
Kurenai membukan ponselnya. Ia lalu membuka galeri foto miliknya. Di sana ia memandangi foto-foto Yoga. Ia menangis.
"Yang akan menjadi raja Emperor Group adalah Alvin anakku! Aku tidak akan membiarkan Yudha menguasainya! Aku tak akan membiarkan anak yang lahir dari rahimnya itu bertahta di Emperor Group... Yoga-san, Alvin kan calon penerus yang kau pilih, jadi hanya Alvin yang pantas menggantikanmu.
.
.
.
FLASHBACK ON
Time skip. Yoga mengajak Kurenai ke kediaman Kazehaya untuk dikenalkan dengan keluarga besar Kazehaya dan Mikan tentunya. Ia ingin bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia lakukan pada Kurenai.
Kurenai masih mengingat dengan jelas bagaimana murkanya keluarga besar Yoga terutama sang kepala keluarga, Kazehaya Wijaya.
"Tidak ada restu! Keputusan ayah tetap akan sama, kau akan menikahi Mikan minggu depan!" Kata Kakek Wijaya.
"Tapi Kurenai sedang hamil. Dia mengandung anakku, Ayah!" Kata Yoga.
Dalam ruangan itu, Mikan duduk di kursi sambil memeluk calon mertuanya. Nenek Chiyo sedang menangis sesegukkan. Ia tak menyangka jika anak yang ia banggakan bisa menjadi seperti ini. Menghianatai keluarganya sendiri.
Kurenai melirik ke arah Mikan, ia merasa kesal karena Mikan bersikap biasa saja padahal calon suaminya sudah menghamili wanita lain. Dalam benaknya ia bertanya, apakah Mikan itu tidak sakit hati? Tidak sedih? Kenapa Mikan tidak menangis? Bukankah Mikan sangat mencintai Yoga?
Ini bukan seperti yang ia harapkan, harusnya Mikan jauh lebih sedih dari ini! Harusnya Mikan menangis meraung-raung melihat calon suaminya memilih wanita lain.
Kenapa Kurenai bisa merasa seperti ini? Kurenai mengalami trauma akibat pelecehan sexual yang ia terima dari Tuan Han yang berlangsung selama hampir dua tahun. Ia terjebak dalam dunia kelam wanita penghibur selama setahun, dan saat ia bertemu dengan Yoga, ia seperti mendapatkan cahaya dalam hidupnya. Ia tak rela jika Yoga bersama wanita lain, tapi ada sisi yang merasa tak pantas untuk Yoga. Ketika ia bertemu kembali dengan Tuan Han, trauma itu nampak lagi, menghantuinya setiap saat. Ia membutuhkan Yoga untuk melindunginya. Untuk itu ia harus memiliki Yoga seutuhnya.
Situasi membingungkan apa lagi ini? Apa ini gangguan jiwa? Kurenai sangat mencintai Yoga, tapi ia ingin memiliki segalanya yang ada pada Yoga.
"Aku tak akan bisa merestui kalian berdua! Wanita macam apa yang kau bawa ini, Yoga? Asal-usul tidak jelas. Apa kau tidak berpikir jika wanita itu bisa saja hanya memanfaatkanmu? Musuh kita banyak, jangan mudah terkena tipu daya!" Kata Kakek Wijaya.
"Kurenai bukan wanita seperti itu! Dia wanita yang baik! Aku yang memperkosanya malam itu, Ayah! Aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku kepadanya. Bukankah ini yang Ayah ajarkan padaku?" Kata Yoga yang masih bersikukuh ingin menikahi Kurenai.
"Lalu apa yang sudah kau lakukan pada Mikan? Kau juga memperkosanya!" Kata Kakek Wijaya.
Kurenai terdiam. Yoga memperkosa Mikan? Bagaimana bisa? Apa yang sudah ia lewatkan? Kenapa Yoga sama sekali tidak bercerita kepadanya? Kapan kejadian itu terjadi?
"I-itu..." Yoga tak tahu harus bagaimana lagi.
Ia memang tidur dengan Mikan belum lama ini. Tapi ia yakin, ada yang tidak beres dengan insiden ini karena terjadi begitu saja.
"Kalian pasti yang membuatku memperkosa Mikan malam itu!" Kata Yoga.
Mikan langsung bangun dari duduknya. Ia berjalan ke arah Yoga dan menampar keras laki-laki yang sudah ia kenali sejak kecil itu.
