
Kazehaya Wijaya diketahui bersahabat dekat dengan Uchiyama Hadinata a.ka Umehara hadinata. Saking dekatnya meraka berdua bahkan sampai menjodohkan keturunan mereka.
Mungkin, ini mungkin.. pengandaian yang dibuat-buat atau dipaksakan.
Mungkin jika bukan Yudha dan Melody yang dijodohkan, maka Yoga atau Orion yang akan menikah dengan Tsuchiya. Jika iya mungkin kisah ini akan semakin seru atau bahakan biasa saja tak begitu menarik.
Membayangkan Mikan dan Tsuchiya berebut Yoga itu sama sekali tidak terpikirkan.
Oke, kembali ke kisah masa lalu dimana fakta berbicara jika kakek Wijaya membantu Hadinata dalam meruntuhkan dominasi yakuza Red Dragon yang mana jelas-jelas yakuza Red Dragon itu adalah tempat kakek Wiajaya 'dibesarkan'. Bahkan, yakuza Red Dragon pun adalah penyokong awal-awal ia membangun Emperor Group. Belum lagi posisinya di yakuza Red Dragon adalah sebagai orang kepercayaan sang pemimpin, Uchiyama Takeo.
Pertanyaannya, bagaimana bisa kakek Wijaya menghianati 'teman', 'saudara', 'keluarga' yang jelas-jelas sudah membantunya itu?
Apa lagi fakta bahwa Melody adalah cucu dari Hadinata sendiri sudah membuat Nao, Ayumi, dan Neil syok berat. Melody yang mereka kenal sebagai orang biasa rupanya memiliki latar belakang keluarga yang rumit. Sangat malahan.
Apa Hadinata juga seorang yakuza?
Perntanyaan ini jelas mencuat di benak mereka.
"Apa alasan kakek Wijaya membantu meruntuhkan yakuza Red Dragon yang notabene adalah separuh hidupnya itu, paman Aron?" Tanya Nao.
"Dan lagi, apa kakekku itu seorang yakuza? Bagaimana bisa beliau berurusan dengan yakuza seperti itu, Aron-san?" Tanya Melody.
"Ada dendam di sana. Ada dendam yang melatar belakangi semua pembantaian itu. Pembantaian mungkin terasa berlebihan, tapi faktanya memang banyak yang mati malam itu." Kata Aron.
"Dendam apa itu, Paman?"
"Masalah utama itu milik Tuan Hadinata, kakeknya Nona Melody. Beliau memiliki dendam pribadi dengan pemimpin yakuza Red Dragon yang merupakan kakak kandungnya sendiri, Uchiyama Takeo." Kata Aron.
Melody melebarkan kedua matanya. "Kakak kadungnya? Ja-jadi mendiang kakekku a-adalah berasal da-dari ke-keluarga yakuza?" Melody sampai terbata. Pasalnya, yakuza sendiri itu memiliki predikat yang sangat mengerikan di Jepang.
Ini bukan stereotip atau penggiringan opini untuk membenci atau takut pada sesuatu hal. Ini memang nyata terjadi. Yakuza adalah oraganisasi kriminal paling berbahaya di sana.
"Ya. Kakek Anda, Tuan Hadinata dan kakek mertua Anda, Wijaya-sama, mereka berdua memiliki latar belakang sebagai anggota yakuza. Sebagai bagian dari keluarga besar yakuza Red Dragon yang paling berjaya pada masanya." Jawab Aron.
"Suge! Hebat, itu hebat, Mel! Sumpah itu sangat keren. Berasa seperti kisah novel." Kata Ayumi.
"Ayumi, ini bukan kisa fiksi! Ini yakuza sungguhan loh! Ini y-a-k-u-s-a yang sangat berbahaya!" Kata kembaran Ayumi, Neil.
"Ya kan jarang-jarang kita bisa memiliki teman dengan latar belakang tak biasa seperti yakuza ini, Neil-nii." Kata Ayumi.
"Hah, tapi kan tidak seperti itu juga, Ayumi."
"Iya maaf, kan hanya ungkapan spontanitas saja."
"Ini fakta yang mencengangkan. Aku bahkan tak pernah memikirkan jika kakekku adalah seorang yakuza. Yang pernah terlintas di otakku hanyalah sosok kakek sebagai seorang petani padi atau buah." Gumam Melody.
