
Sesuai dengan arahan Shuhei, kini Yudha dan Shuhei melakukan perjalanan untuk bertemu dengan Nakamura Yuuichi.
Nakamura Yuuichi adalah seorang Komandan Kepolisian di Tokyo. Yudha dan keluarga Kazehaya mengenal baik sosok seorang Nakamura Yuuichi sejak dahulu kala. Fakta mengatakan jika beliau adalah teman baik dari mendiang ayahnya Yudha, Kazehaya Yoga. Beliau juga yang ikut menangani kasus kecelakaan Yoga di Miyagi sebelum akhirnya dipindah tugaskan di kota Tokyo.
Apakah Nakamura Yuuichi mengenal ayahnya si kembar Ayumi dan Neil? Ya, dia mengenalinya denan baik karena saat itu mereka berada dalam satu divisi yang sama. Tachibana Shota, ayahnya si kembar Ayumi dan Neil, juga ikut dalam menangani kasus kematian Kazehaya Yoga, ayah dari Yudha dan Alvin.
Kesimpulannya, Yoga, Nakamura, dan Shota, mereka bertiga saling mengenal baik. Mereka rupanya dahulu pernah berada di sekolah menengah atas yang sama hingga akhirnya ketika dewasa mereka memilih jalannya masing-masing. Dimana Yoga memilih dunia bisnis, sementara Nakamura san Shota memilih dunia kepolisian.
Dunia sempit ya? Ya beginilah kisah, manusia bahkan tak bisa mengendalikannya secara penuh karena semua ini adalah campur tangan dari Tuhan.
.
.
.
Sarutahiko Coffee...
Yudha dan Shuhei berjalan menuju sebuah kedai kopi terkenal di kawasan Shibuya, Tokyo.
Coffee shop yang satu ini nih dididrikan oleh seorang aktor bernama Tomoyuki Otsuka. Setelah dibuka pada tahun 2011, coffee shop ini langsung diserbu pecinta kopi di Tokyo. Maklum saja, Sarutahiko Coffee melegenda karena kualitas kopinya yang menggungah selera para pecinta kopi. Melody dan Mia sering mengunjungi kedai kopi ini sewaktu kuliah sebelum Melody menikah dengan Yudha.
Memiliki interior coffee shop yang cantik dan enak dipandang mata, Yudha berpikir akan membawa Melody ke tempat ini lain kali. Melody akhir-akhir ini sedang menyukai untuk upload foto di IG. Tempat seperti ini akan sangat cocok untuk content IG. Akan sangat seru ketika ia dan Melody berfoto bersama sambil menikmati kopi.
Ah, kan, jadi merindukan Melody. Yudha memang tak bisa mengendalikan apapun soal Melody.
__ADS_1
Namanya juga cinta!
BTW: ini buka endorse, hanya info saja seperti biasanya yang aku lakukan untuk novel ini. Biasa kan ambil settingan Jepang, jadi sekalian nambah pengetahuan saja.
Yudha dan Shuhei menoleh ke kanan dan ke kiro untuk mencari sosok seorang Komandan Kepolisian kota Tokyo yang terkenal itu.
"Kazehaya-san..." Nakamura melambaikan tangannya.
Yudha menyadari gerak tangan dari Nakamura, ia dan Shuhei lekas mendekat.
"Sudah lama ya, Nakamura-san?" Kata Yudha.
Mereka saling bergantian untuk berjabat tangan.
"Ya, sudah lama. Terakhir sewaktu Anda datang ke kantor kepolisian sektor Tokyo untuk wajib lapor karena menjadi tahanan kota." Jawab Nakamura. "Ah, duduklah! Pesan kopi yang kalian sukai, biar orang tua ini yang membayarnya!" Lanjutnya dengan sebuah senyuman khas kebapakan.
Apakah ini jiwa polisi yang tulus mengayomi masyarakatnya? Memang seperti itulah tugasnya seorang polisi. Mengabi pada negera untuk menjaga dan mengayomi masyarakatnya. Bukan bertindak anarkis dan memusuhi masyarakatnya sendiri.
Yudha dan Shuhei duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Nakamura. Mereka lalu memesan kopi di kedai kopi itu. Yudha kopi hitam tanpa gula dan Shuhei cappucino latte.
"Memang terakhir bertemu sewaktu saya wajib lapor karena masalah tahanan kota. Anda nampak sehat dan baik-baik saja. Saya ikut senang." Kata Yudha.
"Kazehaya-san sangat perhatian pada saya rupanya. Saya merasa tersentuh karena Anda mengingat saya." Kata Nakamura.
For your info ya, Nakamura memanggil Yudha dengan nama marga Yudha, yaitu Kazehaya karena untuk orang yang jarang bertemu, bersifat formal, bentuk penghormatan yang baik adalah dengan menyebut marga. Bahkan meski sudah mengenal dekatpun banyak orang Jepang yang menyebut satu sama lain dengan nama marganya. Nama kecil atau nama lahir, hanya diapkai oleh mereka yang benar-benar memiliki hubungan sangaaaat dekat.
