MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Identitas Oyabun


__ADS_3

Ruang inap milik Ayane...


"Shuhei-san, tolong beri perhatian lebih pada Alvin-sama dan Chiyo-sama! Ada beberapa kelompok yang ingin membawa Nona Melody malam itu. Namun saya yakin, yang berhasil membawa Nona Melody malam itu adalah orang-orangnya Alvin-sama... Chiyo-sama bertindak tidak biasa dengan Alvin-sama, mereka seolah sedang menyusun strategi untuk... ah, saya tidak terlalu bisa mendengarkan percakapan mereka.. yang jelas itu seperti soal The Real King of Emperor Group." Kata Ayane.


"Ayane, kau yakin, kau tak salah lihat? Alvin-sama dan Chiyo-sama? Lalu apa itu The Real King of Emperor Group? Kenapa harus Nona Melody yang mereka incar?" Tanya Shuhei.


"Saya tidak memahami, tapi menculik keluarga sendiri, apa itu masuk akal? Kecuali memang ada niatan untuk merobohkan Yudha-sama."


"Yudha-sama bahkan sudah keluar dari Emperor Group. Dia sudah ambil jalan yang berbeda. Apa yang perlu dirobohkan lagi darinya? Next In Co bahkan tak ada seujung kukunya Emperor Group. Yudha-sama sudah kehilangan tangan dan kaki saat Nona Melody diambil. Jika Next In Co diambil juga, dia akan kehilangan segalanya."


"Aku tak ingin berprasangkan buruk dengan Alvin-sama dan Chiyo-sama, tapi mereka terlalu mencurigakan."


"Chiyo-sama, beliau adalah orang yang nampak biasa saja, tapi sesungguhnya beliau ahli dalam bermain game. Namun satu hal yang saya percaya dari beliau, beliau adalah orang yang sangat menjaga keluarganya. Meski beliau terlibat dalam penculikkan Nona Melody, saya yakin ada sesuatu yang sedang beliau lakukan demi kebaikan keluarga ini. Apa lagi Tuan Besar Wijaya saat ini lumpuh total, Chiyo-sama pasti sedang sangat berusaha keras melindungi keluarga ini." Shuhei ingin mempercayai hal ini.


Ayane menyentuh luka tusukkan di perutnya. "Meski dengan cara yang tidak benar sekalipun?"


"Ya, meski dengan cara yang tidak benar sekalipun."


.


.


.


Yudha's Side...


Yudha menemui tiga orang kepercayaannya di Emperor Group. Tiga orang ini berada di bawah departemen yang Yudha pimpin sewaktu di Emperor Group. Bukan pemain baru, beberapa kali sudah muncul di chapter depan untuk membantu Yudha dalam pembuatan proposal untuk mega proyek Miyagi. Meski pada akhirnya proposal Tuan Kang yang dipilih.


Mereka bertiga adalah Zakki, Kouki, dan Yuuichi. Orang kepercayaan dan sekaligus para mata-mata Yudha yang ia tanam di Emperor Group.


"Yudha-sama, ini adalah dokumen tentang petinggi-petinggi Emperor Group yang dekat dengan Tuang Kang dan Tuan Park." Kata Zakki.


Yudha menerima dokumen itu dan membaca nama-nama yang ada di sana. Ada banyak, lebih dari setengah jumlah kursi para petinggi Emperor Group.


"Mereka semua berada di pihak CEO Alvin. Mereka menyumbangkan nama mereka ketika voting untuk menentukan CEO baru." Kata Yuuichi.


Yudha tahu ini karena setelah ia pergi dari ruang rapat pemegang saham saat itu, ia meminta coppy-an dari hasil pembacaan voting.


"Ada beberapa di antara mereka yang memiliki kekayaan tak biasa. Akumulasi gaji mereka di Emperor Group tidak akan bisa membuat mereka sekaya ini. Kecuali memang memiliki latar belakang memang sudah kaya." Kata Kouki.


Ini yang Yudha cari. "Siapa dari mereka yang paling kaya?" Tanya Yudha.

__ADS_1


"Tuan Han." Kata Kouki.


"Tuan Han memang sangat kaya."


"Luar biasa kaya malahan. Rumor yang beredar, beliau bahkan memiliki pulau pribadi."