Yoga memegang bekas tamparan dari Mikan yang amat sangat keras itu. Ia tak menyangka jika Mikan bisa melakukan hal seperti ini padanya.
"Aku baru tahu jika kau sangat plinplan." Kata Mikan yang langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
"Mikan!" Panggil Nenek Chiyo yang langsung ikutan meninggalkan ruangan itu untuk mengejar calon menantunya.
"Jika kau menuduh kedua orang tuamu yang menyebabkan kau memperkosa Mikan waktu itu, maka kau harusnya juga bisa mencurigai wanita jalangg itu karena tiba-tiba saja tidur denganmu. Kau mengakui memperkosanya, kenapa kau tak bisa mengakui perbuatanmu pada Mikan? Kau menyakiti wanita yang jelas-jelas selalu ada untukmu sejak dulu. Ayah kecewa padamu. Sampai mati pun, ayah tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan wanita tidak jelas ini. Dan satu lagi, mau tidak mau, kau harus menikah dengan Mikan! ... Ingat, background keluarga Mikan adalah basis yang kuat untuk memperkokoh dominasi Emperor Group di Jepang." Kata Kakek Wijaya.
Ia lalu juga meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan Yoga dan Kurenai.
"Yo-Yoga-san..."
"Maaf Kurenai, keluargaku jauh lebih kolot dari yang kau bayangkan. Maaf juga tak bercerita soal Mikan. Waktu aku menghilang selama sebulan itu, sebenarnya aku dan dia tiba-tiba saja tidur bersama. Namun dia tidak hamil seperti dirimu." Jelas Yoga.
"Harus bagaimana ini?"
"Bolehkah aku untuk egois?" Tanya Yoga.
"A-apa maksudmu, Yoga-san?" Tanya Kurenai balik.
"Membatalkan pernikahanku dengan Mikan itu tidak mungkin mengingat bagaimana tabiat ayahku. Dia bisa membuatmu menderita. Namun, aku tak mungkin meninggalkanmu yang sedang hamil ini, aku akan menjadikanmu sebagai selir. Apa ini sangat tidak adil untukmu?" Kata Yoga.
Selir itu bahasa halusnya. Bahasa kasarnya salah wanita simpanan, mistress, selingkuhan.
Kurenai paham betul arah pembicaraan Yoga. Pada akhirnya wanita tak memiliki apa-apa seperti dirinya memang tak akan pernah bisa bersaing dengan Mikan yang memiliki background keluarga kaya, pendidikan bagus, dan terdidik, serta tidak memiliki masa lalu memgerikan sebagai alat pemuas birahi laki-laki.
Ini seperti membandingkan bidadari dengan kurcaci.
__ADS_1
Kurenai tak menjawab perkataan itu. Ada rasa tak ingin berbagi di dalam hatinya. Namun, lama-lama ia memang harus tetap mengalah karena kepala keluarga Kazehaya menyelidiki dirinya. Masa lalu yang coba ia hapus, diketahui oleh semua anggota keluarga Kazehaya.
Untuk yang kesekian kalinya, lagi-lagi ia harus diancam.
Hal yang sangat sulit ia hindari, sangat sulit ia tangani adalah ketika dirinya diancam. Ia merasa sangat tidak tenang dan was-was. Membuatnya ketakuran dan sulit tidur.
Ancaman dari Tuan Han dan Tuan Besar Wijaya memenjarakan langkahnya. Akhirnya ia bersedia menjadi simpanan Yoga dan membiatkan Yoga menikahi Mikan. Ia memang tak bisa berbuat banyak pada saat itu.
.
.
.
KURENAI'S POV
Bayiku sudah lahir. Yoga menamainya sebagai Ayumizawa Alvin. Keluarga besarnya tidak menyetujui Alvin menggunakan marga Kazehaya karena lahir dari rahim wanita sepertiku.
Tak masalah, yang penting Alvin memiliki darah Kazehaya.
Aku tertawa puas ketika Nyoya Besar Chiyo meminta tes DNA pada Alvin untuk memastikan apakah Alvin anaknya Yoga atau bukan. Jelas itu adalah anaknya Yoga. Aku dan Tuan Han bermain aman malam itu.
Kata Yoga, Mikan tak lama lagi juga akan segera melahirkan. Ah, rupanya ada hubungan intim juga di antara mereka. Yoga bilang padaku jika ia juga menyayangi Mikan. Namun, Nyonya Besar Chiyo yang menyabotase hubungan mereka menjadi ke tahap yang lebih lanjut. Beliau wanita licik yang bahkan tega memberikan obat perangsang pada anaknya sendiri.
