MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Tak Akan Lagi


__ADS_3

Dokter Aizawa, bukan pemain baru, adalah dokter yang menangani kehamilan Melody dari semenjak awal Melody memeriksakan kehamilannya. Selain memang dokter yang menangani Melody, dokter Aizawa juga adalah dokter cantik dan baik hati jenius yang mendapatkan kehormatan untuk menangani langsung keluarga utama Kazehaya. Jadi, jika diperlukan dalam kondisi mendesak seperti ini pun, ia harus siap. Tentu ia tidak akan meninggalkan pasiennya yang lain, ia tetap bertanggung jawab akan mereka dengan dibantu oleh para dokter junior yang bekerja di bawah departemennya.


Rumah sakit Kazehaya International tidak kekurangan dokter berbakat di bidangnya. Meski belum ada setahun semenjak diresmikan, tapi perkembangan mumpuni rumah sakit ini berhasil mendapatkan reputasi baik di kalangan masyarakat Jepang, terutama wilayah kota Tokyo dan sekitarnya.


"Semua baik-baik saja kan, dr. Aizawa? Anak saya dan kandungannya tidak ada masalah, kan?" Tanya Tsuchiya. Ia berharap banyak pada dokter yang usianya tak terpaut jauh darinya ini. Ia awam soal ilmu kedokteran, ia menggangtungkan keluh kesahnya pada dokter Aizawa.


"Dari prosedur pemeriksaan dan USG yang dilakukan, semua aman, tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan lebih lanjut. Bayi dan ibunya sehat dan baik. Hanya saja, janinnya cukup kecil untuk usia kehamilan tujuh bulan. Idealnya paling tidak 1.2 kg sampai 1.3 kg, tapi janinnya tanya 1 kg, bahkan yang satu tak sampai 1 kg. Kehamilan kembar memang berbeda dengan kehamilan tunggal, tapi demi kebaikan janin, sebaiknya perlu asupan gizi agar berat badan janin bertambah setidaknya mendekati normal." Jelas dokter Aizawa.


"Apa yang harus kami lakukan untuk membuat janin itu bertambah berat badannya? Apakah ada makanan-makanan khusus yang perlu anak saya komsumsi? Saya pernah mendengar jika makanan manis dan makanan berkarbohidrat bisa meningkatkan berat badan janin." Tanya Tsuchiya sementara Melody masih berbaring di ranjang periksa untuk beristirahat.


“Untuk menaikan berat badan janin agar cepat besar, yang diperlukan adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan protein dan serat. Jadi tidak perlu menjadikan makanan manis sebagai makanan utama. Pasalnya, makanan manis jika dikomsumsi dalam jumlah tertentu justru tidak akan baik untuk perkembangan otak janin. Tidak ada larangan untuk membatasi jenis makanan yang dikomsumsi, tapi harus bijak dengan tidak berlebihan dalam mengomsumsinya.” Kata dokter Aizawa.


"Contoh makanan kaya protein dan serat itu apa saja, dr. Aizawa?" Tanya Tsuchiya. Naluri sebagai seorang ibu yang khawatir pada anaknya keluar. Dulu ia sewaktu hamil Melody tidak mengalami hal-hal seperti ini, kali ini, ia benar-benar harus menjaga anak dan calon cucu-cucunya selama Yudha tak di samping Melody.


"Telur, aging merah, ikan, daging unggas, kacang-kacangan, susu, tahu atau produk kedelai, gandum, dan sayur brokoli. Tolong beri asupan makanan-makanan seperti yang saya sebutkan selama seminggu dalam jumlah yang tidak berlebihan. Setelah seminggu, pastika Nona Melody untuk kembali periksa. Kita lihat bagaimana perkembangannya setelah ini." Kata dokter Aizawa.


"Baik dokter Aizawa, saya akan melakukan semua yang Anda suruh. Saya akan memastika anak saya makan dengan baik agar calon cucu-cucu saya sehat." Kata Tsuchiya.


Dokter Aizawa menuliskan resep obat dan vutamin untuk tambahan Melody. Melody atau ibunya tak perlu antri ke apotik, suster asisten dr. Aizawa yang akan melakukannya sementara Tsuchiya menemani Melody yang sedang beristirahat di ruang pemeriksaan.


