
MU XIANZHAI segera menunjukkan gambaran kasar yang dibuat oleh salah seorang jenderal yang mengamati semua benteng. Para binatang mutasi ini mengepung benteng Negara Bingshui dan menyerang secara bersamaan.
Untuk pasukan, dia tidak kekurangan orang. Bahkan dia yakin jika Jenderal Rong, ayah dari Rongyu juga lebih fokus untuk keselamatan negara dibandingkan permusuhan pribadi mereka. Kaisar telah mengeluarkan simbol bahaya lanjutan dan meminta para warga untuk berjaga-jaga.
Meski begitu, serangan binatang mutasi tidak secara terang-terangan. Kadang lebih dominan di malam hari.
"Sejak kapan ini terjadi?"
"Seminggu yang lalu," jawab Mu Xianzhai sedikit kesal.
"Lalu kenapa baru melaporkannya sekarang? Jika ini dilaporkan seminggu lalu, kita bisa mempercepat perjalanan," kata Li Chang Su justru merasa disayangkan. "Jika ini terjadi di zaman modern, yakinlah musuh telah menguasai sebagian isi kota," gumamnya.
Dia melihat gambaran kasar dengan seksama dan memikirkan cara agar lebih mudah untuk menyerang para binatang mutasi. Lebih tepatnya, memberi serangan balik. Karena naga perak tertidur akibat bertarung melawan Zhen Juan saat itu, maka para binatang mutasi kegelapan mulai mengincar Negara Bingshui.
Berarti sejak dulu, bukan karena pertahanan negara yang kuat, melainkan aura naga perak melindungi negara ini. Sekarang Li Chang Su harus memikirkan cara lain yang lebih efektif untuk mencegah para binatang mutasi memasuki benteng perbatasan yang dibuat sepanjang wilayah negara.
"Kita tidak bisa membasmi mereka hingga tuntas. Tapi setidaknya mungkin mengurangi serangan mereka." Li Chang Su berkata.
Mu Xianzhai hanya mengerutkan kening.
"Kita harus mengumpulkan banyak binatang mutasi cahaya untuk mengimbangi mereka," imbuhnya.
"Berapa banyak?" Mu Xianzhai tampaknya tidak memiliki masalah dengan para binatang mutasi ini. Entah apa yang akan dijanjikannya.
"Sebanyak yang kita bisa." Gadis itu menatapnya.
"Tidak masalah," katanya seraya mengecup dahi istrinya. "Biarkan Mu Hongzhi dan Lict bekerja sama. Xue Zi dan kuda putih mutasi cocok untuk mengumpulkan para binatang mutasi cahaya di luar sana."
"..." Aku juga akan membiarkan He Ze bermain, batin Li Chang Su agak tidak terduga. Jika Mu Xianzhai mampu memikirkannya, lalu kenapa meminta dia untuk berdiskusi?
He Ze keluar dari ruang artefak dan mengubah dirinya menjadi penampilan manusia. Saat keluar tenda, pria serba putih itu berpapasan dengan Mu Peizhi. Keduanya sama-sama terkejut dan kebingungan. Lalu dengan ramah, He Ze tersenyum seraya menepuk pundaknya.
__ADS_1
"Jangan lupa beri aku kacang rebus nanti," katanya seraya pergi untuk memanggil para binatang mutasi golongan cahaya.
"..." Kacang rebus? Apakah dia He Ze?
Memikirkan ini, Mu Peizhi segera masuk dan menemui pasangan suami istri itu. "Saudara Ketiga, apakah tadi He Ze?" tanyanya.
"Ya." Mu Xianzhai menjawab dengan ringan.
"..." Aku tidak tahu bahwa pria itu begitu tampan, pikirnya. "Lalu, bisakah kucing putih milik saudara pertama juga berubah?" tanyanya lagi.
Sebelum Mu Xianzhai menjawab, seseorang telah menyelanya lebih dulu. "Tentu saja bisa. Kenapa tidak? Kami sama-sama penjaga gelang naga artefak."
Ketiganya menoleh dan melihat seorang pria berjubah putih, dilengkapi dengan zaoshan hitam berpola kucing. Ia memiliki kipas lipat berlukis kucing serta memiliki senyum yang manis. Ada dua taring kecil di rahang atasnya. Lalu berkedip cukup manja.
Kata 'Kami' yang baru saja pria itu ucapkan sudah memberitahukan siapa identitasnya. Mu Peizhi yang lebih terkejut. Karena dia belum pernah melihat sosok pria serba putih ini ada di rumah pangeran pertama. Sehingga saat mengetahuinya hari ini, rasanya banyak misteri yang mulai terungkap.
