
Time skip..
“Hmm? Begitu ya? Baiklah, tidak apa-apa. Aku bisa sendiri kok. Hati-hati, jangan lupa makan, salam buat Amamiya-san. Jaa..”
Tuuut..ttuuuutt.. Melody menutup teleponnya. Ia menatapnya pelan. Wallpapernya adalah fotonya dengan Yudha saat liburan di Yokohama sebulan yang lalu. Ia mendesah panjang.
“Ayo berangkat!”
Suara Alvin membangunkan lamunannya.
“Senpai?”
“Kau ingin menghandiri undangan pertunangan, kan? Pasangan temanmu itu adalah temanku, kita bisa berangkat bersama.”
Kata Alvin.
Melody langsung menarik senyumannya. “Alvin-senpai, kau adalah penyelamatku!”
"Jargon lama."
"Biar saja!"
"Hah, kau ini.."
"Hehe.."
Bukan berlebihan. Nyatanya selalu seperti itu. Alvin adalah layaknya guardian angel bagi Melody. Selalu menolong Melody.
.
.
.
Melody dan Alvin berangkat menghadiri undangan pertunangan itu bersama. Menggunakan mobil Alvin tentunya.
Mengesampingkan soal kisah asmara mereka berdua dulu, jauh dari itu, nyatanya mereka adalah teman yang sangat dekat. Meski sekarang sudah menjadi ipar tapi kedekatan persahabatan mereka tetap tak banyak berubah. Mereka masih bisa bercanda ria. Masih bisa tesenyum seperti sedia kala.
Melody paham betul, ia bisa tertawa bebas saat bersama Alvin dengan mudahnya. Laki-laki bermata coklat ini memang sosok yang membuatnya sangat nyaman.
Pesta Tunangan...
“Minumlah!” Alvin menyodorkan segelas minuman kepada Melody.
Melody menerimanya dan mengucapkan terima kasih. Air minum melegakan tenggorokkannya yang terasa sangat kering.
“Apa pestanya terlalu membosankan bagimu, Melody? Padahal, Mia sedang berdansa dengan Yamazaki Kento. Artis pangeran Live Action. Bukankah kau ngefans padanya? Anime kesukaanmu dimainkan oleh dia, kan?” Tanya Alvin.
Di depan sana, Mia sedang berdansa dengan Yamazaki Kento. Mereka berdua terlihat bahagia. Senyuman keduanya begitu mewakili kebahagiaan mereka.
__ADS_1
“Iya sih aku ngefans dia, tapi kan sekarang sudah berbeda. Aku ini sudah menikah, aku harus jaga sikap. Padahal dalam hati aku berteriak-teriak ingin minta foto dengannya. Huhu, kenapa dia bisa semanis itu. Sial, kenapa aku tak bisa seperti Mia. Huuh, bikin iri saja." Gerutu Melody.
“Dan lebih memilih kabur ke balkon sambil menatap langit malam yang gelap? October end ya ceritanya?”
Di sinilah mereka berdua, di balkon tempat pesta.
Alvin ikutan menatap langit malam bersama Melody. Apa yang Melody cari? Bintang? Ahh, jadi nostalgia, dulu waktu ia dan Melody mencoba kembali saat tersesat, mereka tak sengaja menemukan bukit lapang dan melihat indahnya bintang di angkasa yang begitu indah.
Ia dan Melody lalu menyanyi lagu bintang kecil bersama untuk menghilangkan rasa takut.
“Bintang kecil di langit yang biru..”
Melody mulai bernyanyi dan Alvin mendengarkannya. Lama kelamaan suara Melody terdengar parau.
Melody menangis.
Alvin menyadarinya. Ia lalu menepuk pundak Melody. Menangis sampai sesegukkan seperti ini. Karena apa?
Tidak ada bintang di langit? Iri pada Mia? Yamazaki Kento? Atau.. aahh. Alvin menatap Melody. Sungguh, air matanya begitu banyak. Membanjiri kedua pipi mulus itu. Ia mengusap air mata itu perlahan.
“Aku tahu apa yang kau inginkan..” Alvin meraih tangan Melody dan menariknya.
“Senpai?”
Melody bingung dengan perkataan Alvin kepadanya.
Alvin 'menyeretnya' dan mengajak dirinya berdansa bersama. Berdansa dengan para tamu undangan yang lain. Melody sangat terkejut karena tiba-tiba saja sudah di tengah kerumunan orang dansa.