"Ibu, kandunganku baik-baik saja, kan?" Tanya Melody lemah. "Aku tadi mendengar pembicaraan ibu dan dr. Aizawa samar-samar." Lanjutnya.


"Ibu tak mau berbohong padamu, intinya kau perlu makan makanan yang bisa membantumu menambah berat badan janin yang kau kandung. Mereka underweight." Jawab Tsuchiya.


Melody menatap sendu ibunya. Tiba-tiba menjadi sedih. Ia merasa sudah jahat kepada anak-anaknya itu. Bagaimana ia bisa membuat anak-anaknya underweight? Bukankah dengan segala uang yang ia miliki harusnya ia bisa makan lebih baik?


Kini ia sadar, permintaan makanan pada Alvin itu tidaklah baik. Alvin sudah menasehatinya beberapa kali. Namun ia masih saja ngeyel.


"Hei, underweight nya itu tidak separah dalam pikiranmu. Kasus seperti ini itu tidaklah sulit untuk dihadapi. Kau hanya perlu makan tinggi protein dan serat, maka dalam waktu dekat, berat badan si kembar akan meningkat!" Jelas Tsuchiya. Ia tak ingin Melody khawatir berlebihan.


"Apa itu benar, Ibu?" Melody mencoba memastikan.


"Ya, tentu saja. Tidak mungkin kan dalam situasi seperti ini, ibu membohongimu? Jangan khawatir, ibu akan menjagamu dan calon cucu-cucu ibu! Ibu sendiri yang akan memastikan asupan gizimu." Kata Tsuchiya.


Melody menangis. "Ibu, kenapa naruh bawang merah sih?" Melody mengerucutkan bibirnya.


Tsuchiya tersenyum. "Kau akan mengerti ketikankau menjadi seorang ibu nanti."


Melody menjulurkan tangan kananya. "Akku ingin bersama ibu sampai infus di tangan kiriku habis." Kata Melody.

__ADS_1


Tsuchiya meraih tangan Melody. "Ibu akan selalu bersamamu sampai melebihi waktu infus itu habis. Ibu akan terus bersamamu untuk menjagamu."


"Ibu, terima kasih banyak."


Tsuchiya mengangguk. "Pejamkan matamu dan tidurlah! Kau perlu banyak beristirahat hari ini!"


"Ibu akan tetap di sini bersamaku, kan?" Ditinggal Yudha membuat Melody insecure. Ia tak mau bangun nanti dalam kesendirkan.


"Ibu akan tetap di sinu untukmu sampai kau bangun nanti, Mel."


"Yokatta, aku merasa tenang..."


Yokatta: Syukurlah.


Melody sedang memejamkan mata karena rasa lelah yang teramat sangat.


Tsuchiya mengelus jidat Melody. Mengelusnya sampai ke rambut.


"Syukurlah kau sudah kembali, Mel. Ibu sangat khawatir padamu. Ibu sangat takut jika terjadi apa-apa denganmu. Yudha menepati janjinya pada ibu dengab membawamu kembali. Meski Yudha seperti mengorbankan dirinya, tapi memang bisa apa untuk saat ini? Semua memang di luar kendali kita. Semua tak seperti yang kita inginkan... Mel, apa keputusan menikahkanmu dengan cucu keluarga Kazehaya itu adalah sebuah kesalahan? Kau mengalami banyak kesulitan karena hal ini. Kau menderita berkali-kali dan bahkan hampir mati beberapa kali juga. Hidup di lingkungan orang kaya tak menjamin bahagia dan keamanan. Semua serba tegang dan tak nyaman. Seperti langkah yang selalu diikuti kematian. Apa ini adalah kutukkan? Kutukkan yang menimpa orang-orang kaya.... Astaga, bicara apa aku ini? Keputusan menikahkan Meldoy dengan Yudha memang tiba-tiba dan lebih banyak disebabkan karena tergiur pesona uang yang saat itu sangat kami banggakan. Namun, seiring berjalannya waktu, Melody dan Yudha berhasil menunjukkan bagaimana seriusnya hubungan mereka berdua. Aku bisa melihat mereka yang saling mencintai. Aku tak boleh mengatai pernikahan mereka sebagai suatu penyesalahan dan hal yang salah. Ini adalah bagian dari takdir yang perlu dijalani agar menjadikan diri menjadi lebih kuat lagi... Sebagai orang tua, yang bisa aku lakukan adalah mundukung segala keputusanku Melody maupun Yudha. Aku akan bergerak ketika mereka mengalami kesulitan dan kehilangan rasa cinta mereka... Ibu berdoa untuk kebahagiaan kalian bedua." Batin Tsuchiya.


