MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Bukan Cerita Cannon


__ADS_3

Anggap saja ini hanyalah episode spesial antara Melody dengan Yudha karena mereka akan lama tidak bertemu. Ini akan sangat menyedihkan dan membuat rindu.


Melody pun sering memimpikan Yudha saat berpisah jauh dan lama dengan Yudha terutama saat ia diculik waktu itu.


Berpisah jauh dari Yudha sungguh membuatnya tak kuasa. Sedih mendera dan rindu yang membesar setiap hatinya. Parahnya, ia sampai berhalusinasi melihat Yudha.


Sangat menyedihkan karena bayangan Yudha memudar ketika ia berusaha menyentuhnya.


Kenapa cinta bisa membuatnya seperti ini?


Cintanya pada Yudha itu bagaikan lagu milik Agnez Mo yang berjudul Cinta Mati. Yang liriknya sangat mendalam.


Cintaku sedalam samudera


Setinggi langit di angkasa kepadamu


Cintaku sebesar dunia


Seluas jagad raya ini kepadamu


Kepadamu


Bagaimana caranya untuk


Agar kau mengerti bahwa aku rindu?


Bagaimana caranya untuk


Agar kau mengerti bahwa aku cinta?


Cintanya pada Yudha itu terbalas dengan baik. Ia seperti memiliki koneksi unik dengan Yudha. Seperti bisa merasakan batinnya masing-masing.


Oke, itu mungkin agak lebay atau sebut saja berlebihan. Namun percaya saja, karena ini adalah melodi cinta dimana cinta mengalun dari hati dan atas siizin Tuhan Yang Maha Esa.


Dan berikut adalah salah satu mimpi yang pernah menghiasai tidur Melody ketika ia diculik waktu itu.


Mimpi yang mungkin bisa dibilang agak absurd.


Bagaimana ia bisa kembali ke masa sekolah menengah, hah? Dan lagi, sejak kapan ia bisa sekolah di SMA Internasional Kazehaya yang mahal itu? Satu sekolah dengan Yudha lagi?


Ah, tak perlu heboh seperti ini, kan?


Nyatanya dalam mimpi semua hal bisa terjadi. maka tak jarang orang yang bilang untuk tidur lebih awal karena terkadang mimpi itu lebih indah dari kenyataan.


.


.


.


"Sial, kenapa aku harus remedi sih? Aku kan jadi pulang paling akhir. Mana sekolah sudah sepi lagi. Sial, sial, sial!" Gumam Melody sembari memberesi buku-buku dan tasnya.


Matematika.


Matematika selalu saja menjadi musuh bebuyutan kebanyakan siswa. Mulai dari banyaknya rumus, banyaknya angka-angka yang minus, koma, berpangkat, atau perlu penalaran lebih untuk mengerjakan soal kalimat matematika.


"Langitnya sudah gelap. Mendung, sebentar lafi pasti akan segera turun hujan. Aku tidak membawa payung."


Tiba-tiba angin berhembus. Membuat Melody merinding. Ia mengusap-usap tangannya karena bulu-bulu halusnya pada berdiri. Ia kemudian menoleh ke sana ke mari. Merindingnya sampai tengkuk.


"Sepi sekali. Ini sekolah apa kuburan? Tadi bukan hantu lewat, kan? Uhh.. aku harus segera keluar dari lingkungkan sekolah ini!"


Melody lalu bergegas untuk keluar dari lingkungan sekolah. Rasanya, ketika ia melangkahkan kaki, ada derap langkah yang mengikutinya. Semakin ia menambah kecepatan langkahnya, derap langkah itu juga seolah ikut mengimbanginya. Ia memucat. Tubuhnya mendingin. Ia pun berlari dengan sangat cepatnya.


"SETAAAAAANNNNNNNNNNNNN!" Teriak Melody berlari ketakutan.


"Setan?" Gumam Yudha.


Yudha adalah sosok yang ada di belakang Melody. Ia sedang ada di ruang musik ketika Melody melewati ruang itu. Melihat sosok Melody yang ditunggunya, ia lalu mengikuti Melody untuk pulang bersama. Ia memang tak banyak bicara, ia hanya berjalan saja di belakang Melody tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.


Tanpa ia duga, Melody justru malah berlari dengan sangat cepatnya dan mengatainya sebagai setan.


Ia mengejar Melody semampu yang ia bisa.


Sebagai sosok yang cukup bagus di bidang olahraga, Yudha dapat dengan mudah mengejar Melody. Ia meraih tangan Melody dan membuat gadis ayu itu berteriak-teriak kesatan.


