MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Ngobrol 1


__ADS_3

"Bebek kurang ajar, beraninya kau memberi hadiah aneh itu kepadaku. Kau tahu, itu seakan memberi kesan jika aku ini wanita yang nakal. Mia no Baka!" Kesal Melody pada Mia tentang kado tempo hari yang ia dan Yudha perebutkan.


Lingerie super tipis, transparan, dan berwarna hitam.


Mia tertawa senang. Rencananya memberi kejutan pada jenong lebar sahabatya itu rupanya berhasil dengan sempurna.


"Hei, kau harusnya bersyukur karena aku merelakan uang sakuku selama sebulan untuk memberi lingeri super mahal itu. Itu sangat mahal hal hal hal!" Kata Mia.


"Jika itu sangat mahal, kenapa kau malah membelinya? Kau ini bodoh apa bagaimana sih? Itu hanya pakaian dalam, dan kau menghabiskan uang sakumu selama sebulan untuk membayarnya. Kau gila ya?"


"Yaelah, apa sih yang tidak buatmu, Melody-chan. Kau menikah, aku senang sekali, makanya, sebagai sahabatmu, yang super cantik ini dan baik hati, meski aku mengorbankan uangku cukup banyak, aku ikhlas kok. Setidaknya kau bilang terima kasih."


Melody menghela nafas panjang. "Maaf, terima kasih Mia."


"Sama-sama neng Jenong."


"Aku sudah sangat senang kau hadir di acara pernikahanku, tapi jika kau ingin memberikanku kado, setidaknya kau juga menimang-nimang pantas tidak dengan budget yang kau memiliki. Jika seperti ini, kau hanya menghamburkan uangmu saja."


"Hooi, Nyonya Kazehaya, jika aku membelikanmu barang murah, apa komentar Yudha, hah? Yudha itu orang kaya, super kaya malahan, jadi jika aku memberimu hadiah dengan harga murah, mau ditaruh mana mukaku ini."


"Mukamu masih ada di tempatnya kok. Hahaha."


Mia memanyunkan bibirnya. "Melody jenong, aku serius."


"Iya, maaf, sepertinya jika kau menikah nanti, aku juga harus memberimu kado yang mahal juga."


Mia kembali moody. "Jika aku menikah nanti, pastikan kau mengadoku mobil sport ya?"


Melody melebarkan matanya. "Hah? Kau gila ya, mana aku punya uang sebanyak itu!"


"Minta Yudha-kun-mu itu dong! Dia kan kaya, aku yakin, uangnya itu bisa untuk membeli seribu mobil sport, malah sisa banyak."

__ADS_1


"Kau pikir dia itu milyuner yang punya banyak stok mobil di garasi mobil layaknya dealer mobil, hah? Kau ini. Sudah aku bilang kan, harga diriku di keluarga ini, mungkin di hadapannya juga hanyalah seharaga uang seratus juta, sebuah cincin berlian, dan darah 250 cc saja! Aku ini tak punya apa-apa, Mia yang manis sampai disukai semut."


"Huh, kau ini, aku tahu keluarga Kazehaya itu kaya raya. Satu hal yang wajib untuk kau ketahui, keluarga Kazehaya itu keluarga yang terpandang, terhormat di kalangan keluarga elit lainnya. Tidak mungkin bagi mereka, menjadikanmu yang notabene orang biasa menjadi menantu keluarga mereka, apalagi sebagai menantu ahli waris tunggal mereka yang super tampan itu hanya untuk seharga berlian, uang, atau darah 250 cc itu."


"..."


"Mau dibuat scenario seperti apapun, mereka pasti sangat menghormatimu, Melody.. Aku pun juga menghormati gadis mandiri dan luar biasa seperti dirimu."


"..."


"Jadi, jangan merendahkan dirimu seperti itu! Jangan sembarangan menilai dirimu dengan uang atau apapun itu! Melody adalah wanita yang berharga, cantik, dan pantas untuk dicintai. Ya, Melody adalah sahabatku."


Melody tersenyum bangga. Senang sekali mendengar kalimat manis seperti itu keluar dari bibir sahabatnya yang biasanya hanya bisa cerewet untuk hal-hal yang tidak penting.


