MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Saat Melody Diculik


__ADS_3

Kini beralih kepada istri dari Kazehaya Yudha yang tengah hamil dan diculik, Kazehaya Melody.


MELDOY'S POV


Aku tidak tahu dimana diriku saat ini. Mataku tertutup kain hitam sejak pertama mereka menculikku. Dalam sekilas pandanganku, mereka orang berdasi, memakai pakaian yang sama dengan para bodyguard yang Yudha sewa. Sama pakaian dengan orang-orang dari paman Orion, anggota yakuza Fajar Keemasan.


Ketika aku diculik, aku langsung dimasukkan ke dalam mobil. Tanpa obat bius, aku dibekap mulutnya dan matanya ditutup.


Apa aku ini sangat beruntung karena mendapatkan penculik yang baik hati seperti ini? Ah, mana ada penculik yang baik hati. Kalau baik hati, harusnya aku tidak diculik!


.


.


.


Saat ini aku masih di dalam mobil. Tak tahu arah, tak tahu kanan dan kiri, selatan dan utara, atau timur dan barat. Semua gelap. Berasa seperti orang buta.


Ah ini ya rasanya jadi orang buta?


Mereka pasti sangat ingin melihat indahnya dunia. Bagaimana warna-warna nampak berbeda. Bagaimana rupa gunung, laut, daratan. Bagaimana bentuk pepohonan, bunga yang mekar di musim semi, atau hujan yang turun, badai yang menghantam, atau putihnya hamparan salju. Atau, bagaimana semut berjalan lurus bersama koloni-koloninya.


Mereka pasti juga tidak tahu bagaiman ekspresi wajah orang-orang di sekitar mereka. Siapa yang tulis menyayangi. Siapa yang pura-pura dan bermuka dua. Siapa yang jahat kepada mereka.


Mengerikan.


Itu sagat mengerikan.


Aku pasti tak akan sanggup jika harus hidup lama dalam kondisi seperti ini. Aku pasti bisa gila.


Ini sudah lama, lama sekali dalam kegelapan. Seolah aku terjebak dalam langit yang berkelabu. Adanya hanya hitam, adanya hanya kelam, adanya hanya gelap. Aku mencoba diam dalam perasaan.


Mengapa aku harus diculik? Hal ini hanya akan menambah beban Yudha. Yudha akan frustasi dan bersedih. Dia sangat menyukai kecupan selamat paginya. Ia akan marah jika melewatkan moment ini.


Yudha, apa kau sudah makan? Jangan lewatkan sarapan pagimu! Kau memiliki riwayat maag akut, aku tak mau kau menderita karena diriku!


Yudha, kau jangan melakukan tindakan bodoh dan gegabah. Mencurigai siapapun boleh, tapi kendalikan emosimu! Aku akan baik-baik saja! Kau juga harus baik-baik saja!


.


.


.


Karena sibuk berpikir, tak aku sangka jika mesin mobil kini sudah mati.


Berhenti dimana ini?


"Keluar!" Aku mendengar ada orang yang menyuruhku keluar.


Dua orang di kanan dan kiriku menarik lenganku. Tidak kasar, tapi cukup kencang. Rasanya lengangku akan memerah setelah ini. Tak ada jalan lain. Aku pun keluar dari mobil dan mengikuti kemana meraka memapahku berjalan.


Aku sedang hamil bedar, aku tak bisa melihat apa-apa, aku tak bisa berontak. Keselamatanku adalah keselamatan anak-anakku. Aku harus jaga diriku baik-baik. Menurut sama mereka adalah jalan terbaik yang bisa aku pilih saat ini.


Hm?


Aku mendengar suara pintu di buka. Suaranya sangat horor. Mirip suara pintu di film hantu. Ah, apa ini yang dimaksud dengan pintu tua?


Jika ini adalah pintu tua, maka apa aku masuk ke dalam bangunan yang sudah tua? Setidaknya tidak dipakai lagi?


Jika iya, maka Yudha akan semakin sulit mencariku. Aku tak memegang ponsel, dia tak bisa melacakku. Dia akan sulit mencari lokasiku saat ini.


