
PRIA ITU MENYIPITKAN matanya. Dia memang memiliki banyak rahasia. Tidak banyak. Tapi rahasia ini sangat sensitif. Belum lagi, dia juga harus memastikan sesuatu. Hanya pensiunan kaisar yang mungkin mengetahui semua ini.
Dia menenggelamkan wajahnya di leher gadis itu. "Su'er akan tahu suatu hari nanti. Bahkan aku sendiri kurang yakin. Setelah aku yakin, Su'er akan mengetahuinya."
Li Chang Su tidak mau memakannya lagi dan menghela napas. "Baiklah. Aku tahu ...."
Dia segera melepaskan pelukannya. "Pergilah mandi." Setelah mencibir, gadis itu bangkit untuk menyiapkan air hangat.
Mu Xianzhai hanya tersenyum dan membiarkan istrinya melakukan apapun yang diinginkan. Mandi? Ini juga bagus. Setelah bertarung dan berbaur dengan banyak binatang mutasi, ia tidak mungkin membiarkan istrinya merasa tidak nyaman.
Setelah air hangat di bak kayu siap, gadis itu memanggilnya untuk mandi. Sedangkan dirinya sendiri ingin makan sesuatu. Padahal sudah makan ayam panggang besar, tapi karena pertarungan tadi, ia sedikit lapar. Hanya ingin makan sesuatu sebagai camilan sebelum tidur.
Li Chang Su bermaksud untuk menunggu Mu Xianzhai selesai mandi dengan makan camilan. Dia sudah mengeluarkan beberapa makanan ringan dan menaruhnya di atas meja.
"Su'er .... Bantu aku melepas baju." Suara Mu Xianzhai dari balik tirai bak mandi pun terdengar.
Gadis itu baru saja duduk di kursi kayu. Dia membuka salah satu makanan ringan yang pernah menjadi makanan ringan populer di di zaman modern. Saat mendengar Mu Xianzhai memanggilnya, entah kenapa dia merasa curiga.
"Jangan manja! Tidak mungkin kamu tidak bisa melepaskan bajumu sendiri?" Dia mencibir.
"Aku adalah seorang pangeran. Melepaskan baju sendiri tentu saja bisa. Tapi lebih nyaman jika pelayan yang melakukannya." Di balik tirai itu, Mu Xianzhai sebenarnya bisa melakukannya sendiri. Dia sudah melepaskan sabuknya. Tapi ....
"Pelayan perempuan atau laki-laki?" Gadis itu bertanya.
Senyum Mu Xianzhai semakin dalam. "Kadang pelayan perempuan dan laki-laki. Tergantung selera Raja ini," jawabnya.
Benar saja, Li Chang Su mendengus kesal. Gadis itu menggunakan mata dewanya untuk melihat apakah Mu Xianzhai sudah melepaskan pakaian atau belum. Ternyata masih lengkap. Pria itu hanya berdiri di depan bak mandi kayu yang cukup besar. Sebenarnya bisa menampung dua orang secara berlawanan.
Dia meletakkan camilannya dan pergi menghampiri tirai, menyingkapnya sedikit sebelum masuk. Tiba-tiba saja, tubuhnya sudah dipeluk dari samping.
"Ahh!!" Li Chang Su terkejut.
"Pelankan suaramu. Orang lain bisa datang." Mu Xianzhai tersenyum. Pakaiannya yang setengah terbuka bisa dilepaskan kapan saja. Dan Li Chang Su tidak tahu ini.
Kemungkinan besar, Mu Xianzhai sudah melepaskan semua kancing lapisan bajunya di saat Li Chang Su berjalan ke arah tirai. Gadis itu memerah saat melihat dada Mu Xianzhai. Pria ini, apakah sedang menggodanya?
"Mu Xianzhai, kamu pembohong!" Dia sedikit kesal.
__ADS_1
"Aku tidak berbohong. Pakaianku belum dilepaskan." Pria itu mengerutkan keningnya, pura-pura polos.
Li Chang Su melotot padanya sebentar. "Jelas kamu bisa melakukannya sendiri!"
Mu Xianzhai hanya terkekeh dan merentangkan tangannya sedikit lebih rendah. "Tidak lagi sekarang. Istriku di sini. Ayo, bantu suami melepaskan pakaian."
"....."
Meski Li Chang Su kesal dan enggan melakukannya, dia masih menuruti perintah. Zaoshan-nya dilepas, lalu dua lapisan lainnya juga. Luka di dada pria itu sudah meninggalkan bekas. Dia hanya perlu mengoleskan salep untuk menghilangkan bekasnya.
"Apakah dadamu masih sakit?" tanyanya.
"Tidak. Ini baik-baik saja. Efek obat yang diberikan Su'er benar-benar membuat proses penyembuhan lebih cepat. Ini hanya sedikit gatal." Mu Xianzhai melihat jari-jemari istrinya memeriksa bekas luka, tubuhnya tiba-tiba saja menegang.