Rada memaksa jika orang kaya dituduh melakukan hal tak masuk akal hanya karena gaji bekerja di Emperor Group tidak akan bisa membuatnya membeli sebuah pulau yang harganya bisa sampai ratusan milyar.


Namun Yudha sudah melakukan reset sebelumnya. Ia kini menyeringai, paus sudah menampakkan tanda keberadaannya. Menyemburkan air ke atas dan mencul sekilas di permukaan.


Sebelum menita tiga mata-matanya di Emperor Group, Yudha sudah meminta para hacker-nya untuk mencari tahu siapa orang terkaya di kota Kyoto, dan mengejutkan sekali jika nama orang terkaya itu sama dengan orang terkaya di antara jajaran petinggi Emperor Group.


Tuan Han. Begitulah orang menyebutnya. Bukan tokoh baru dalam kisah ini juga. Orang ini muncul ketika Kurenai membuat rencana untuk menjadikan Alvin sebagai raja Emperor Group bersama Tuan Park dan Tuan Kang.


"Jika Oyabun kota Kyoto adalah Tuan Han, apa dia terlibat dengan penculikkan paman Aron? Dari semua fraksi yang menentang dominasi kakek, Tuan Han inilah yang paling tidak terlalu ambil bagian. Tuan Kang dan Tuan Park lah yang sangat getol terang-terangan menunjukkan ketidak sukaannya pada dominasi kakek karena dendam soal perusahaan mereka yang pailit lalu diambil alih Emperor Group... Jika keterlibatan akan penculikkan paman Aron itu tidak mungkin, maka apa dia juga yang membuat Emperor Group sulit masuk kota Kyoto? Hmm, sebaiknya orang ini bukanlah paus yang aku cari, namun jika iya, aku tak masalah membuatnya masuk dalam pabrik pengalengan ikan."


.


.


.


Alvin's Side...


Alvin kembali ke kantornya diantar oleh Daisuke. Alvin jarang sekali pulang ke apartemen miliknya atau bahkan ke rumah ibunya. Beruntung di belakang meja kerjanya ada sebuah ruangan layaknya kamar inap yang berisi tempat tidur nyaman untuk beristirahat.


Sudah lama ia menjadikan ruangan ini untuk tempat tinggal.


Kini ia duduk di atas ranjangnya. Kepalanya kembali sangat sakit, ia pun mengambil obat penahan rasa sakit yang ia dapat dari dokter Taka. Ia langsung meminumnya.


Menunggu dengan sambil tiduran. Setelah beberapa saat, efek obat itu mulai terasa, ia kembali baikkan.


"Master adalah Tuan Han?" Gumamnya.


Alvin gusar dan bangun dari tidurannya. Ia menjadi tidak tenang. Ia menjambak-jambak rambutnya sendiri. Ia bahkan juga melepaskan kemeja atasnya. Menampilkan tubuh berotot miliknya.


"Aku ingin minum tapi sialnya aku baru minum obat.. jika aku aku mati sekarang, si bodoh Yudha tak akan bisa melindungi Melody sendirian. Cih, harusnya aku membiarkan Yudha mati saja dan aku akan mendekati Melody setelahnya. Sayangnya, Melody pasti akan memilih mengikuti Yudha. Itu adalah skenario paling mengerikan yang tak ingin aku bayangkan."


Alvin melirik ke arah jam dinding di kamar itu. Sudah pukul dua belas malam. Rasanya tubuhnya sangat tak nyaman, ia pun memilih untuk mandi.


Ia mandi dengan air hangat.

__ADS_1


Hebat bukan? Meski ini kawasan kantor, tapi fasilitas istirahatnya sekelas hotel bintang lima.


Ketika hangatnya air dari shower membasahi kepalanya, turun mengalir dan membasahi semua tubuhnya, Alvin memejamkan kedua matanya.


Saat menyiram air dan memejamkan mata ketika mandi, saat itulah banyak ide di otak yang muncul. Saat itulah muncul bayangan-bayangan yang tak terduga.


