MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Saga-Melody Dansa


__ADS_3

Pesta masih berlangsung. Aula pesta semakin ramai karena bertambahnya tamu undangan.


Alunan musik mengalun indah. Para tamu tampak kembali menikmati pesta penyambutan itu. Lantai dansa dipenuhi oleh pasangan yang menari, berputar dan mengentakkan kaki dengan elegan mengikuti irama cepat dari sebuah Harpsichord. 


"Kazehaya-san desu ne?" Tanya seorang laki-laki tampan yang tingginya sedikit di atas Yudha. Ia adalah Saga Masamune.


"Iya benar. Anda...?" Melody tak kenal dengan laki-laki yang sedang menyapanya ini.


"Saga Masamune." Jawab Saga.


"Ah, Saga-san."


Mereka pun berjabat tangan.


Saga memanggil Melody dengan marga, begitupun sebaliknya. Mereka melakukan hal ini karena untuk menghormati lawan bicaranya yang baru bertemu. Di Jepang pun, kebanyakan orang juga akan memanggil dengan memakai marga. Mereka yang menyebut nama kecil atau nama lahir adalah mereka yang sangat dekat sekali dan anggota keluarga.


"Anda nampak sangat cantik sekali, Kazehaya-san." Puji Saga. Bagi dirinya yang memiliki perasaan tak bisa dijelaskan ketika melihat Melody asli sedang berdiri di depannya itu membuat perasaannya semakin tak bisa dijelaskan lagi.


Pemilihan kata yang sulit bukan? Saga sendiri pun mengakuinya dimana Melody jauh lebih indah dari yang ada di foto. Lebih cantik, lebih manis, lebih anggun, lebih, lebih, dan lebih dari yang ada di foto. Semua yang baik ada pada Melody. Ini kali pertama ia memiliki perasaan seperti ini pada seorang wanita.


Berlebihan? Memangnya selama ia hidup, tak pernah melihat wanita cantik? Artis dan model berjibun ni negeri matahari terbit ini. Belum lagi wanita-wanita bule dari luar negeri. Yang lebih cantik dari Melody itu banyak, tapi yang membuatnya semakin betah itu tidak ada. Hanya Melody yang bisa membuatnya betah berlama-lama meski untuk sekedar mengobrol saja.


Kenapa wanita ini begitu menarik di matanya? Kenapa rasa bosan itu seolah tak ada? Mendengar alunan suara Melody di telinganya seperti memberikan efek relaksasai. Ia menjadi lebih baik, menjadi lebih bahagia di dalam hidupnya. Ayolah, apa suara Melody mengandung magis? Pelet? Kenapa ia bisa begitu kecanduan ingin berlama-lama dengan wanita ini?


Melody tersenyum. "Mendapatkan pujian cantik itu memang membuat bahagia, tapi percayalah, banyak yang jauh lebih cantik dari saya. Saya ini hanyalah seorang wanita hamil dengan perut yang sangat besar." Kata Melody.


Sudah Saga duga, pasti akan merendah. Namun Saga tahu, merendahnya Melody di sini bukan merendah karena mendapat pujian darinya. Tapi merendah yang benar-benar merendah hanya sekedar untuk membuatnya tak tertarik lagi pada wanita istri Yudha ini.


Sayangnya, ia justru malah semakin tertarik dengan Melody. Ia ingin lebih lama lagi bercengkrama dengan Melody. Tak mengapa, tak ada yang lain, memang hatinya sendiri berkehendak diluar kendali otak cerdasnya.


"Tapi Anda memiliki kencantikkan sendiri. Jika Anda tidak cantik, semua orang di sini tidak akan terpana ketika Anda datang memasuki aula pesta ini. Kolega saya pun sampai tak bisa mengalihkan pandangannya dari Anda." Kata Saga.


Saga harus bisa pandai berbicara untuk mengimbangi Melody. Ia harus memiliki bahan omongan yang bisa membuat Melody berpikir dan menanggapi omongannya. Ia yakin, Melody adalah tipe yang cepat bosan dengan pembicaraan sederhana. Ia pun wajib bisa mengikuti alur fleksibel dari topik pembicaraan yang Melody harapkan. Untuk itu, ia pun ingin menggunakan sosok yang berpengaruh dalam hidup Melody. Dan ia sudah tahu siapa sosok itu. Sosok itu sedang mengawasinya dengan Melody jauh di arah belakangnya sana. Sosok yang sedang mengawasinya dan Melody dengan tatapan tajam bak elang yang siap unyuk menerkam mangsanya.


Kolega?


