MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Bergerak 2


__ADS_3

Usai menghadiri rapat virtual antara Komisaris Emperor Group dan Alvin, Yudha bergegas mengendarai mobilnya. Ia memencet earphone miliknya untuk menghubungi Nao.


"Aku sedang meluncur ke lokasi saat ini, katakan pada yang lain untuk jangan datang terlambat!" Kata Yudha.


"Bangkek lu ya! Ini masih jam setengah sembilan, aku sedang jalan-jalan dengan Ayumi!" Kata Nao yang kesal karena tiba-tiba saja jam pertemuan dimajukan.


"Jika kau tak mau sekarang, tidak usah bertemu sekalian saja!" Yudha mematikan panggilannnya.


.


.


.


Nao be like 😠😠


Nao serasa ingin membanting ponselnya. "Posisi di sini kan dia yang butuh bantuan, dia yang rugi jika tidak bertemu denganku dan yang lain. Kenapa dia malah yang seenaknya saja sih? Dasar Tuan Muda Egois bin Tukang Atur Wal Maha Seenaknya Saja!" Kesal Nao.


"Ada apa sih? Marah-marah tidak jelas usai terima panggilan telepon. Hangan merusak properti meski kau mampu menggantinya!" Kata Ayumi.


"Ayumi maafkan aku, aku hanya sedang kesal dengan Yudha."


"Kau tahu kan sahabat kita yang satu itu sedang banyak masalah, jangan buat dia semakin kesal deh, Nao-kun. Turuti saja apa permintaannya."


"Cih, semua orang memanjakannya! Dia akan selalu jumawa dengan keegoisannya!"


Ayumi menatap diam Nao.


Merasa ditatap seperti itu oleh kekasihnya, Nao pun luluh. "Iya-iya. Aku akan menuruti Yudha. Jadi maaf ya Ayumi-chan, aku harus segera pergi ke salah satu restoran di Ginza. Kau tidak apa-apa kan pulang sendiri?"


"Iya aku tak apa-apa, salam untuk Yudha dan kau harus hati-hati di jalan!"


"Oke siap, madam!"


"Kabari jika sudah sampai!"


"Wakarimasu!"


wakarimasu: mengerti.


.


.


.


Ketika berkunjung ke tempat wisata, biasanya  sudah berandai-andai untuk melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Entah itu melihat pemandangan, mengunjungi tempat bersejarah, berwisata kuliner, mengikuti tradisi-tradisi yang ada, dan sebagainya.


"Dari semua tempat yang ada, kenapa memilih Ginza? Bukankah Ginza itu kota wisata? Kota belanja yang sangat rami? Aku tidak suka keramaian!" Batin Yudha. "Jangan bilang ini prank tidak penting? Jika iya, aku akan menghabisi mereka saat itu juga!"


Sebagai sebuah kota yang memiliki gelar sebagai kawasan perdagangan serta perbelanjaan yang paling ramai dan berkelas di Tokyo, Gunza menyajikan berbagai hal yang bisa dinikmati oleh pengunjung yang datang.


Kawasan Ginza terletak di pusat kota Tokyo, dan sangat dengat dengan pusat pemerintahan yang ada di Kasumgaseki. Dilihat dari strategisnya tempat ini, menunjukkan bahwa bisa jadi mahalnya biaya hidup yang ada di sana. Meski ada juga tempat-tempat yang ramah untuk pemilik budget minim.


Yudha lalu memarkirkan mobilnya di salah satu restoran, yaitu Bulgari Tokyo Restoran.


Bulgari Tokyo Restoran yang terletak di 10-story Bulgari Ginza tower. Restoran ini menyajikan desain arsitektur mirip dengan yang ada di Milan, menyajikan berbagai macam makanan Italia dengan bonus pemandangan indah kota Tokyo.


Yudha menuju resepsionist dan bertanya reservasi atas nama Namikaze Nao, penerima tamu restoran itu pun mengantar Yudha menuju tempat yang sudah Nao pesan.


Sebuah ruang makan private di lantai dua yang memiliki tembok kaca langsung menghada ke jalanan kota Ginza yang indah karena kerlap-kerlip lampu malam kota.


Yudha duduk di kursi yang sudah di sediakan, penerima tamu itu lalu menuangkan wine ke dalam gelas wine sebagai bentuk penyambutan untuk Yudha.

__ADS_1


Penerima tamu itu juga memberika Yudha daftar menu makanan dan minuman yang disediakan oleh Bulgari Tokyo Restaurant.


"Taruh saja di meja, aku akan menunggu teman-temanku yang lain dulu!" Kata Yudha.


"Baiklah, Tuan. Kalau begitu saya undur diri. Jika butuh apa-apa, silahkan gunakan telepon yang ada di belakang Anda lalu tekan nomor 1! Kami akan datang secepatnya."


"Hn."


