MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Pertemuan di Atap Gedung 3: Identitas Spade


__ADS_3

Dinginnya malam ini, begitu menusuk tajam. Angin seolah menerpakan aura suram, kesetiap makhluk yang masih terjaga malam ini. Malam yang begitu sepi, bertemankan sunyi dan gelap. Suara hewan-hewan kecil, begitu terdengar jelas diindra pendengar.


Ini atap gedung loh! Bagaimana bida ada hewan-hewan kecil? Ayolah, hewan-hewan kecil pun bisa terbang tinggi. Ketinggian tak akan menghalanginya untuk berkumpul menkkmati lampu indah di atas gedung.


Lampu atap gedung yang indah.


Walaupun begitu, cahaya bulan masih bersinar dengan terangnya menemani, setiap makhluk-makhluk Tuhan yang masih berseliweran di awal malam ini.


Terlihat semua orang yang ada di ruangan itu tengah menunggu dari jawaban yang diharapkan, bersema dengan rasa penasaran yang membumbung tinggi di kepala.


Pertanyaan dari Neil soal identitas aslu anggota terakhir Komisaris Tertinggi Emperor membuat diri menjadi tak sabar ingin mengetahui. Pasalnya, jika mereka tahu, setidaknya mereka bisa paham siapa saja yang berandil besar dalam pembuatan kebijakan untuk kepentingan Emperor Group. Untuk anggota yang lain, mereka sudah yakin jika mereka merupakan pendukung Yudha. Namun, bagaimana dengan anggota terakhir?


Sang Spade yang tak tahu siapa dan tujuannya untuk apa. Apakah pemilik lencana Spade orang yang baik atau orang yang jahat, semua masih penuh misteri.


Semoga saja Nao memberi jawaban memuaskan dan sesuai dengan fakta. Akan sangat mengesalkan ketika sudah sangat seriusnya bersedia mendengarkan jawaban dengan rasa penasaran yang tinggi, tiba-tiba Nao bilang jika dia tidak tahu dan hanya bercanda. Asal bicara.


Tidakkah ada hasrat yang timbul untuk membunuh prank yang Nao.lakukan?


Ayolah, kemungkinan itu ada mengingat Nao itu sangat suka bercanda.


Mari kita mendengarkan jawaban Nao dengan harapan yang melambung tinggi!


"Kalian bertiga saling cari tahu para identitas pemegang lencana Komisaris Tertinggi Emperor Group, jadi, apa kau, apa kalian tahu siapa pemegang lencana Spade atau hitam hati?" Tanya Neil penasaran.


Nao menatap Neil. Ia lalu mengambil minumannya dan meneguknya. "Kami tahu..."


Semua yang ada di atap itu menatap ke arah Nao untuk mendapatkan konfirmasi kebenarannya. Sungguhkah Nao tahu akan hal ini? Wajahnya saha sama sekali tidak meyakinkan. Sungguh, Nao itu seperti badut yang tahunya membuat orang tersenyum dengan segala kebanyolannya. Nao memang ahlinya membuat suasan menjadi bahagia.


Namun saat ini, Nao malah bertingkah sok misterius untuk menjelaskan satu pertanyaan yang sangat diharapakan jawabannya.


"Siapa dia, Nao?" Tanya Neil. Ia yang oaling tak sabar ingi mengetahuinya. Dalam hati ia berpikir jika hanyalah dirinya yang tak bisa menbantu Yudha dalam menjali tugas berat sebagai petinggi Emperor Group. Hal ini membuatnya iri dengan teman-teman dekatnya. Sai yang misterius bak hantu yang sukanya hanya melukis saja bisa memiliki jabatan ini. Kenapa ia yang jelas-jelas memiliki basik dalam dunia bisnis malah tak menjabat apapun di Emperor Group? Hanya beberapa nol koma sekian persen saja yang ia miliki di Emperor Group. Ia sama sekali tak memiliki kontribusi nyata untuk bisa membantu Yudha, sahabatnya.


"Pengen tahu, apa pengen tahu banget?" Tanya Nao.


