MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Bonus: Bye Bye Absurd


__ADS_3

Hmmm...


Apakah itu cinta?


Cinta memiliki banyak arti. Tak cukup dijelaskan dalam serangkaian cerita yang membentuk satu keutuhan novel.


Cinta itu... panjang banget kalau dijabarkan. Setidaknya itu versiku dalam memaknai cinta.


Hai... perkenalkan, Aku Kazehaya Melody, istri tercintanya Kazehaya Yudha, yang memiliki banyak kisah dalam waktu berdekatan dengan suamiku itu.


Dalam hitungan hari, aku menikah dengannya, dan dalam setahun kurang, aku menemukan cinta pada dirinya. Ah, dia juga menemukan cinta pada diriku.


Dijodohkan secara kilat, tak bisa menolak karena memiliki alasan masing-masing, dan ternyata, pernikahan ala sinetron ini juga ada dalam dunia nyata, terjadi pada diriku dan Yudha.


Tak mudah memahami dan saling menerima perbedaan karakter yang berseberangan antara aku dan Yudha. Namun, akibat insiden kecil, ternyata aku kini punya anak dua, kembar.


Ingin rasanya aku berteriak sangat keras... haaah, belum juga sempat pacaran dengan Yudha, sudah main hamil dan punya anak saja. Usiaku bahkan masih 22 tahun, tapi syukurlah, setidaknya aku sudah lulus kuliah.


Yes... gelar S.E.


Sarjana Ekonomi.


Tapi nganggur...


Sayang banget, kan? Kuliah tinggi-tinggi, biaya mahal, malah tidak bekerja.


Kata Mia, aku tak perlu kerja seperti orang-orang pada umumnya. Cukup buka paha untuk Yudha, aku pasti akan kaya raya tujuh turunan.


Begitu...


Haish... tapi benar juga sih. Setiap buka paha, transferan 8 dijit masuk loh.


Haishhh... apa aku ini mesum? Haduh, tolong kendalikan ucapan kotor ini! Tuhan, maafkan hamba!


Sudah... lupakan soal itu, intinya aku ini hanya merasa beruntung karena menikah dengan seorang pria kaya raya dan dari golongan orang kaya sejak dulu.


Aku bisa menjadi seperti ini pun juga melalui banyak pengorbanan, dan ternyata aku sendiri juga memiliki seorang kakek yang kaya raya juga. Jadi, sulit sekali menemukan itu sayang seindah novel.


Ah iya, intinya setiap orang memiliki kisahnya masing-masing termasuk dalam rezeki ataupun jodohnya. Ada orang yang berusia 18 tahun baru lulus sekolah, ada juga yang baru usia 18 tahun sudah memiliki uang miliaran. Ada yang usia 25 tahun sudah bebas keuangan, ada yang usia 25 tahun masih memulai usaha, atau bahkan baru saja dipecat dari pekerjaannya. Semua tidak akan sama. Namun, satu hal yang perlu kalian ketahui bahwasanya Tuhan sudah menakar rezeki masing-masing dari kalian, dan yakinlah, jatah kalian tidak akan pernah tertukar.


Oke, sekarang mengerti, kan?


So, apapun kondisi dan keadaan kalian sekarang, syukuri saja. Nanti, kalau kita banyak-banyak bersyukur, maka tingkatan bahagia tidak akan menjadi sangat tinggi.


Misal, karena kita sering bersyukur meskipun hanya makan nasi dengan sambal terasi lalap daun kemangi, makan bahagia pun menjadi sederhana. Itu akan sangat berat apabila kalian akan bahagia dengan mewajibkan diri memiliki mobil ataupun rumah mewah, atau sesuatu yang hampir tidak mungkin bisa kalian raih dalam waktu dekat.


Astaga... aku mencoba sok bijak karena entahlah... Authornya bilang kepada diriku jika setelah keluar rumah sakit, sering ngeblank, jadi kadang tidak jelas, bahkan melupakan banyak hal...


