
Asik, bulan baru, tangal baru, chapter baru, masalah baru, enaknya yang hepi melulu atau yang sendu-sendu? Atau malah ingin sedikit sentuhan aksi yang semanis madu? Aku duduk di pojokkan dan berusaha menghalu. Referensi romance action dimanakah itu?
Like, komen, share, dan vote kalian yang aku tunggu. Haruskah aku menambahi kata, i love you? 😎
________________________________________
Yayasan Panti Asuhan Kazehaya.
Semua orang bertepuk tangan ketika tali pitah digunting oleh Alvin dan Kakek Wijaya. Benar, hari ini adalah hari dimana Alvin dan Kakek Wijaya meremiskan panti asuhan atas nama keluarga Kazehaya.
Panti asuhan ini adalah ide Alvin, dimana ia sangat peduli dengan nasib anak-anak ang ditinggal oleh orang tuanya. Ia sempat beberapa kali menyelusuri daerah pinggiran yang rupanya ‘dihapus’ oleh pemerintah, di sana ia mendapati banyak anak yang terlantar dan tidak ada yang memperhatikan mereka.
Dengan alasan kemanusiaan, Alvin akhirnya mendapatkan ide untuk membangun sebuah panti asuhan, atas ideya ini, sang kakek mendukung penuh niat baik Alvin. Akhirnya terbangunlah panti asuhan Kazehaya dibawah naungan Emperor Group.
Berkat usaha kerasnya Alvin selama ini, ia berhasil mengumpulkan banyak donatur. Kebanyakan dari para donatur itu bersifat tetap, jadi untuk kelangsungan panti asuhan ke depannya tidak perlu dikhawatirkan. Justru karena ini pertama kalinya dalam sejarah, panti asuhan terbesar yang pernah ada dibangun. Banyak orang yang mendukung proyek kemanusiaan milik Alvin ini.
Mereka menaruh harapan besar pada Alvin.
Banyak yang menghadiri acara peresmian panti asuhan ini. Pihak keluarga, kolega, maupun para wartawan yang selalu saja begitu tertarik dengan salah satu kelurga yang paling berpengaruh di Jepang ini.
Kurenai terlihat sangat bahagia melihat anaknya semakin dewasa. Anaknya kini semakin serius tentang betapa pentingnya sebuh nama dan gelar.
Jika seseorng memiliki nama yang besar di masyarakat, maka untuk mendapatkan kekuasaan juga akan jauh lebih mudah. Ini adalah salah satu cara untuk mengambil simpati dari para pemegang kekuasaan.
Untuk merangkak ke puncak maka harus pandai memanfaatkan orang-orang di sekitar terlebih dahulu. Awal yang bagus bagi pemain pemula.
Apakah ini termasuk cara bermain yang licik?
Silahkan nilai suka-suka.
“Ibu pasti akan menjadikanmu raja, Sayang. Apa yang seharusnya menjadi milikmu akan selalu menjadi milikmu. Lihatlah, Tuhanpun menyertai setiap langkahmu! Kau pasti akan bisa mewujudkan segala impian ibu. Memang butuh waktu yang lama, tapi semua kita dapatkan secara pasti. Ibu ingin mempercepat sampai hari penobatan kau menjadi raja tiba. Ibu ingin segera melihatmu duduk di singgasana tahta Emperor Group. Tunggulah sedikit, sayang! Ibu dan mereka sedang merancang rencana besar untukmu. Kau tetaplah bekerja dengan baik dan jujur, biar kami yang bermain kotor.” Batin Kurenai.
.
.
.
Setelah acara peresmian panti asuhan usai, acara dilanjutkan dengan makan bersama.
Banyak yang bertanya soal ketidakhadiran Yudha. Kakek Wijaya menjelaskan jika Yudha memiliki bisnis yang harus diurus sehingga tidak bisa menghadiri acara kali ini. Para wartawan dan kolega hanya mencoba memaklumi. Nyatanya urusan bisnis Emperor Group tidaklah sedikit.
Katakan saja dengan gampangnya. Mencoba maklum.
Kakek Wijaya sudah menduga jika acara kali ini adalah sasaran empuk para pemburu berita untuk mengobrak-abrik kesolidtan keluarga Kazehaya.
Mereka butuh uang untuk hidup. Bagi penjual berita seperti mereka, kadang memang harus memburu berita yang sebenarnya tidaklah pantas mereka urusi.
