MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Jebakkan part 2


__ADS_3

Hyotei Restaurant.


Sejarah Hyotei sangatlah panjang dan telah berusia sekitar empat ratus tahun yang lalu. Konon dulunya merupakan tempat upacara minum teh di kuil Nanzen-ji. Sejak didirikan, Hyotei memiliki ruangan meracik teh beratapkan jerami yang disebut sebagai "kuzuya" dan masih terus menyapa tamu bahkan sampai hari ini. Disini dapat ditemukan epigram jenaka yang dibuat oleh Aritomo Yamagata dan Yajiro Shinagawa, tokoh-tokoh yang aktif selama restorasi Meiji. Ada stoples teh kuno dipajang di pintu masuk yang juga merupakan peninggalan jaman dulu. Barang-barang yang digunakan sebagai dekorasi merupakan sisa-sisa peninggalan sejarah yang dimiliki oleh restoran. Keramahannya yang santun dan keselarasan masakan musiman semakin membuat para ahli budaya, ahli teh, ahli keuangan, bangsawan Kyoto, dan masih banyak lainnya takjub.


Tempat yang digunakan untuk pertemuan antara Melody dengan Tuan Han adalah sebuah restoran legendaris dan salah satu yang terbaik di kota Kyoto yaitu Hyotei.


Ini restoran asli loh ya. Tidak ngarang. Sudah lama tidak masukkin unsur Jejepangan. Kali-kali dah buat nambah pengetahuan. Kali saja ada yang mau ke Kyoto-Jepang nanti. Eh, lagi ditutup penerimaan turis dari luar gara-gara mutasi virus corona tipe baru. Ya Tuhan serem amat yak? Please, to all of you, stay save ya. Jangan sepelein ini virus hanya karena mentang-mentang belum pernah kena!


Oke, balik ke story! Semoga alurnya tidak bingung karena bolak-balik dimulai dari chapter 'sebuah awal' sampai beberapa chapter ke depan. Intinya, alur Melody ketemu Tuan Han dan apa yang terjadi di kediaman Tuan han itu masih di hari yang sama dan bahkan eaktu yang sama juga.


Semoga tidak bingung. Dan selamat membaca! 😉


_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x


_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x


Tuan Han menodong Melody dengan senjata api, tapi puluhan senjata api juga menodong balik ke arah Tuan Han.


Tuan Han melihat ke arah sekelilingnya tentang orang-orang yang berani-beraninya bermain senjata api seperti ini kepada dirinya. Meski urusan dengan senjata api, maksudnya ditodong senjata api seperti ini bukanlah hal yang pertama ia alami, tapi tetap saja, dirinya sendiri tidak pernah sampai dikepung seperti ini.

__ADS_1


Pertanyaannya, sejak kapan para pengunjung restoran ini adalah orang-orangnya Melody? Sejak kapan para pelayan restoran dan bahkan kokinya juga merupakan orang-orang Melody? Bukankah sebelumnya nampak normal-normal saja? Ia akui, ia sendiri tidak menyadari apa pun soal orang-orang Melody yang sedang menyamar. Bagi Tuan Han, mereka semua nampak normal dan biasa saja. Tidak ada yang mencurigakan sama sekali.


Jadi Melody yang ia ancam untuk datang sendiri tidak pernah Melody indahkan? Tidak prrnah Melody turuti sejak awal? Bukannya datang sendirian dengan Ayane yang masih bisa ia maklumi mengingat Melody asing dengan kota Kyoto, tapi rupanya Melody membawa satu 'pleton' pasukan yang kini sudah siap menodong dirinya. Sudah siap membunuhnya kapan saja.


Apa bila ia tak hati-hati, maka dalam satu gerakkan tangan sebagai intruksi, ia akan mati konyol dengan puluhan amunisi yang bersarang ditubuhnya.


"Hoh, jadi Anda tak menuruti apa yang saya minta sebelum ini, rupanya?" Tanya Tuan Han yang masih saja santai tak tegoyahkan.


"Saya ingin menurutinya, Paman Han. Hanya saja status saya sebagai menantu keluarga Kazehaya dan keponakan 'tercinta' dari paman-paman saya yang merupakan boss besar yakuza terbesar di Jepang ini, tidak bisa saya kendalikan. Cinta mereka sangat besar kepada saya. Saya menjadi tidak bisa bergerak dengan keinginan saya sendiri... Merepotkan, bukan? Paman Han juga seorang yakuza, kan? Tentulah akan banyak hal yang tak bida paman kendalikan. Buktinya, butuh lima belas tahun lebih untuk menumbangkan dominasi keluarga Kazehaya, kan?" Kata Melody.


"Hal apa yang hendak ingin Anda katakan?" Tuan Han yakin jika saat ini, keponakan dari pamannya, Hadinata itu sama sekali tidak sesederhana yang ia pikirkan. Ada sesuatu yang memancar dari diri Melody yang membuatnya tak mengerti.


"Memang Anda pikir, Anda bisa berulah di daerah kekuasaan saya?" Tanya Tuan Han.


"Daerah kekuasaan Anda? Apakah Anda ini sedang bermimpi? Tidur Anda kurang nyenyak sehingga Anda berhalusinasi seperti saat ini? Ha ha ha. Bagaimana bisa Anda menyebut kota Kyoto yang indah ini adalah bagian dari kekuasaan Anda sementara ahli warisnya sedang berdiri di hadapan Anda saat ini?" Jelas Melody.


Ahli waris?


Melody berbicara soal ahli waris? Dari kontekd bahasa dan kalimat yang Melody gunakan, itu artinya jika Melody ini merupakan seorang ahli waris dari penguasa asli tanah Kyoto?

__ADS_1


Masaka!


Arie nai!


Tidak mungkin!


Tuan Han tak bisa menyembunyikan ekspresi keterjutannya saat ini. Ia melebarkan kedua matanya untuk menandakan betapa kagetnya ia saat ini.


Melody tersenyum dengan sangat cantiknya. Setelah itu senyuman manis nan cantik itu menghilang, berubah dan berganti menjadi datar dengan tatapan yang sangat dingin. Tatapan frustasi yang haus akan darah. Tatapan yang menenggelamkan dan ingin menghanyutkan siapa saja yang melihatnya.


"Ya, seperti dugaan Anda, Paman Han. Dean Hwang adalah ayah saya!" Kata Melody dingin.


Bagai tersambar petir di malam yang cerah ini. Tuan Han yang memang sudah menduga jawaban Melody, hanya bisa mematung duduk di tempatnya. Posisi tangan masih menodongkan pistol ke arah Melody.


Dean Hwang yang merupakan sahabat dekat Tuan Han adalah ayahnya Melody?


_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x


_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x_x

__ADS_1


Kayaknya dalam minggu ini aku bakal sibuk deh. Kerjaan numpuk. Tapi aku usahain buat update deh. Jangan lupa like sama komennya ya. Makasih. love.


__ADS_2