MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Simbah Koma 12


__ADS_3

Kazehaya International Hospitapal, rumah sakit bertaraf internasional buatan Yudha. Yudha bahkan membuat design bangunannya sendiri. Meski Yudha bukanlah seorang arsitek, tapi Yudha mempelajari ilmu bangunan karena Emperor Group sendiri bergerak di bidang pengembang.


________________________________________


Yang bingung perusahaan pengembang itu apa, gampangnya sebagai contoh perusahaan seperti Agung Serdayu Group, Agung Podomoro Land, atau lainnya. Mereka fokus menjual properti entah itu rumah, hunian mewah, ruko, dengan konsep smart citty atau bangunan dalam suatu 'kawasan' secara tematik. Ini seperti membangun sebuah kota versi perusahaan yang dilengkapi dengan segala fasilitasnya, seperti mall, sekolah, rumah sakit, bahkan gedung perkantoran.


________________________________________


Saham terbesar rumah sakit Kazehaya International adalah milik Yudha. Meski Yudha menyerahkan kekuasaan penuh rumah sakit ini pada Alvin, tapi secara teknik, Yudha masih 'bosnya'.


Rumah sakit Kazehaya International memanglah masih di bawah naungan Emperor Group karena pendanaan saat pembangunan sebagian besar disokong oleh Emperor Group. Hanya saja rumah sakit ini memiliki mekanismenya sendiri. Tentu saja karena alasan Yudha yang ingin memberikan rumah sakit ini kepada Alvin. Sang kakek membuatnya sulit untuk dipindah tangankan.


Apakah kakek Wijaya sudah membaca situasi sampai sejauh ini?


Apakah kakek Wijaya sudah memprediksinya?


Bisa jadi. Meski sudah tuapun, kakek Wijaya adalah seorang petaruh hidup yang mumpuni. Dianugrahi otak yang jenius, kakek Wijaya selalu memiliki rencana jangka panjang dengan berbagai macam pola.


Yudha mulai sadar akan hal ini. Jika nantinya ia sungguh akan ditendang keluar dari Emperor Group, maka ia hanya harus mengganti sokongan dana Emperor Group atas pembangunan rumah sakit ini. Dengan begitu, rumah sakit Kazehaya International akan berdiri sendiri.


Kazehaya International Hospital masihlah milik Yudha.


Bangunan rumah sakit yang super luas, terdiri dari tiga bangunan utama dengan bangunan menjulang di bagian tengah. Bangunan yang lebih pendek terdiri dari delapan lantai. Sementara bangunan tinggi yang ada di tengah menjulang tinggi dengan dua puluh lantai. Ketiga bangunan itu saling terhubung. Memiliki taman yang luas juga. Rumah sakit ini belum rampung seutuhnya, mengingat Alvin yang berhasil meneken kontrak kerja sama untuk menyediakan pusat penanganan penyakit kanker, maka penambahan bangunan masih terus dilakukan.


Tidak semua bangunan rumah sakit digunakan untuk rawat inap. Teruma bagian bangunan tengah yang terdiri dari dua puluh lantai itu.


Bangunan tengah, dua lantai bawah dihuni oleh dokter-dokter dengan polinya masing-masing. Lantai ke tiga sampai sepuluh di atasnya adalah untuk pasien kelas VVIP. Lantai ke enam belas adalah milik pribadi Yudha dan sisanya adalah lantai untuk karyawan kerja.


Siapapun dilarang masuk ke lantai enam belas kecuali keluarga Kazehaya. Yudha membuat sistem keamanan mumpuni untuk memasukki lantai enam belas. Ada kartu identitas untuk membuka lift khusus lantai enam belas. Kartu ini tidak dimiliki sembarang orang. Alvin bahkan tak memilikinya. Yudha membuatkan kartu itu untuk Alvin, tapi berhubung suasana sedang tidak mendukung, sampai saat ini ia belumlah memberikannya pada Alvin.


Jangan tanya masalah siapa yang nyapu, ngepel, merawat tanaman di lantai enam belas, Yudha sudah memikirkan semua ini. Jika Yudha membuat robot kebersihan dengan teknologi canggih yang mampu menyapu bersih lantai, apa bisa dipercaya?


Yaelah, ini Jepang! Negara dimana serba robotik.


Karena lantai enam belas adalah kawasan pribadi milik Yudha, maka lantai itu mirip hunian apartemen dengan beberapa kamar tidur mewah, lengkap dengan ruang tamu, ruang tv, kamar mandi, bahkan dapur! Ada dapur di ujung sebelah kiri dari kamar khusus milik Melody.


