
FLASHBACK ON
Pembicaraan soal ide berpisah yang ditawarkan oleh Yoga mendapatkan ujung yang memang sudah seperti yang Yoga inginkan sejak awalnya.
"Apa kita akan bercerai?" Tanya Mikan yang kembali berulang kali harus menanyakan status pernikahannya dengan Yoga.
"Tidak. Aku tak akan pernah menceraikanmu." Jawab Yoga. "Aku tak akan pernah melakukannya. Aku akan tetap mencintaimu dan mengikatmu dalam ikatan pernikahan." Tambahnya.
"Kau itu ya..." Mikan menghela nafas panjang. "Haahh.. Mau meninggalkanku tapi tidak menceraikanku. Bagaimana menanggapinya coba? Kenapa ujung-ujungnya akan seperti ini lagi sih? Seegois apa dirimu ini, hah?" Katanya.
"Aku memiliki rencanaku sendiri, Mikan. Jika kau mau bekerjasama denganku, maka aku akan sangat senang. Ya sebenaranya mau atau tidak mau kau harus mau sih." Senyum Yoga.
"Aku tidak suka kau licik padaku! Tatapanmu itu terlalu mencurigakan."
"Aku akan membawa Kurenai dan Alvin pergi dari kota ini. Hanya itu yang bisa menyelamatkanmu dengan Yudha. Jika aku tak lagi bersamamu, kau dan tidak akan menjadi sasaran lagi oleh orang misterius itu." Yoga mengungkapkan rencana sederhananya.
"Jika orang misterius itu tidak mengincarku dan Yudha lagi, maka bisa disimpulkan jika orang misterius itu akan fokus untuk mengejarmu dan Kurenai? Kalian mau menumbalkan Alvin ya?" Bentak Kurenai yang tak ikhlas jika sampai sesuatu terjadi pada Alvin.
"Aku dan Kurenai akan menempatkan Alvin di tempat yang aman." Kata Yoga pasti.
"Aku akan menempatkan Alvin di tempat yang aman." Mikan meniru gaya bicara Yoga. "TIDAK SEMUDAH ITU, MAS PAIJO! Kau itu terlalu naif! Kau tahu sendiri jika sampai kau pergi dari rumah ini apa lagi bersama dengan wanita itu, maka ayah mertua pasti akan murka terhadapmu." Lanjutnya.
Kesal dan lucu juga sih dikatai mas Paijo oleh Mikan. Mau marah dan ketawa juga, tapi tidak jadi karena Mikan menambahi nama sakral yang seperti membuat diri dibuntuti oleh singa yang sedang kelaparan karena tidak makan tiga hari.
Kazehaya Wijaya adalah sosok yang memiliki tingkatan tersendiri dalam list kehidupan Mikan maupun Yoga.
Tiba-tiba jadi horor ketika membayangkannya.
"Mungkin ayah akan mengulitiku hidup-hidup karena meninggalkanmu. Bisa juga dia akan membunuhku." Kata Yoga.
"Maka dari itu, aku dan Yudha tak masalah ditanam di rumah. Yudha bisa ganti home schooling. Jadi kita masih bisa bersama." Mikan mencoba menawarkan alternatif lain. Ia memikirkan Yudha yang masih butuh figur seorang ayah.
"Dan Alvin akan menjadi incaran orang misterius itu." Kata Yoga.
"Bawa kesini, Kak! Biar aku yang merawatnya. Aku tak masalah kok merawat Alvin. Dia dan Yudha sepertinya akan akur sampai dewasa nanti."
"Apa kau pikir ayah akan menyetujuinya? Tentu saja tidak akan, Baka!"
Benar juga. Orang yang paling menentang hubungan Yoga dengan Kurenai itu adalah ayah mertuanya, Lord Wijaya. Ayah mertuan6a itu pula tidak menerima dan tidak mengakui Alvin sebagai cucunya.
__ADS_1
Sebagai sosok ibu, tentulah Mikan sangat kasihan pada Alvin. Alvin memiliki darah Kazehaya, tapi karena lahir dari rahim yang tak diinginkan, Alvin harus menerima nasib seperti ini. Mikan bisa sedikit memprediksi kira-kira apa yang akan terjadi pada Alvin ke depannya jika sampai akhir ayah mertuanya itu tidak menerima Alvin. Ya, Alvin akan menderita.
"Alvin dan Kurenai malah akan semakin dipersulit oleh ayah. Ayah tidak akan tinggal diam." Tambah Yoga.
"Aku tak mampu melawan ayah mertua. Aku tak memiliki kekuatan atau keberanian untuk melawannya... Nah, jika sudah seperti itu, apa kau yakin bisa menjamin keselamatan Alvin setelah kita berpisah nanti? Dengan kekuasaan ayah mertua, ayah mertua bisa saja mempersulit hidupku ke depannya. Ini cuma prediksi, tapi bisa saja terjadi karena ketidak sukaan ayah mertua terhadap mereka."
"Aku ingin dengan lantang mengatakannya, tapi setidaknya aku dan Kurenai akan berusaha melakukan yang terbaik demi melindungi Alvin."
"Kau sama sekali tidak meyakinkan dan sulit untuk dipercaya. Berapa kali aku harus menghela nafas karena ketidakyakinanmu itu, Kak Yoga? Ini masalah nyawa, Kak Yoga! Nyawa! Tolong jangan bercanda!" Mikan meneteskan air matanya.
Perasaannya menjadi tidak nyaman. Menjadi cemas dan berpikir yang tidak-tidak.
