MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah

MELODI CINTA: Tiba-Tiba Nikah
Penyelamatan Yudha dan Neil


__ADS_3

Meninggalkan Api Unggun bertabur Kembang Api di Kyoto Contruction, kini kita kembali ke posisi Orion yang sudah siap di jalanan yang 'tidak bakal' dilewati kroni-kroni orang-orang anggota Kyoto Guardian.


"Aniki, mereka sudah keluar sarang menuju bangunan Kyoto Contruction!" Kata bawahannya Orion.


Orion melepas kaca matanya. "Hari ini adalah malam paling tepat untuk menggila dimana kriminal akan didukung oleh pemerintah. Let's go!" Kata Orion.


Orion dan semua anggota yakuza Fajar Keemasan itu pun berbodondong-bondong menuju kediaman utama milik Tuan Han.


Orion tipe yang ingin terlihat keren, ia mirip dengan Azumane, tak tanggung-tanggung, ia pun masuk lewat pintu depan.


Menerobos gerbang depan dan parkir langsung di halaman.


"Huwa, bangunan yang memiliki nilai sejarah, sayang juga kalau dibomb." Orion duduk di depan mobil sport miliknya itu.


"Jangan bilang Aniki mau kasih keringanan pada mereka?"


Orion tersenyum. "Mana mungkin, kan?"


Dan sebuah amunisi melesat menuju Orion, namun Orion berhasil menghindarinya. Amunisi itu menembus kaca mobil mahalnya itu.


"Buru-buru sekali.. Ah, tamu tak diundang memang selalu mendapatkan sambutan yang 'ramah' ya? ... Kalian semua..." Orion nampak serius. "Habisi mereka!" Lanjutnya.


Orang-orang saling baku tembak. Namun jelas sudah, orang-orangnya Tuan Han kalah jumlah. Orion membawa 100 orang untuk menyerbu markas utama Kyoto Guardian itu.


Tak perlu waktu yang lama, tanpa Orion mengeluarkan sedikit pun amunisinya, mansion tradisional milik Tuan Han pun berhasil dikuasai.


"Lima menit dua puluh satu detik." Orion membaca jam tangannya. "Kalian kewalahan rupanya. Tak masalah sih, kita juga jarang 'praktek lapangan'." Katanya.


"Aniki, Anda hanya diam saja! Di dalam masih banyak musuh kita!"


"Benar, benar! Ada sekitar tiga puluhan orang yang tersisa di kediaman ini!"


Bawahan Orion protes karena sang Bos hanya duduk santai di depan mobil tanpa berbuat sesuatu.


"Tapi kalian berhasil, kan?" Tanya Orion.


"Tentu saja kami berhasil! Yudha-sama dan Neil-sama berhasil diselamatkan."


Bawahan Orion menunjuk ke arah belakang, arah pintu keluar bangunan mansion tradisional itu.


Orion memandang ke arah yang ditunjuk oleh sang bawahan. Di sana, nampak sang keponakan tercinta sedang duduk di kursi roda sambil di dorong oleh dokter Aoi, dokter sekaligus mata-mata yang ia suruh. Di sampingnya ada Neil yang sama-sama di kursi roda, didorong oleh perawat.


Orion pun tersenyum. Akhirnya ia bisa melihat keponakannya itu. Akhirnya ia bisa melihat Yudha.


Namun..


Dor.


Suara tembakkan terdengar.

__ADS_1


"ANIKIIIII!" Teriak bawahannya Orion.


"Paman, kau lengah!" Kata Yudha yang baru saja melesatkan tembakkan kepada orang Tuan Han yang ingin menembak Orion.


Orion pun malah tertawa. Ia menoleh ke arah orang Tuan Han yang baru saja ditembak oleh Yudha.


"Kau selalu memiliki hati Hello Kitty rupanya. Tembakkan di lengan ya? Kalau itu paman, langsung tepat di dada." Kata Orion. Ia melihat orang Tuan Han kesakitan sambil memegangi bekas tembakkan dari Yudha.


"Dia akan cacat otot dan tak akan bisa lagi memegang senjata api." Kata Yudha.


"Kau lebih mengerikan dari yang Paman duga..." Yudha tipe menyiksa. Pasalnya cacat otot itu akan diterita seumur hidup.


"Ini pistol milik Paman, aku menggunakannya dengan baik, kan?" Yudha menyodorkan pistol itu kepada Orion.