Wajah Mu Xianzhai menggelap. Dia meraih tangan istrinya, merendahkan kepala dan mencium bibirnya. Sebelum Li Chang Su mundur, pria itu sudah mengencangkan tangannya di pinggang. Otomatis, tubuh keduanya tidak lagi memiliki jarak.
Untuk waktu yang lama, Mu Xianzhai menikmati momen ini. Mencicipi bibir istrinya sebelum mandi dan di malam yang dingin, ternyata lebih menyenangkan pikirannya. Di saat Li Chang Su hampir kehabisan napas, Mu Xianzhai melepaskan tautan bibirnya.
"Jangan lupa bernapas lain kali." Pria itu terkekeh. Tangannya yang lain sudah menarik tali gaun Li Chang Su.
"Ayo mandi bersama."
Li Chang Su melihat senyum berbahaya Mu Xianzhai, tubuhnya merinding. Dia mundur beberapa langkah. Namun Mu Xianzhai sudah menjatuhkannya ke bak mandi kayu berisi air hangat.
Gadis itu ingin berteriak dan mengutuknya, namun tidak bisa. Jika para penjaga di luar datang untuk mengecek apa yang terjadi di dalam, pasti akan rumit urusannya.
Tubuh Li Chang Su basah sepenuhnya, menunjukkan lekukan tubuhnya yang ramping. Mu Xianzhai tidak malu-malu untuk melepaskan celana di depan gadis itu dengan santai.
"Kamu gila!" Gadis itu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Su'er .... Kita sudah melihat satu sama lain. Apa yang perlu ditutupi. Jangan malu. Suamimu ini memiliki tubuh yang bagus."
Menggoda istrinya, keahlian Mu Xianzhai semakin baik. Li Chang Su benar-benar tidak berani melihatnya. Ini sungguh malu untuk dilihat. Walaupun keduanya memang sudah mengetahui tubuh masing-masing, tapi tetap saja, gadis itu canggung.
Mu Xianzhai memasuki bak mandi dan meraih istrinya untuk melepaskan pakaian. Li Chang Su tiba-tiba membuka matanya dan melihat tubuh Mu Xianzhai sudah terendam air setinggi dada. Tentu saja dari posisi duduk.
Bak mandi kayu memang cukup tinggi. Dalam posisi duduk saja, air mencapai pundaknya.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanyanya kaget saat melihat Mu Xianzhai mulai perlahan-lahan menurunkan gaunnya.
"Tidak mungkin mandi dengan pakaian. Su'er harus melepaskan pakaiannya."
Li Chang Su ingin menolak, tapi pria ini jelas memberinya perasaan mendominasi yang tinggi. Setelah gaunnya dilepaskan dan diletakkan pada tepian bak mandi kayu, Mu Xianzhai sudah mencium bibirnya lagi.
Kali ini dipenuhinya sedikit keinginan tersembunyi. Tadi siang, itu berbeda lagi. Lalu bagaimana jika mereka melakukan hal ini di dalam air hangat pada malam hari?
Wajah Li Chang Su memerah saat tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam pun dipeluk. Mu Xianzhai pindah mencium lehernya. Dan diam-diam, tangannya yang nakal sudah bergerak lebih jauh.
"Mu Xianzhai ... Kamu benar-benar licik!" Suara Li Chang Su sedikit tertahan. Wajahnya benar-benar memerah karena malu.
"Ada apa dengan itu? Su'er .... Bukankah nyaman mandi bersama suamimu?" Mu Xianzhai merapikan sedikit poni gadis itu yang sudah basah.
"Mimpi!" Dia menggertakkan giginya.
"Banyak wanita yang bermimpi untuk itu. Kenapa Su'er tidak?"
"Karena aku tidak mau!" Gadis itu sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Sayang sekali, aku menginginkannya."
"...." Sejak awal, Li Chang Su seharusnya tahu jika pria di depannya ini lebih licik daripada serigala abu-abu.
Barulah saat tangan Mu Xianzhai menyentuh buah persiknya, ia tiba-tiba saja sedikit gemetar. Dia ingin mundur dan mendorongnya menjauh. Sayang sekali, Mu Xianzhai justru memojokkannya.
Pria itu benar-benar tidak mau melepaskannya di sini. Hanya tersenyum padanya sambil menggoda, menyentuh di mana-mana. Bahkan titik sensitifnya. Li Chang Su semakin lemas dan tidak berdaya saat pikirannya sudah dipenuhi dengan berbagai hal yang menyenangkan tubuhnya.
Meskipun pikirannya menolak, tubuhnya berkhianat bukan?
Jadi, dia hanya membiarkan Mu Xianzhai bermain lagi dengannya selama mandi. Membuat air di bak mandi kayu tumpah berkali-kali seiring aktivitas mereka.
Li Chang Su hanya bisa menyembunyikan wajahnya di leher pria itu karena ekspresinya tidak mau dilihat Mu Xianzhai.
Tapi tampaknya, pria itu menikmati rasa malunya. Ia memeluk tubuh kecilnya yang lembut, memejamkan mata sambil mengontrol gerakannya sendiri.
"Su'er ... Jika kita memiliki anak di masa depan, bagaimana menurutmu?" bisiknya.
__ADS_1