
Masih di salah satu ruangan Kyoto Contruction...
Alvin menghela nafas berkali-kali. Semua yang ada di otaknya terasa buyar.
"Aku tak tahu bagaimana cara pikir ibu saat ini. Banyak hal yang ibu sembunyikan dariku. Banyak hal yang ibu putuskan tanpa sepengetahuanku. Apa ibu masih menganggapku sebagai anak kecil?" Tanya Alvin.
"Kau tetaplah anak ibu yang akan selalu ibu manja. Apapun itu akan ibu lakukan untuk kebahagiaanmu." Kata Kurenai.
"Kebahagiaan yang bagaimana? Kebahagiaan yang seperti apa lagi? Jika ibu ingin tahu kebahagiaan yang aku inginkan itu seperti apa, maka aku hanya ingin ayah! Ayah adalah kebahagiaanku!"
"Ayahmu sudah meninggal, Vin. Tidak ada yang bisa diharapkan dari orang yang sudah meninggal."
"Ibu, apa saat ini ibu berpikir jika apa yang baru saja ibu katakan itu sangat melukai perasaanku? Bagaimana bisa ibu berkata seperti itu? Ayah yang sudah meninggal tidak bisa diharapkan? Itu keterlaluan, Bu! Bagiku, ingatan kenangan dengan ayah selalu menyelamatkan masa kecilku."
"Ibu mengerti kau sangat menyayangi ayahmu, tapi fakta dia sudah meninggal itu tidak bisa dipungkiri, Vin. Ibu tak meminta kau melupakan ayahmu, hanya saja ibu ingin kau menatap masa depan secara realistis! Jika kau benar-benar menyayangi ayahmu, tunjukkan! Tunjukkan pada ibu! ... Tunjukkan kau bisa menguasai Emperor Group seutuhnya!"
"Emperor Group itu milik kakek, Bu. Jangan berbicara yang mengada-ada!" Alvin tidak menyukai ide ini. Kadang ia merasa jika ibunya terasa sangat asing ketika harus membahas soal harta, tahta, dan kekuasaan.
"Itu tidak benar! Emperor Group itu sudah diwariskan kepada ayahmu! Kau sebagai anaknya, kau harus menjadi ahli warisnya!"
"Aku sudah menjadi CEO Emperor Group dengan kepemilikkan saham yang besar juga. Jika ibu ingin jet pribadi, aku bisa belikan. Jika ibu ingin kapal pesiar, aku juga bisa belikan."
"Ibu tak ingin semua itu. Ibu hanya ingin kau menjadi ahli waris ayahmu! Ibu ingin kau menguasai Emperor Group seutuhnya!"
"..." Alvin terdiam. Ia bergulat dengan pikirannya sendiri.
Dirinya adalah seorang anak dengan orang tua tunggal. Dari dulu ia terbiasa sangat patuh pada sang ibu karena sang ibu menurutnya sangat keren. Berhasil merawat dan mendidiknya sampai dewasa.
Termasuk saat ini, tatapan sang ibu membuatnya sulit menentukan sikap.
"Jika kau memiliki Emperor Group seutuhnya, kau akan bisa melakukan banyak hal. Termasuk menyelamatkan Melody." Kata Kurenai.
Menyelamatkan Melody?
__ADS_1
Alvin langsung paham akan hal ini. Ia tahu kemana arah pembicaraan sang ibu.
"Ibu yang benar saja! Apa sekarang ibu memaksakan keinginan ibu kepadaku dengan menjadikan Melody sebagai sandra?" Tanya Alvin tak habis pikir dengan pola pikir ibunya.
"Apa kau pikir ibu setega itu pada Melody? Tentu saja ini permainan Tuan Han!"
"Melody sedang hamil, tidakkah kalian kasihan padanya?"
"Menurutmu apa sosok seperti Tuan Han, Master yang melemahakan semua otot-otot keberanian ibu itu cukup manusiawi? Apa menurutmu dia akan peduli pada wanita yang bahkan tak memiki taring untuk melawannya? Tuan Han adalah mafia, bos gank, yakuza. Dia akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya."
"Jadi intinya, keinginan menjadikan diriku penguasa mutlak Emperor Group adalah keinginan dari Tuan Han?" Tanya Alvin.
"Katakan saja seperti itu! Banyak yang terjadi memang."
"Rupanya ibu sendiri pun memang suka membuat keputusan seenaknya ya.."