.
.
.
Waktu terus bergulir. Semua berjalan normal. Selama aku bisa tutup mulut soal Alvin, maka nyawaku dan nyawa Alvin akan aman. Itu adalah ancaman yang aku terima dari Kazehaya Wijaya, Tuan Besar yang angkuh itu.
Yang tak aku sangka, Tuan Han tidak melakukan apa-apa terhadapku. Alvin kini sudah berusia tahun. Selama 7 tahun, dan selama 8 tahun ini, Tuan Han tidak pernah menunjukkan batang hidungnya kepadaku.
Bukankah dia yang menyuruhku tidur dan memiliki anak dari Yoga? Bukankah dia yang mendorongku untuk egois dalam memiliki Yoga seutuhnya? Lalu kini dia malah menghilang?
Kemanakah dia?
Ah, buat apa aku bertanya soal dirinya? Itu sama sekali tidak penting! Harusnya aku bersyukur karena dia sama sekali tidak menemuiku. Semoga saja ia tidak usah muncul lagi selamanya. Itu jauh lebih baik dan aku sangat mengharapkannya.
.
.
.
Hari ini aku bertemu dengan Mikan setelah sangat lama juga tidak bertemu. Aku 'ditanam' di rumah oleh Yoga karena ia khawatir bisa terjadi apa-apa padaku. Sepertinya sedang terjadi sesuatu yang berhubungan dengan bisnis keluarganya, Emperor Group.
Mungkin karena ini juga kenapa aku dan Tuan Han menjadi tidak bertemu dalam waktu 8 tahun.
8 tahun: Usia kandungan + usia Alvin 7 tahun.
Dalam pertemuan kali ini, Yoga ingin Yudha dan Alvin saling mengenal sebagai saudara. Aku tak mempermasalahkannya, namun sepertinya berbeda dengan Mikan. Dia setengah tidak ikhlas. Padahal lihat saja anak-anak kami, Alvin dan Yudha bisa akrab.
Sepertinya juga, antara aku dan Mikan, sama sekali tidak akan pernah bisa berdamai. Sama-sama ingin memiliki Yoga.
Ketika dia menatapku tajam, aku berani membalasnya. Namun Yoga menegurku. Dia bilang aku harus menghormati Mikan.
Kenapa aku saja yang ditegur?
Kenapa Mikan tidak? Dia dulu yang memulai menatapku tajam.
Aku tidak menyukai ini. Aku selalu saja terlihat lemah.
Hubunganku dan Mikan memburuk setiap harinya. Kami tidak saling jambak-jambakkan atau tampar-tamparan. Kami lebih sering perang dingin dan saling sindir.
Lihat saja, Mikan! Aku tak akan membiarkanmu merendahkanku!
.
.
.
__ADS_1
Ide gila muncul di kepalaku. Bagaimana jika aku nemiliki kekuasaan? Apa aku akan bisa melawan balik?
Hmm..
Bagaimana jika aku memiliki harta Yoga? Bukankah Yoga bilang jika Emperor Group diwariskan kepadanya?
Jika aku menjadi Nyonya Kazehaya resmi, maka aku akan mendapatkan kekuasaan. Aku akan bisa melakukan banyak hal. Tak hanya Mikan, bahkan orang-orang yang berani menindasku pun bisa dengan mudah aku singkirkan.
Ya... itu adalah impian yang menawan. Itu adalah harapanku selama ini.
Aku harus membuat Yoga memilihku dan meninggalkan Mikan!
.
.
.
Rupanya, usahaku sia-sia. Aku tak bisa mendapatkan Yoga dan hartanya. Dua tangkapan besar lenyap sudah dalam sebuah tragedi Bulan Purnama Berdarah di bulak arah kota Miyagi.
Yoga meninggal dan aku diasingkan ke Inggris oleh Tuan Besar Wijaya.
Hari itu aku sadar, jika aku sama sekali tak berdaya di hadapan Beliau, orang yang sangat mengerikan. Bahkan tak peduli pada cucunya sendiri.
END'S OF KURENAI'S POV
Selama di Inggris, Kurenai bertemu dengan Tuan Han saat Alvin SMP dan menagih misi yang dulu pernah dijanjikan.