"Ini adalah kenyataan, Melody-sama. Memang ini fakta yang ada. Kakek Anda, Tuan Hadinata adalah seorang yakuza begitu pula dengan kakek mertua Anda, Wijaya-sama." Aron kembali meyakinkan.
"Lalu, dendam apa itu, Paman? Dendam apa yang terjadi di masa lalu?" Tanya Nao.
"Tuan Hadinata tidak terima sang kakak, Uchiyama Takeo, melengserkan ayah mereka demi menduduki pimpinan tertinggi yakuza Red Dragon. Uchiyama Takeo membunuh ayah mereka dengan keji demi posisi itu. Selain itu, Uchiyama Takeo juga berusaha menyingkirkan Tuan Hadinata. Membuat Tuan Hadinata keluar dari yakuza Red Dragon." Jelas Aron.
Semua yang hadir dalam pertemuan di atap gedung hanya bisa mengiyakan semua perkatasn Aron. Otak mereka perlahan-lahan belajar untuk mencerna setiap kejadian yang ada di masa lalu.
__ADS_1
"Ketika dalam masa yang kurang baik, Tuan Hadinata meminta bantuan Wijaya-sama yang memang menjadi sahabat dekatnya. Sebetulnya persahabatan itu tetjalin justru setelah Ruan Hadinata keluar dari yakuza Red Dragon. Dari kaca mata penilaianku, Tuan Hadinata sengaja mendekati Wijaya-sama karena Wijaya-sama adalah orang kepercayaan Uchiyama Takeo. Sebaliknya, Wijaya-sama butuh Tuan Hadinata untuk menumbangkan dominasi yakuza Red Dragon. Itu hanyalah menurut pandangan pribadiku. Namun, apapun yang terjadi tetap kebenaran itu hanya milik mereka berdua yang tahu." Kata Aron.
Opini dari Aron membuat para anak muda menjadi tertarik pada kisah masa lalu itu. Seperti alasan apa yang membuat kakek Wijaya akhirnya ingin menumbangkan yakuza yang menaunginya?
Aron pun dengan senang hati menjelaskannya. Ini sesuai yang ia ketahui. Ia tak berniat menambahkan opini-opini yang justru akan membingungkan para generasi muda yang ia harapkan bisa memutus karma buruk yang diciptakan oleh para pendahulu mereka.
"Wijaya-sama sangat membenci yakuza. Kebenciannya pada yakuza sudah mendarah daging." Kata Aron.
"Bagaimana bisa? Kata paman kakek Wijaya itu anggota yakuza? Bahkan bersumpah cawan sakd sebagai keluarga yakuza? Hidup dan makan karena hasil menjadi yakuza. Bagaimana bisa kaksk Wijaya sangat membenci yakuza yang jelas-jelas bagian dari hidupnya itu?" Tanya Nao.
"Kau benar. Harusnya memang tidak begitu. Tapi kenyataan pahit masa lalu Wijaya-sama yang mendasari semua rasa bencinya. Wijaya-sama tidak terlalu terbuka dengan masa lalunya kepadaku. Aku pun cukup sadar diri, meski aku adalah anak angkatnya sekali pun bukan berati aku harus tahu semuanya. Yang aku tahu jika ayah dari Wijaya-sama dibunuh oleh pendiri yakuza Red Dragon. Bagaimana cerita pastinya aku tidak paham. Hanya itu yang bisa aku sampaikan kepada kalian. Itu adalah alasan kenala Wijaya-sama sangat membenci yakuza." Jelas Aron.
"Aku pernah dengar dari Yudha jika mendiang buyutnya, Kazehaya Indra adalah orang yang sangat berpengaruh di dunia kepolisian Jepang. Beliau banyak menangkap penjahat-penjahat kelas kakap yang bahkan dinilai kebal hukum. Masuk akal juga jika Beliau diincar oleh organisasi kriminal seperti yakuza. Pasti tidak hanya yakuza Red Dragon saja, ada banyak. Namun rupanya yang berhasil menumbangkan beliau adalah pendiri yakuza Red Dragon. Cerita yang tragis karena karma di masa yang benar-benar sangat lampau itu terbawa sampai buyut-buyutnya. Orang dulu pola pikirnya mengerikan." Kata Nao.
Ini memang menjadi semakin masuk akal ketika Kazehaya Yoga bercita-cita ingin menjadi seorang polisi. Bukan masalah hanya sekedar impian semata. Ini seperti mewarisi gen leluhur, Kazehaya Indra.
