
Taman belakang hotel...
Sesuai dengan permintaan Mia dan Ayumi, Yudhapun menyewa taman belakang hotel untuk melakukan bakar-baka/panggang-panggang makanan laut sebagai tanda bayar pajak nikah katanya.
Yudha masa bodoh untuk apa itu, ia hanya ingin Melody menikmati hari-hari liburannya di Okinawa karena sebelumnya Melody belum pernah liburan jauh. Ini bahkan naik pesawat pertama bagi Melody. Apa lain kali saat meeting di Luar Negeri ia harus membawa Melody ikut serta? Yudha akan memikirkannya.
.
.
.
"Enak ya punya suami kaya, tinggal nyuruh saja langsung tadaaa semua siap." Kata Mia. Mia memotong-motong sayur paprika merah.
Ayumi menusuk potongan paprika itu ke dalam tusuk sate. Ia lalu menusuk udang di atas potongan paprika. Begitu secara bergantian sampe tusuk sate itu terisi penuh.
"Benar. Yudha itu pasti uangnya tidak ada habisnya. Tidak khawatir jatuh miskin." Kata Ayumi.
Melody membakar sate udang paprika yang dibuat Mia dan Ayumi. Bau harum menyerbu hidungnya ketika sate itu bertemu bara arang.
"Ya bukan seperti itu. Yudha juga mencapai ke titik ini dengan bekerja sangat keras. Dia sering bergadang dengan tumpukan file di meja kerjanya yang ada di rumah." Kata Melody.
Melody selalu membuatkan kopi hitam dan cemilan malam untuk Yudha saat Yudha harus lembur kerja di rumah. Ia kadang menemani Yudha di ruang kerja yang ada di rumah. Ia tiduran di sofa sampai tertidur sungguhan. Saat ia bangun, ia sudah berada di ranjang tidurnya. Melody yakin, Yudha yang memindahkan dirinya ke ranjang.
Dibopong?
Yudha adalah sosok laki-laki yang gila kerja. Banyak proyek-proyek besar yang sedang Yudha kerjakan. Melody tidak ahli dalam dunia Yudha, tapi sebagai istri dan 'teman' Yudha, ia ingin mendukungnya meski hanya dengan segelas kopi hitam dan cemilan malam.
"Mel, bagaimana hubunganmu dengan Yudha? Kalian baik-baik saja, kan?" Tanya Mia.
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? Seperti yang kau lihat, Yudha dan aku baik-baik saja." Jawab Melody. Memang terlihat tidak baik-baik saja di mata Mia?
Sejujurnya Mia menghawatirkan Melody. Melody dan Yudha sudah menikah selama setengah tahun, tapi hubungan mereka masih stuck di tempat. Hanya itu-itu saja. Tidak ada progres besar dalam setengah tahun ini. Mia belum bisa melihat keromantisan di antara mereka berdua. Mia tidak ingin vulgar, tapi ia tahu Yudha belum menyentuh Melody.
Iman Yudha sangat kuat!
Iman kuat tak selamanya hal yang baik. Masalahnya Melody itu istri sahnya Yudha, tapi Yudha belum memiliki Melody seutuhnya. Mia khawatir jika seperti ini terus, posisi Melody sebagai Young Madam keluarga Kazehaya akan terancam. Bukan berati Mia khawtir Melody akan kembali miskin, hanya saja, ia ingin Melody bahagia.
"Kau harus pepet Yudha terus! Cowok mah kayak kucing, kasih ikan segar tidak akan nolak!" Kata Mia.
"Apaan coba? Kau ini.." OK Melody tidak paham maksud Mia. Ia hanya menganggap enteng.
"Pepet terus, Melody-chan! Yudha kan sayang banget sama dirimu. Kau minta apa saja, dia turuti kok." Sambung Ayumi.
"Aku tidak matre!"
Mia dan Ayumi menghela nafas. Melody itu terlalu polos untuk hal beginian. Ditambah Yudhanya kuat iman. Apa malah tidak peka dua-duanya?
.
.
.
Acara bakar-bakaran makanan laut berlangsung seru. Melody, Nao, Sai, Shuhei, Mia, dan Ayumi melakukan lomba makan sate seafood. Di final, menyisakan Melody vs Nao. Nao memenangkan pertandingan lomba makan itu dan mendapatkan hadiah jam tangan mahal keluaran terbaru merk Cenel dari Yudha.
Sebenarnya Yudha dipaksa Nao sih untuk membelikannya jam tangan mahal itu.
Jadi, yang adain lomba Nao, yang menang Nao, yang maksa minta hadiah juga Nao. Yudha hanya korban. Tapi Yudha tetap memberikannya karena melihat Melody sangat bersemangat malam ini.
__ADS_1
Yudha dan Yura tidak ikut lomba. Mereka hanya menyaksikan dari tempat duduk. Mereka tidak duduk berdekatan seperti biasanya. Ada sekat cukup jauh di antara mereka.
Usai lomba, Yudha menghampiri Melody yang mual-mual tidak nyaman karena terlalu banyak makan seafood. Melody kalap saat merasakan lezatnya cumi-cumi bakar. Ia makan begitu banyaknya. Yudhapun berpamitan untuk mengantar Melody kembali ke kamarnya.
Tak lama setelah itu, acara pesta bakar-bakarannyapun usai. Lagi pula, hari juga sudah semakin malam. Sudah waktunya untuk istirahat.
.
.
.
Alvin bediri memandangi Yudha yang merangkul pinggang Melody. Ia menatap Melody dengan tatapan khawatir.
"Kuharap kau akan baik-baik saja."
.
.
.
Lobi hotel...
Ayumi terlihat cemas melihat tingkah Nao yang uring-uringan sesaat setelah membaca pesan masuk.
"Nao-kun, kau terlihat sangat pucat. Apa kau baik-baik saja?"
"Kakek sialannnnn." Naopun memasukkan Hpnya ke dalam saku celananya. "Maaf Ayumi, aku tak bisa membicarakannya padamu. Ini urusan laki-laki.. Aku akan membicarakannya dengan Sai dan yang lain nanti."
__ADS_1
Ayumi mengangguk dan mencoba mempercayai Nao. "Ayo kembali ke hotel!"
"Hm.."