
MU PEIZHI tersenyum lemah pada saudara ketiganya. Di antara pangeran yang lain, mungkin Mu Xianzhai adalah yang paling netral. Tapi di sisi lain juga, mendukungnya untuk takhta. Dia datang memang untuk sesuatu. Dan tidak malu-malu untuk mengatakan tujuannya.
"Hanya ingin tahu apakah sang putri bisa mengatasi masalah penyakit jantungku lebih cepat? Tabib berkata jika kondisiku mulai melemah," dia mengeluh, itu bukan pura-pura. Wajahnya memang agak pucat.
"Apakah jantungmu suka terasa sakit seperti diremas?"
"Ya ....," Dia akui. Akhir-akhir ini jantungnya sedikit tidak benar. Tidak seperti biasanya. Untuk menghindari beberapa kecelakaan, tak boleh ada sesuatu atau informasi yang membuatnya terkejut. Ini sulit untuk dihindari.
Kemudian Ye Tianli berada di istananya selama beberapa hari terakhir. Selain itu juga mengurus para koki yang disewa. Setidaknya, Ye Tianli menghabiskan hampir lima juta tael perak untuk makanan dan biaya para koki. Sehingga janda permaisuri pun memujinya.
Saat itu, mungkin Ye Tianli ingin muntah darah. Tapi tidak ingin menyinggung janda permaisuri juga. Hanya bisa menghela napas panjang dan menikmati nasib sialnya.
Kali ini Mu Peizhi datang lebih cepat sebelum waktunya tiba. Hal ini terpaksa Ye Tianli ungkapkan siapa yang bisa menyembuhkan penyakit jantungnya. Tanpa diduga, itu masih istri dari saudara ketiganya sendiri, Li Chang Su.
Mungkinkah dunia begitu sempit. Dan Ye Tianli ini masih memikirkan istri orang sepanjang jalan. Untung dia sudah mewanti-wanti pria itu di kereta jika masalah kesukaan tentang Li Chang Su tidak boleh diungkapkan. Atau saudara ketiganya akan marah.
Demi penyakit jantung Mu Peizhi, pria berpakaian serba merah itu akhirnya menyerah dan menurutinya. Ini juga baik. Jika Li Chang Su tidak mau menyembuhkan pangeran kedua hanya karena lelucon ini, pasti merepotkan. Gadis itu tidak sederhana.
"Kalau begitu ini harus ditangani lebih awal. Sebelumnya, aku berencana untuk membawa Su'er ke istanamu. Tapi karena kamu sudah ada di sini, maka semuanya bisa diperiksa lebih cepat ...," Setelah mengatakan ini, Mu Xianzhai sepertinya ingat jika Li Chang Su berkata akan melanjutkan tidur. Padahal hari sudah sore. Ia tidak bisa mengganggunya. Namun, kondisi saudara keduanya lebih penting.
Untuk jatah tidurnya, dia bisa menggantikannya kapan saja. Mu Xianzhai segera membiarkan pelayan yang ada di luar untuk membiarkan Li Chang Su datang. Katakan saja hal yang sangat penting.
Selama menunggu gadis itu, Mu Hongzhi juga menanyakan tentang pembunuhan semalam. Dan bagaimana dengan lukanya saat ini. Ye Tianli tampaknya terkekeh dan mengejek. Ternyata malam pernikahan ini belum disempurnakan. Li Chang Su masih perawan.
Saat Mu Xianzhai tahu provokasi pria berpakaian serba merah itu, wajahnya menggelap. Akhirnya dia sadar jika Ye Tianli adalah pria yang harus dihindarkan dari istrinya.
"Aku mulai berpikir jika Tuan Ye sepertinya berharap pembunuh bayaran itu benar-benar mengganggu malam pernikahan?" Mu Xianzhai mencibir
Ye Tianli mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepala. Melihat tatapan Mu Peizhi yang penuh peringatan, dia menghela napas tidak berdaya.