"Atas dasar kepentingan masing-masing itulah, akhirnya Wijaya-sama dan Tuan Hadinata bekerja sama untuk menumbangkan dominasi yakuza Red Dragon. Mereka berhasil. Uchiyama Takeo terbunuh oleh Tuan Hadinata dan yakuza Red Dragon lenyap." Kata Aron.
"Pertanyaan lanjutannya, apakah menurut paman Aron yakuza Red Dragon benar-benar sudah lenyap dari dunia ini? Dari bumi Jepang?" Tanya Neil.
"Makanya itu, aku pun memikirkan hal ini sudah sejak lama. Mengingat yakuza Red Dragon adalah yakuza dengan anggota yang sangat banyak, sepertinya tidak mungkin jika mereka lenyap begitu saja. Satu atau dua atau bahkan lebih pastilah masih ada yang tersisa. Meragukan jika sama sekali tidak ada yang selamat." Kata Aron. "Meski Wijaya-sama yakin jika semua anggota sudah dimusnahkan dalam waktu semalam." Tambahnya.
"Bagaimana dengan keturunan mereka? Pasti mereka memiliki keturunan, kan?" Tanya Melody.
Semua menoleh ke arah Melody.
Keturuanan ya?
"Seperti kemungkinan anak dari Uchiyama Takeo? Mungkin itu yang kau maksud, Mel?" Tanya Ayumi.
Melody mengangguk. "Ya seperti itu. Namun, setahuku anak dari Uchiyama Takeo itu adalah ayah tirinya Alvin dan juga pamanku sendiri, Uchiyama Azumane. Yudha bilang, Uchiyama Azumane itu sangat membenci ayahnya, Uchiyama Takeo. Dia malah bersyukur saat Uchiyama Takeo mati. Jadi jelas tidak mungkin jika dia ingin menuntut balas atas kematian Uchiyama Takeo." Kata Melody.
Sebenarnya author bingung mau menyebut bagaimana hubungan Melody dengan Uchiyama Azumane.
Kakeknya Melody dan ayahnya Azumane adalah kakak-adik. Lalu hubungan mereka disebut? Author bilangnya paman dengan cucunya paman. Melody menganggap Azumane paman, sedangkan Azumane menganggap Melody sebagai cucunya pamannya.
Nah loh, bingung kan?
Sudah, kembali ke cerita saja. Yang tahu komen ya..
Uchiyama Azumane malah bersyukur atas kematian Uchiyama Takeo yang notabene adalah ayah kandungnya sendiri jadi tidak mungkin ia menaruh dendam pada kakek Wijaya dan Hadinata, kan?
Seperti itulah kira-kira yang dapat disimpulkan.
"Bagaimana dengan keturunan lain?" Tanya Nao tiba-tiba.
"Keturunan yang lain bagaimana?" Tanya Neil.
"Ya keturunan lain, Neil. Misal seperti anak selain ayah tirinya Alvin." Jawab Nao.
"Jadi menurutmu, kemungkinan Uchiyama Takeo memiliki anak selain Uchiyama Azumane? Seperti itu?" Tegas Ayumi.
"Ya, seperti itu. Itu mungkin saja terjadi, kan? Yakuza loh... Harta, tahta, dan bahkan wanita itu sangat mudah mereka dapatkan. Mereka mudah memiliki anak dengan siapa saja yang mereka kehendaki." Kata Nao.
__ADS_1
Melody menoleh ke arah Aron. Ia juga penasaran akan hal ini. "Aron-san, apakah ini mungkin terjadi?" Tanyanya.
Aron pun juga berpikir demikian. "Ya, Melody-sama. Hal ini memang mungkin terjadi. Malah sangat mungkin. Saya pun menjadi yakin jika Uchiyama Takeo pasti memiliki keturunan lain selain Uchiyama Azumane." Jawab Aron.
"Kira-kira, siapa dia?" Nao dan yang lain mulxi berandai-andai.
Siapa kira-kira keturunan Uchiyama Takeo yang lain?
Keturunan yang membenci dan menaruh dendam pada pembunuh ayahnya, Uchiyama Takeo.
Siapakah sosok itu?
Sungguhkah ada dan mereka berniat balas dendam?
"Apakah sosok itu Tuan Han?" Kata Ayumi.
Kini semua terfokus pada kata-kata yang baru saja Ayumi lontarkan.
Tuan Han anaknya Uchiyama Takeo?
Begitulah kira-kira yang ada di dalam bensk mereka semua.
