
Kyoto Contruction...
Tokyo Contruction adalah perusahan yang bergerak di bidang kontruksi bangunan. Ini hampir mirip dengan Emperor Group. Hanya saja cakupan bisnis Emperor Group lebih luas karena merambah dunia pendidikan dan kesehatan, terbukti dengan pendirian sekolah dari TK sampai perguruan tinggi dan juga rumah sakit. Kazehaya International Hospital sebenarnya bukan di bawah langsung naungan Emperor Group, sebagian besar rumah sakit ini masihlah milik Yudha dengan banyak menerima bantuan dana dari Emperor Group. Harusnya ini menjadi hadiah untuk Alvin, tapi Yudha sedikit menahannya karena hubungannya dengan Alvin yang kurang begitu baik.
Kembali ke Kyoto Contruction yang di pimpin oleh CEO muda yang usianya tak beda jauh dengan Alvin. Beberapa tahun di atas Alvin. Namanya Saga Masamune.
Saga Masamune inilah yang waktu itu menyambangi Emperor Group ketika menawarkan kerja sama pada Alvin.
Meeting Room..
"Alvin-san, senang berjumpa dengan Anda lagi! Akhirnya saya bisa bertemu dengan Anda di sini. Selamat datang di Kyoto! Selamat datang di Kyoto Contruction!" Kata Saga ramah.
"Terima kasih atas sambutannya, Saga-san. Saya pun juga senang bertemu dengan Anda lagi." Kata Alvin.
"Saya sangat senang karena Anda mau menyetujui syarat-syarat yang kami ajukan waktu itu."
"Harusnnya orang itu ada di sini, kan?"
"Ya, Beliau ada di sini. Beliau akan segera menemui Anda. Sembari menunggu Beliau datang, mari kita menikmati kopi dan suguhan makanan ringan yang sudah disediakan." Saga mempersilahkan Alvin untuk menikmati sajian dari Kyoto Contruction.
Alvin menatap beberapa detik kopi yang disuguhkan untuknya. Warna moka. Coklat, tidak hitam.
"Apakah Anda takut jika kopinya diberi racun?" Tanya Saga.
Alvin terkekeh pelan. "Tentu saja tidak. Aku yakin orang itu tidak akan membiarkan aku mati."
"Apakah Anda sudah menduga-duga siapa sosok itu?"
"Saya tak ingin menduganya, tapi sosok itu sepertinya menggoda untuk memiliki tempat tersendiri di pikiran saya."
Dua orang itu terkekeh bersama. Tertawa ringan dan kecil seolah saling paham dengan isi hatinya masing-masing.
"Kyoto kota yang indah dimana masa lalu bertemu dengan masa kini. Tardisional bertemu modern. Ini sangat menarik." Kata Alvin.
"Dari jaman dulu, kota Kyoto inilah saksi sejarah. Kami hanya mencoba membangun kota dengan tetap mempertahankan warisan leluhur kami." Kata Saga.
"Pemikiran yang bagus. Saya menyukainya."
__ADS_1
"Sepertinya Anda memang sudah menemukan apa yang ingin Anda bangun di kota ini rupanya, Alvin-sama." Seseorang masuk ke dalam ruangan.
Orang itu sama sekali tidak asing di mata Alvin.
Alvin tersenyum dengan santainya. "Ohayou gozaimasu, Tuan Han." Sapanya.
"Ohayou gozaimasu, Alvin-sama." Sapa balik Tuan Han.
Seperti yang Alvin duga. Kecurigaannya benar. Tuan Han adalah pemilik Kyoto Contruction. Harusnya masih ada kecurigaan yang belum terbukti. Masih ada satu lagi yang belum terjawab.
Alvin mempersiapkan hatinya. Jujur saja ia berualang kali menepis kecurigaannya ini. Namun, ketika pintu itu terbuka, nampaklah wanita paruh baya nan cantik dan anggun. Ya, wanita itu adalah ibunya, Uchiyama Kurenai.
"A-Alvin?" Kurenai terkejut saat melihat laki-laki berjas hitam sedang duduk di samping Tuan Han dan Saga.
"Ohayaou gozaimasu, Okaa-sama." Sapa Alvin dengan sebutan yang sangat sopan karena biasanya ia hanya akan menyebut dengan Kaa-san saja.