"AMPUN TUAN HANTU! TOLONG JANGAN MAKAN SAYA! DAGING SAYA RASANYA SAMA SEKALI TIDAK ENAK. SAYA SUKA MAKAN SEMUR JENGKOL DICAMPUR PETAI DAN DURIAN. MINUMNYA JUS NANGKA MIX WITH TAPE SINGKONG." Teriak Melody.


Melody berbicara sambil memejamkan matanya karena takut melihat 'hantu' yang menghentikan langkah kakinya.


"Pfffff..." Yudha menahan tawanya. Lucu mendengar Melody berkata aneh bin tidak jelas seperti itu.


Merasa mengenali pemilik suara itu, Melody ingin memastikan asumsinya. "HANTU SIALAN BERANI-BERANINYA KAU MENIRU SUARA KEKASIHKU YANG KETAMPANNYA LIMITED EDITION ITU! BERANINYA KAU MENYERUPAI KEKASIHKU YANG KETAMPANANNYA HANYA MENUNCUL SETIAP 100 TAHUN SEKALI!" Dan ia juga masih memejamkan mata.


Yudha menaikan sebelah alisnya. Ia tak habis pikir dengan pemikiran Melody yang menurutnya semakin aneh saja. Okelah, ia senang karena Melody mengakui ketampanannya. Namun, apa iya harus kembali dikaitkan dengan perhantuan?


"Mel, ini aku Yudha! Yu-dha!" Kata Yudha.

__ADS_1


"Sial, ini mirip sekali. 100% sangat mirip!" Kata Melody.


"Ya jelas miriplah, kan aku sendiri yang berbicara. Suara ini adalah milikku!" Kata Yudha.


Melody membuka sebelah matanya sedikit. Ia mengintip ke sosok laki-laki yang mengajaknya berbicara, yang ia duga sebagai hantu.


Ia melihat Yudha dengan ketampanannya yang masih utuh. Yudha semakin tampan ketika ia semakin membuka kedua matanya. Kemtampanannya semakin terang dan jelas seperti nun sukun ketemu alif.


"YUDHA KEKASIHKU!" Teriak Melody dengan sangat kencangnya.


Yudha langsung menutup kedua telinganya. "Berisik, Mel!" Protesnya.


"Hehe, maaf." Cengir Melody. "Habisnya, aku kira kau itu hantu yang mengejarku."


"Yaelah, aku itu manusia. Mana ada hantu siang hari seperti ini."


"Tapi kan sudah menjelang sore, Yudh."


"Tidak ada hantu, Mel!"


Seketika sebuah pintu di salah satu ruangan dekat mereka berdiri pun tertutup dengan sendirinya. Membuat Melody kaget. Yudha juga, tapi ia pandai menyembunyikannya.


"Y-Y-Yudh... i-i-itu.." Kata Melody takut-takut. Ia langsung meraih tangan Yudha untuk mencari perlindungan.


Entah apa, Yudha dan Melody malah menyamperi pintu yang tertutup dengan sendirinya itu.


Yudha membuka pintu itu dan tak ada siapa-siapa di dalam sana.


Kosong.


Dan lagi-lagi..


Angin berhembus. Cukup kencang.


Melody kembali merinding, kali ini diselingi keringat dingin juga. Jantungnya berdetak semakin kencang.


"Ah, hanya angin." Gumam Yudha.


"Pasti bukan, Yudh! Lihat saja jendelanya tertutup seperti itu! Darimana coba anginnya datang?" Kata Melody.


"Sudah, lupakan soal hantu kita pulang saja!" Ajak Yudha.


"Yudha..." Yudha malah mengabaikannya.


"Mau tetap di sini sendirian atau ikut pulang bersamaku?" Tanya Yudha.


Sebenarnya Yudha merinding tengkuknya, lama-lama tak nyaman juga. Ia jadi ingat kisah hantu penunggu sekolah yang diceritakan Nao saat iatirahat tadi siang.


Rupanya itu benar hantu. Namanya Mbak Sadako binti Miss K binti Bloody Marry. #plaaak, tapi bohong. Angin doang juga. 😅


.


.


.


Mereka berdua bergandengan keluar lingkungan sekolah. Melody penakut, tapi masih saja kesal karena Yudha mengabaikannya ketika membahas hantu. Kesalnya itu Yudha seperti tidak mempercayainya.


"Masih marah?" Tanya Yudha.


"Bukan marah, tapi kesal." Jawab Melody.


"Sama saja, Mel."


"Tidaklah, Yudh.."


"Sama."


"Tidak!"


"Sama, Mel!"


"Tidak sama, Yudha!"


"..."