Sudah Neil duga. Bocah laknat ini masih menyempatkan diri untuk menggodanya. Tipikal Nao dan sangat Nao sekali. Namun ia melihat ke arah yang lain, mereka bisa memaklumi Nao. Apa itu artinya pembicaraan malam ini memang terlalu tegang jadi perlu mencairkan suasana? Itu yang Neil pikirkan.


"Jawab saja, Nao! Jangan membuat lelucon. Aku sedang tidak ingin bercanda!" Kata Neil.


"Panggil aku adik ipar, maka aku akan menjawabnya sesuai dengan keinginanmu, Neil-onii-sama!" Kata Nao.


'Nao pasti sengaja. Iya dia pasti sengaja memanfaatkan keadaan untuk mendapatkan restu dari Neil'


Seperti itulah kira-kira isi otak Melody dan Ayumi. Ayumi sendiri hanya meringis bahagia di dalam hatinya. Ia selalu berharao jika Neil sang kembaran akan merestui hubungannya dengan Nao. Neil memang terlihat ogah-ogahan. Itu karena Neil menghawatirkannya. Neil akan mendukung apapun yang membuatnya bahagia meski jika itu Nao sekalipun. Hanya saja, bila Neil mau terbuka, ia menjadi jauh lebih lega.


"Kau mau mati ya? Yang lain sudah menunggu! Bahkan Paman Aron sekalipun! Jangan membuat masalah, Nao! Cepat katakan! Siapa pemegang lencana Spade?" Kata Neil tak sabar dan kesal.


"Yang membuat yang lainnya menunggu itu kau, Neil! Coba kalau kau cepat melakukan perintahku, maka semuanya akan menjadi lebih cepat!" Kata Nao. Tak lupa ia juga menyeringai. Seru juga menggoda Neil dengan memanfaatkan kesempatan seperti ini.


Neil ingin sekali memukul wajah tengil Nao. Tapi ia urungkan. Akhirnya ia menghela nafasnya panjang.


"Cepat jawab saja pertanyaanku, a-..." Masih sulit untuk mengrluarkan kata-kata sakral baginya itu.


"A..?" Nao masih setia menunggu.


Yang lain jadi ikut terbawa suasana.


"A.."


"..." Semua melihat ke arah Neil.


"Adik.. i..par." Neil memalingkan wajahnya.


Nao nampak sangat bahagia. Semangatnya seolah baru saja mendapatkan suntikan hormon endorpin yang banyak. Ayumi apa lagi. Melody dan Aron atau bahkan Ayane ikutan tersenyum. Ada-ada saja kelakukan Nao ini. Neil sampai merah padam seperti itu.


"Pemegang lencana Spade, dia adalah..." Kata Nao. Ia sudah mendapatkan apa yang ia harapkan, maka ia tak perlu lagi menyembunyikannya atau sok-sokan berbuat misterius. Ia tak mau Neil mengulitinya.

__ADS_1


"..."


"..."


"..."


"..."


"Dia adalah Tuan Han..." Lanjut Nao.


Tuan Han?


"Tuan Han?" Gumam Melody. Jujur saja, ia tidak begitu paham. Ia juga tidak begitu mengenali sosok Tuan Han itu bagaimana.


Semua terlihat sangat terkejut, terutama Aron. Ia yang biasa datar saja tak bisa menyembunyikan bagaimana terkejutnya dirinya saat ini.


Aron tahu seluk beluk Emperor Group. Meski ia sama sekali tidak tahu para pemegang jabatan Komisaris Tertinggi Emperor Group, tapi masa depan Emperor Group ada di tangan para pemangku jabatan ini.


Penyebutan masa depan mungkin sedikit berlebihan. Namun karena para pemangku jabatan ini yang menentukan keputusan, maka mereka inilah yang memiliki peran penting dalam perkembangan Emperor Group.


Ketika Kakek Wijaya memimpin para pemegang lencana Komisaris Tertinggi Emperor Group sebagai As, atau pemegang jabatan koordinat, Kakek Wijaya bisa mengendalikan semua keputusan para oposisinya yang tak sejalan dengan misi dan visi Emperor Group. Dengan jabatan koordinat ini pula, ia bisa membantu Yoga dalam upaya dikendalikan oleh para oposisi. Jadi, ini seperti usaha terbaik untuk tetap berada di tatanan paling atas dalam kekuasaan Emperor Group.