"O-ohayou go-gozaimasu, Alvin.." Kata Kurenai terbata.
"Akhirnya kita berempat bisa reuni bersama setelah sekian lama." Kata Tuan Han.
Apa maksud dari perkataan Tuan Han itu? Percayalah, meski dirinya sudah memprediksi jika Tuan Han adalah pemilik dari Kyoto Contruction, tapi prediksinya hanya sampai aitu saja. Termasuk ibunya yang juga ada di Kyoto, ini juga masuk dalam prediksinya, dan seperti tadi, hanya sampai ini saja. Ia tak memikirkan atau memprediksi lebih jauh lagi.
Alvin menoleh ke arah ibunya untuk mencari jawaban. Tapi sang ibu memalingkan wajahnya. Seeolah enggan menjawab rasa penasarannya.
"Alvin anakku.." Kata Tuan Han.
Alvin melebarkan kedua matanya. Ia sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya.
Alvin anakku?
Seperti itulah yang dikatakan oleh Tuan Han kepadanya.
"..." Alvin sama sekali tidak tahu bagaimana harus menanggapi Tuan Han yang memanggilnya sebagai anaknya.
"Aku adalah ayahmu, Matsuokan Han.
dan Saga Masamune adalah kakak tirimu. Keluarga kita memang rumit, bahkan marga pun juga tak sama. Namun ikatan darah yang mengikat kita semua tidak akan pernah terbantahkan. Ayah merasa lega karena akhirnya bisa mengatakan kebenaran ini setelah sekian lama." Kata Tuan Han. Ia tak lagi berbicara dengan bahasa sesopan tadi. Ia ingin lebih dekat sengan Alvin. Ini memang saat-saat yang paling ia tunggu di dalam hidupnya.
__ADS_1
"Ahh.." Hanya kata-kata ini yang mampu Alvin ucapkan. Sungguh, ini seperti baru saja mendapatkan timpukkan batu gebesar gunung Fuji.
Oke, itu berlebihan.
Sang ibu pun bahkan juga tak membantunya sama sekali keluar dari semua kebingungan ini.
Pembicaraan 'keluarga kecil' itu kembali berlanjut. Ini membahas hal-hal ringan seperti Saga yang lebih tua 2 tahun dari Alvin atau menceritakan bagaimana sulitnya Tuan Han dalam mencari Alvin ketika Alvin dikirim ke luar negeri oleh kakek Wijaya.
Selang beberapa waktu, sekrestaris cantik masuk ke dalam ruangan.
"Tuan Han, Saga-sama, waktunya meeting!" Kata Sekretaris.
"Baiklah, Alvin kau tinggalah bersama ibumu dulu! Nanto usai meeting, kita ngobrol lagi. Ada hal yang ingin aku bahas denganmu." Kata Tuan Han.
"Nikmati waktumu, adikku!" Senyum Saga.
Alvin hanya mengangguk.
Tuan Han dan Saga pun bangun dari kursi lalu meninggalkan ruangan iyu untuk menghadiri meeting di ruangan lain.
Sepeninggal Tuan Han dan Saga...
Alvin menggebrak meja cukup keras dengan ke dua tangannya. Beruntung ruangan itu kedap suara, jadi suara sekeras itu tidak akan terdengar sampai di luar ruangan. Daisuke yang berada di sana juga pasti tidak akan tahu apa yang sedang terjadi saat ini.
Suara gebrakkan tangan itu membuat tangan Alvin memerah. Kurenai bahkan laget setengah mati karenanya.
"Kenapa?" Tanya Alvin.
"..."
"KENAPA IBU BERBOHONG?"
"..."
"Ibu sudah jelas tahu jika aku ini bukanlah keturunannya Tuan Han. Kenapa ibu masih saja berbohong? Tuan Han itu Master, kan? Dia adalah sosok Master yang membuat ibu ketakutan setengah mati. Lalu, sudah tahu betapa mengerikannya Tuan Han itu, kenapa ibu masih main api dengannya, hah?"
Kesal. Alvin sangat kesal. Jika sudah begini, ia harus menambah tenaga untuk meperpanjang bantuan hanya untuk melindungi orang-orang tersayangnya.
__ADS_1