"Yudha selalu membuat masalah. Bocah itu kapan akan buka mata? Tidak bisakah ia sadar dengan apa yang saat ini sedang terjadi? Apa dia tak memkirkan masalah yang akan segera menyapa?" Batin Kakek Wijaya.
Raksasa bisnis seperti Emperor Group selalu menjadi rival pebisnis lain. Selalu memiliki musuh, selalu memiliki pihak yang iri dan tak suka karena kejayaan Emperor Group.
Itu masih dari pihak eksternal, dari internal sendiri juga banyak terjadi persaingan yang tidak sehat. Banyak pihak yang ingin menumbangkan Emperor Group, terutama menumbangkan kakek Wijaya sang CEO dan founder Emperor Group.
"Aku harus menguras otakku. Aku berpikir di luar batas kemampuanku. Semua demi keluarga dan Emperor Group. Sudah sampai di masa ini, masa dimana kejayaan Emperor Group bertahan sangatlah lama. Akhirnya aku sampai dimana rasa lelahku tak mampu aku kendalikan."
Banyak yang menginginkan pemilik Emperor Group ini lengser dari tahtanya. Kakek Wijaya terlalu cerdas, tak terbayangkan berapa banyak cara yang ia gunakan untuk mengendalikan Emperor Group sampai saat ini.
Cara main yang bersih dan sehat saja tidak akan pernah bisa bertahan sampai sejauh ini. Menjadi orang baik tak kan menjamin kekuasaan selalu ada di tangan.
"Namun, meski bocah nakal itu bergerak lambat, itu tak mengapa. Saat ini ia sudah memiliki Melody dengan segala perasaan yang dimilikinya. Yudha bukanlah cucu yang bodoh. Yudha tahu dengan baik bagaimana caranya bermain. Dia hanya kurang berani bermain licik dan curang. Selama ini ia selalu bermain bersih dengan mempertaruhkan segalanya. Aku harus bangga padanya. Dia hanyalah sosok bocah yang memiliki kebaikkan di dalam hatinya. Dia terlahir dengan sifat seperti itu. Dia penyayang seperti ibunya. Aku bersyukur karena ia tak mewarisi sifat ayahnya yang tak bisa setia pada satu wanita. Bukan seperti itu juga. Maksudnya, ayahnya Yudha mudah tertipu dengan kemanisan dari kasih sayang yang semu."
Kazehaya Wijaya memang bukan kakek yang baik karena mengajarkan cucunya bertahan sesuai dengan caranya. Namun, ia paham bagaimana hidup ini. Takdir seorang Kazehaya memang tak selalu mudah. Dunia ini penuh kekejaman, cara bertahan saja tidak akan cukup, maka ia perlu mengajari cucunya cara melawan.
"Tuan Besar.." Panggil Aron.
"Ah, kau Aron.." Kata Kakek Wijaya.
"Kopi Anda." Aron memberikan secangkir kopi kepada kakek Wijaya.
Kakek Wijaya menerima kopi yang dibawa Aron, asisten pribadinya yang sangat setia itu.
__ADS_1
"Arigato, Aron."
"Sama-sama, Tuan Besar."
Kakek Wijaya meminum kopi itu. Pahit. Ya, rasanya pahit. Meski pahit, tapi nikmat di lidah. Meski pahit, tapi nagih. Kopi favotitnya sejak muda. Rasa yang selalu sama. Rasa yang mengajarinya berpikir jika hidup itu tidaklah mudah.
"Duduklah Aron, aku ingin mendengarkan laporan darimu!" Kata Kakek Wijaya. Ia meletakkan cangkir kopi miliknya di meja.
Aron duduk di arah berlawanan dengan kakek Wijaya. “Sesuai yang Tuan Besar prediksikan, usai peresmian panti asuhan itu banyak para petinggi Emperor Group yang mulai mempertanyakan kredibilitas Tuan Muda Yudha sebagai pengganti Tuan." Jelas Aron.
"Begitukah?" Ini memang pasti akan terjafi. Sudah jauh-jauh hari kakek Wijaya menyadarinya.
"Rentetan masalah yang disebabkan oleh Tuan Muda Yudha berimbas besar pada keputusan para dewan direksi. Nama Tuan muda Alvin mulai dipertimbangkan. Semenjak Tuan Muda Alvin masuk ke dalam ranah bisnis Emperor Group, banyak perkembangan positif yang perusahaan dapatkan." Lanjut Aron.