Ah, Melody langsung paham. Ia melirik jauh ke arah Alvin yang tengah duduk di ujung sana. Alvin sedang menatap ke arahnya. Tatapan yang tak Melody sukai. Apa Saga menyadari perasaan Alvin terhadapnya? Siapa Saga ini? Kenapa laki-laki tercium bau licik ini begitu mudah membaca situasi? Apa Saga sudah lama mengenal Alvin? Apa Alvin tipe yang akan curhat kepada orang kain soal perasaannya sendiri?


Tidak, itu tidak mungkin! Alvin itu tak akan mencampurkan urusan pradinya dengan orang lain. Aku mengenal Alvin sejak lama, dan baru kali ini ada Saga dalam hidup Alvin. Itu artinya mereka kenalan baru yang mana untuk urusan curhat mencurhat itu meragukan adanya. Apa lagi soal cinta. Laki-laki dengan laki-laki? Curhat? Urusan cinta? Itu aneh bukan?


Melody yakin, ada sesuatu di antara Alvin dan Saga. Saga bukanlah laki-laki yang sederhana. Ia harus berhati-hati dalam menghadapi laki-laki seperti ini.


Melody kembali tersenyum. "Jadi, apakah Anda perwakilan dari Kyoto Contruction yang akhirnya mau bekerja sama dengan Emperor Group?" Tanya Melody. Ini adalah pertanyaan paling tepat ketimbang pusingnya ia karena memikirkan hubungan Saga dan Alvin.


Yang umum dan sederhana saja. Lagian, ia tak boleh membuat Saga semakin mencurigainya. Ia tak mau jika Saga tahu bahwa Alvin itu memiliki perasaan rumit terhadapnya. Bisa jadi masalah kalau sampai isu itu tercium publik. Opini orang awam yang tak kenal akan menggiring diri ke hal yang tak benar. Melody enggan hidup dengan dikendalikan oleh masyarakat luas yang jelas-jelas sama sekali tidak memiliki hubungan apapun tentang dirinya.


"Ya. Saya adalah perwakilan dari Kyoto Contruction. Senang bertemu dengan Anda, Kazehaya-san." Saga tersenyum. Ia ingin mendapatkan kesan baik dari wanita yang akhir-akhir ini selalu memenuhi otaknya. Mengisi kekosongan harinya.


Melody akui jika Saga ini memiliki aura ketampanan yang sangat mudah untuk meluluhkan hati wanita-wanita. Dirinya saja bisa tersipu jika tak pandai memasang sikap. Dalam hati ia menekankan jika meskipun banyak laki-laki tampan yang datang di depan matanya, tapi Yudhalah yang paling tampan di antara semuanya.


Itu fakta! Ia tidak berlebihan. Yudha adalah manusia paling tampan yang pernah ia lihat. Beruntungnya ia menjadi istrinya Yudha. Setiap hari bisa menikmati maha karya Tuhan yang membuat semua orang iri ini. Walau saat ini sedang jauh dengan Yudha, tapi ia tak melupakan sedikit pun lekuk indah wajah dan tubuh Yudha.


Astaga, memangnya ia bisa lepas dari pesona Yudha setelah apa yang sudah Yudha lakukan terhadapnya? Semua sentuhan Yudha itu membuatnya panas. Ketika memikirkan bagaimana cara cemburu Yudha terhadapnya, selangkangnya menjadi berkedut. Ia ingin disentuh Yudha dengan jauh lebih dalam, jauh lebih cepat hingga membuatnya terbang tinggi menembus langit di angkas dengan kenikmatan yang luar biasa.


Di saat seperti ini, ia malah teringat adegan ranjang yang panas dengan Yudha. Pikirannya pasti sedang tidak waras. Mau bagaimana lagi, sulit sekali memang lepas dari rengkuhan cinta dan pesona milik Yudha. Itu memenjarakan jiwa dan raganya. Yang mana, penjaranya Yudha itu membuatnya betah dan bahagia.


Berkat Yudha, ia menjadi kuat. Berkat Yudha ia menjadi dirinya yang saat ini. Berkat Yudha, ia bisa dengan baik meladeni laki-laki yang mencoba-coba mendekatinya seperti Saga dan juga Alvin. Ia bisa menghindari Alvin yang menggila terhadapnya, maka ia juga yakin jika ia juga bisa menghindari Saga yang sepertinya sedang tertarik padanya.

__ADS_1


Melody ingin bersikap netral demi sang suami, Yudha.


"Saya juga senang bisa bertemu dengan Anda. Selamat datang di Tokyo, Saga-san!" Kata Melody.