Pesan Authornya, dia ingin minta maaf kepada semua orang yang sudah melihat semua karya-karyanya apabila tidak sesuai yang kalian inginkan. Bawasannya, Author sendiri bilang apabila meskipun selalu berusaha untuk memenuhi keinginan kalian semua, tetapi yang namanya manusia biasa tidak akan pernah bisa memenuhi banyak hal, semua memiliki keterbatasan dan ada batasnya, dan ketahuilah semua pasti tidak akan sesempurna itu.


Tetap semangat meski dunia menghianati kalian!


.


.


.


"Sudah ngebacotnya, Mel?" Pertanyaan Yudha membuat telingaku sakit karena ini adalah pertanyaan yang sudah ia ucapkan sejak tadi.


"Sudah... Kau berisik deh, Yudh... aku kan sedang sok bijak akan pembukaan bab baru setelah setahun lebih kagak nongol. Ah, elu mana ngerti."


"Elu mana ngerti?" Yudha mendelik ke arahku.


Aku tahu kenapa dia seperti itu. Dia marah.


"Bahasa macam apa itu? Itu kurang sopan, Melody! I'm your husband! Respect me!"


"Iya, iya, maafkan aku, Kakanda."


"Haish, Kakanda, Kakanda, Kakanda... kita ini bukan di jaman kerjaan! Sudahlah, tidak usah lebay."


Kan... Yudha marah sungguhan.


Haah, aku pun hanya bisa menghela nafas. Gara-gara aku tak langsung beralih perhatian kepada dirinya, dia langsung kesal kepadaku. Namun, tak perlu pusing karena aku sangat tahu jurus paling ampuh untuk membuat dirinya menyudahi amarahnya kepada diriku.


Oke, mulai longgarkan ikatan piyama tidurku yang berwarna hitam. Lepaskan ikatan rambutku, acak-acak sedikit, lalu rambut dikesampingkan ke arah kiri.


Nah... Yudha langsung menatapku kan... jurus ini memang tak pernah gagal. Pria ini akan selalu terpesona dengan kecantikan ibu anak 2 ini!


Idih, hanya menatap saja, lalu sok-sokan main ponsel.


Suami sok tidak tergoda!


Ya sudah, aku pun berjalan mendekatinya, memangkas jarak antara kami berdua agar lebih dekat.


Aku duduk di samping kirinya, eh suamiku menoleh ke kanan.


Aku ganti duduk di samping kanannya, eh dia menoleh ke kiri.


Wah... Yudha memang tidak tergoda dengan pesonaku atau bagaimana? Masak aku yang sexy dan cantik ini kalah dengan ponsel?


Seriusan?


Biasanya juga berhasil... Sialan, aku terlalu percaya diri!


Oke, tapi, aku tak minim akal. Aku ini bisa sangat licik loh, seperti rubah.


Memangnya hanya dengan ini saja aku menyerah?


Hei, aku pastikan kali ini Yudha suami sialanku ini tidak akan bisa menolakku!


"Yudha, aku apa ponselmu?" Tanyaku.


"Ponsel, sedang membalas komentar fans." Jawab Yudha sekenanya tanpa menoleh ke arahku.


Bagus...


Dia sok sibuk dengan para fansnya yang jumlahnya 12 juta lebih itu.


Itu wow sekali, padahal dia bukan artis. Apa dia pikir dia setampan Cha Eun Woo?


Hmm, sebenarnya bagiku Yudha memang lebih tampan sih.


Hiks... ampun fansnya Mas Eun Woo...


Sudah, balik ke suamiku...


"Yudha masih marah ya?"


"Aku tidak marah, aku hanya main ponsel."


"Meski aku sudah ada di hadapanmu?"


"Kau bisa melakukan apapun kalau kau bosan."


"Yudha dingin, menyebalkan!"

__ADS_1


"Tahu kan sekarang rasanya? Tadi aku terus kau abaikan tuh."


"Oh, jadi namanya sedang balas dendam?"


"Menurutmu?"


"Haish... baiklah, baiklah, terserah kau saja, Yudh... Sekarang, aku tanya lagi, pilih aku apa ponsel?"


"Ponsel."


Oke, amarahku sudah mencapai ubun-ubun. Suamiku memang rajanya membuat kesal.