Usai kepergian penerima tamu Bulgari Tokyo Restaurant, Nao pun mencul dengan nafas ngos-ngosan karena harus buru-buru naik ke lantai dua.


Melihat Yudha yang sudah menunggu, Nao lalu mendekati Yudha dan tanpa basa-basi, ia mengambil botol wine yang ada di depan Yudha. Ia meminum wine itu langsung dari botolnya! Ia meminumnya seperti minum air putih.


Yudha yang melihatnya langsung bangun dari duduknya, ia lalu memukul kepala Nao dan merebut wine itu dari tangan Nao.


"ITTAIIIII!" Teriak Nao.


Ittai: Sakit.


"Pertemuan ini harus menghasilkan manfaat, jika kau sampai mabuk duluan, aku akan melemparmu dari lantai dua ini!" Kata Yudha. Ia menatap tajam Nao.


"Teloransi akoholku bagus!"


Yudha kembali mendelik. "Cari mati?"


"Cih, kau terlalu serius jadi orang! Rileks agar otot lehermu tidak tegang!"


"Ada apa sih? Belum juga memulai sudah bertengkar, apa lagi nanti?" Kata Neil. Ia datang bersama dengan Sai.


Sai mengangkat tangannya. "Yo, konbawa minna-tachi.." Ia tersenyum dingin bak mayat hidup.


Konbawa minna-tachi: Selamat malam semuanya.


Membuat Nao langsung merinding. "Sai berhenti tersenyum dengan senyum palsumu! Kau menakutkan!" Kata Nao.


"Bisa tidak kita ke inti pembicaraan ini? Aku tak memiliki waktu untuk bertele-tele!" Kata Yudha yang sudah tak sabar.


"Makanlah dulu, Yudh. Aku sangat lapar. Aku tak bisa berpikir saat perutku sedang kosong." Kata Neil.


Yudha sebenarnya kurang setuju, tapi 3 sahabatnya mengatakan ingin makan semua. Akhirnya mereka pun makan.


Sesungguhnya, Shuhei menghubungi Neil untuk menanyakan keberadaan Yudha karena Yudha pergi tanpa mengabari Shuhei. Membuat Shuhei khawatir setengah mati. Bagaimanapun, nyawa Yudha masih terancam. Belum lagi, Yudha melewatkan makan siang dan makan malamnya. Shuhei pun meminta Neil untuk mengajak Yudha makan.


.


.


.


Yudha makan dengan asal. Semenjak Melody diculik, ia tidak berselera makan. Terakhir makan terasa manusiawi ketika ibu mertuanya membuatkannya miso ramen tempo hari.


Usai makan dan meja dibersihkan oleh pelayan Bulgari Tokyo Restaurant, kini mereka berempat duduk bersama dengan gelas berisi wine mereka masing-masing.


Ada kue dan kacang menemani pembicaraan mereka.


"Bisa keintin pembahasan?" Tanya Yudha.


"Itu lagi, hah, dasar tidak sabaran!" Keluh Nao.


"Sudahlah Nao, kita bahas langsung saja. Lagi pula waktu kita juga tidak banyak." Kata Neil.


"Yudha sudah sangat menderita, tugas kita adalah membantunya." Sambung Sai.


Mereka bertiga sepakat untuk menjadikan Nao sebagai 'juru bicara' mereka.

__ADS_1


"Ini soal kakeknya Melody dan silsilah keluarganya." Kata Nao memulai pembicaraan.


"Kakek Hadinata?" Gumam Yudha.


"Ya. Kakek Hadinata dan fakta soal ayahnya Melody, Dean Hwang... Pertama aku akan membahas soal Kakek Hadinata. Beliau memiliki marga lahir Uchiyama, paman kandung Uchiyama Azumane, ayah tiri Alvin."


Yudha melebarkan kedua matanya. "U-Uchiyama?" Oke sekarang ia bahkan tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


Sama halnya dengan Nao dan yang lainnya ketika pertama kali mendengar fakta ini. Uchiyama Hadinata adalah adik kandung dari ayahnya Uchiyama Azumane. Dalam hal ini, Azumane dan Hadinata memiliki ikatan kekeluargaan sebagai paman dan keponakan.


Nao juga menceritakan kisah keluarga Uchiyama pada Yudha.


Uchiyama Hadinata memiliki seorang kakak bernama Uchiyama Takeo. Uchiyama Takeo ini memiliki anak bernama Uchiyama Azumane.


Hadinata meninggalkan rumah karena terjadi masalah besar di keluarga Uchiyama dimana ia dipaksa angkat kaki ketika Takeo membunuh ayahnya sendiri untuk menguasai dunia bawah Jepang yang pada saat itu di bawah dominasi keluarga Uchiyama, Yakuza Red Dragon.


Alasannya karena Takeo tidak terima jika Yakuza Red Dragon diwariskan kepada adiknya, Hadinata. Sebagai seorang kakak, itu seperti penghinaan terhadap harga dirinya.