"Tidak ada maksud. Tapi aku senang kamu terluka dibandingkan dia," jawabnya tidak hangat atau dingin.
"Tentu saja Raja ini tidak akan membiarkan Su'er terluka!" Mu Xianzhai menekankan statusnya.
__ADS_1
"Aku mencium aroma masam yang kuat," gumam Mu Hongzhi seraya menggaoosk ujung hidungnya. Sepupunya ini sangat cemburu. Tapi, Ye Tianli juga tidak buruk dalam penampilan.
Baik Mu Xianzhai maupun Ye Tianli, sama-sama mendengus. Sampai akhirnya Li Chang Su datang dengan mata yang sedikit mengantuk. Dia menatap semua orang di dalam dengan malas. Lalu sedikit kesal dengan Mu Xianzhai.
Setelah dia berjalan masuk dan menyapa pangeran kedua serta Ye Tianli, seekor tupai putih muncul dari sisi lain dan berlarian di sekitar rak. Mu Xianzhai tidak suka ada bulu binatang di ruang kerjanya. Ingin menegur, tapi terlalu malas.
"Kenapa memanggilku?" Tanya gadis itu.
Mu Xianzhai sedikit meminta maaf tentang ini, "Kondisi saudara kedua mulai memburuk. Aku ingin Su'er memeriksanya."
"Bukankah kamu bilang kondisinya masih stabil?" Dia mengerutkan kening dan rasa kantuk itu hilang. Kali ini dia mulai menanggapi masalah ini dengan serius.
Mereka juga tidak bisa menjelaskan ini dengan baik. Akhirnya Li Chang Su mulai bertindak layaknya seorang dokter modern, meminta denyut nadi pergelangan tangan Mu Peizhi lebih dulu. Setelah itu ia mengerutkan kening. Agak terkejut.
"Apakah ini terjadi seminggu yang lalu?" Tanya Li Chang Su memastikan
Mu Peizhi sedikit terkejut tentang keakuratannya dan mengangguk. Menceritakan tentang kejadian seminggu yang lalu. Li Chang Su dapat yakin jika masalah penyakitnya yang bertambah serius bukan karena tubuhnya, melainkan faktor eksternal.
Bagi Li Chang Su, bukan hal aneh lagi bagi pihak lain untuk meracuni orang dengan racun kerja lambat dalam makanan. In hampir sama seperti janda permaisuri.
"Semua makanan yang kamu makan mengandung racun. Tahukah kamu?" Tanyanya agak bertentangan dengan ekspresi Mu Peizhi yang pucat.
Pria dengan jubah putih tulang itu sedikit kaku dan mengingat sesuatu yang mencurigakan. Tapi semuanya normal.
"Bagaimana itu beracun? Ini tidak mungkin. Semua orang di istanaku adalah yang paling loyal," Mu Peizhi memiliki napas yang berat dan jantungnya berdetak tak karuan. Menimbulkan rasa sakit.
Ye Tianli yang memegang kipas lipat pun kini meletakkannya dan membantu Mu Peizhi menenangkan diri. Kemudian, Li Chang Su mengeluarkan jarum perak dan menusuk beberapa titik khusus di pergelangan tangan kiri pria itu.
Barulah, Mu Peizhi merasakan jika jantungnya tidak terlalu sakit lagi. Ia pun mencoba menenangkan diri. Mu Xianzhai sudah memiliki aura yang dingin di sekitarnya, seolah-olah bisa meledak kapan saja. Tampaknya ini tidak sesederhana itu. Seseorang di Istana Pangeran Kedua bisa saja dibeli oleh pihak lawan untuk melakukan ini.
"Itu artinya, selain kita, ada yang tahu tentang ini. Orang-orang di istanamu tahu semuanya?" Tanya Mu Xianzhai dengan tangan yang sedikit mengetuk lengan kursi.