"Ayolah.. jangan menatapku penuh tany seperti itu! Ini memang hanya cocoklogi versiku saja. Namun aku memiliki alasan kuat yang mendasarinya." Kata Ayumi.
"Kami butuh penjelasanmu, Ayumi!"
"Baiklah, aku akan dengan senang hati menjelaskan apa alasanku kepada kalian semua.. Dengar! Tuan Hadinata a.ka kakeknya Melody sudah meninggal lama, otomatis tujuan balas dendam tertuju pada kakek Wijaya saja. Kalian sudah tahu rentetan percobaan pembunuhan yang mengintai keluarga Kazehaya ini, kan? Bandingkan dengan keterlibatan Tuan Han dan sepak terjangnya di Emperor Group! Meski belum pasti, tapi Tuan Han alias Oyabun kota Kyoto adalah orang yang sangat mungkin menculik paman Aron. Yudha bahkan kini terlacak di kota Kyoto. Kota dengan predikat sulit ditembus orang asing. Dalam tanda kutip untuk mendirkan bisnis di sana. Emperor Group dibanned habis-habisan di sana, kan?" Jelas Ayumi.
Benar juga... Lagi-lagi meski ini hanya cocoklogi, tapi sangat masuk akal. Bisa dibilang ini teori terbaik untuk saat ini dan mendekati kebenarannya.
Aron sendiri selalu berpikir jika Tuan Han itu bukanlah sosok yang sederhana. Tuan Han sangat kuat dominasinya di Emperor Group bahkan dia salah satu pemangku jabatan Komisaris Tertinggi Emperor Group. Dengan memiliki kekuasan sebesar itu, banyak hal yang bisa Tuan Han lakukan. Ditambah sebagai Oyabun atau bos besar Kyoto Guardian, maka tak hanya kekuasaan, tapi juga kekuatan yang Tuan Han miliki pastilah sangat besar.
"Benar, ada yang tidak beres dengan orang itu. Aku harus mencaritahu dirinya." Kata Neil.
"Itu akan sangat berbahaya. Ingat, paman Aron dan kakek Wijaya hampir dibunuh olehnya. Bahkan kini Yudha kemungkinan besar sudah ada di tangannya. Apapun gerak-gerik kita pasti akan diawasi olehnya." Kata Nao.
"Memang tak akan mudah, tapi kita tetap harus berusaha. Tidak mungkin kan kita hanya berdiam diri merenungi nasib yang ada? Hei, Yudha saat ini dalam bahaya!" Kata Ayumi.
"Yudha..." Gumam Melody. Ia ingin menangis lagi. Namun sebisa mungkin ia tahan.
"Berhubungan atau tidak berhubungan dengan rentetan masalah yang menimpa keluarga Kazehaya, orang dengan latar-belakang seperti Tuan Han tetap tidak boleh berada di tubuh Emperor Group! Emperor Group haruslah diisi oleh orang-orang yang memiliki mimpi besar untuk membangun demi tujuan kebahagiaan. Itu adalah misi dari Tuan Besar Wijaya-sama." Kata Aron.
"Jadi... ini fix kita akan memfokuskan mengincar Tuan Han?" Kata Nao.
"Ya.."
"Ya.. Untuk saat ini, hanya itu yang harus kita lakukan. Tuan Han memiliki hal-hal yang masuk akal dengan teori cocoklogi kita. Walau akan dibilang dan dikatai sangat memaksa, tapi apa salahnya kita juga sekalian melengserkannya? Bukankah orang seperti dia itu sangat berbahaya? Sesuai kata paman Aron, Emperor Group tidak boleh disusupi sosok seperti Tuan Han!" Kata Neil.
Mereka membahas rencana apa yang harus mereka lakukan ke depannya setelah menetapkan tujuan mereka. Ya, Tuan Han adalah tujuan terbesar merek saat ini. Mereka mencurigai Tuan Han dengan keterlibatannya atas semua masalah yang mengancam keselamatan anggota keluarga Kazehaya.
"Operasi akan dimulai besok. Aku dan Neil akan ke Kyoto sesuai jadwal. Ayumi akan mencari Shuhei dibantu oleh Ayane-san. Tentu saja Tuan Nakamura dari kepolisian juga akan membantu... Lalu, Melody akan fokus belajar soal bisnis bersama paman Aron. Ini dulu yang akan kita lakukan demi mengungkap kisah misteri yang melelahkan ini." Kata Nao.
Tanpa bantahan, semua orang pun menyetujuinya.
__ADS_1