Kemudian sewaktu ia berhasil kembali ke Jepang, ia pun menikah dengan Uchiyama Azumane dan membangun bisnis kosmetik. Bisnis yang ia rintis berjalan dengan baik dan mamou mendatangkan profit yang besar untuknya. Ia bahkan kini mulai mejajaki dunia fashion yang fokus mengelola pakaian dan tas untuk sasaran pasar wanita kelas menengah ke atas.
Menikah dengan Azumane, ia tidak memiliki anak.
END OF FLASHBACK
.
.
.
Tentang waktu..
Mikan dan Kurenai hamil di usia 20 tahun, tambah 9 bulan untuk hamil bulatkan jadi 1 tahun, lalu ditambah usia anak mereka yang sama-sama 22 tahun, maka usia Mikan dan Kurenai saat ini 43 tahun.
Tuan Han diburu kakeknya Melody, Hadinata karena menganggap jika calon penerus Takeo itu memiliki sifat yang sama dengan Yakeo, nyatanya ini memang kebenarannya. Tuan Han adalah iblis. Kehancuran Red Dragon terjadi pada usianya yang ke 24 tahun, atau waktu itu Kurenai 18 tahun. Orion dan Azumane masih berusia 15 tahun.
1 tahun lebih, Kurenai jadi *******, 1 tahun kenal Yoga, jadi pas 20 tahun. Azumane 3 tahun lebih muda dari dirinya.
Setelah Red Dragon runtuh, dunia bawah tanah Jepang tidak langsung terbagi menajdi dua, butuh waktu untuk membangunnya dimana benar-benar nampak dominasi yakuza Fajar Keemasan dan yakuza Macan Selatan, setelah Orion dan Azumane berusia 20 tahun yang mana Yudha dan Alvin berusia 2 tahun.
Dalam masa kehamilan Kurenai sampai Alvin berusia 7 tahun, kenapa Tuan Han tidak muncul, itu karena dia sibuk membangun basis kekuatan di Kyoto dengan mendapatkan kepercayaan Dean Hwang dan Kyoto Guardian dulu setelah itu berkhianat.
Tuan Han harus membuat dirinya kuat dulu secara finansial dan kekuatan punggawa untuk melancarkan balas dendamnya. Ia ingin menghabisi keluarga Kazehaya karena menganggap jika Kazehaya Wijaya membantu Hadinata membantai yakuza Red Dragon. Bahkan gara-gara kakek Wijaya juga, ia kesulitan untuk mendirikan yakuza baru di tempat yang dikuasai oleh bisnis Emperor Group.
Tempat yang dikuasai bisnisnya oleh Emperor Group biasanya dibantu oleh penguasa bawah tanah yakuza Fajar Keemasan dan yakuza Macan Selatan, tergantung dimana wilayahnya. Mereka akan menyesuaikan.
Tidak mungkin dengan kekuatan seadanya Tuan Han mampu mengalahkan dominasi yakuza Fajar Keemasan dan yakuza Macan Selatan. Ia pun mencari tempat yang kiranya dominasi mereka serta Emperor Group tidaklah kuat dan Kyoto adalah jawabannya. Ia pun membangun basis kekuatan di sana.
Saat ia ingin mengincar kepala Hadinata, ia gagal. Sebelum ia berhasil membunuh Hadinata, pamannya sendiri, Hadinata malah sudah wafat di tangan Tuhan. Hal ini membuatnya sangat kesal, sangat tidak puas karena bertahun-tahun ia bekerja keras membangun ulang semuanya dari nol, Hadinata malah wafat bukan oleh tangannya.
Rasa amarah ini harus dilampiaskan, maka ia pun beepikir untuk memusnahkan keluarga Kazehaya, terutama sanga kepala keluarga, Kazehaya Wijaya. Upaya pembunuhan pun sudah ia canangkan sejak lama.
Ya...
Rentetan percobaan pembunuhan yang dialami oleh kakek Wijaya adalah ulah dari Tuan Han. Bahkan soal percobaan pembunuhan terhadap Yudha sekalipun.
Semua semakin rumit karena nyatanya, Azumane dan Orion pun ingin ambil peran.
.
.
.
__ADS_1
Semoga bisa diterima time line waktunya. Aku tak mau asal masukin usia. Biar bisa dirasionalkan. 😅 Kan tidak mungkin asal bikin alur. Hehe, end nya masih lama. Aku tuntaskan dulu satu per satu karma mereka ya.. thanks udah setia. Kesel ya sama Kurenai?