Yudha, selama apapun itu, aku akan tetap menunggumu menjemputku dan anak-anak kita. Aku percaya padamu! Aku selalu percaya padamu.

__ADS_1


Aku duduk di kursi yang empuk.


Tunggu...


Kursi yang empuk?


Hah?


Sebentar, sebentarkan biarkan aku kembali mengingatnya.


Ah, aroma lezat makanan menggoda hidungku. aku sampai menelan salivaku sendiri.


Heh?


Apa ini?


Hoe, hoe!


Apaan ini?


Aku bingung.


Aku ini sedang diculik, kan? Lalu kenapa aku mendapatkan perlakukan seperti tamu kerajaan?


Bagaimana bisa?


Jika aku mengingatnya dari awal aku diculik, memang benar jiak mereka membekap mulutku dan menutup kedua mataku.


Aku dibawa masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil ber-AC yang nyaman dan tidak sesak. Mereka tidak menghimpitku kasar. Mereka sangat berhati-hati.


Sesampainya di tempat ini, mereka juga memperlakukanku dengan baik. Dan lihat ini! Mereka membuka kain bekapannya pada mulutku dan menyuapiku dengan makanan yang menggoda selera!


Lasagna atau Lasagne adalah pasta yang dipanggang di oven. Lasagna sendiri secara harfiah adalah lasagne yang berisikan daging. Lasagna sendiri dapat diisi dengan banyak isian lainnya seperti daging, sayur-sayuran, ayam, makanan laut dan sebagainya sesuai selera. Lalu yang saat ini aku makan adalah lasagna yang didominasi dengan banuak sayuran. Ini baik untuk ibu hamil sepertiku.


Aku memakannya dan ini sangat lezat. Cho oishi!


Lezat sekali!


Kulit Lasagna-nya dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan isian, lalu dipanggang sampai matang. Jadi ingat saat makan berdua dengan Yudha di restoran Eropa yang ada di dekat stasiun Shibuya.


Ini pasti masakan buatan koki berpengalaman! Lelas restoran Eropa yang sering aku dan Yudha datangi ketika bertemu klien kantor.


Apa-apaan ini?


Apa penculikkan selalu seperti ini? Aron-san saja mengalami hal yang sangat buruk. Disiksa sampai tulangnya patah. Aku kira aku pun akan berakhir sama dengan dia, tapi nasibku sepertinya jauh lebih baik.


Apa mereka kasihan karena aku sedang hamil?


Apa mereka baik-baik padaku dulu lalu nanti akan membunuhku setelahnya? Ini seperti perlakuan indah sebelum kematian menyapa?


Atau...


Mereka menginginkan sejumlah uang dengan jaminan aku sehat walafiat?


Hah...


Terlalu banyak kemungkinan yang masuk akal. Aku sangat pusing untuk memikirkanya. Biarlah aku menikmati pengalaman diculik ini. Diperlakukan baik bahkan mendapatkan makanan enak dan mahal. Ini salah satu dari kenikmatan yang hakiki!


Lucu?


Lalu aku harus apa memangnya? Hanya ini yang bisa aku lakukan, kan? Tidak ada yang lain! Haruskah aku menangis dan meratapinya? Jika aku bersedih, ini akan memperngaruhi mood-ku. Ibu hamil seperti diriku itu sangat mudah stress, ketika aku stress perutku menjadi tidak nyaman. Anak-anakku di dalam sana pasti juga akan berontak.

__ADS_1


Aku tidak bisa seperti itu. Ini masih awal, aku tak boleh kenapa-kenapa karena ku tidak tahu sampai kapan aku akan diculik, atau sampai kapan aku bisa bertahan sembari menunggu Yudha menyelamatkanku.


Saat sampai itu tiba, aku harus menjaga diriku baik-baik! Jika aku baik-baik saja, anak-anakku di dalam perutku juga akan baik-baik saja.


Ya, aku yakin itu. Aku pasti bisa melalui semua ini. Aku hanya harus menurut dan tidak mengompori para penculikku ini agar mereka tidak menyakiti fisikku.


.


.


.