Gampangnya, meski tak kembali ke kediaman Kazehayapun tidak masalah. Rumah sakit sudah seperti rumah sendiri.


Jika bertanya kakek Wijaya dirawat dimana? Tepat di lantai bawahnya.


Kantin jauh tidak? Kantin ada di setiap bangunan.


Oke, sudahi info tentang rumah sakit Kazehaya International ini.


.


.


.


Yudha sedang mengkabedon Melody di dekat lift khusus lantai enam belas. Ia menahan Melody agar tak pergi kemana-mana.


________________________________________


Kabedon atau Kabe-Don (Jepang: 壁ドン; Kabe, "tembok", dan Don) merujuk kepada tindakan menampar keas sebuah tembok, yang menghasilkan bunyi keras. Istilah tersebut mengartikan tindakan menampar tembok sebagai bentuk protes yang terjadi di pemukiman umum seperti kondominium saat kamar sebelah membuat kebisingan. Pengartian lain sering muncul dalam manga shōjo atau anime saat seorang pria memaksa seorang wanita berdiri membelakangi tembok dengan satu tangan atau lengan memukul tembok dan membuat suara "don". (wiki)



Ada Kabedon menggunakan satu tangan atau dua tangan sekaligus, ada juga Kabedon menggunakan satu kaki. Apakah hal ini pantas dan boleh dilakukan dalam keseharian? Jawabannya adalah NO.


Inget ya bro sis! Jangan sekali-kali coba melakukan adegan yang CUMA ADA di komik, anime dan film! Kabedon ini risky dan berbahaya kalau dicoba dalam kehidupan nyata karena hasilnya cuma ada dua; orang itu bisa beneran suka sama kamu, atau malah nampar kamu dan menuduh kamu melakukan pelecehan. Di Jepang, kebanyakan perempuan sudah belajar bagaimana teknik bela diri melawan orang asing yang melakukan Kabedon secara tiba-tiba ini loh. Jadi jangan sekali-kali berani mencoba Kabedon seenaknya! (blogchiayo)



________________________________________

__ADS_1


"Kenapa kau bisa bersamanya tadi? Jawab, Mel!" Tanya Yudha. Ini sudah kesekian kalinya ia bertanya hal yang sama pada Melody.


"Ya Tuhan, harus berapa kali aku mengatakannya kepadamu jika semua itu hanyalah kebetulan semata?" Jawab Melody.


"Kebetulan kenapa pas sekali harus dengan dirinya? Sampai dipegang-pegang pipi segala lagi. Senang ya? Pasti berbunga-bunga." Yudha jelas cemburu berat saat ini.


"Kebetulan atas kehendak Tuhan itu takdir, Yudh! Aku bertemu dengannya sudah Tuhan atur, aku tak bisa menghindarinya. Lalu apa lagi ini? Bukankah kita sudah memahami perasaan kita masing-masing, harusnya tak perlu ada kata marah seperti ini, kan?" Kata Melody mencoba menenangkan emosi Yudha yang meledak-ledak.


"Tapi kenapa harus ada adegan pegang pipi segala?" Ini yang membuat Yudha kecewa sehingga cemburu gilanya bergejolak.


"Aku menghempaskan tangannya. Kau juga melihatnya, kan? Aku ini bersikap ketus padanya. Aku masuk hitungan berdebat serius dengannya!!" Habis sudah kesabaran Melody. Cemburunya Yudha kadang menjadi sulit dipahami.


Apapun akan menjadi salah.


Harus betengkar dulu untuk meredam amarah Yudha.


"..." Yudha memilih diam karena ia tahu apa yang terjadi. Ia melihat Melody dan Alvin seperti sedang dalam tensi yang kurang baik.


"Aku tahu karena kau selalu mengawasi banyak hal. Termasuk diriku. Setelah tadi aku beradu argumen dengannya. Sepertinya aku paham kenapa kau dan dia bertengkar. Alvin memang berubah banyak. Dia lebih berubah dari apa yang aku duga. Aku sendiri berasa asing dengannya. Aku merasa jika aku baru saja mengenalnya." Kata Melody.


Yudha akhirnya menjatuhkan kepalanya di pundak kiri Melody. Ia merasa sangat buruk. Banyak hal terjadi di luar kendalinya. Ia sulit melakukan apapun untuk memepertahankan apa yang sudah digenggamnya. Jika saat ini ia sampai kehilangan Melody, maka itu rasanya seperti sudah tak memiliki apa-apa lagi.


