MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Sebuah Hubungan Kekeluargaan


__ADS_3

Makasih loh ya yang selalu setia ikutin ini novel sampai chapter sebanyak ini. Jangan lupa ringankan tangan untuk klik gambar ❤ agar aku semangat menulisnya! Thanks. Tahu kok, ini bener-bener melelahkan. Makanya sedangď berusaha menju ke akhir. H h h h h j h h h. Sepertinya masih butuh waktu lebih lama. H h h h.


Chapter kali ini cukup pendek. Aku super ngantuk, lelah tak terkira, buat nulis suka ktiduran. Hah.


Ini sudah terjadi akhir-akhir ini.


Akan aku edit lebih panjang nanti. If you mind, please wait it ya..


BTW jangan lupa tinggalin jejak ya?


Selamat membaca!


_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x

__ADS_1


_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x


"Jika paman Azumane adalah paman saya, maka Anda juga berkedudukan yang sama dengan4 paman Azumane. Anda tahu itu artinya apa?" Melody menatap Tuan Han lekat-lekat.


"..." Tuan Han menyimak pembicaraan Melody dengan baik. Kedudukan yang seperti apa yang membuat Azumane dan dirinya itu sama?


"Umehara Hadinata adalah kakek saya." Lanjut Melody.


Tuan Han kaget bukan main.


"Kenapa, Tuan Han? Anda memucat seperti sedang melihat hantu." Tanya Melody.


"Itu sama sekali tidak mungkin! Pamanku Hadinata tidak menikah!" Sangkal Tuan Han.

__ADS_1


"Jika Anda memiliki waktu luang untuk memata-matai keluarga Kazehaya selama ini, kenapa kelurga yang jauh lebih dekat dengan Anda malah tidak Anda ketahui? Anda terlalu melihat jauh tanpa peduli nasib apa yang ada di sekitar Anda... Tidakkah Anda ini konyol? Bagaimana bisa Anda melewakan hal penting seperti ini?" Tambah Melody.


Melody terus saja menyeranh. Ia harus bisa melanjutkan permainan kata-katanya untuk bertahan menghadapi orang semengerikan Tuan Han. Yang saat ini, jujur saja, membuat tubujnya gemetar dan menciutkan nyalinya. Namun, ia tak boleh terpengaruh dengan tekanan pada psikisnya. Ia harus menyelamatkan Yudha, maka semua pengganggu untuknya menyelamatkan Yudha haruslah dimusnahkan.


Dan lihatlah itu! Tanpa Melody duga, Tuan Han malah tertawa. Melody mengernyitkan jidatnya. Ada apa ini?


"Tidak ada yang lucu sama sekali, tapi Anda justru tertawa. Apakah Anda sama sekali tidak paham akan situasi saat ini?" Tanya Melody heran.


"Tidak..." Tuan Han masih tertawa. "Saya hanya sedang sangat senang karena ternyata, saya masih memiliki sanak saudara di dunia yang sekotor ini." Kata Tuan Han.


Selamat malam!


_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x

__ADS_1


_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x


__ADS_2