"Aku tahu, Mikan. Apa pun jalan yang aku ambil, semua akan beresiko kematian. Namun, aku tak mau kau dan Yudha mengalami hal mengerikan. Aku tak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika sampai hal itu terjadi pada kalian berdua." Yoga menatap sendu Mikan.
Ia menghapus air mata Mikan. Ia tak menyukai wanita yang ia cintai ini bersedih. Namun apapun yang ia lakukan pasti selalu membuat Mikan bersedih.
"Tapi bagaimana dengan Alvin? ... Kau akan membawa serta bersamamu jika hal mengerikan terjadi menimpamu!"
"Aku akan melindunginya dengan nyawaku! Aku pasti akan melindunginya, Mikan! ... Aku mengerti dan memahami apa yang aku lakukan saat ini. Aku tahu batasan dan kelebihanku. Maka dari itu, aku pun membuat payung untuk kemungkinan terburuk. Aku sudah menyiapkan semuanya sebelum aku pergi. Jadi, apapun yang terjadi padaku nanti, semua tak akan menjadi mudah untuk semuanya. Emperor Group hanya akan diduduki oleh pewaris murninya. Seorang raja yang akan bisa memimpin Emperor Group ke arah yang lebih baik lagi dari sekedar Emperor Group yang saat ini aku pegang. Raja Emperor Group itu memiliki kesatria yang setara dengannya. Itu mungkin butuh waktu untuk menunggu kehadirannya. Namun aku selalu percaya, di masa depan, entah kapan itu, kesatria yang setara dengan raja Emperor Group itu akan muncul." Kata Yoga.
Jujur saja, Mikan bingung.
Bagaimana ia harus menanggapinya? Menurutnya, saat ini Yoga itu berbicara tidak jelas kemana arah pembicaraannya. Yang ia tangkap, bukankah ia dan Yoga sedang berbicara soal akibat mengerikan yang akan timbul ketika Yoga membawa serta Alvin pergi?
Apa ini teori konspirasi?
Ataukah ini hanya pandangan yang asal? Candaan?
Mikan menatap Yoga. Mencari sesuatu di dalam mata kelam Yoga. Sama sekali tidak ada guyonan di sana.
Jadi, Yoga saat ini sedang serius mengatakannya?
Kok takut ya?
Kok serem ya?
Kok jadi menakutkan seperti ini? Menjadikan hati dan pikiran menjadi cemas dan was-was. Ada hal yang muncul di benaknya. Ini seperti sebuah kesimpulan dari cerita membingungkan yang panjang lebar oleh Yoga.
"Kak Yoga, apa ini sebuah perpisahan?" Tanya Mikan.
__ADS_1
Yoga tersenyum. "Aku tak ingin mengakuinya karena aku masih berharap bisa kembali bersamamu dengan Yudha, tapi.. Ya.. Ya, ini adalah perpisahan." Jawab Yoga.
"Kau memilih mati rupanya."
"Aku tidak memilihnya, tapi itu adalah konsekuensinya. Dengar! Ketika aku memilih pergi dari kota ini dengan Kurenai dan Alvin, maka ayah akan membekukan apapun yang aku miliki dan aku juga tidak bisa membayar orang untuk terus-terusan melindungiku setiap saat. Mereka yang mengincar nyawaku tentu akan lebih mudah membunuhku. Aku akan mati dengan lebih cepat." Kata Yoga.
"Aku yang akan membayar mereka semua untuk melindungimu!"
"Jangan! Jangan melakukan apapun yang berhubungan denganku setelah aku pergi nanti! Ini akan membahayakan dirimu... Hei, kau ingat soal perjanjian pranikah kita dulu? Yang nomor tiga?" Kata Yoga.
"Ya. Aku mengingatnya."
"Aku menjadikan Yudha sebagai ahli warisku. Maaf, aku tak memilihmu karena untuk saat ini, akan sangat riskan jika kau masuk ke ranah Emperor Group. Jangan ambil jabatan wakil CEO juga seperti perjanjian pranikah kita yang nomor satu. Biarkan orang lain saja dan ayah yang mengurusi Emperor Group! Kau mengerti, kan?"
Mikan selalu mempercayai Yoga sebagai laki-laki sejati yang selalu amanah dengan janjinya. Ini mengapa ia bisa sangat mencintai laki-laki ini meski hatinya terluka sangat banyak dan dalam.
"Iya aku mengerti. Aku akan mempersiapkan Yudha sebagai calon raja yang pantas menduduki tahta Emperor Group di masa depan." Kata Mikan.
"Aku sudah menemukan hari yang cocok untuk penobatannya sebagi raja..."
"Kapan itu, Kak Yoga?"
"Hari ulang tahunnya yang ke 23. Jadi tolong, sampai hari itu tiba, lindungilah Yudha! Ajari anak itu bagaimana bertahan di dunia yang kejam ini! Ah, aku yakin kakeknya akan dengan senang hati mendidiknya secara langsung. Karena kakeknya adalah orang yang keras, maka hanya kau yang bisa memberi kehangatn di dalam hatinya. Berilah Yudha cinta dan kasih sayang yang hangat saat aku tak ada nanti. Beri sebanyak yang bisa kau berikan terhadapnya!"
"Ya. Aku akan melakukannya."
"Dan satu hal lagi..."
"?"
"Aku melarangmu untuk menikah lagi karena kau pasti sudah tahu kan resikonya jika itu terjadi?"
"Aku akan didepak dari keluarga Kazehaya dan dipisahkan dengan Yudha."
"Istri pintar." Senyum Yoga.
"Aku juga tidak pernah berpikir untuk mencari penggantimu."
"Terima kasih banyak, Mikan."
__ADS_1
"Ya."
FLASBACK OF.