
Sebelumnya...
Posisi Azumane.
"Kalian semua, sudahkah kalian stand by pada posisinya masing-masing?" Tanya Azumane.
"Tentu, Aniki!"
Oh ya, aku menggunakan sebutan Aniki: abang untuk panggilan dalam yakuza yang dipimpin oleh Uchiyama Azumane. Mau pakai boss, kayaknya kurang pantas saja. Oke, lanjut.
"Semua pasukan yang ditugaskan untuk menghancurkan pachinko-pachinko, pelacuran, bar milik Kyoto Guardian sudah siap, Aniki! Semua sudah siap menunggu aba-aba dari Anda."
"Bagus. Tunggulah beberapa saat nanti." Kata Azumane. "Bagaimana dengan kondisi jalan? Apakah sudab diamankan? Aku tak mau ada korban dari warga sipil." Tambahnya.
"Semua tim pengaman jalan sudah selesai menjalankan tugas, Aniki. Laporan masuk lima menit yang lalu jika sudah tak ada lagi yang akan melintas di tempat-tempat yang akan kita incar malam ini."
"Kalian jika soal seperti ini, sangat bersemangat ya?" Azumane tahu kebahagiaan apa yang paling disukai para yakuza ini. Pertarungan.
Ya pertarungan.
Entah untuk merebutakan wilayah, wanita, uang, atau apa, yang jelas, konsep menemukan pemenang di akhir adalah adrenalin para manusia yang haus akan persaingan.
"Lalu, bagaimana dengan pasukan hacker milik Yudha?"
"Mereka bilang sudah mematikan sistem CCTV gedung Kyoto Contruction ini, Aniki. Intinya semua beres."
"Masih ada orang di gedung ini?"
"Kami sudah membius orang-orang yang kami temui saat operasi senyap tadi. Ada sekitar delapan orang, beberapa di antaranya adalah petugas keamanan."
Azumane mengangguk-anggukan kepalanya. "Bagus, bagus. Kita tunggu kabar sari Orion dan Yakuza Fajar Keemasan."
"Siap!"
Sebenarnya, hacker milik Yudha yang jumlahnya 4 orang itu tidak mematikan CCTV, mereka mengganti video menjadi gambar diam. Gambar yang sama dengan gambar cakupan hasil tangkapan rekaman video CCTV itu. Jadi ini untuk mengelabuhi jika ada penyelidikan lebih lanjut. Harusnya sih tidak, mengingat semua CCTV yang ada di sekitar gedung dari semua bangunan tentangga Kyoto Contruction, jalanan, atau yang lainnya, sudah dihack oleh para hacker-nya Yudha ini.
Ketahuan polisi juga tak akan masalah. Ada Tachibana Shota yang siap menghadelnya, kan? Lagi pula, Shota juga akan mendapatkan banyak dukungan para pemangku jabatan negara yang berhati bersih. Mereka sudah tahu bagaimana busuknya Tuan Han dan apa pun yang berhubungan dengannya. Termasuk Kyoto Guardian dan Kyoto Contruction.
Bagaimana dengan wartawan? Ah, ini akan menjadi urusan pemerintah juga.
__ADS_1
Apakah malam ini akan menjadi kuburannya Tuan Han dengan Kyoto Guradiannya? Seperti sang ayah, Takeo dengan yakuza Red Dragonnya?
Harapannya sih seperti itu. Sedang proses menuju ke sana.
Info: Anda dapat memainkan pachinko dan mesin slot di tempat-tempat pachinko yang terletak di kota. Saat ini tidak ada kasino di Jepang, dan tempat-tempat pachinko telah beroperasi di jalan-jalan pusat kota dan jalanan pusat perbelanjaan. Bertujuan untuk menang besar, pemain membeli bola pachinko agar dapat bermain pachinko dan token untuk mesin slot. Jika pemain mendapatkan jackpot, token dapat ditukarkan dengan uang tunai di ruang tamu. Dalam kasus pachinko, pemain dapat bertukar hadiah yang mereka menang di ruang tamu pachinko dengan uang tunai di dealer yang biasanya berada di lingkungan tempat pachinko.
Intinya, mungkin kalo di Indo itu mesin dingdong yang masukan koin, putar, terus tebak gambar yang keluar, kalau benar, kita dapat uang.
.
.
.
Posisi Orion.
Tak lama setelah itu, Azumane berbicara dengan Orion yang ini sedang berada di kediaman utama milik Tuan Han. Tempat dimana Yudha sang keponakan dan Neil disekap.
Di sini, Orion bertugas untuk menyelamatkan Yudha dan Neil. Ia dibanyu oleh Nao. Sementara ayahnya Neil, Tachibana Shota, ia mengamati dan bertugas untuk melindungi Melody bersama tim intel dan pasukan khusus milik Orion.
"Nah Orion, apa kau mampu menjalankan tugas berat ini? Kau sedang berada di kandang singa saat ini loh." Tanya Azumane lewat panggilan telepon.