"Anak itu memang luar biasa perkembangannya. Bahkan lebih cepat dari Yudha." Kata Kakek Wijaya.
"Tuan Muda Alvin mampu membuat rumah sakit Kazehaya International yang tergolong baru itu menjadi salah satu rumah sakit utama di Jepang dalam waktu yang relatif singkat." Kata Aron.
"Aku membaca beritanya di majalah bisnis bulan ini, Alvin masuk dalam generasi milenial yang paling berpengaruh di Jepang." Jujur saja, sebagai seorang kakek, kakek Wijaya tentu sangat bangga pada cucunya ini.
Meski masa lalu memiliki cerita sendiri, tapi darah Kazehaya yang mengalir di dalam nadi Alvin tidak bisa dipungkiri.
"Belum lama ini, Tuan Muda Alvin sudah mengajukan proposal untuk pengembangan rumah sakit yang menangani pasien khusus kanker. Tuan Muda Alvin cukup jeli membaca perkembangan pasar di jepang, terutama sektor kesehatan. Jika seperti ini terus, maka Tuan Muda Yudha akan...” Kata Aron.
“Aron..” Potong Kakek Wijaya.
“Tuan Besar? Anda tidak apa-apa?” Tanya Aron khawatir.
Kakek Wijaya akhir-akhir ini mengalami penurunan kesehatan. Dimana ia selalu saja merasakan nyeri di dada kirinya.
“Aku baik-baik saja." Kata Kakek Wijaya.
"Anda harus istirahat! Saya akan memanggilkan dokter untuk Anda." Aron mencari ponselnya di saku celana.
"Dengarkan aku, Aron!" Pinta Kakek Wijaya.
"Ya?"
"Tuan Besar, Anda akan baik-baik saja. Saya akan melindungi Anda dengan nyawa saya."
"Aron, aku merasa jika masa jayaku akan segera berakhir. Generasi baru akan menguasai. Gunakan stempel itu. Itu adalah senjata pamungkas yang bisa mengubah hasi akhir semua game yang dimainkan. Senjata itu bisa kita gunakan untuk membuat Emperor Group berada di tangan yang sebenarnya.” Kata Kakek Wijaya.
Kakek Wijaya memberikan satu kota kecil berisi stample miliknya kepada Aron.
Aron menerimanya dengan gemetar. “Jika terjadi sesuatu pada Tuan Besar, maka saya juga akan mengalami hal yang sama.”
Kata Aron. Ia meremas kotak kecil berisi stempel itu.
“Jika saat itu datang, bertahanlah dan tetap hidup!”
Pinta Kakek Wijaya.
“Wijaya-sama..”
Aron tertegun meski hatinya menjadi tak menentu. Ada kepiluan di sana.
Kakek Wijaya tersenyum pada orang kepercayaannya itu. Ia hanya bisa bertaruh jika Aron tidak akan menghianatinya nanti.
Aron selalu menyembunyikan wajahnya, sulit bagi orang untuk membaca bagaimana Aron berekspresi, bahkan kakek Wijaya sekalipun. Ia juga sering kesulitan membaca raut muka Aron. Yang ia percayai, ia adalah orang tua asuh Aron. Ia mengadopsi Aron dari suatu desa yang jauh di Akita. Ia memang tak bisa menjadi orang tua yang layak bagi Aron, tapi ia menyayangi Aron dengan caranya sendiri.
“Maafkan aku Aron, jika Orion tidak memilih impiannya, harusnya kau tidak menjadi penggantinya saat ini. Onegaishimasu...”
Kata Kakek Wijaya.
Onegaishimasu?
Aron melebarkan matanya. Orang tua angkatnya ini memohon kepadanya? Seorang Kazehaya Wijaya?
“Saya tidak pernah berpikir Anda menjadikan saya sebagai penggantinya, saya melakukan ini karena saya menginginkannya. Saya akan selalu mengikuti Anda.”
Kata Aron.
__ADS_1
“Terima kasih, Aron.”
________________________________________
Ungkapan onegaishimasu itu dipakai untuk memohon agar permohonannya dikabulkan. Sangat sopan untuk dipakai.