Haish...


Jurus terakhir...


Lepaskan ikatan piyama tidur, buka piyama tidur yang dipakai, sekalian **********...


Eh?


Yupss... telanjang!


Bodo amat...


"Yudha... -kun... menghadap sini sebentar saja..." Kataku.


Dia sangat suka aku memanggilnya dengan sebutan ini.


"Apaan?"


Dan ya... suamiku langsung membuang ponselnya. Dia melihatku dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.


"Melody, kau tahu apa yang sedang kau lakukan sekarang itu berbahaya?" Tanya Yudha.


Ha ha ha, rasakan! Dia pasti sedang kesulitan menahan diri. Lihatlah betapa sulitnya dia menelan ludahnya karena kemolekan tubuhku yang sudah turun 16 kg ini!


"Tahu." Jawabku sambil memainkan helaian rambutku yang panjang.


Yudha terlihat berdiri dari duduknya dan mendekat ke arahku.


Aku kira dia akan menyerangku dengan segera, tapi ternyata dia hanya berdiri di hadapanku dan menakupkan tangannya di depan dada.


"Sok-sokan menggoda, nanti ditidurin nangis." Kata Yudha.


Aku menatap kedua mata Yudha. Tantang saja dia lah, menyebalkan, dia tidak peka, apa malah sedang main-main denganku? Dia kan lebih licik dariku kalau soal beginian.


"Tidak mau? Kalau tidak mau, aku pakai kembali piyama tidurku." Ujarku.


Dan ya...


Yudha langsung membopongku dan 'melemparku' ke atas ranjang.


Lalu, beberapa saat kemudian, hanya lenguhan erotis yang memenuhi kamar kami.


.


.


.


Time skip...


"Yudha brengsek! Sialan, sakit sekali tubuhku." Pekikku saat bangun pagi.


"Ohayou... jatah pagi, Mel..." Yudha yang tiduran di sampingku menatapku dengan genit.


"Ohayou, jatah pagi mbahmu... Tidak ada!"


"Sebentar saja, hm?"


"Tidak ada sebentar-sebentaran!"


"Dasar pelit, aku masih kurang yang semalam!"


"Kau enak, aku pegal, bodoh! Nantilah kalau sudah sem... hmmmbbbbhhh..."


Aku mual sekali, aku pun segera lari ke kamar mandi karena mau muntah.


Dan ya... aku muntah sungguhan.


Aku merasakan Yudha datang sambil menyelimuti tubuhku yang masih telanjang dengan piyama tidurku semalam.


Dia sangat khawatir karena tiba-tiba saja aku muntah-muntah. Dia memilin tengkukku agar aku bisa muntah dengan nyaman.


Sumpah... seisi perutku keluar semua.


"Mel?"


"Ya?"


"Kapan terakhir kau menstruasi?"


Deg...


Perasaan apa ini?


Kapan aku terakhir menstruasi?


Satu... Dua...


Tunggu...


Kapan ya?


Eh, kenapa bulan ini aku belum menstruasi? Bulan kemarin? Eh? Ak... aku juga tidak menstruasi, kan?


Aku menatap Yudha dengan melebarkan kedua mataku.


"YUDHA BRENGSEK, AKU KAN SUDAH BILANG UNTUK MEMAKAI PENGAMAN ATAU KELUAR KAN DI LUAR, KENAPA KAU MALAH MENGHAMILIKU LAGI, HAH???"


Dan pagi itu, perang dunia suami istri gaje pun dimulai.


.


.


.


Singkat cerita, setengah tahun usai aku melarikan si kembar Yuta dan Yuki, aku hamil lagi. Karena kebodohan Yudha... ah, tidak mau menyalahkannya sepihak, aku juga ... rrrr, menikmatinya...


Haah...


Yang aku harapkan bisa berpacaran dulu dengan Yudha karena sebelumnya tak bisa, malah hamil lagi!


Haissh...!


Jangan ditiru, teman-teman! Hamil berdekatan jaraknya itu kurang baik!

__ADS_1


Hiksss... di usia 23, hampir 24 tahun, aku memiliki 5 anak... ah... ya, yang kehamilan kedua triplet, kembar 3.