"Kamu Mao Mao?" tanya Li Chang Su sama sekali tidak terkejut.
"..." Siapa itu 'Kacang'? Pikir Li Chang Su.
Baru saja Mao Mao begitu bersemangat, akhirnya He Ze yang baru saja merasakan aura kucing putih itu pun kembali dan menjewer telinganya. Mao Mao terkejut dan melirik siapa yang berani menganiaya dirinya.
"Oh, Kacang! Akhirnya kamu kembali. Aku baru saja menyapa tuanmu. Dia sangat cantik dan muda. Mengingatkanku pada tuanku sewaktu masih seumuran dengannya," kata Mao Mao tidak memedulikan telinganya yang dijewer.
Wajah He Ze menjadi gelap. Kucing putih sialan ini, di mana pun berada pasti akan membuat citranya menjadi rendah. Sehingga dia segera menyeretnya menjauh dari tenda. Mao Mao berteriak agar membiarkannya bebas, tapi He Ze tidak mengizinkannya.
Akhirnya, suara Mao Mao yang cukup meresahkan itu menghilang dari pendengaran Li Chang Su dan yang lainnya. Suasana menjadi hening lagi.
"Maaf, membuat kalian terganggu. Kucing itu kadang cukup nakal jika belum diberi ikan." Sosok pria jangkung akhirnya muncul bersama Ye Tianli.
"Saudara Pertama?" Mu Peizhi juga tidak menyangka akan bertemu dengan Mu Yishu di sini. Tampaknya masalah binatang mutasi benar-benar darurat militer.
__ADS_1
Ye Tianli sendiri yang melihat Mu Peizhi pun segera menyipitkan matanya. "Bukankah aku sudah berkata jangan terlalu meniup angin dingin? Kenapa kamu masih tidak patuh?" cibirnya.
"Aku sedang mendiskusikan sesuatu dengan mereka," jawab Mu Peizhi sedikit tidak berdaya. Kenapa pria berpakaian merah itu selalu saja membuatnya seperti seorang istri yang rentan sakit?
"Pokoknya kembali ke tendamu dan istirahat. Aku akan menyampaikan detailnya padamu nanti. Ayo ..." Ye Tianli terlihat cuek dan menyerat Mu Peizhi untuk segera mengikutinya.
"Kamu ke sini hanya untuk menjemputku?"
"Oh, tentu saja bukan. Tapi juga melihat istri Raja Perang. Aku merindukan dia melebihi Ye Shi."
"..." Apakah kamu tidak takut saudara ketiga membunuhmu? Pikir Mu Peizhi agak berantakan.
Wajah Mu Xianzhai langsung menggelap saat tahu bahwa pria cantik berpakaian serba merah itu merindukan istrinya. Adapun Mu Yishu yang terbatuk ringan, dia tahu jika Ye Tianli hanya memanas-manasi Mu Xianzhai saja.
Kini hanya tinggal mereka bertiga. Li Chang Su tidak mau memedulikan hal lain dan segera membahasnya lagi dengan Mu Yishu. Rencana ini mungkin cukup besar risikonya tapi juga efektif. Kali ini biarkan mereka mengumpulkan para binatang mutasi golongan cahaya untuk menjaga setiap benteng perbatasan.
Ketiganya berdiskusi serius ... Adapun tentang He Ze dan Mao Mao ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kedua pria bersurai putih keluar benteng perbatasan dan menarik setiap aura binatang mutasi golongan cahaya. Dengan kemampuan ilahi yang dimiliki, keduanya berhasil memancing beberapa binatang mutasi golongan cahaya tingkat raja dan suci.
Mao Mao cukup berisik sepanjang perjalanan membuat He Ze ingin menyumpalnya dengan salju. Keduanya sudah lama tidak bertemu atau bercanda seperti masa jaya zaman kultivator. Tapi Mao Mao tahu jika He Ze cukup dewasa untuk tidak bercanda lagi dengannya.
"Kacang, apakah selama perjalanan kamu mengalami masalah. Adakah sesuatu yang ganjil?" tanyanya serius.
"Tidak ada?" He Ze mengerutkan kening dan menyentil binatang mutasi golongan kegelapan yang hendak menyerangnya. Sangat mudah, hingga binatang mutasi itu terpental cukup jauh dan melarikan diri.
Jika Li Chang Su melihatnya, mungkin akan mengira jika He Ze dan Mao Mao adalah leluhur para binatang roh di masa lalu.
"Sudahkah kamu bertemu dua kucing penjaga?" tanyanya lagi.
__ADS_1