Dan dalam perjalanan kakek Wijaya selama menjabat sebagai koordinat Komisaris Tertinggi Emperor Group, Tuan Han inilah yang terang-terangan mendukung baik semua keputusan yang Yoga buat ketika Yoga menjabat sebagai CEO Emperor Group.


Apapun keputusan dan kebijakan yang Yoga buat, pasti akan mendapatkan dukungan darinya.


"Tuan Han itu apakah yang dimaksud sebagai Matsuoka Han? Maksudku nama aslinya." Tanya Neil.


"Iya, nama aslinya adalah Matsuoka Han." Jawab Aron.


Neil dan Ayumi langsung bediri dari duduknya. Mereka saling melempar tatapan. Ini sangat tidak sederhana.


Melody yang lain heran dengan tingkah si kembar ini. Bagaimana bisa si kembar ini tahu Tuan Han bahkan sampai ke nama aslinya segala. Melody sama sekali tidak tahu. Apa lagi Ayane. Dapat dari mana informasi tentang Tuan Han si kembar ini?


Kenalan?


"Kenalan? Buka hubungan yang seperti itu, Nao! Tentu saja mana mungkin aku dan Ayumi kenal dengan orang ini!" Kata Neil.


"Bukan kenalan, Nao-kun!" Sanggah Ayumi. Nao kadang suka sok tahu.


"Kalau bukan kenalan, lalu apa? Kenapa kalian bisa tahu?" Tanya Nao lagi.


"Percaya atau tidak. Ini kebetulan atau memang takdir Tuhan. Ayahku yang saat ini bertugas di Kyoto, sedang menyelidiki sindikat perdagangan narkoba jenis opium dan senjata ilegal di sana." Kata Neil.


"Kata Ayah, Kyoto di kuasai oleh semacam gank kota mengatas namakan Kyoto Guardian yang mana gank ini dipimpin oleh seorang Oyabun. Belum lama ini, ayah mengetahui siapa identitas asli Oyabun kota Kyoto. Dia adalah Matsuoka Han." Sambung Ayumi. Ia sambung kata penjelasan dengan sang kakak kebarannya.


Kini Nao dan Aron yang gantian berdiri. Mereka lagi-lagi harus dikejutkan dengan fakta lapangan yang sungguh mengguncang pikiran. Bagaimana bisa terjadi begitu banyak kebetulan? Ini pasti ulah Tuhan. Ini takdir dari-Nya!


"Aron-san? Nao-kun?" Melody juga ikut heran dengan tingkah para tamu undangannya ini.


Tiba-tiba saja berdiri. Bukankah itu aneh? Ia memang penasaran dengan penjelasan lebih lanjut soal Tuan Han seperti yang Neil dan Ayumi paparkan. Tapi ia tak sampai sekaget itu untuk berdiri dalam mengekspresikan rasa penasarannya.


"Ketika aku diculik di Kyoto, salah satu penculikku menyebutkan kata Oyabun. 'Jangan biarkan sekretaris pribadi Wijaya-sama ini kabur! Oyabun bisa membunuh kita!' ... Seperti itulah kira-kira yang aku dengar dari obrolan mereka." Kata Aron. Ia mengingat dengan sangat jelas apa yang terjadi padanya saat itu. Ia juga tak berniat untuk melupakannya. Akibat dari penculikkan itu, luka-luka yang ia dapatkan tak bisa hilang seumur hidupnya. Bekasnya akan tetap menempel di tubuhnya.


"Aku memasang alat GPS pada jam tangan yang Yudha kenakan sebelum pergi menjemput Melody. GPS itu terakhir mengirimkan sinyal jika Yudha sedang berada di salah satu daerah yang masih di wilayah kota Kyoto. Apa ini ada hubungannya dengan Oyabun kota Kyoto?" Kata Nao. Ini adalah fakta lapangan yang terjadi pada Nao. Ia menunjukkan betapa pedulinya ia dengan Yudha.