__ADS_1
"Anda banyak membantu saya. Bahkan sewaktu saya ingin dibunuh beberapa kali, Anda juga melindungi saya. Orang-orang itu adalah suruhan Anda, kan?" Kata Yudha.
"Anda berkembang sangat luar biasa, Kazehaya-san. Dari yang tidak tahu apa-apa, kini bisa sampai seperti ini. Mengetahui fakta jika orang-orang itu adalah orang suruhan saya itu sangat sulit. Mereka elit profesional kepolisian yang tak mudah dikenali." Jelas Nakamura.
"Semua orang akan berkembang setelag mengalami rentetan peristiwa mengerikan seperti itu, Nakamura-san. Ini hanya bentuk dari upaya seorang Kazehaya Yudha dalam menghadapi segala kejadian yang membahayakan nyawanya. Terima kasih sudah melindungiku selama ini. Namun, jika boleh tahu, alasan apa yang mebuat Anda melakukan sampai sejauh ini kepada saya?" Tanya Yudha serius dan berharap akan mendapatkan jawaban pastinya.
Pernah di jelaskan di chapter depan, Nakamura adalah orang yang mengirim 'bodyguard' bayangan untuk melindungi Yudha. Hal ini sudah ia lakukan sejak lama, sejak Yudha kecil. Ia diam-diam melindungi Yudha tanpa diketahui banyak orang, bahkan Yudha sendiri.
Jadi, yang melindungi Yudha dalam senyap itu adalah orang-orang suruhan Nakamura. Ada juga orang-orang dadi sang kakek, tapi tak seintens orang-orang suruhan Nakamura.
"Ini sudah belasan tahun, sepertinya memang sudah waktunya aku berbicara, ne Yoga?" Gumam Nakamura.
"Yo-Yoga?"
Yudha dan Shuhei ingin segera mendapatkan titik nyata dari informasi yang mereka cari-cari selama ini. Intinya, mereka menemukan banyak fakta setelah mengalami banyak sekali rentetan peristiwa yang menimpa.
"Kazehaya Yoga, mediang ayah Anda adalah sahabat dekat saya. Sebelum dia wafat, dia berpesan kepada saya untuk melindungi Anda setiap waktu, setiap saat. Sebagai manusia biasa, tentulah akan berpikir jika pekerjaan itu sangatlah merepotkan. Namun sebagai seorang sahabat yang pernah merasakan nasi dari piring yang sama, itu seperti amanah untuk saya. Saya sudah berjanji pada ayah Anda jika saya akan melindungi Anda apapun yang terjadi. Saya minta maaf karena banyak hal yang tak bisa saya kendalikan. Praktik di lapangan selalu berbeda dengan teori, Anda harus kembali mengalami hal-hal mengerikan meski saya sudah berusaha nelindungi Anda." Jelas Nakamura.
Oke, ini memang sesuai harapan Yudha. Nakamura menjelaskan alasannya kepada dirinya. Namun, sekali lagi, fakta baru bertambah. Kisah hidupnya rupanya tak berkitik di lingkup romance saja. Nyatanya jauh lebih rumit dari itu dan jika ia memaksa memikirkan lebih dalam, kepalanya berasa sangat panas dan seolah ingin pecah saja.
"Saya tidak tahu jika Anda sangat dekat dengan mendiang ayah saya. Saya kira hanya paman Shota saja." Yudha juga mengenal baik ayahnya si kembar Ayumi dan Neil, Tachibana Shota yang memang sahabat dekat mendiang Kazehaya Yoga, ayahnya.
Nakamura menggeleng. "Satu sekolah di SMA Kazehaya International mengenal kami sebagai tiga serangkai. Kami bertiga bercita-cita menjadi seorang polisi, tapi ayahmu tak bisa melakukannya karena beban nama yang di sandangnya. Kazehaya. Ya nama itu, nama yang tidak bisa menentukan jalan hidupnya sendiri. Nama yang hidupnya sudah ditentukan oleh pendahulunya. Ayah Anda pun menerima 'takdirnya' untuk menjadi penerus Emperor Group." Ucap Nakamura.
Ini adalah fakta. Sesuai perkataan dari Nakamura, penyandang nama Kazehaya memang tak bisa egois akan pilihannya. Semua sudah diatur, termasuk urusan kehidupan cinta. Yudha bahkan menerima Melody yang dijodohkan dengannya. Sungguh beruntung karena berakhir dengan saling cinta, jika tidak, maka hanya akan menimbulkan luka.
__ADS_1
Ah, ini adalah kisah sang ayah dan sang ibu. Yoga dan Mikan adalah hasil urusan cinta yang sudah diatur. Berakhir dengan mengenaskan.