
"Lingerie?" Kata Melody saat mendapati kain yang ada di dalam kado itu rupanya sebuah lingerie atau pakaian tidur yang sangat tipis dan transparan. Sudah begitu warnanya hitam dan terlihat sangat seksi.
Bagaimana dirinya yang 'alim' itu bisa mendapatkan kado seperti ini? Bukankah pakaian dalam macam lingerie itu cukup nakal dan berani?
"MIIAA! Apa-apaan bocah itu? Dia pikir aku ini cewek apa? Kenapa memberiku hadiah yang seperti ini?" Kesal Melody.
Melody kembali memperhatikan lingerie itu. "Jika aku memakainya, apa yang akan terjadi? Apa yang akan terjadi jika Yudha melihat pakaian seperti ini? Dia pasti akan memandangku rendah! Aku harus menyembunyikannya! Aku tidak mau ia mengira aku ini wanita murahan! Jangan sampai ternoda harga diriku apalagi di depannya!"
Melody mengeratkan genggaman tangannya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia memantapkan pikirannya! Semangat pantang menyerah demi harga dirinya!
"Kau sedang apa, Melody?" Tanya Yudha yang tanpa Melody sadari sudah berdiri bersandar di daun pintu kamar mereka.
Melody terlonjak kaget dan langsung menyembunyikan lingerie yang ada di tangannya. Ia menyembunyikannya di belakang tubuhnya.
"Ah-ahaha, Yu-Yudha, kau sudah berapa lama di situ?" Tanya Melody.
Kenapa ada Yudha? Sejak kapan? Ia yakin jika dirinya itu sedang sendirian di kamar.
"Dari kau menggeleng-gelengkan kepalamu seperti orang aneh?" Jawab Yudha.
"A-aaa. Begitu ya? Aku tidak aneh, Yudha! Aku hanya meregangkankan otot leherku yang se-sedikit pegal saja."
"Cara berbohongmu buruk sekali. Apa yang kau sembunyikan itu, Melody?" Yudha berjalan mendekat.
Melody gelagapan. Mungkin ia memang menyembunyikan dari Yudha. Tapi barang yang ia sembunyikan bukan suatu barang yang kiranya wajar. Apalagi harus diketahui oleh Yudha yang notabene adalah seorang laki-laki.
Ah, entahlah Melody hanya tidak ingin saja jika barang itu diketahui oleh Yudha. Malu adalah alasan pastinya.
"A-aku ti-tidak menyembunyikan sesuatu apapun darimu, Yudha."
"Perlihatkan apa yang kau sembunyikan itu, Melody!" Yudha masih penasaran.
Pertama, Melody jelas sedang berusaha membohonginya. Ke dua, Melody berusaha menyembunyikannya.
"Tidak ada, Yudha."
__ADS_1
"Kalau begitu tunjukkan ke dua tanganmu! Biarkan aku melihatnya, Melody!"
Haruskah Melody menyerah? "Anoo. Gomen, aku tidak bisa, Yudha." Melody menundukkan kepalannya karena merasa malu. Pipinya terasa memanas.
"Hmm, jadi kau tidak menuruti kata-kata su-a-mi-mu ya?" Yudha kembali berjalan lebih mendekat.
"Jika kau melihatnya kau pasti akan syok!"
"Aku tidak mudah syok, Melody! Cepat perlihatkan itu!" Yudha harus tahu apa itu! Ia akan mencaritahunya.
Melody bersikeras tidak mau. Ia terus saja menggelengkan kepalanya. Yudha terlihat kesal karena ia tidak mau siapapun mengalahkannya, termasuk Melody-istrinya sendiri.
Yudha berjalan semakin mendekat, Melody mundur cepat hingga akhirnya langkahnya tertahan oleh ranjang king size miliknya dan Yudha.
"Ini, bu-bukan suatu hal yang pantas untuk kau lihat, Yudha." Kata Melody lagi. Ia harus berusaha lebih keras lagi agar Yudha tak semakin penasaran terhadap lingirie yang ia sembunyikan di balik badannya.
"Aku tidak suka kau menyembunyikan apapun dariku, Melody! Cepat berikan!" Pinta Yudha tegas.
"Yudha, kumohon menyerahlah untuk mengetahuinya!"
"Aku tidak mengenal kata menyerah."