"Mia jelek, aku sangat senang. Tapi, kurasa kau sedang sakit ya? Kenapa kau bis merangkai kata-kata sok manis seperti itu. Hoho, so sweet sekali sih."


"Iya, aku sudah sakit dari sononya. Huh, kau benar-benar."


"Kau yang terbaik, Mia bebek panggang."


HAHAHHAHAHHA.


Kembali, mereka pasti akan bercanda seperti biasanya jika bertemu. Melody senang, setelah seminggu tinggal di rumah Yudha, Mia datang mengunjunginya. Mia bahakan membawakan banyak jambu biji untuknya. Walau hanya jambu biji, tapi bagi Melody, jambu biji itu layaknya harta karun di matanya.


Lebay.


"Eh bagaimana?" Tanya Mia.


"Bagaimana apanya?" Tanya Melody balik.


"Aku sudah coba pakai lingerie dariku belum? Sudah menunjukkannya pada Yudha? Bagaimana dengan reaksinya? Terkejut? Langsung panas? Lalu apakah dia langsung melemparmu ke ranjang dan mengahakmu bercinta?" Tanya Mia panjang lebar tanda jeda.

__ADS_1


Melody cengo. Ia lalu melempar bantal sofa ke muka Mia, tapiberuntung Mia bisa menangkapnya dengan sangat baik.


Muka ayunya jadi terselamatkan.


"Gila aja menunjukkannya pada Yudha, aku tidak akan pernah memakainya! Itu sangat transparan, Mia! Kau tahu kan apa artinya itu? Ya, saat aku memakainya maka badanku, tubuhku ini akan terekspos. Bahkan bagian intimnya saja design lingirie-nya juga transparan. Aku tak mau Yudha melihatku yang seperti itu!" Kesal Melody.


Enak saja Mia menyuruhnya mekai lingerie sexy tak sopan itu dan meminta memamerkannya di depan Yudha. Meski sudah menikah dengan Yudha sekalipun, ia masih waraslah. Ia masih memiliki harga diri untuk menjunjung tinggi moral dan kesopanan.


Menunjukkan pakaian dalam normal pada Yudha saja ogah, apa lagi dengan sebuah lingerie. Tidak akan! Ia tidak akan pernah melakukannya!


"Ya kan saat dirimu terekspos di depan Yudha, Yudha pasti akan tidak tahan untuk memakanmu. Aku yakin, dalam sekali aksi, Yudha akan klepeg-klepeg sama dirimu!"


"Mia itu menjijikkan!"


"Laki-laki itu seperti kucing. Dikasih ikan asin? Embatlah! Mana mungkin tahan, pasti langsung serang! Yudha mah pasti juga tak jauh berbeda! Dia itu laki-laki, akan sangat aneh jika dia tak tertarik denganmu. Kau itu memiliki tubuh yang indah. Tertutup kain saja, kau sudah terlihat sexy, apa lagi jika memakai lingerie yang super sexy dan transparan pemberianku? Ditambah warnanya hitam, aura sexymy akan semakin keluar. Kau berkediplah di depan Yudha, dia pasti akan jadi budakmu!" Kata Mia yang menurut Melody semakin ngawur dan tak jelas.


Walau ia sebenarnya cukup paham kemana alurnya.


Mia memintanya menggoda Yudha agar bisa berhubungan intim dengan suaminya itu!


"Mia hentikan deh imajinasi liarmu itu! Itu tidak waras! Itu gila! Aku tegaskan sekali lagi, aku tidak akan melakukannya!" Tegas Melody.


Mia merasa lucu, menggoda Melody itu sangat menggemaskan.


Ia jadi tak ingin berhenti.


Mia ingin melihat bagaimana muka Melody bereaksi.


Sekali lagi, ia juga ingin memastikan apakah Melody bahagia ata tidak dengan keputusan yang sudah dipilihnya.


"Oh, karena tidak mau menggoda Yudha duluan, jadi kau memilih diperkosa saja olehnya ya?" Kata Mia asal-asalan. Tapi kayaknya cukup seru.

__ADS_1


Lihatlah ekspresi kaget Melody yang disertai rasa kesal tergambar jelas di wajahnya itu. Seolah ada dua tanduk di kepala Melody dan kepulan asap di atasnya.


"MIA!!"


__ADS_2