"Arigato gozaimasu, Kazehaya-san! ... Ano, apakah saya boleh berdansa dengan Anda?" Tanya Saga.


Jujur, ia sempat ragu ini mengajak Melody berdansa, apa lagi kali pertama bertemu seperti ini, tapi ia sulit membendung keinginannya itu ketika Melody bediri dan mau berbicara dengannya. Ini kali pertama ia menjadi sulit mengendalikan diri, apa lagi di hadapan wanita seperti ini. Hamil lagi.


Melody menoleh ke arah Aron yang berdiri di sampingnya untuk meminta pertimbangan. Aron pun mengangguk sebagai tanda jika Aron menyetujui dirinya berdansa dengan Saga.


"As you wish, Saga-san. Namun saya tidak bisa berdansa dengan tempo lagu yang secepat ini." Kata Melody. Ia tersenyum.


Lagi dan lagi. Senyuman yang sangat manis yang mampu menghipnotis Saga. Ia ingin menuruti segala keinginan Melody. Kenapa bisa samopai seperti ini? Saga sendiri juga tidak tahu kenapa bisa. Ini di luar kendalinya. Apa saat ini Melody sedang mengendalikan jiwa dan raganya?


Oke, itu sulit dinalar.


"Ah, maafkan saya! Saya kurang peka akan kehamilan Anda. Tungguhlah sebentar, saya akan meminta untuk mengganti musiknya dengan tempo yang lebih pelan!" Kata Saga.


"Terima kasih banyak atas pengertiannya." Kata Melody.


"Sama-sama." Saga pun meminta panitia pesta untuk mengganti musik dengan tempo yang lebih ringan dan pelan. Pada akhirnya ia melakukan hal merepotkan seperti ini demi Melody, demi bisa dansa dengan gadis ayu macam Melody ini.


Setelah panitia menuruti permintaan Saga itu, ia lalu kembali dan mendekati Melody. Ia serius ingin menari dengan wanita cantik ini. Wanita yang mencuri pandangan orang-orang yang hadir di dalam pesta malam ini.


"Bagaimana dengan musik ini? Apa musik ini cocok dengan selera Anda? Jika tidak, maka saya siap menggantinya untuk Andam" Kata Saga.


"Ahh, suara musik ini pas di telinga saya. Anda tidak perlu menggantinya. Apa lagi harus menggunakan tenaga Anda lagi! Jarak ke panitia itu lumayan jauh." Kata Melody.


"Waah, saya sungguh senang dikhawatirkan oleh Anda! Rasanya sangat senang seperti Anda memberikan senyuman tebaik Anda kepada saya."


"Sayangnya, saya sedang tidak menghawatirkan Anda."


Itu lebay, tapi mereka tahu, mereka sedang bercamda. Alhasil, mereka berdua pun tertawa lepas. Hari yang menyenangkan. Ini hiburan tersendiri di tengah lelahnya hari yang seharian menyapa atas nama kerja.


Suara musik dengan irama lembut membuat suasana terasa romantis dan sudah pasti mengharapkan untuk berdansa dengan sang pujaan hati bukan?


Dan di sinilah Melody berada. Pesta dengan suasana romantis dan penuh dengan pasangan yang sedang dilanda badai cinta.


Dilandai badai cinta? Ayolah, ini pesta isinya businessmen semua! Dansa pun pasti isinya membicarakan uang. Tidak juga, ada juga yang mencari jodoh. Namun menurut Melody itu menyedihkan karena seperti bisnis ketimbang cinta. Mereka mencari yang sepadan atsu bahkan yang lebih tinggi derajatnya.


"Yudha-sayang, maaf, hari ini aku berdansa dengan laki-laki lain yang baru saja aku temui. Aku harus mengorek informasi dari kolega Alvin. Aku senang Emperor Group bisa menjamah Kyoto, tapi rasanya ada yang janggal. Aku ingin tahu apa itu." Batin Melody.


Melody dengan gaun pink lembut dan rambut yang di sanggul ke atas menyisakan beberapa helai sisi wajahnya dan itu sudah membuatnya terlihat manis dan cantik. Ia siap untuk berdansa.


"Ini memang kurang nyaman, tapi saya akan mengulanginya. Kazehaya-san, maukah Anda berdansa dengan saya?"


Tanya Saga sambil memamerkan senyum terbaiknya.


Seseorang mengulurkan tangan kepadanya. Pria tinggi dengan jas hitam dan dasi biru tidak menutup penampilannya. Apalagi wajah tampannya membuat para wanita pasti menatap lapar kepadanya. Rambut dengan gaya bak Mackenyuu Arata pun tidak bisa membohonginya jika pemuda ini benar-benar sempurna.


