
KELINCI PUTIH mutasi juga ikut. Tapi dia pergi secara terpisah dan ingin melihat ladang wortelnya lebih dulu sehingga Lict tidak terlalu peduli padanya. Adapun Mu Hongzhi yang datang dengan menunggangi kuda putih mutasi miliknya, segera pergi ke tempat di mana kekacauan terjadi.
Kelinci putih mutasi pergi ke halaman belakang dan berteriak ngeri saat melihat ladang wortelnya. Seolah-olah akan pingsan, semua buku di tubuhnya meremang.
Pelayan yang kebetulan lewat halaman belakang setelah selesai mengerjakan tugas pun kebingungan dan tahu tentang kelinci putih mutasi peliharaan tuan mudanya.
"Kelinci ini, apa yang terjadi?" tanya gadis pelayan itu sangat sopan.
"Sialan! Siapa yang membuat ladang wortelku hancur. Lihatlah, jejak kaki di mana-mana!" Kelinci putih mutasi itu menegakkan kedua telinganya dan memarahi seseorang yang tidak tahu siapa pelakunya.
Pelayan muda itu mengarahkan lenteranya ke arah ladang dan tahu di mana salahnya. Ternyata ada jejak kaki pria dewasa di sepanjang jalur ladang wortel. Tapi ....
"Itu hanya menginjak selokannya saja. Wortelnya masih aman dan tidak ada yang rusak. Jangan khawatir, wortel itu akan tumbuh dengan baik di masa depan," jelasnya agak lucu.
Kelinci itu tidak tahu ladang wortel dan secara alami tidak tahu bahwa kaki manusia yang menginjak selokan sama sekali tidak merusak tumbuhan wortelnya yang hijau.
"..." Kelinci putih mutasi itu mana tahu yang begituan dan hanya merasa marah saat ada jejak kaki manusia di ladang wortelnya.
Lagi-lagi, pelayan di sebelahnya berkata, "Lagi pula sangat wajar jika ada jejak kaki manusia di selokannya. Bukankah kami sering menyiram tumbuhan wortel itu agar tidak layu? Bukankah wortelnya baik-baik saja?"
"..." Kelinci putih mutasi yang kehilangan harga dirinya.
Lalu makhluk berbulu putih itu menatap pelayan dengan tidak senang. "Kamu menggertak!"
__ADS_1
Setelah itu dia meninggalkan halaman belakang dan mengejar Lict yang mungkin sudah tiba di tujuan.
"..." Setidaknya saya tidak membuat sup kelinci untuk tuan muda, batin pelayan itu secara alami mengacu pada tuan mudanya, Lict Haoyan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kekacauan kali ini membuat orang-orang khawatir. Bahkan Kaisar Mu juga tidak tinggal diam. Dia telah mengadakan pertemuan mendadak di istana dan para menteri seta jenderal terkait mau tidak mau datang dengan mengesampingkan segala kondisi di rumah. Satu per satu laporan berdatangan dan beberapa pangeran juga tidak menganggur. Karena Kaisar Mu tidak memiliki banyak putra di bawah lututnya, maka beberapa kerabat muda yang berbakat diterjunkan untuk membantu yang lain.
Sedangkan di sekitar lubang galian, banyak binatang mutasi tingkat rendah keluar dari lubang terowongan dan menyerang secara acak. Bahkan binatang mutasi yang cukup kuat juga mengincar beberapa orang yang sangat mudah untuk dikalahkan.
Sayangnya sejak Mu Xianzhai tiba, para binatang mutasi kegelapan itu sedikit enggan untuk berurusan dengannya. Ada aura yang kuat berasal dari tubuh Mu Xianzhai, yaitu kekuatan naga perak. Sehingga bintang mutasi tingkatan rendah seperti mereka tidak mau memprovokasi. Sayangnya Mu Xianzhai bukan vegetarian. Dia menghunuskan pedangnya dan menyerang semua binatang mutasi kegelapan yang ada di sekitarnya.
“Sepupu!” teriak Mu Hongzhi dari kejauhan.
Melihat ekor kuda putih mutasi yang tiba-tiba menjadi lebih panjang dan menjerat para binatang mutasi tingkat rendah itu membuat para prajurit terpana. Meski tidak asing lagi dengan kuda putih mutasi milik keponakan kaisar ini, namun sangat langka untuk melihatnya menunjukkan kekuatan.