Sebentar, itu sejak kapan di Jepang ada musik koplo? DJ-nya impor dari Indonesia rupanya. Lalu, membayangkan Yamazaki Kento joget koplo? Hm, malam ini sepertinya akan mimpi indah.
Soredemo sekai wa utsukushi: Meski begitu, dunia begitu indah.
.
.
.
Sepanjang perjalanan pulang dari acara pesta, Melody selalu memamerkan senyumannya. Ia melihat berkali-kali foto-foto yang ia dapat di ponselnya. Ratusan foto dengan aktor idolanya, Yamazaki Kento! Banyak juga foto dengan teman-teman sekelasnya.
“Beruntungnya si Tasya itu punya tunangan yang berteman dengan Yamazaki Kento, Semoga temanku yang lain ada yang mengenal anggota EXO apa BTS. Astro juga boleh. Huwaaa, mimpiku foto berdua dengan Sehun apa Kookie pasti bisa terwujud. Hehehe..”
“Masih ngefans sama mereka?” Tanya Alvin.
Alvin tahu jika Melody itu tak hanya menyukai anime, tapi juga Kpop. Dulu waktu SMA, ia pernah melihat Melody cover dance lagu Alone milik Sistar waktu pensi di sekolah.
“Masih dong. Itu hidupku!”
“Minta saja Yudha untuk menggunakan jasa iklan promosi mereka.”
__ADS_1
Melody sedikit memikirkannya. Minta Yudha untuk menggunakan jasa artis Kpop? Benar juga! Yudha kan sering memakai jasa artis untuk iklan promosi. Jika memakai jasa boyband jaman now mungkin bisa lebih mendongkrak pendapatan. Selain itu, ia bisa curi kesempatan, kan? Hehehe, ia tersenyum setan karenanya.
“Memang bisa?”
“Bisa. Jika Yudha tak mau, ajukkan itu pada kakek! Percayalah, apapun yang menguntungkan, kakek pasti akan mempertimbangkannya.”
Saran Alvin.
“Boleh juga idemu itu, Senpai. Aku akan memikirkannya!”
👿
.
.
.
Sesampainya di rumah, Melody langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia melepas sepatu haknya asal dan merebahkan diri di kasur. Ia kembali mengamati foto-foto di Hp-nya.
Rasanya, rasa kecewa karena Yudha tidak jadi menemaninya ke pesta menjadi terlupakan. Ia memang kesal karenanya, bagaimana tidak, Yudha menyanggupi undangan itu, tapi tiba-tiba membatalkannya karena akan menemani Yura check up.
Check up malam-malam?
Entahlah, ia hanya tidak bisa mencerna lebih jauh. Bukankah ia hanya harus membiarkannya? Yudha merasa bertanggung jawab, kan? Yudha merasa bersalah, sebagai istri harus mendukung, kan? Bagaimana jika Yudha tak berbuat baik pada Yura lalu pihak agensi semakin memojokkan Yudha? Yang jelas, Melody tak mau itu terjadi.
Hooaamzz..
Melody tertidur dengan posisi asal.
Yudha memasuki kamar dan melihat kondisi Melody. Dress hitam nampak sexy di tubuh Melody. Rambut masih dicepol ke atas. Make up masih utuh. Nampak cantik.
Tunggu, sebelumnya Melody jarang dandan seperti ini? Apa karena pesta maka Melody melakukannya?
Turun ke bawah, kulit Melody memang putih pucat, cihh.
Apa Melody pergi dengan pakaian seperti ini? Dress one piece hitam lengan pendek dan selutut? Apa-apaan Melody itu? Lalu, posisi tidur macam apa ini?
“Apa kau sedang berusaha menggodaku, Melody?”
Posisi tidur asal Melody membuat dressnya menyibak ke atas dan memperlihatkan paha super mulus milik Melody.
Yudha meletakkan tasnya. Ia lalu meregangkan asal dasinya. Melepas dua kancingnya kemejanya dan menarik lengan kemejanya. Ia kembali mengamati Melody. Ia mengambil ponsel Melody dan meletakkannya di meja. Ia lalu mengangkat tubuh Melody dan membenarkan posisi tidur Melody.
Melody sedikit terganggu dengan gerakkannya.
“Yama-zaki.. Ken.. to.. hyaamm yamm..mmm..” Igau Melody.
Perempatan muncul di kening Yudha. “Yamazaki Kento? Hee?”
__ADS_1
😡