Setelah keluar dari Yakuza Red Dragon, Hadinata mengganti namanya menjadi Umehara Hadinata dan bertemu dengan neneknya Melody, Ellya Su. Ellya Su adalah wanita yang sangat cantik keturunan Indo-China yang menetap di Jepang.


Hadinata dan Ellya menikah dan memiliki anak bernama Tsuchiya Su. Tsuchiya Su tidak mengikuti marga ayahnya karena sang ibu, Ellya, sakit hati ketika tiba-tiba saja Hadinata pamit untuk mengejar mimpi tanpa mengajaknya bersama.


Dalam masa inilah, Hadinata bertemu dengan Wijaya/ kakek Wijaya dan menjalin persahabatan baik. Persahabatan yang panjang dan mengikat janji dimana keturuan mereka akan dinikahan suatu saat nanti.


Hadinata lebih ambisius dari sahabatnya, Wijaya. Ia lebih mengerikan dari Wiajaya juga.


Kesalahan terbesar yang pernah ia buat adalah meninggalkan Ellya Su demi ambisinya membangun kekuatan lewat bisnis agar bisa membalas dendam akan perlakukan Takeo terhadapnya. Ia tidak terima Takeo membunuh keluarga besar Uchiyama. Itu adalah pembantaian yang sangat keji karena tak hanya ayahnya yang dibunuh tapi ibu dan juga sanak keluarga.


Ketika Hadinata memiliki kekuatan bisnis dan kekuasaan, ia berhasil membunuh Takeo dengan tangannya sendiri. Ia menembak Takeo tepat di jidatnya. Takeo mati seketika malam itu di kamarnya beserta wanita-wanitanya.


Usai membunuh Takeo, ia menemui Azumane, keponakannya yang menjadi saksi pembunuhan yang ia lakukan. Ajaibnya, Azumane malah mengucapkan terima kasih kepadanya.


Hari dimana Takeo mati adalah hari besar bagi semua orang yang tak menyukai Takeo. Yakuza Red Dragon runtuh dan dunia bawah Jepang terbagi mejadi dua. Dikuasai kawula muda yaitu Azumane dan Orion. Bisnis yang dijalani Hadinata pun juga semakin lancar karena para yakuza ini tidak lagi bisa mengganggu bisnisnya.


Apa Hadinata mengenal Orion? Tentulah ia mengenalinya. Anak dari sahabatnya ini pernah belajar seni menembak kepadanya.


Setelah semua impiannya tercapai, kekuatan, kekuasaan, dan sukses membalas dendam, Hadinata ingin kembali menemui istrinya, Ellya Su. Namun sayang seberapa jauh, seberapa lama ia mencari Ellya, ia sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan wanita yang sangat dicintainya.


Pasa akhirnya, Hadinata yang perkasa itu mati tragis karena merasa bersalah sudah menyakiti Ellya Su.


.


.


.


Yudha menyandarkan bahunya pada sandaran kursinya. Ia lalu meneguk wine miliknya. Rasanya seperti baru saja mengalami perjalanan time travel ke masa lalu.


Kisah seperti ini hanya terjadi di novel!


Itu yang Yudha pikirkan.


"Sugoi desu ne, Yudha? Ada cerita seperti ini di dunia ini. Aku saja tak menyangka jika kakeknya Melody adalah orang yang sangat melegenda di dunia bawah. Jika ia maniak kekuasaan, mungkin dunia bawah tidak terbagi menjadi dua, ia akan menjadi raja dunia bawah sampai saat ini. Satu orang itu bisa meruntuhkan dominasi Takeo itu luar biasaya. Aku bertanya soal Takeo pada ayahku, ayahku bilang jika Takeo adalah orang yang sangat mengerikan dimana nyawa sama sekali tak berharga di matanya." Kata Neil.


Ayah Neil adalah Tachibana Shota, seorang polisi yang dulu juga membantu menangani kasus kecelakaan ayahnya Yudha, Yoga.


"Bagaimana mau berharga, nyawa orang tua dan keluarganya sendiri saja halal bagi Takeo. Aku bersyukur Hadinata-sama membunuhnya." Kata Sai.


"-sama? Ah, dia memang sudah srlayaknya seorang dewa pada saat itu. Penyelamat pemerintah, sipil, dan pelaku bisnis." Kata Nao.


"Lalu bagaimana dengan Dean Hwang, ayahnya Melody?" Tanya Yudha.


Nao menegapkan cara duduknya. Tak lupa ia juga meneguk wine miliknya dari botolnya langsung. "Dia adalah mantan penjaga kota Kyoto." Jawab Nao.

__ADS_1


Yudha kaget lagi. Bukankqh Kyoto itu daerah yang sampai hari ini belum bisa dikuasai oleh Emperor Group?


__ADS_2