"Aku sudah bisa mengingat apapun yang bisa aku ingat di masa lalu. Amnesia sebagianku juga sudah sembuh. Dulu aku tak melihat wajah sang Master, kini aku sudah mengetahuinya. Tuan Han. Itu adalah hal bisa aku konfirmasi kebenarannya. Jika aku coba ingat-ingat lagi, suara mereka sama dari Master yang datang ke rumah di Inggris... Ada hubungan apa antara ibu dengan Tuan Han? Apa jangan-jangan ini soal masa lalu ibu?"


Alvin sudah tahu jika ibunya itu mantan seorang pelacurr. Menyakitkan memang, tapi ia sadar, seorang anak tidak bisa memilih siapa orang tuanya.


"Ketika waktu itu aku mempelajari ketidak wajaran mega proyek Miyagi, aku menemukan fakta jika Tuan Han lah yang ikut memilih proposal Tuan Kang. Dibantu oleh Tuan Park, proposal Tuan Kang mengalahkan proposal milik Yudha. Padahal, jika aku tinjau ulang, proposal Yudha lebih menjanjikan, dia hanya terlalu banyak membuat taman hijau umum yang jelas tak akan disukai investor mengingat tempat umum itu tidak menghasilkan uang... Dominasi Tuan Han di Emperor Group itu besar, dia memiliki setengah kursi oposisi kakek. Wajar saja jika apapun yang diangkat dalam hitungan voting, maka pilihan dia pasti akan memenangkannya. Salah satunya adalah diriku yang menjadi CEO meski tanpa bantuan Yudha, aku bisa menang waktu itu."


Alvin sudah selesai mandi. Ia mematikan kran showernya. Ia mengambil handuk yang ada di kamar mandi, menggunakan untuk mengeringkan badannya dan melilitkannya ke pinggangnya.


Ia keluar dari kamar mandi untuk memakai baju.


Tak mau yang ribet, ia memilih untuk memakai kaos lengan panjang dan celana bahan. Ia kemudian menyisir rambutnya di depan kaca almari.


"Kenapa para hacker sewaanku bilang jika seseorang sedang berusaha meretas akun bank milikku? Untuk apa? Kenapa mereka tidak mengambil uangku jika pada akhirnya mereka bisa masuk ke dalam akun bank mililku? Siapa orang ini? Sewaan siapa hacker ini? Apa Yudha salah satunya? Jika itu Yudha, apa yang sedang Yudha cari dari rekening milikku? ... Jika itu Yudha, apa ada orang lain selain aku yang ia retas akun bank-nya? Bocah itu terlalu luas jangkauan fokusnya. Aku kira dia hanya akan ngebucin saja soal Melody. Nyatanya tidak... Asal kau tahu Yudh, kau akan semakin terluka jika tahu akan hal ini. Aku sudah memperingatkanmu beberapa kali, tapi kau masih nekat terlibat."


Selesai menyisir rambut, Alvin kembali ke ranjangnya. Ia membuka ponselnya dan mencari tahu soal kota Kyoto. Misi baru dari para pemangku jabatan Komisaris Emperor Group. Ada proyek besar menanti di sana.


"Domisili Tuan Han adalah Kyoto, apa dia mafia Kyoto? Tunggu, bukankah Kyoto itu semu bagi dunia mafia dan yakuza? Lalu, apa yang membuat Kyoto sulit di dekati? Apa di sana memiliki penguasa? Bos? Atau... Oyabun? Ah, aku seperti pernah mendengarnya ketika study tour ke sana sewaktu jaman SMA. Anak-anak membahas jika Kyoto itu dikuasai oleh seorang Oyabun yang melegenda sejak jaman Edo."


Semakin pusing.


Sakit kepala Alvin kambuh lagi, ia pun kembali meminum obat penghilang rasa sakitnya lagi. Ia tahu ini tidaklah baik untuk tubuhnya, namun ia sama sekali tidak tahan dengan rasa sakitnya. Rasanya sangat menderita.


Alvin merasa dirinya tidak boleh kalah hanya karena sakit kepala dan fisiknya melemah. Ia masih ingin melakukan banyak hal.


.


.


.


Happy 300 Chapter!


Thanks so much guys udah ikutin sinetron ini. Well, ngebut buat namatin. But, you already know that aku ini tipe penulis bertele-tele.


Kita akan segera mencari tahu kuda hitam, kambing hitam, dan the real mastermind of this story ya! 😎

__ADS_1


__ADS_2