"Alvin berubah. Dia berubah memang. Sama seperti dirimu, aku juga tak mengenalnya saat ini. Kenapa Alvin yang begitu baik bisa seperti itu? Dulu aku dan dia selalu berbagi banyak rasa. Dia kakakku, Mel! Kenapa dia bertindak sampai sejauh ini?" Tanya Yudha semakin frustasi.


Merasa iba dengan suaminyan, Melody menggerakkan tangannya dan mendekap hangat tubuh Yudha.


"Jika kita bersama, maka kita pasti akan bisa melewatinya. Jadi kau sungguh siap kan jika suatu saat kau akan ditendang dari Emperor Group?" Tanya Melody.


Yudha mengangguk berat. Emperor Group adalah wujud nyata dari segala perjuangan sang kakek. Seperti saksi, seperti prasasti, seperti hasil dari segala usah sang kakek.


"Aku akan menemukan paman Aron. Aku yakin, ada sesuatu yang diinginkan darinya melebihi nyawa kakek." Kata Yudha.


"Kau benar, Yudh. Jika orang yang dianggap paling berpengaruh di dalam Emperor Group adalah kakek, harusnya mereka tidak mengincar paman Aron. Cukup membuat kakek tumbang. Namun nyatanya mereka malah mengincar paman Aron padahal kakek sendiri sudah tak berdaya. Paman Aron pasti menyembunyikan sesuatu." Sambung Melody mengamini dasar pemikiran Yudha.


Membahas hal seperti ini dengan Melody ternyata lebih mudah dari yang ia kira. Mengingat ia yang berusaha menutupi agar Melody tak khawatir berlebihan sebelumnya. Ternyata Melody justru sangat tertarik dan mampu mengeluarkan pendapatnya.


"Menurutmu apa, Mel?" Tanya Yudha.


"Belum sampai ke sana pikiranku, Yudh." Jawab Melody.


"Semua buntu rasanya. Kau tahu, Mel? Paman Aron itu sudah seperti ayahuku. Dia guru judoky dan Shuhei. Kami berdua banyak belajar dari dia. Namun kini dia menghilang seperti ditelan bumi. Aku tak tahu dimana keberadaannya. Terakhir aku mendapatkan jejaknya saat mencari tahu siapa laki-laki tengah malam yang menelponmu." Jelas Yudha.


"Jadi itu benar paman Aron?" Tanya Melody. Yudha mengangguk dalam pelukkannya. "Masih ada kesempatan. Aku yakin paman Aron pasti


akan bisa kita temukan!" Kata Melody mencoba meyakinkan Yudha.


Yudha melepas pelukkannya. Ia memeriksa ke kanan dan ke kiri. Kosong dan sepi. Tidak ada orang berlalu lalang.


"Ada apa?" Tanya Melody.


Yudhapun membungkam mulut Melody dengan mulutnya.


Lihatlah betapa kagetnya Melody saat ini, keresek berisi makanan tang ia beli, terjatuh dengan indahnya ke lantai. Yudha. Selalu. Seperti. Itu.


"Ini bukan ciuman, tapi dicumbui!" Kesal Melody usai Yudha melepaskannya. Ia merasa begiti engap dada karena sulit nafas.


"Itu ucapan terima kasih karena sudah tak menyebut nama Alvin dengan sufix yang sangat aku benci."


Baca ulang paragrah atas, Melody menyebut Alvin hanya namanya, tidak menambahkan sufix -kun. Itu kemajuan. Rasanya sakit jika Yudha mendengar bagaimana cara Melody menyebut nama Alvin. Itu seperti panggilan sayang.


"Ah ternyata benar jika panggilanku ke kakak ipar itu sungguh menganggumu. Maaf, Yudha-senpai!" Kata Melody.


"Yudha-senpai?" Gumam Yudha.


"Ya, Yudha-senpai! Secara teknis aku ini juniormu di kampus dan kau adalah seniorku, maka akupun berhak memanggilmu dengan imbuhan senpai!" Melody berbinar saat mengucapkannya.

__ADS_1


"Tapi aku tak suka karena terdengar seperti aku iri pada Alvin. Kau panggil aku 'sayang' saja? Mel!" Pinta Yudha.


"Cih, aku belum bisa membiasakannya, Yudh! Tapi kan kita sering panggil-panggil manja akhir-akhir ini, itu sudah cukup."