Orion yang dimaksud kakek Wijaya adala Orion Kazehaya atau Kazehaya Orion, adik dari Kazehaya Yoga. Di awal sudah pernah diungkapkan pas Melody bilang mempelajari silsilah keluarga Kazehaya. Kalau kalian ingat, aku sih ingat wong aku sing nulis. 😎
Oke, aku tambahi glosarium keluarga Kazehaya:
- Kazehaya Indra, wafat (buyutnya Yudha dan Alvin)
- Kazehaya Wijaya (kakeknya Yudha dan Alvin)
- Kazehaya Chiyo (neneknya Yudha dan Alvin)
- Kazehaya Yoga (ayahnya Yudha dan Alvin)
- Kazehaya Mikan (menantu, istri sah Yoga)
- Kazehaya Orion (adiknya Yoga)
- Kazehaya Alvin (anaknya Yoga dengan Kurenai, ilegimate child)
- Kazehaya Yudha (anaknya Yoga dengan Mikan)
- Kazehaya Melody (cucu menantu, istrinya Yudha)
Kalau tanya nasib Shuhei dan Ayane yang 'terdampar' dan tinggal di kediaman Kazehaya itu bukanlah hal yang sederhana untuk diceritakan. Intinya, mereka berdua itu adalah anak yatim piatu yang kakek Wijaya 'pungut' dari salah satu tempat tak layak di sudut kota Tokyo yang sangat kejam dan tak ramah untuk anak-anak kecil bernasib malang seperti mereka berdua.
Atas kebaikkan kakek Wijaya, dua yatim piatu ini tumbuh dengan baik. Mungkin jika ingin disebut licik, kakek Wijaya tidak akan menolaknya. Nyatanya ia mendidik Shuhei dan Ayane agar menjadi 'anjing penjaga' yang selalu loyal pada keluarga Kazehaya.
Meski mereka berdua tahu alasan asli kakek Wijaya, mereka tidak akan membenci kakek Wijaya. Kediaman Kazehaya adalah rumah baru bagi mereka berdua dan para anggota keluarga Kazehaya sangat memanusiakan mereka. Menyambut dengan hangat dan memberi makanan yang enak. Hidup merekapun berubah menjadi sangat layak. Bahkan, mereka juga bisa mengenyam pendidikan tingkat perguruan tinggi.
Ini lebih baik daripada hidup bak neraka di kota metropolitan yang tak pernah mati.
Hal ini berlaku juga untuk Aron. Sebenarnya masih ada beberapa anak yatim piatu yang ditampung dan dididik langsung oleh kakek Wijaya. Misal Daisuke Ishikawa.
Bukankah kepala keluarga Kazehaya ini memiliku hati yang mulia meski ada kelicikkan di dalamnya?
Nilailah sesuka hati. Namun inilah gaya simbah-simbah paling keren di muka bumi ini! Masa jayanya yang cukup lama ia kuasai. Mungkin juga akan segera runtuh. Apakah ada penyesalan selama masa kejayaannya? Tentulah ada. Ada dan itu membuat hatinya terasa mengganjal.
Meminta diselesaikan?
Ya, tentu saja! Setidaknya sampai sebelum dirinya wafat!
________________________________________
Bonus:
"Yudha suamiku sayang.." Panggil Melody.
"Kenapa, Melody istriku sayang?" Tanya Yudha.
"Tangal satu di bulan baru, kita tidak dapat jatah syuting!" Kesal Melody.
"Sabar, Authornya nanti akan pusing karena tanpa kemesuman kita, ratingnya melambat." 🙄 Kata Yudha.
"Haha, benar juga. Tapi aku tetap saja masih kesal sama Author kita, dia malah mengutamakan pasangan mesum saingan kita!"
"Siapa yang bisa menyaingi kemesuman kita? Memang ada yang memiliki level mesum di atas kita?" Yudha malah ikutan kesal.
"Ray sama Kiara dari ERROR: Iblis in Love. Mereka sedang sangat panas. Cih, aku iri tidak mendapatkan script seperti mereka!"
"Kita bisa menuntutnya pada Author nanti, kita akan membuat adegan panas dengan totalitas kemampuan kita!"
"Haha, baiklah. Aku akan mengikuti totalitas kemampuanmu, Suamiku.."
"I love you, Melody.."
"I love you too, Yudha.."
__ADS_1
Author: "😩😩😩 Bubar! Bubar!"