"..."


Yudha menatap Melody, ia menghela nafas dan melembutkan tatapannya. Melody kalau sudah kesal bisa ngambek beberapa hari. Ia menjadi tidak bisa bersenang-senang dengan Melody.


"Ya sudah, aku minta maaf. Kau mau memaafkanku, kan?" Tanya Yudha.


"Gombalin!" Pinta Melody.


"Hah?" Yudha cengo.


"Ayo gombalin, Yudh!"

__ADS_1


"..." Yudha menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Menggombal bukan jalan ninjanya. Eh, maksudnya bukan gayanya.


"Yudha sayang..."


"..."


"My honey..."


"..."


"Ny darling..."


"..."


"My lovely..."


"..."


Yudha masih diam. Melody berubah semakin kesal.


"Yudha-Vangkek!"


"Kau.." Yudha melotot karena baru saja disebut vangkek oleh Melody.


"Kau sudah tidak cinta padaku lagi ya? Jahat kau, Yudh! Padahal aku ini sangat mencintaimu. Memang salah ya aku minta digombalin? Hiksss.."


Yudha tahu jika air mata Melody itu buaya. Dalam hati ia yakin jika saat ini Melody sedang menyeringai dengan tatapan tengilnya.


"Mel.." Panggil yudha pelan.


"Asyik, Yudha mau gombalin aku." Batin Melody senang. "Ya?" Katanya.


"Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil. Paling panjang di antara yang lainnya." Kata Yudha.


Melody langsung merona. Cintanya Yudha itu luar biasa. "Awww..." Senyumnya.


"Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro.. terpantul-pantul dengan keras." Sumpah, Yudha ingin segera masuk ke almari untuk bersembunyi.


"..." Melody mati-matian menahan tawanya. Ia bisa melihat wajah merah padam Yudha saat ini. "Lanjut..." Pintanya.


"Sudah, Mel."


"Lanjut, Yudh.. Aaa..."


"Haah." Melody sangat keras kepala. Yudha kembali berpikir. "Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu. Kita dipersatukan oleh Tuhan lewat jalan cinta." Kata Yudha.


Melody senyum-senyum tidak jelas.


"Jangan menertawakanku! Ku cium kau nanti!" Kata Yudha.


"Cih, anak sekolah itu dikarang berciuman! BAKA!"


"Lah, seperti kita tidak pernah ciuman saja. Yaelah."


"Jangan seperti itu, tunggu kita dewasa dulu!"


"Lama!"


"Hei, aku akan selalu mencintaimu dan sampai saat itu tiba, kau boleh memilikiku seutuhnya. Kau tahu, Yudh? Hanya mendengar kamu kentut saja aku sudah bahagia." Kata Melody.


Yudha tepok jidat. Pasalnya ia mikir bagaimana merangkai kata gombalan ala santri, eh dibalas dengan gombalan receh Melody.


"Tidak sekalian saja, aku tanpa kamu bagaikan ambulance tanpa uwiw uwiw?" Tanya Yudha.


"Hahaha. Yudha, kau ada-ada saja deh."


"Tapi kau suka, kan?"


"Iya suka.. Hehe. Arigato, Mas Yudha!"


"Sama-sama, Mbak Melmel!"


Dua insan manusia ini pun tahu betul bagaimana mengisi kisah cinta mereka. Dengan kesederhanaan gombalan alay seperti ini pun sudah bisa membuat mereka bahagia. Paling indah memang ketika diri bisa tertawa bersama dengan orang yang disayangi dan dicintai. Di situ ada nilai lebih di dalamanya.


Manfaatkan waktu yang ada dengan sebaik yang bisa dilakukan bersama orang-orang yang dikasihi. Kekasih, keluarga, ataupun orang tua. Mereka semua sangat berharga. Jangan sampai menyesal di kemudian hari!


Soredemo sekai wa utsukusi!


.


.


.


Jangan dianggap serius! Authornya lagi balikin mood humor agar bisa nglanjutin NYAMAR JADI COWOK: CINTA 180 DERAJAT. Soalnya it novel banyak komedinya. Sedang feel ku saat ini isinya mellow. Berat sih buatku sebenarnya harus membuat novel dalam dua kisah yang berbeda. Mau fokusin satu hal dulu, tapi ya itu yang lain jadi terbaikan. Aku tak ingin mengabaikannya, makanya aku berusaha. So jangan lelah untuk mendukung ya. makasih banyak buat yang sudah dukung aku selama ini. I am so happy coz of you guys. 😑😑😑 Makasih yang masih setia ikutin. Masa lalu Mikan masih berlanjut. 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2