Melihat keadaan Melody yang terpojok, Yudha lantas menindih tubuh Melody yang sedang terjatuh di atas ranjang dengan tangan masih di belakang tubuh untuk menyembunyikan lingeri. Tubuhnya tidak menempel dengan tubuh Melody karena ia masih menopang tubuhnya dengan ke dua lututnya.
"Jika kau tiduran dengan ke dua tangan di belakang tubuh seperti itu, kau akan membuat ke dua tanganmu terkilir, Melody!" Kata Yudha.
Yudha menatap Melody yang ada di bawahnya.
Melody lantas mengangkat tangan kirinya untuk menahan beban tubuh Yudha yang ia rasa semakin memangkas jarak darinya, sementara tangan kanannya masih setia menyembunyikan lingerie tipis itu dari belakang tubuhnya.
Melody memejamkan matanya tatkala Yudha mencoba meraih lingerie yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya. Ia tak bisa banyak bergerak karena Yudha mengunci tubuh rampingnya.
"Yudha, menyingkirlah dari atas tubuhku! Beraaatt!" Ronta Melody yang merasa jika Yudha itu begitu menghimpit tubuhnya.
"Berikan dulu, Melody!" Kata Yudha. Kenapa Melody itu sangat kolot sih? Memangnya apaan coba yang sedang berusaha Melody sembunyikan darinya?
__ADS_1
Semakin dilarang tahu, tentulah semakin membuat penasaran.
"Kumohon.."
Mereka saling merebut dan saling mempertahankan. Tak ada yang mengalah di antara ke duanya. Yudha terus memaksa Melody dan Melody tidak mau menunjukkannya.
Melody berusaha menyingkirkan tubuh Yudha dari atas tubuhnya. Ia tak bisa berbuat banyak karena tangan kirinya lantas dihempas dengan mudahnya dan ditahan oleh tangan kanan Yudha. Melody hanya mampu berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan apa yang ia sembunyikan di balik tubuhnya meski ia hanya bisa menggunakan tangan kanannya saja karena tangan kirinya sudah dicengkram erat oleh tangan kiri Yudha.
Ego untuk tetap kekeuh dengan pendirian masing-masing membuat mereka berdua berusaha sekuat tenanga untuk saling merebut dan saling mempertahankan. Bahkan karena saking lamanya tak ada yang mau mengalah membuat mereka berdua kelelahan. Keringat mulai keluar dari dalam tubuh mereka.
Tangan kiri Yudha berusaha mencari apa yang Melody sembunyikan di balik tubuhnya itu. Yudha akui tenaga Melody itu luar biasa meski Melody hanya menggunakan tangan kanannya saja untuk menyembunyikan barang yang membuatnya penasaran. Efek kerja partime di cafe? Bisa saja, Melody lawan yang tangguh juga.
Hah, hah, hah.
Nafas kelelahan keduanya saling memburu. Mereka berdua sadar, mereka berdua juga sudah lelah. Tapi siapa yang mengalah duluan, maka dia yang kalah, dan sombongnya mereka, mereka tidak mau melakukannya.
"Masih belum menyerah? Cepat berikan itu! Jangan berusaha kau sembunyikan, Mel!" Pinta Yudha lagi untuk yang ke sekian kalinya.
Pokoknya, mau tidak mau, rasa penasarannya harus segera terjawab.
"Sudah aku bilang berkali-kali, Yudh. Ini itu bukanlah sesuatu yang bisa kau lihat sembarangan! Menyingkirla!" Kata Melody. Ia harus segera mencari celah.
Ketika Yudha lengah, Melody langsung bergerak cepat mencoba menyingkirkan Yudha dari atas tubuhnya. Tapi karena tubuh Yudha lebih besar darinya, apa daya, gerakkannya tak mampu membuat Yudha menyingkir dari atas tubuhnya.
"Yudha, menyingkirlah… ber.. huuupp."
💏
Melody justru membuat keseimbangan Yudha goyah dan karena itu Yudha yang tak dapat mempertahankan ke dua lututnya membuat dirinya jatuh dan menimpa tubuh Melody.
Melody bisa merasakan bagaimana tubuh Yudha menindihnya tanpa sekat, hanya baju tidur saja yang memisahkan.
Tunggu sebentar!
Tak hanya itu saja.
__ADS_1
Melody merasakan hal lain menimpanya.
Ini terasa lembut, sedikit basah, dan kenyal?