"Maafkan ibu..."
.
.
.
Impian untuk menyaingi Emperor Group itu akan sangat sulit menginat betapa besarnya perusahaan pengembang itu.
Namun, apapun tidaklah tidak mungkin bisa tercapai asal memiliki niat dan dikerjakan secara sungguh-sungguh. Perlu perjuangan dengan ekstra. Tidak cukup bekerja sampai bermandikan keringat saja. Rasanya sampai titik darah penghabiskan tetap harus dilakukan. Betuh pengorbanan yang besar untuk mencapai semua itu.
Meski Tuan Han adalah seorang yakuza, tapi ia mampu dengan baik menjalankan bisnis legalnya. Walau saat ini Kyoto Contruction dipegang oleh sang anak, Saga Masamune, tapi ia selau menyalurkan ide dan aspirarinya demi perkembangan dan kemajuan Kyoto Contruction.
Meeting internal itu berlangsung kurang lebih satu setengah jam-an.
Ketika semua pegawai meninggalkan ruangan, kini tinggallah Tuan dan Saga. Mereka membicarakan soal rencana besar mereka.
__ADS_1
"Ayah, apa ayah yakin tidak memasang CCTV dan alat penyadap di ruangan itu? Alvin itu seperti anjingg liar yang belum bisa kita jinakan. Aku takit dia tak bisa kita kendalikan." Kata Saga.
"Itu sama sekali tidak perlu. Jika kita memasang CCTV dan alat penyadap di ruangan itu, hal ini justru akan membuat Alvin curiga. Dia akan mengira yang tidak-tidak. Dia akan mengira kita memata-matainya. Kalau itu terjadi, dia justru akan semakin sulit mempercayai kita." Kata Tuan Han.
"Meski seperti itu, tapi tetap saja kita harus berhati-hati, kan?"
"Aku mengerti kekhawatiranmu itu, Saga. Namun untuk awal-awal ini, kita hanya perlu mendapatkan kepercayaan Alvin terlebih dahulu. Ketika kita sudah mendapatkannya, maka ke depannya akan jauh lebih mudah. Rencana-rencana besar yang sudah kita susun sejak lama akan berjalan mulus ketika Alvin berada di pihak kita." Tuan Han kembali mencoba meyakinkan Saga.
Mendengar penuturan sang ayah tanpa ragu itu, tentu saja membuat Saga mempercayai ayahnya.
"Baiklah, aku akan menyetujui keinginan ayah. Meski. Alvin adikku, tapi maafkan aku, aku akan tetap mencurigainya untuk saat ini." Kata Saga.
Tuan Han menepuk pundak Saga. "Kau sudah berjalan di jalan yang tepat."
"Aku hanya harus tetap waspada, kan? Lagi pula kita memiliki kelemahan Alvin." Kata Saga menyeringai.
"Anak itu terlalu lemah akan kasih sayang dan cinta. Perasaan seperti itu harusnya dimusnahkan saja! Itu hanya penghambat untuk menjadi kuat."
"Melody ya?" Gumam Saga.
Melody adalah kelemahan terbesar Alvin saat ini. Ini adalah kartu as paling mantap yang ia dan ayahnya milikki untuk mengendalikan Alvin. Dengan menjadikan Melody sandra, maka nasib Alvin sudah ditentukan. Alvin akan mudah dipasangi benang dan digerakkan sesuka hati.
Apa lagi saat ini posisi Alvin sangat kuat di Emperor Group, CEO dan salah satu pemegang saham terbanyak. Ini adalah sasaran empuk. Tidak boleh disia-siakan begitu saja.
"Sepertinya aku paham kenapa Alvin bisa tergila-gila pada Melody. Wanita ini memiliki senyuman yang manis. Seperti apa ya rasa tubuhnya?" Batin Saga ketika melihat foto Melody di atas meja meeting.
.
.
.
Thanks buat yang udah balil baca. Heheh. Jadi bolak-balik ya? Maaf, soalnya semalam emamh updatenya cuma sedikit. Berasa ada yang kurang karena biasanya chapternya panjang-panjang, bandingankan sama ini kok jadi jomplang gitu. Ya udah aku tambahi dulu.
__ADS_1
Makasih juga buat yang masih setia mengikuti kisah ini sampai chapter 300++ ini. Hehe. Bikin frustasi ya? 😂