Usai makan, aku diberi air minum. Satu gelas air putih. Aku rada mual karena lasagna yang aku makan tadi ada dagingnya, kehamilanku cukup mempengaruhi diriku menjadi membatasi asupan daging karena aku tak tahan akan bau menyengat dari dagingnya. Akhirnya, aku mendapatkan minumanku yang kedua. Rasanya kecut masam manis, ah ini adalah rasa jus jeruk.


Setelah itu, aku mendapatkan buah yang aku tahu ini adalah apel. Apel sekaiichi! Aku tahu, aku tahu rasa apel ini! Ini adalah apel yang sering Yudha berikan kepadaku! Apel ini kan harganya sangat mahal.


Oh, jadi si Tuan Penculikku pastilah orang yang sangat kaya raya!


Perlakukan yang nyaman.. lasagna.. jus jeruk.. lalu apel termahal di dunia.


Penculik macam apa sih dia itu?


Kemudian, mulutku kembali dibekap. Tidak kencang, jadi rasanya tidak sakit. Tempat dudukku juga sangat nyaman. Tak apa, meski tanganku diikat, aku baik-baik saja.


Perutku sudah terisi. Tenagaku terisi. Terima kasih Tuan Penculik yang sudah menyuapiku dengan lasagnya kelas restoran Eropa yang mahal. Makan sekali menghabiskan tiga juta.


Lalu apa yang akan mereka lakukan setelah ini? Mereka sepertinya menjauh? Aku tak mendengar derap langkah atau suara di sekitarku. Mereka pergi? Berjaga di depan sana?


Bisa jadi..


Oke, aku duduk, tak bisa melihat, dan terikat. Aku tak bisa berbuat banyak. Aku tak bisa menyelamatkan diriku. Diam dan patuh rupanya menjadi pilihan terbaikku.


Aku menggerakkan tanganku, mungkin saja aku bisa lepas dari jeratan tali ini.


Uhh..


Sakit. Semakin aku bergerak, pergelangan tanganku semakin sakit.


Doushiyo?


Bagaimana ini?


Auw..


Janinku mendendang. Usia enam bulan memang sangat aktif. Sehari bisa puluhan kali. Sayang sekali, aku tak bisa mengelus perutku karena tanganku terikat.


Kalian tak nyaman ya? Kalian tak tenang ya? Sama, mama juga. Mama juga tak tenang. Mama sangat khawatir pada kalian. Sabar ya sayang. Sabar! Papa pasti akan mencari kita! Papa pasti akan segera menyelamatkan kita. Kalian bekerja samalah dengan mama agar mama kalian ini kuat untuk tetap menjaga kalian!


Aku ingin mengusap perutku. Aku ingin membelai perutku. Hanya itu yang ingin aku lakukan agar anak-anakku tenang. Tendangan dari mereka benar-benar sangat keras.


Jika ada papa kalian saat ini, dia pasti akan sangat senang. Dia rela mengusap perut mama selama seper empat jam hanya untuk menunggu kalian bergerak.


Mama saat ini sangat merindukan papa kalian. Apa kalian juga sama? Ah, ini malah keinginan kalian ya? Kalian yang merindukan papa kalian. Rasa ini sangat kuat mempengaruhi emosi mama.


Tuh kan... mama kini jadi menangis. Air mata mama keluar begitu saja. Mama butuh papa kalian. Mama ingin memeluk papa kalian. Mama ingin menangis di dada papa kalian.


Emosi kehamilanku sangat sulit aku kendalikan. Aku bisa menjadi sangat sensitif meski disebabkan oleh hal kecil. Yang merepotkan ya seperti ini. Merindukan Yudha tanpa mengenal waktu.


Berpisah tak ada sejam saja aku pernah menangis dan meminta bertemu. Yudha sampai membatalkan meetingnya demi mengobati rasa rinduku.


Ah, dia hanyalah suami yang baik hati dan aku sangat mencintainya.


Yudha, sampai detik ini, aku masih baik-baik saja. Jangan khawatir berlebihan! Jangan bersedih! I love you everyday!

__ADS_1


END OF MELODY'S POV


__ADS_2