Keempat orang itu kembali duduk di kursinya masing-masing. Penjelasan dari Aron dan Nao membuka tabir-tabir misteri dengan segala perntanyaan-pertanyaan yang mengikutinya.


Ini kebetulan?


Tidak, tak ada yang kebetulan bagi Tuhan. Semua sudah direncanakan.


Lalu, apakah mungkin ini adalah rencana Tuhan? Mungkin saja Tuhan sedang membantu menjawab segala penasaran yang menekan diri dan pikiran, kan?


Ingat, Tuhan itu tidak akan pernah meninggalakan hambanya dengan ujian berat yang menghadang! Tuhan akan membantu menyelesaikan dengan segala cara terbaik dari-Nya.

__ADS_1


"Aku tak terlalu yakin, tapi kata ayah, sangat sulit melakukan aktifitas di kota Kyoto untuk orang luar. Kyoto Guardian tidak akan tinggal diam." Kata Neil.


"Jadi ini memang ada hubungannya dengan mereka? Mereka pasti terlibat dengan penculikkan Yudha?" Tanya Nao.


"Aku sih yakin. Setidaknya kita memiliki petunjuk kemungkinan para pelakunya." Kata Ayumi.


"Nao, katakan daerah mana posisi Yudha sebelum akhirnya kehilangan jejak! Aku mau menjemput dia!" Kata Melody.


Ayane menyela ketika mendengar perkataan dari Melody. "Melody-sama! Jangan lakukan ini! Saya mohon urungkan niat Anda! Itu sangat berbahaya!" Ayane berjalan mendekat ke arah Melody. Bagaimana bisa Nona Mudanya ini memiliki pemikiran spontanitas seperti ini? Tahu, Melody memang sangat mencintai Yudha, tapi ini bukan keputusan yang bijak.


Tidak semudah itu menjemput Yudha dalam medan perang. Butuh banyak persiapan yang matang agar semua berjalan dengan lancar dengan segala minimal kerugiannya. Ingat, tak semua akan berjalan seduai rencana. Semua tak ada yang sempurna.


"Tapi Ayane-nee, aku tidak mau Yudha kenapa-kenapa kalau kita terlalu lama membiarkannya! Yudha pasti sudah mereka siksa. Hikss, aku tak bisa membayangkan jika dia sampai terluka parah." Melody mulai menangis. Ia sudah tak kuasa lagi sok kuat di hadapan semuanya. Jauh Yudha itu membuatnya gila.


Ayumi yang duduk di sampingnya, memegang tangan Melody. Ia ingin menguatkan sahabatnya ini.


"Melody-chan, apa yang dikatakan kak Ayane itu benar adanya. Menjemput Yudha tanpa persiapan matang itu sama saja bunuh diri. Jika benar Yudha di bawah kekuasaan Oyabun kota Kyoto, maka untuk masuk ke sana saja sudah pasti kita akan sangat kesulitan. Oyabun kota Kyoto a.ka Matsuoka Han a.ka Tuan Han pasti mengenali kita. Tidak mungkin baginya tidak menyelidiki orang-orang dekat di sekitar Yudha. Dia pasti sudah menandai kita." Kata Ayumi.


Ibu hamil besar, baru bertemu sebentar setelah mengalami penculikkan, eh berpisah lagi. Itu pasti sangat menyakitkan. Ayumi memahaminya. Cinta keduanya pun juga sangat besar. Ini yang membuatnya iri, cinta Melody dengan Yudha baru setahun berjalan, bahkan kurang, tapi kekuatan perasaan mereka luar biasa. Ikatan mereka berdua sangat besar dan kuat.


"Melody-san, ini seperti akan sangat sulit masuk ke sana dari pintu depan. Kita harus lewat pintu belakang dan pintu belakang itu seperti jalan tikus. Tidak mudah dicari dan perlu perjuangan. Perlu pemetaan wilayah dimana wilayah itu tidak terlalu diperhatikan oleh Kyoto Guardian. Mereka ini sangat berhati-hati pada orang luar. Bisnis ilegal jual beli narkoba dan senjata api yang mereka lalukan itu sangat besar. Hal ini membuat mereka sangat sensitif pada orang asing." Tambah Neil.


