MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Alvin Menduga


__ADS_3

Emperor Group..


"Begitu ya?" Tanya Alvin.


"Iya, Alvin-sama. Saya yakin wanita yang keluar dari kota Tokyo tadi pagi itu adalah Nona Melody. Meski kami gagal mengikutinya, tapi kami berani menukar hidup kami dengan kebenaran informasi itu." Kata X, mata-mata Alvin.


"Apa Melody kembali dengan selamat?" Tanya Alvin.


"Ya, Nona Melody kembali dengan selamat." Jawab X.


"Oke, kau kembalilah mengawasi mereka!"


"Alvin-sama..."


"Ya?"


"Sebaiknya Anda berhati-hati dengan ayah angkat Anda, Tuan Uchiyama Azumane sepertinya juga ikut andil dalam pembelian saham Emperor Group dalam jumlah yang besar. Selain itu, upaya penembakan salah sasaran juga melibatkan dirinya." Jelas X.


"Kau yakin?" Alvin ingin memastikannya untuk yang ke sekian kalinya.


"Ya, saya bermain di dunia bawah, saya tahu orang-orang itu dari mana. Mereka adalah orang-orang Yakuza Macan Selatan."


Meski Alvin tak ingin percaya, tapi sepertinya batas baginya untuk mempertahankan harapannya sia-sia. Sang ayah angkat memang ikut bermain.


"Baiklah, kau dan orang-orangmu tetap awasi Melody dan semua anggota Kazehaya di Rumah Sakit Kazehaya Internasional itu. Laporkan apapun yang mencurigakan dan pastikan Melody selalu selamat!" Kata Alvin.


"Baik, Alvin-sama."


Mata-mata X pamit undur diri, Alvin menilik ke jam tangannya. Sekarang sudah pukul delapan malam dan dirinya masih berada di kantor. Ia juga sudah melewatkan makan hari ini.


Ia tak sarapan karena meeting dadakan tadi pagi. Makan siang dengan Mia juga ia lewatkan. Sampai malam, ia juga melewatkan makan malamnya.


Tidakkah dirinya merasa lapar?


Kenapa ia harus melakukannya?


Jawabannya adalah karena Melody.


Ya, karena Melody. Mata-mata miliknya mengatakan jika Melody keluar kota Tokyo tapi gagal diikuti. Mengingat Melody sempat mengalami luka parah akibat insiden penembakkan beberapa waktu yang lalu, ia menjadi sangat khawatir. Ia khawatir jika insiden seperti itu akan kembali terulang.

__ADS_1


Sulit mempercayai jika manusia akan selamat dari maut untuk yang kedua kalinya. Apalagi dalam upaya pembunuhan seperti itu.


Karena rasa khawatirnya yang sangat besar, Alvin tak berselera makan atau bahkan melakukan apapun sebelum mendengar kabar baik tentang Melody.


Saat ini ia bisa bernafas lega karena Melody sehat walafiat. Setidaknya, meski besok-besok ia harus memperketat penjagaan lagi.


"Apa ayah Azumane berniat menguasai Emperor Group? Dia membeli saham milik Emperor Group secara besar-besaran menggunakan nama orang lain, Han. Setahuku, Tuan Han adalah teman serangkai Tuan Park dan Tuan Kang. Aku pernah melihatnya bertamu di rumah ibu. Beliau juga yang memfasilitasi keperluan ibu selama di Jepang ketika Ayah Azumane berada di luar negeri lima tahun yang lalu. Jika Tuan Han berteman dengan Tuan Park dan Tuan Kang, tapi kenapa nama dia tidak ada di bribe paper? Sial, banyak yang harus aku urus. Lama-lama aku bisa mati muda karena terlalu banyak masalah!"


Alvin memijat keningnya. Sakit kepalanya gila-gilaan.


"Alvin-sama, makanlah! Saya sudah membeli makanan untuk Anda." Kata Daisuke, sekretaris Alvin.


Daisuke membuka makanan yang sudah ia pesan, lalu menyodorkannya ke Alvin.


Alvin mengernyitkan dahinya. "Ada obat juga? Dan lagi, ini kenapa bubur? Malam-malam?"


"Anda sedang sakit kepala, artinya Anda sedang sakit. Orang sakit sebaiknya minum obat dan makan bubur agar mudah dicerna. Lagipula Anda tidak makan apapun dalam seharian ini." Jelas Daisuke.


"Kau kelewat perhatian."


"Saya dibayar oleh Anda. Saya hanya menjalankan tugas saja."


"Hah, baiklah, aku akan memakannya."