Orion menggeleng. "Itu milikmu. Itu warisan dari ayahmu."


"?"


"Ayahmu gagal menjadi seorang polisi, untuk menghibur mimpinya yang tak kesampaian, dia membeli pistol itu. Sebenarnya ia berharap kau bisa menjadi seorang polisi, tapi kau malah terjun ke ranah yang sama dengan ayahmu." Jelas Orion.


"Hmm, sodesu ka?"


"Hai, sodesu."


Tak lama setelah itu, polisi datang yang dipimpin langsung oleh Tachibana Shota. Shota mengucapkan banyak terima kasih kepada Orion karena sudah menyelamatkan putranya, Neil.


"Paman Shota, bawahanku bilang, di gudang paling belakang mansion ini, ada banyak senjata ilegal. Lalu, jika paman melihat sebuah kuil yang ada di pojokkan, di sana ada opium dan marijuana kering siap jual. Harusnya ini cukup untuk mematikan Kyoto Guardian sampai ke akar-akarnya, kan?" Kata Orion.


Orion tertawa. "Selamat Paman, setelah ini Paman pasti akan dipromosikan. Jumlahnya ada satu kwintal lebih."


"Mari kita pesta besar-besaran setelah ini!"


"Siaapp.."


.


.


.


Beberapa jam kemudian. Yudha akhirnya bisa bertemu dengan Melody.


Rasa rindu yang sudah lama ingin bertemu akhirnya bisa terwujud. Meski dalam keadaan yang sedang tidak baik-baik saja, tapi asal selamat dan masih hidup, Melody sudah sangat bersyukur.


Yudha tertatih menghampiri Melody, dan Melody kesulitan jalan cepat karena perut besarnya.


Mereka berpelukan.


Mereka menangis.

__ADS_1


Melody bahkan menangis seperti anak kecil. Terisak-isak, termehek-mehek.


Bodo amat!


Dikatai lebay dan berlebihan pokoknya juga bodo amat!


Apa lagi dikatai mirip Teletubbies yang sedang berpelukan? Juga bodo amat!


Dua orang ini hanyalah insan manusia biasa yang tak ingin menyembunyikan apa yang mereka rasakan. Dua orang ini hanyalah para pecinta sejati yang paham betapa berharganya cinta itu.


Orion bahkan sampai terharu. Jika ia ingat bagaimana Melody memohon-mohon kepada dirinya untuk menyelamatkan Yudha waktu itu, rasanya mau ikutan mewek juga. Namun, ia simpan saja di dalam hati. Sudah setengah baya, Yudha akan membullynya jika sampai ketahuan menangis.


Cih, sial..


Apa yang baru saja ia lakukan?


Mengusap air mata?


Ah, rupanya ikutan mewek juga.


Untung Yudha tidak lihat. Rupanya Melody jaub lebih menguasai pikiran dan pandangannya daripada sekitar Yudha.


Wajar, cinta Yudha ke Melody itu seperti tai kucing rasa coklat. Membuta tapi tidak membodohkan.


Bucin boleh, tapi tidak bodoh. Yudha maupun Melody sama-sama tahu caranya bertanggung jaeab akan perasaan mereka.


"Yudha.."


"Melody.."


Mereka saling melepas pelukkan.


"Taidaima, Melody..."


"Okaeri, Yudha-kun..."


Mereka saling tersenyum dan Yudha lantas mencium bibir Melody di hadapan semua orang. Membuat semua orang yang ada di situ berteriak-teriak kegirangan.


x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x


Ya.. begitulah penyelamatan Mas Yudhanya.


Yey.. akhirnya bersatu lagi.


Sebenarnya pengen bikin adegan penyelamatan yang lebih heroik lagi dari ini, namun, ah, akan sangat panjang mengingat aku tipe penulis alur bertele-tele. Jadi ya, segitu saja. Garis besarnya saja dari scene yang ada di angananku.


Makasih semuanya yang udah ikutin sampai chpter hampir 400 ini. Bahagia banget bisa nulis dan berbagi kisah sepanjang ini. Sudah setahun novel ini berlangsung, dan ya.. emang sudah mau ditamatin.


Mampir Nyamar Jadi Cowok yuk, seru banget, benci jadi cinta gitu. Anak muda bgt.

__ADS_1


So, sampai jumpa nanti ya.. love, Sata Erizawa.


Yang mau kepo aku, boleh kok follow IG nya. sata_erizawa . Tenang, aku folback kok...


__ADS_2