"Sepertinya tidak ... Tapi ...," Mu Peizhi berpikir, tapi tidak mungkin jika itu ketua pelayan. Dia tahu bahwa ketua pelayan di istananya sangat loyal. Merupakan orang kepercayaan ibu selirnya.
__ADS_1
"Yang menginginkan ini pasti pihak putra mahkota," akhirnya Ye Tianli berbicara, "hanya dia yang menginginkan Peizhi berakhir."
Ini juga mungkin. Semua orang akan setuju dengan siapa pelakunya. Atau mungkin juga permaisuri yang licik. Li Chang Su memiliki permaisuri, semua permainan ada di tangan wanita itu. Dan Putra Mahkota—Mu Lizheng, hanya digunakan untuk menyelesaikan segalanya menjadi lebih mudah.
Namun setelah Li Chang Su memperingati permaisuri tentang ini, mungkin akan bergerak hati-hati lagi. Dan para peracun itu akan dibunuh untuk menghilangkan kecurigaan Kaisar Mu.
"Sekarang, aku hanya akan mengeluarkan racunnya dulu. Untuk menangkap siapa yang melakukannya, Pangeran Kedua harus bersabar dan pura-pura tidak tahu apa-apa. Perhatian semua pergerakan orang-orang di istanamu. Jika ada yang meninggal, datang lagi padaku untuk memastikan."
Li Chang Su ingin membuat orang dibalik layar ini frustasi dengan penyakit Mu Peizhi. Dan sebenarnya tidak sulit jika dia mau menemukan orang ini. Hanya saja Li Chang Su berpikir jika ini bukan urusannya. Jadi lupakan saja.
Lalu, dia melihat He Ze akhirnya naik ke atas meja dan menyediakan cangkir besih, lalu menatap Li Chang Su untuk menuangkan teh. Gadis itu tidak berdaya dan ingin membantunya menuangkan teh. Tapi Mu Peizhi sudah lebih dulu menggantikannya.
Melihat tupai yang ingin minum teh itu, wajah Mu Hongzhi ataupun Ye Tianli sedikit aneh. Tupai yang sangat spiritual. Dan Mu Hongzhi selalu merasa jika tupai itu membuatnya tidak nyaman.
Mu Xianzhai mendengus dan sedikit jijik dengan leluhur ini. Melihat tupai itu menatap Mu Peizhi dengan rasa terima kasih, lalu meminum tehnya dengan menjilat.
Mu Peizhi tampaknya tidak merasa aneh dengan ini, "Terima kasih kembali," katanya seolah-olah menjawab.
Walaupun ia tahu beberapa di hatinya, namun angoata kekaisaran selalu menjadi rahasia. Apalagi tentang gelang naga perak. He Ze ini mirip dengan kucing putih salju milik pangeran pertama. Yang juga mewarisi gelang naga perak dari keluarga Mu yang lain.
Setelah tupai putih itu kenyang, akhirnya duduk sambil memegang perutnya. Adegan ini terus jatuh ke mata semua orang. Berpikir jika He Ze benar-benar bertingkah seperti manusia.
"Jika kamu tidak ada kerjaan, pergilah bermain dengan sejenismu!" Mu Xianzhai dengan enggan menangkap tupai putih itu dan melemparkannya ke luar jendela.
"Aahhhh!!"
Suara He Ze yang nyaring membuat yang lain merinding. Apalagi Mu Hongzhi. Siapa yang berteriak? Pikirannya sambil mengusap belakang leher.
Li Chang Su menatap Mu Xianzhai dengan aneh, "Kenapa kamu melemparkannya begitu kejam?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
DI LUAR TOPIK: Author minta maaf karena harus mengubah cover. Masalahnya, sulit untuk kontrak dengan cover berhak cipta. Ada cover gratis yang cocok, sayangnya sudah dipakai orang lain. Tidak mungkin Author memakainya. Jadi, untuk sementara, cover seadanya dulu. Sungguh, Author benar-benar minta maaf.
__ADS_1