"Aku tak suka makan sendirian, temani aku makan. Kau terlalu banyak membeli bubur. Ada berapa ini? Tiga porsi? Hei, perutku hanya mampu menampung seporsi makanan saja."


"Tapi, saya merasa ini tidaklah benar." Daisuke merasa tidak enak.


"Kenapa? Tidak sopan? Karena aku bos, dan kau karyawanku?"


"Intinya seperti itu.."


"Aku hanya manusia biasa sama sepertimu. Sebagai manusia, aku ingin melakukan banyak hal sebelum mati. Makanlah! Jika kau merasa tidak enak karena aku bosmu, maka anggaplah ini sebagai perintah. Kau tak bisa menolaknya, kan?" Alvin tersenyum.


Daisuke menyerah. "Baiklah, Alvin-sama. Saya akan menemani Anda makan."


Mereka berdua makan bersama.


"Ada kabar tentang pamanku?" Tanya Alvin di sela-sela acara makan mereka.

__ADS_1


"Tuan Orion?"


"Ya. Paman Orion. Apa dia melakukan pergerakkan?"


"Orang-orang Tuan Orion melakukan pengejaran terhadap orang-orang yang melakukan penembakkan terhadap Nona Melody. Itu artinya mereka sedang bersinggungan. Hanya saja, tidak ada kabar lanjutan apakah mereka berhasil menangkap pelaku penembakkan itu atau tidak." Jelas Daisuke.


"Menurut info, pelaku penembakkan itu adalah anggota Yakuza Macan Selatan, itu artinya orang-orang di bawah ayah Azumane. Paman Orion adalah ketua Yakuza Fajar Keemasan. Jika dua penguasa Yakuza Jepang bertemu dan perang, maka akan menimbulkan kegaduhan yang besar. Pemerintah saja tak akan bisa mengatasi hal ini. Apa menurutmu mereka memilih menyudahinya begitu saja?"


"Sampai hari ini tidak ada kabar apapun mengenai hal itu, Alvin-sama. Bisa jadi memang mereka menyudahinya secara damai. Namun, bisa juga mereka malah bekerja sama."


"Bekerja sama ya? Hmm, kau menambah setingkat dugaanku, Daisuke." Alvin tersenyum penuh arti.


"Walau ada kemungkinan lain jika Tuan Orion hanya memanfaatkan situasi saja..." Daisuke menduga-duga.


"Dia berpura-pura damai untuk menyusup ke tubuh Yakuza Macan Selatan dengan memanfaatkan situasi ini. Bukankah para Yakuza itu selalu ambisius untuk memiliki segalanya?" Alvin tahu kemana arah pembicaraan Shuhei. Itu sangat mudah untuk ditebak.


"Ya, seperti itu, Alvin-sama."


"Berseteru atau damai, bisa juga memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Jika kau jadi Paman Orion, menurutmu apa yang akan kau lakukan, Daisuke?" Tanya Alvin serius.


"Aku akan memanfaatkan situasi. Aku ingin menguasai Jepang." Jawab Daisuke.


Alvin tertawa. "Apa kau masih membaca manga shonen seperti One Piece?"


"Ya, saya tidak pernah ketinggalan setiap serinya, Alvin-sama.." Daisuke ikutan menarik sudut bibirnya sekilas.


"Sebagai ucapan terima kasih, aku akan membelikanmu komik One Piece dalam setahu."


Daisuke melebarkan ke dua matanya. "Memang tidak apa-apa?"


"Tentu saja. Bukankah kau seharusnya merasa senang?"


"Ya, saya sangat senang sekali, Alvin-sama."


"Aku tak pernah melihat dirimu sebahagia ini, yokatta."


Y**okatta: syukurlah**.


Manga Shonen: Komik Jepang yang ditujukan lebih fokus untuk pembaca laki-laki. One Piece adalah salah satu contohnya dimana yang pemain utama, Monkey D. Luffy ingin mengarungi semua lautan dan menjadi raja bajak laut.

__ADS_1


Banyak genre manga Jepang. Jika Shonen untuk laki-laki remaja terutama, ada Shojo untuk remaja cewek. Kalau Sheinen lebih ke pembaca dewasa. Dan masih banyak lagi. Untuk yang pernah dengar kata ANIME, maka itu adalah bentuk filmnya.


Buat pengetahuan saja, jika kata MANGA itu milik Jepang, maka MANHWA adalah Korea, dan MANHUA adalah China. Nah, sudahkah Anda menambah pengetahuan? 😉


__ADS_2