.


.


.


Dua orang dewasa ini masih sama seperti yang tadi. Duduk berjejer bedua dengan skat dua kursi kosong di tengah-tengah mereka bedua.


Mereka sudah dewasa, bukan lagi remaja labil yang tidak mengenal aturan. Apa yang Mikan dan Nakamura saat ini lakukan adalah wujud dari norma kesopanan yang mereka perlihatkan untuk pertemanan dari dua orang manusia saat mengobrol bersama.


"Sia-sia ya? Aku merasa jika saat ini di alam sana Yoga sedang menyesal karena sudah menyakitimu." Kata Nakamura.


"Apa iya? Aku justru merasa dia malah sedang sangat senang karena berhasil membuat dua putranya saling bertengkar untuk merebutkan kekuasaan. Dia bukan laki-laki yang tegas. Jika dia memutuskan banyak hal sebelum dia mati kan semua tidak akan menjadi rumit seperti ini. Jika semua jelas sejak awal, anakku dan Alvin tak perlu saling merebutkan kursi tahta Emperor Group, dan lagi, untuk kepemilikkan Emperor Group, jika dia tidak banyak gaya dengan sok-sok-an membuat surat wasiat, mungkin kondisinya tidak akan separah ini. Bahkan menyeret menantuku yang sangat aku sayangi itu. Tidakkah ini sangat jagat karena Melody yang sedang hamil ikut terlibat?" Kata Mikan.


Mikan tak mampu lagi mengendalikan segala bentuk emosinya. Semua sudah meluap-luap dan tak mampu ia bendung. Ia sangat marah pada semua hal yang sedang ia alami saat ini, terutama marah kepada Yoga yang menurutnya menjadi sosok yang harus bertanggung jawan atas kekacauan ini.


"Aku terkejut, Mikan. Selama aku mengenalmu, baru kali ini aku melihat sisi dirimu yang sangat berbeda. Kau bisa sangat kesal seperti ini, padahal dulu kau sangat tenang ketika menghadapi bertapa menyebalkannya Yoga dan wanita itu. Kau menunjukkan sikap eleganmu seolah tak terpengaruh dengan medeka berdua."


"Dulu dan sekarang berbeda, Nakamura-san. Dulu hatiku masih sangat kuat ketika aku hanya memiliki Yudha saja yang harus aku lindungi. Berbeda dengan sekarang, ada menantu dan calon cucu-cucuku juga yang harus aku lindungi. Mereka semua adalah harta paling berharaga dalam hidupku. Aku harus menjaga mereka baik-baik. Aku tak ikhlas jika mereka harus disakiti orang lain, termasuk jika itu Alvin, anak dari wanita ular itu." Mikan mencengkram keras besi kursi yang ia duduki.

__ADS_1


Ia sangat membenci Kurenai sampai ke tulang dan DNA terkecilnya. Perasaan itu masih sama seperti dulu, bahkan semakin besar ketika ia tahu jika Kurenai menginginkan lebih dari apa yang sudah didapatkan olehnya.


Kurenai sudah mendapatkan Yoga karena Yoga memilihnya daripada dirinya.


Lalu kini, Kurenai datang dan membuat Alvin menjadi CEO Emperor Group. Belum puas seperti itu, sepertinya Kurenai juga sedang menyususn rencana untuk hal yang lebih besar lagi sekarang ini. Ia tahu jika Kurenai itu tidak akan pernah puas dengan apa yang sudah dimilikinya.


"Kau tahu, aku akan selalu membantumu dan berada di pihakmu, Mikan. Sebenarnya, aku bisa saja masa bodoh dengan apa yang terjadi padamu dan keluarga Kazehaya. Namun, jika mengingat mendiang Yoga, aku merasa jika aku tak boleh lepas tangan. Lebih dari itu, aku ini adalah polisi yang menangani kasus kecelakaan yang merenggut nyawa Yoga. Kasus yang tak terpecahkan dan ditutup begitu saja membuatku terbalut dalam rasa penasaran dan bersalah di waktu yang sama. Aku tak bisa membiarkan kasus pembunuhan itu tak terungkap kebenarannya! Aku harus melakukan sesuatu untuk orang-orang yang ditinggalkan oleh sahabatku si Yoga." Kata Nakamura.