"Benar, aku lebih suka aksi nyata daripada hanya omongan. Aksi nyata jauh lebih manis. Apa lagi saat kita sedang berdua di ranjang. Aku sangat menikmati setiap momentnya."


"Jangan mulai mesum deh, Yudh! Kau bentar lagi mungkin saja akan ditendang dari Emperor Group loh."


"Bodo amat, aku akan mencari cara untuk merebut tahta itu kembali!"


Ada rasa penasaran di dalam dada. Meminta untuk dicari jawabannya. "Yudh.." Panggil Melody.


"Ya?"


"Sebenarnya kau juga menginginkan tahta Emperor Group ya?" Tanya Melody hati-hati.


"Buka menginginkan, tapi lebih tepatnya ingin siapun pemimpin Emperor Group nantinya haruslah orang yang benar-benar menyerahkan semua dedikasinya untuk Emperor Group. Untuk kebaikan Emperor Group. Seperti prinsip kakek, dia membangun untuk membuat orang bahagia." Jawab Yudha.


Melody tersenyum. "Kau hanya ingin Emperor Group di tangan yang benar, rupanya."


"Ya begitulah."


"Jika aku memintamu untuk menjadi raja di Emperor Group, apa kau mau melakukannya?"


"Mel? Eh?"


"Jawab saja, Yudh!"


"Jika memang diperlukan, tentulah aku akan menjadi rajanya!"


"Ship. Aku akan ikut berperang bersamamu, Yudh! Meski aku tak begitu memahami seluk-beluknya, tapi aku akan memilih untuk berdiri di sampingmu selamanya.


Yudha tersenyum. "Tak ada kata indah lain selain selamanya."


"Kau ini, oh iya Yudh, tadi sebelum aku ke kantin, aku melihat ibunya Alvin menjenguk kakek."


"Apa?"


"Kenapa kaget seperti itu?"


"Di sana ada ibu, kan?"


"Iya, ada ibu mertua."


Yudha tepok jidat.


"Ada apa memangnya?" Tanya Melody ikutan khawatir saat melihat Yudha yang tak tenang.


"Mereka berdua tidak berhubungan baik. Kau sudah tahu kan kisah masa lalu ibu dan ibunya Alvin?" Tanya Yudha.


Melody menangguk. Yudha menceritakannya belum lama setelah menikah.


"Apa lagi ditambah saat ini, saat dimana Alvin berkuasa. Entah apa, aku selalu merasa jika ibunya Alvin itu sangat tidak menyukai diriku. Dia selalu memandang rendah diriku. Meski aku tahu kemungkinan alasannya, tapi kenapa dia tak seperti ibuku yang memilih untuk menghormati?" Lanjut Yudha.


Yang membuat takut selain kehilanhan Melody adalah air mata sang ibu. Yudha bisa sangat menderita jika melihat ibunya menangis. Apalagi secara tidak langsung ini akibat dari ulahnya. Ia yang memasukkan Alvin ke dalam keluarga Kazehaya dan itu juga merupakan impian besar ibunya Alvin dari dulu yang begitu mendambakan masuk ke dalam keluarga Kazehaya.


"Semua tak akan mudah, Yudh. Wanita memiliki banyak laci untuk menyikapi suatu hal. Jika ibunya kakak ipar cenderung ke jahat, maka kita harus melindungi ibu mertua! Ayo, Yudh! Kita harus menemui ibu sebelum ibunya kakak ipar berkata-kata yang menyakiti hati ibu mertua!" Ajak Melody.


Yudha menyetujuinya. Ia diganteng Melody menuju kamar inap kakek Wijaya. Yudha memaklumi ketidak sukaan ibunya Alvin ke keluarganya, terutama ibunya, Mikan. Namun, tetap saja, ia tidak akan pernah rela jika ibunya terus saja dilukai.


________________________________________


Sumpah aku nulis ini beberapa kali ketiduran. Aku yakin banyak banget typo. Maaf banget ya. Aku sudah sangat berusaha untuk mengeditnya. 😅 Semampuku terntunya.


Oh iya, aku mendapatkan protes karena ulah mas Alvin pada Yudha rupanya. 😎 Pahamilah orang yang sedang jatuh cinta! Cinta yang membutakan dan banyak lara sedang merundung kehidupan Alvin. Semoga aja meski cinta buta tapi masih punya arah agar Alvin bisa sadar suatu saat nanti. Mungkin. 😅

__ADS_1


Jangan pelit like karena itu gratisss!


__ADS_2