"Jangan remehkan aku! Kerjakan saja tugasmu dengan baik, aku dan seratus lebih pasukanku akan siap menyerbu kediaman utama Tuan Han ketika kau selesai melakukan tugasmu. Kau passtikan saja semuanya lancar. Buatlah api unggun paling megah di jantung kota Kyoto malam ini!" Kata Orion.
"Jangan khawatirkan soal itu! Pasukanku sudah menyiram lebih dari 30 drum minyak bensin ke penjuru bangunan Kyoto Contruction. Saat kota mendapatkan aba-aba dari Melody dan Paman Shota, maka semuanya akan dimulai." Kata Azumane.
"Baguslah, aku sudah tak sabar. Jangan sampai ada warga sipil yang terluka!" Kata Orion.
"Haha. Dati dulu kau sama saja, meski berprofesi sebagai yakuza, tapi kau sangat anti dalam membunuh warga sipil. Ya walau kematian juga tak bisa kita hindari di lingkingan kehidupan bawah tanah seperti kita."
"Bukankah kau juga seperti itu?"
"Jika kita seperti ini terus, kita tidak akan pernah bisa menyamai idola kita, Paman Hadinata."
"Beliau berada di level yang berbeda dengan kita. Beliau mengerti betul arti balas dendam, sedangkan kita, kita tak memiliki landasan kuat untuk melakukan balas dendam. Pada dasarnya, kita membentuk kumpulan anggota jalanan dan berakhir menjadi yakuza besar itu awalnya hanya main-main. Tak disangka justru akan menjadi seperti ini."
"Hei, kita memiliki ribuan anggota yang harus kita hidupi! Mereka kebanyakan orang yang sudah dikhianati oleh tanahnya sendiri. Kita menyelamatkan mereka, walau tak semua dati mereka bisa kita kendalikan. Kadang merepotkan ketika mereka berurusan dengan narkoba dan perdagangan senjata ilegal."
"Sudah resiko. Tapi tak mengapa, kita masih bisa menanganinya."
__ADS_1
"Nah Orion, aku baru saja mendapatkan pesan dari Paman Shota jika semua sudah siap."
"Baiklah, bagian empuk dan enak-enaknya, aku serahkan padamu! Jangan lupa, kaburlah sejauh mungkin ketika kalian sudah berhasil membakar gedung Kyoto Contruction! Anggota inti Kyoto Guardian yang ada di kediaman Tuan Han pasti sebagian besar akan ke sana dan mengejar kalian... Azumane.."
"Ya?"
"Jangan sampai mati!"
"Hn. Omae mo! Kau juga!"
"Ya."
.
.
.
Posisi Azumane, Kyoto Contruction.
Azumane menutup ponselnya. Ia lalu memasukkannya ke dalam sakunya. Ia memberi kode salah seorang bawahannya untuk membawakannya cerutu dan korek api.
Azumane memasukan pangkal cerutu mahal itu ke dalam mulutnya, menjepitnya dengan bibir. Bawahannya membantunya menyalahkan korek api untuk membakar cerutu miliknya. Dalam sekali patik, api pun nyala.
Hisap.. lepas..
Kepulan asap dari cerutu itu membumbung di udara. Meski suasana malam, tapi cukup nampak karena sorot lampu yang ada.
"Acara festival obon di distrik A, membuat kebanyakkan warga Kyoto fokus ke sana. Acara yang sangat besar bahkan dimeriahkan oleh idol kenamaan yang sedang berjaya-jayanya tahun ini. Hebat juga para pemangku jabatan pemerintah itu. Tak aku sangka, koneksi Paman Shota sebegitu luasnya. Dia polisi yang hebat... Nah Orion, jangan hanya Yudha saja yang selamat, tapi pastika anaknya paman Orion juga. Dia sangat berjasa pada misi kita kali ini." Gumam Azumane.
Ia kembali menyesap cerutu miliknya. Ia memikirkan Melody.
"Melody, paman ingin berbicara denganmu seperti keluarga. Dan juga ibumu tentunya. Ibumu adalah adik sepupu paman. Mari kita duduk bersama setelah semua ini selesai!"
Usai menyesap ke tiga kali dari cerutunya, Orion kemudia tersenyum menyeringai. Menggunakan curutu yang masih menyala itu, ia melemparnya ke dalam bahan-bahan mudah terbakar bersiramkan bensin dicampur kembang api yang sudah siapkan sediakian rupa oleh bawahannya.
Seketika itu, api muncul dan membesar membakar semua yang ada.
Kembang api meluncur indah ke angkasa seiring terbakarkan gedung berlantai 14 itu.
__ADS_1
Rona merah kekuningan kelap-kelip nampak di kaca mata hitam yang Azumane pakai.
"Selamat menikmati api unggun di jantung kota Kyoto, wahai semua warga!"