Dan... laki-laki semua lagi.


Haah...


Apa-apaan ini?


Namun... ya, inilah hidup...


.


.


.


Kini, aku dan Yudha, bahkan semua keluargaku, termasuk Alvin dan Mia dengan anak mereka, sedang berada di pinggir pantai. Menikmati liburan kami.


Anak-anakku, 5 dan anaknya Alvin dan Mia, mereka bermain pasir.


Sangat ramai.


Bahkan, bapak mereka, yaitu Yudha dan Alvin, juga ikutan bermain pasir.


Imej sok cool mereka lenyap setelah punya anak, walau masih suka sebal karena kemanapun mereka berdada, selalu saja menjadi magnet bagi lawan jenis.


Haish, pakai kaca mata hitam dan membopong balita itu memang terlihat tampan sih...


Tapi itu suamiku, woy!


"MELODY, AKU AKAN SELALU MENCINTAIMU!"


Eh?


Siapa yang berteriak dari seberang sana?


Y-Yudha?


Dan semua orang menatap kerah kami secara bergantian.


Aduh... pose macam apa itu?


Idih, najis... Yudha membuat pose love besar dengan lengannya.


Ini bukan Yudha banget!


Hentikan itu! Itu tidak cocok sama sekali!


Ah, Yudha berlari ke arahku.


"Yudha, apa-apaan kau ini, hah? Membuat malu saja!" Ujarku.


Kau sudah merah padam karena kelakuan Yudha. Mana Ibuku dan ibu mertuaku merekamnya lagi dengan video.


"Mel..." Yudha memegang erat tangaku.


Tampangnya memelas sekali. Ada apa ini?"


"Kau kenapa, Yudha?"


"Tolong bawa aku menghilang dari sini!"


Aaah, ternyata Yudha kalah main dengan Alvin dan anak-anak. Karena Yudha diprovokasi, akhirnya milih Dare daripada Truth.


Ha ha ha ha, Yudha oh Yudha...


.


.


.


Sesampainya di vila... kabur dari pantai...


Loh?


Kenapa auranya berubah?


Pertanda apa ini? Berasa aku dalam bahaya.


Dan apa lagi itu? Kenapa Yudha mengunci pintu kamar?


Eh?


Loh?


Kemana tampang sok memelasnya Yudha yang seperti kucing dicampakkan?


"Akhirnya bisa bebas ngapain saja denganmu..." Yudha menyeringai.


SOS...


Help! Help!


Haish... Yudha modus... dasar rubah! Serigala! Sialan! Dia lagi ingin mesum rupanya...


Haish...


Bodoh, bodoh! Bodoh!


"Jangan khawatir, aku bawa pengaman kok..." Kata Yudha dan dia tak canggung menunjukannya kepadaku.


Astaga... mana banyak benget lagi...


Aku hanya bisa tepuk jidat.


Dan siang itu di vila, aku dan Yudha mantap-mantapan.


.


.


.


Pengen seperti aku dan Yudha?


Nikah dulu!


Jangan pernah *** bebas ya, itu tidak baik... Sayangi ortu kalian!


Dan cukup sekian kisah ini, maaf absurd tidak jelas, karena embuh kenapa bisa tiba-tiba saja Authornya membuka novel yang sudah tamat ini...


Selamat tahun baru 2023, hati-hati lah, banyak hal tak terduga akan menyapa ... aku dan kamu, kalian dan kaliannya lagi... mari saling memaafkan untuk menyongsong tahun baru agar menjadi sosok yang lebih baik dari tahun sebelumnya...


"Ini aku istrinya Yudha, Kazehaya Melody..."


"Dan aku suaminya Melody, Kazehaya Yudha..."

__ADS_1


"KAMI NYATAKAN KISAH INI HAPPY ENDING DUNIA AKHIRAT... JANGAN LUPA FOLLOW IG-NYA SATA_ERIZAWA YA, BOLEH KOK KALAU MAU KENALAN... HAVE A NICE DAY, HOPE YOU GUYS BE HAPPY AND... BYE BYE..."


__ADS_2