"Ya." Melody membalas uluran tangan itu dan dibalas pula senyuman pria itu untuknya.


Mereka berdansa di antara pasangan lain yang juga sama seperti mereka. Musik yang di putar semakin intim dan dansa pun berlangsung semakin romantis.


Oke, tahu kok. Pemakaian kata romantis tidak cocok disematkan pada Melody dan Saga. Bagi Melody, Saga saat ini sangat berhati-hati akan dirinya yang sedang mengandung. Ada sekat di antara keduanya.


"Anda menikmatinya?" Saga berbisik pelan.

__ADS_1


"Ya. Saya menikmatinya. Bagaimana dengan Anda?" Jawab Melody pelan.


"Anda sangat cantik."


Demi semesta yang sangat luas, Saga terhipnotis kecantikan Melody. Ini membuatnya seperti berperang untuk menahan detak jantungnya yang menggila.


"Anda ini suka sekali menggoda wanita ya? Pujilah wanita setinggi-tingginya, maka wanita itu akan jatuh ke pelukkan Anda... Pernah mendengar pernyataan seperti ini?" Tanya Melody.


"Maafkan saya, Kazehaya-san. Saya hanya tak bisa mengendalikan diri saya di hadapan Anda." Kata Saga.


Saga mengangkat tangan kiri Melody, Melody lalu berputar.


"Saya ini sudah menikah, suami saya akan marah jika saya menerima pujian dari laki-laki lain." Kata Melody.


"Saya tidak meminta Anda untuk menerima pujian dari saya. Saya hanya senang karena jujur mengungkapkan apa yang saya rasakan." Kata Saga.


"Anda terlalu jujur."


"Hanya kepada Anda."


"Berarti dengan yang lain Anda tidak jujur?"


"Ya."


"..." Melody terdiam. Ia kesulitan memilih kata.


"Apa Anda percaya jika saya ini orang yang tidak baik?" Tanya Saga. Ia tdk mau ada jeda di antara mereka.


"Ya, saya percaya pada Anda." Jawab Melody.


"Anda bisa kejam juga ya? Padahal saya berharap jika Anda akan tidak percaya pada ucapan saya."


"Anda sendiri yang bilang jika Anda hanya berkata jujur kepada saya, saya pun hanya melakukan hal yang sama terhadap Anda. Saya ini sedang jujur sama seperti Anda!"


Mereka berdua pun tertawa setelahnya. Pembicaraan yang menurut mereka unik.


"Kazehaya-san..."


"Ya?"


"Saya sepertinya menyukai Anda!"


.


.


.


Jatuh cinta adalah sebuah proses alami yang begitu indah tetapi cukup rumit. Jika diperhatikan, orang yang sedang jatuh cinta bisa bertingkah aneh dan konyol, bahkan terkadang bisa melakukan hal-hal yang di luar akal sehat.


Saga menyadari perubahannya akhir-akhir ini dimana dirinya tak lagi menjadi seperti dirinya yang biasanya.


Saga pernah mendengar kalimat "I've got butterflies in my stomach". Ternyata, istilah tersebut menggambarkan perasaan seseorang saat menyukai orang lain. Dalam tahap ini, i akan sulit fokus karena selalu terbayang-bayang wajah sang pujaan hati. Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa dalam tahap ini, ia juga akan mengalami peningkatan libido.


Membayangkan dirinya bisa bersama dengan Melody menghabiskan malam membuat perasaannya bahagia.


Ada yang tak beres memang dengan otaknya.

__ADS_1


"Aku ingin mendapatkan wanita ini. Wanita ini mengubahku dalam waktu yang singkat. Wanita ini memenuhi semua sudut kapasitas memori otakku... Apakah aku sungguh jatuh cinta padanya? Dia hamil loh? Dia sedang memgandung. Perutnya besar seperti kura-kura. Kenapa aku bisa jatuh cinta pada wanita seperti ini? Ditambah lagi, dia sudah menikah! ... Sial, aku ingin kembali normal, tapi aku tak bisa. Pengaruh dia seperti alkohol. Dimana membuat candu ketika pertama kali mencobanya.... Kazehaya Melody ya? Senyumanmu mengalihkan duniaku. Aku bisa nampak begitu tak berdaya di hadapanmu. Kau membuatku ingin berlama-lama dengammu. Aku rasa, aku mengerti kenapa Alvin mencintaimu sampai segila itu. Ahh.. kau memang wanita yang menarik di hadapan laki-laki. Aku juga tergila-gila padamu." Batin Saga.


__ADS_2