Mikan tersenyum bangga. "Kau hanyalah seorang polisi yang baik, Nakamura. Dari awal kita berjumpa dulu, aku bisa tahu hal ini dari sorot matamu tentang bagaimana caramu memandang orang yang sedang kesusahan. Kau ingin melakukan banyak hal untuk menolong mereka. Kau sangat berdedikasi akan pekerjaanmu. Kau berbakat dalam hal ini karena sifat naluriah dan bawaanmu."


"Kau sangat senang memuji ya? Seperti sosok seorang Mikan yang aku kenal sejak dulu." Nostalgia masa lalu sedikit terlintas di angan. Mikan memang seperti itu. Dulu sangat hangat, namun berubah menjadi sangat dingin ketika tahu Yoga berselingkuh.


Apa saat itu bisa disebut sebagai tindakan perselingkuhan?


Sebagai teman, yang Nakamura tahu, Yoga itu mencintai Mikan, tapi tiba-tiba saja bersama Kurenai dan menghamili Kurenai.


Namun versi Mikan, Yoga dan Kurenai itu saling mencintai dan dirinya dianggap sebagai orang ke tiga meski dirinya sudah dijodohkan dengan Yoga sejak mereka kecil jauh sebelum Yoga dan Kurenai saling mengenal.


"Mikan..." Panggil Nakamura.


"Ya?"


"Sepertinya badai akan segera datang."


"Kau benar. Badai memang akan segera datang. Meski sudah sangat sering datang menghampiri, tapi kali ini, badai yang akan datang sepertinya sangat besar. Apakah aku mampu menghadapinya lagi?" Gumam Mikan. Rasanya seperti sudah tak memiliki tenaga ketika ia menyadari, Yudha jauh darinya.


"Jangan bilang hanya dirimu, tapi kita, aku pasti akan membantumu! Aku sudah menyebar para intel kepolisian untuk mencari keberadaan Yudha. Aku akan memanfaatkan posisi dan jabatanku kali ini dengan sungguh-sungguh. Aku memiliki semua akses kepolisian negara, harusnya itu akan memudahkan, kan? Walau butuh waktu, aku yakin, Yudha pasti bisa ditemukan!" Kata Nakamura.


Seperti mendapat cahaya harapan baru, Mikan bisa sedikit menjadi lebih kuat dan percaya diri lagi untuk menghadapi masalah yang menimpanya.


"Nakamura, untuk yang ke sekian kalinya, aku mengucapkan terima kasih banyak. Terima kasih sudah membantuku selama ini!" Kata Mikan.


"Simpan saja rasa terima kasihmu sampai semua masalah ini selesai, sampai aku mengungkap kasus pembunuhan itu!" Kata Nakamura. Ia mengepalkan tangannya sebagai tanda jika dirinya benar-benar sangat kesal karena kasus pembunuhan Yoga adalah satu-satunya kasus yang tak bisa ia selesaikan selama berkarir di dunia kepolisian.


"Kau sangat bersemangat seperti dirimu yang biasanya. Semangatmu tak termakan usia." Ucap Kurenai.


"Ragaku mungkin sudah menua, tapi jiwaku akan selalu muda. Aku pasti akan menangkap mereka! Kau tahu, Neil putra Shota dan teman-temannya saja memiliki rencana untuk membantu anakmu. Kau harus bersyukur karena memiliki anak dimana sahabat-sahabatnya sangat peduli terhadapnya!" Kata Yoga.


Mikan tertawa pelan. Ia menyadari jika dirinya saat ini sangat picik dan menyepelekan Tuhan. Tuhan memang tak akan meninggalkan hambanya, termasuk dirinya.

__ADS_1


"Aku tarik ucapanku! Aku bersyukur pada Tuhan karena kasihnya, aku dan anakku tidak hidup sendirian. Aku dan anakku di kelilingi orang-orang yang sangat menyayangi kami. Aku akan berjuang sekali lagi! Kali ini, aku tidak akan mengalah lagi seperti dulu!" Kata Mikan.


__ADS_2