengangkat derajat wanita itu. Hal ini tentulah membuat kakek Anda murka. Upaya pemisahan ayah Anda dan Kurenai-san pun di mulai. Jika Anda ingin mendengar kisah rincinya, ibu Anda memahami dengan baik kisah ini." Kata Nakamura.


Yudha tak tahu secara rinci kisah masa lalu. Terutama pekerjaan ibunya Alvin. Sebatas yang ia tahu, ibunya Alvin hanyalah wanita perusak rumah tangga atau orang ke tiga. Lalu ini? *******? Wanita penghibur?


Pertanyaannya, apa Alvin tahu akan hal ini? Jika belum, bagaimana perasaan Alvin jika mengetahuinya?


Kisah masa lalu memang ditutup dengan apiknya oleh para orang dewasa. Anak kecil seperti Yudha dan Alvin sulit mengakses informasi seperti ini dari para orang dewasa. Mereka harus mencari tahu sendiri fakta demi fakta.


Lalu apa ini?


Ayahnya dijebak agar tidur dengan Kurenai? Dengan ibunya Alvin?


Yang Yudha ketahui, ayahnya itu sangat mencintai ibunya Alvin sehingga rela meninggalkannya dengan sang ibu di malam bulan purnama lima belas tahun yang lalu.


Itu gila.

__ADS_1


Fakta mempermainkannya.


__ADS_2