Ia mendapatkan pemikiran ini dari ayahnya yang saat ini sedang bertugas di kota Kyoto. Ayahnya kepala kepolisian kota Kyoto yang meski menjabat posisi sangat penting di kepolisian, tapi tak mampu berbuat banyak ketika hukum di sana bisa dibeli oleh Kyoto Guardian. Banyak anggota polisis yang narah dan kesal akan kejadian ini, bahkan pemerintah juga tak bisa berbuat banyak. Dominasi mereka yang lebih kuat dari kepolisian dan juga pemerintah menjadikan Kyoto Guardian seperti pemegang kekuasaan tertinggi di kota Kyoto yang berkedok sebagai pelindung kota.


Banyak warga yang mendukung mereka karena menganggap mereka mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Ini benar mengingat mereka menutupi diri atau berkamuflase dalam mendirikan banyaknya bisnis legal di kota Kyoto.


Mereka menjadikan para pekerja mereka yang artinya warga kota Kyoto sendiri sebagai sandra. Kepolisian dan pemerintah kesulitan dengan hal ini. Bagaimana pun, keselamatan warga adalah yang utama.


Pembakaran satu gedung pabrik milik Kyoto Guardian pun pernah mereka lalukan. Ratusan orang mati terbakar. Hal ini terjadi hanya karena salah satu bos besar Kyoto Guardian tertangkap atas tuduhan sebagai bos narkoba. Kepolisian bersikukuh ingin menghukum mati bos narkoba ini, mereka tak mau menuruti ancaman Kyoto Guardian. Setelah itu, kepolisian mendapatkan balasan ratusan nyawa melayang.


Akibat insiden itu, pemerintah membatasi aktifitas kepolisian agar tidak terlalu 'mengganggu' bisnis yang dilakukan oleh Kyoto Guardian.


"Mereka mengerikan." Gumam Melody.


Ia semakin menangis tersedu-sedu. Hanya karena satu orang tertangkap polisi, ratusan nyawa melayang. Lalu apa kabar dengan Yudha? Mereka bisa dengan mudah menghabisi nyawa Yudha.


Membayangkan Yudha meninggal membuat tubuhnya melemas. Pandangannya menggelap. Akhirnya ia pun pingsan. Beruntung ada Ayumi dan Ayane yang cekatan menangkap Melody sebelum wanuta ayu ini jatuh.


Semua panik.


Nao dan Neil melepas jaket yang mereka kenakan. Kemudian menggelar jaket itu ke lantai atap gedung. Aron membantu menidurkan Melody di jaket yang sudah ditata oleh Nao dan Neil.


Ayumi menopang leher dan kepala Melody dengan pahanya. Ia duduk bersimpuh.


Ayane berjalan cepat kembali ke ruang inapnya untuk mengambil minyak angin dan sekalian memanggil perawat.


"Mel! Melody.."


Mereka semua bergantian menyadarkan Melody. Begitu teriris karena meski kedua mata itu terpejam, tapi terus saja mengeluarkan air mata.


Cinta membuat seseorang menjadi seperti ini. Cinta membuat pemujanya memiliki perasaan yang teramat dalam bahkan bisa terluka karenanya juga.


"Kau rupanya sangat mencintai Yudha ya.."


.


.


.


Genks, aku lagi kondangan di pegunungan. Sinyal gak terlalu bagus. Parahnya lagi sangat sulit konsentrasi untuk menulis. Curi-curi waktu dan tempat bener-bener merepotkan. Udah gitu, ini akan berlangsung selama tiga hari dan ini masih hari pertama.


Berusaha semampunya dulu.. Mungkin banyak chapter pendek-pendek. Gomen ne.. 😊


Jangan lupa mampir novelku yang judulnya MY EX ya.. beri komen biar aku tahu mau kalian itu bagaimana. Thanks a lot sebelumnya. Selamat beraktifitas!

__ADS_1


Terima kasih bagi semuanya yang sush baca. Semoga hari kalian menyenangkan ya? Jangan lupa bersyukur karena hari ini masi bisa bernafas!


Tetap jaga kesehatan, tetap tersenyum bahagia dan songsong hari esok dengan penuh semangat! God bless you!


__ADS_2