Mu Xianzhai tidak memiliki banyak ekspresi saat melihat keduanya datang. Dia juga melihat bahwa Ye Tianli serta Ye Shi telah membantu di sisi lain. Adapun pangeran kedua, Mu Peizhi, membantu orang-orang untuk evakuasi.
“Bagaimana keadaannya?” tanya Lict yang penasaran. Dia memiliki pedang yang tersarung di punggungnya dan tampak sudah siap untuk bertarung.
“Tidak terlalu baik,” jawab Mu Xianzhai datar. “Apa ada berita lain?”
Lict mengangguk. “Istrimu memintaku untuk membantu mengevakuasi masyarakat ke tempat yang aman. Malam ini mungkin tidak akan berakhir dengan tenang. Jadi buatlah untuk berjaga-jaga,” jelasnya.
__ADS_1
Mu Xianzhai memikirkan Li Chang Su, alisnya agak ditarik, sedikit tertekan dan tidak nyaman. Namun mengingat rencana keduanya yang telah disepakati, Mu Xianzhai tidak berdaya. Dia ingin pergi ke sisi istrinya untuk membantu, memastikan jika gadis itu aman. Namun situasi di sini juga tidak terlalu bagus. Belum lagi para binatang mutasi tingkat ilahi tiba-tiba bermunculan seperti telah lama bersembunyi untuk menghancurkan ibu kota.
Mereka tidak menyadari jika tangan Mu Xianzhai yang memegang gagang pedang sedikit basah dan ada keinginan untuk pergi menyusul Li Chang Su. Namun untuk melakukan hal itu, dia harus menyelesaikan beberapa masalah di sini dan menunggu Ye Tianli tiba. Setidaknya, kemampuan Ye Tianli tidak berbeda jauh dengan Mu Hongzhi.
Sementara itu di sisi lain ….
Li Chang Su yang sudah bersembunyi di tempat aman pun mengamati situasi bersama He Ze. Melalui kemampuan mata dewa, dia bisa melihat beberapa pria berpakaian serba hitam serta seekor ular hitam kecil melata ke sisi lain.
Ular hitam itu berubah menjadi manusia dan ada sedikit sisik di punggung tangannya. Seorang wanita yang terlihat tidak ramah di permukaan itu sepertinya mencoba untuk mencari keberadaan Li Chang Su di salah satu ruangan.
Li Chang Su yang berada di tempat gelap pun mengerutkan kening. “Itu wanita yang kamu maksud?” tanyanya pelan.
“Ya. Itu dia ….” He Ze mengangguk.
Wanita berpakaian hitam itu merupakan jelmaan binatang mutasi golongan kegelapan, ular hitam. Kini telah berada di tingkat dewa sehingga bisa berubah menjadi manusia. Tapi binatang tetaplah binatang, seberapa bagusnya menjadi manusia, sedikit wujud aslinya terlihat.
Wanita jelmaan ular hitam mutasi itu tampaknya telah bertarung dengan sosok Li Chang Su palsu dan juga dua pelayannya. Xuxu dan Xuyao bertarung sesuai dengan kemampuan masing-masing, mengalami luka dan juga keracunan. Xuyao yang jatuh dengan wajah yang mulai pucat pun menatap wanita berpakaian hitam itu dengan ekspresi ngeri. Sementara di sampingnya, Xuxu sudah pingsan dengan darah yang merembes di sudut bibirnya.
“Siapa kamu …?” tanya Xuyao seraya mengatur pernapasannya yang sedikit tertahan,
Wanita berpakaian hitam itu terkekeh namun tidak menjawab. Dia menatap Li Chang Su yang berjuang untuk bangkit karena sebelumnya terkena gigitan ular hitam berbisa. Belum lagi ular mutasi hitam tingkat dewa. Kadar racun yang dikandung jelas juga lebih banyak.
Li Chang Su yang menatap wanita berpakaian hitam tidak mengatakan apapun sejak awal dan hanya memberikan tatapan tajam.
__ADS_1
Wanita berpakaian hitam itu menjalankan lidah ularnya dan memberi kode pada salah satu pria berpakaian hitam. “Bawa dia!” perintahnya seraya menunjuk ke Li Chang Su.