Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Menembak Di Kaki Sendiri


__ADS_3

MU XIANZHAI terkekeh dan menggelengkan kepala. Dia merangkul istrinya dengan manja dan penuh perlindungan. Gadis itu masih cemberut.


"Cap segel Raja ini tidak pernah hilang. Raja ini selalu menyimpannya di tempat yang aman dan tak bisa diketahui orang lain. Saat para pangeran lain melaporkan ke ayah kaisar tentang ruang belajar mereka yang diacak-acak pencuri, Raja ini juga mengalami hal serupa. Tapi tak ada barang yang hilang," jelasnya begitu jernih dan santai.


Tiba-tiba saja Mu Lizheng menegang tanpa alasan dan keringat dingin mulai memenuhi kedua telapak tangan serta punggungnya. Bahkan Rongyu agak canggung. Dia tahu masalah tentang para pangeran yang melapor ke Istana Kekaisaran, tapi tidak menyangka jika Mu Xianzhai akan mengelak tentang cap segel yang pernah hilang.


Apakah ada kesalahan?


"Lalu bagaimana bisa ada bukti cap segel?" Kali ini Mu Lizheng ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Ya, ada cap segel. Tapi ini bukan milik Raja," jawab Mu Xianzhai dengan senyuman. "Mungkin Saudara Keempat mengetahuinya dengan jelas," katanya seraya menyerahkan surat itu padanya.


Mu Lizheng masih bersikap tenang dan menerima surat yang disodorkan oleh Mu Xianzhai. Dia membuka gulungan surat itu dan tentu saja ia tahu. Tidak ada yang aneh. Hanya saja ketika dia melihat ke pojok bawah—tepat di mana cap segel berada. Tiba-tiba saja dia gemetar.


Ada yang salah!


Ada yang ganjil tentang cap segelnya!


Siapa yang bisa menjelaskan ini? Cap segelnya jelas ... bukan milik Mu Xianzhai, tapi miliknya. Bagaimana bisa menjadi seperti ini?


Mu Lizheng memastikannya lagi dan amarahnya muncul. Tidak mungkin! Bagaimana mungkin bisa menjadi cap segel miliknya. Pola naga ... ini pola naga, bukan ular piton yang menjadi lambang khas cap segel Istana Raja Perang.


Diam-diam, Mu Xianzhai ingin terkekeh. Dia meremas pundas istrinya sedikit lebih kuat karena merasa gemas. Ekspresi putra mahkota sangat dia nantikan. Bagaimana rasanya menembak panah di kaki sendiri?

__ADS_1


"Bagaimana? Saudara Keempat pasti sudah mengenalinya. Jelas bukan segel Raja ini, tapi wanita ini datang ke orang yang salah," cibir Mu Xianzhai.


Wanita bergaun merah muda itu ada kebingungan. Benarkah itu bukan segel Raja Perang melainkan putra mahkota?


"Ini ... Apakah Yang Mulia Putra Mahkota yang datang ke Rumah Harum semalam dan memesan Li'er?" tanyanya.


"Omong kosong!" Mu Lizheng segera menyangkalnya. Shan menjadi kemerahan, biru dan hijau. Pokoknya sangat tidak nyaman dipandang. "Pangeran ini tidak pernah datang semalam. Jangan mengada-ada. Bahkan jika Pangeran ini memiliki selir, tidak mungkin mengambilnya dari Rumah Harum begitu saja. Di mana citra Pangeran ini akan ditempatkan?"


Sekarang semuanya sudah jelas jika seseorang bermain dengannya. Tidak peduli apakah Mu Xianzhai tahu atau tidak, Mu Lizheng tidak bisa mengekspos dirinya. Semua ini merupakan bagian dari ide Rongyu. Karena wanita itu, dia bahkan menjadi kena batunya. Saat ini cap segel sangat mutlak untuk membuat keputusan, bagaimana bisa dia mentolerir seorang selir dari Rumah Harum?


"Kalau begitu, bagaimana dengan cap segel ini? Saudara Keempat mungkin memiliki pendapat?" Mu Yishu bertanya dengan nada tenang.


"Tentu saja aku ini difitnah. Bagaimana bisa ini menjadi cap segelku? Semua ini tidak mungkin. Apakah seseorang mencurinya?" Mu Lizheng mulai mencari cara saat ini agar bisa terhindar dari kecurigaan semua orang. Dia menatap Rongyu dengan dingin. Ini gara-gara Rongyu.


Rongyu hanya menggertakkan gigi dan menatap Li Chang Su diam-diam. Gadis itu benar-benar musuhnya. Tidak bisa dibiarkan. Dia khawatir di masa depan, hidupnya sendiri akan hancur. Ritual mandi darah ini sungguh merepotkan. Dia selalu harus memperhatikan dirinya yang memiliki beberapa pantangan. Tapi sihir mandi darah ini tidak permanen sama sekali.


Rasanya wanita itu ingin darah Li Chang Su menjadi miliknya. Ia pasti akan mendapatkannya untuk mandi darah. Belum lagi darah Li Chang Su memiliki keajaiban gelang naga perak, pasti bisa membuatnya sembuh.


"Lalu bagaimana dengan ini sekarang? Sangat tidak mungkin mengakhirinya begitu saja. Cap segel sangat penting. Saudara Keempat mungkin bisa memikirkannya lagi untuk membawa wanita ini sebagai selir?" Mu Xianzhai segera melemparkan bom itu pada Mu Lizheng.


"Ini ... Tidak mungkin 'kan? Jika cap segelku disalahgunakan orang lain, maka aku tidak mungkin membawa wanita ini. Bukankah itu hanya akan membuat orang-orang mengira jika aku pergi ke Rumah Harum, semalam?" Mu Lizheng juga tidak bodoh. Dia menggertakan gigi dsn memegang surat itu dengan erat. Salahkan Rongyu!


Orang-orang juga mengangguk. Tapi mereka diam-diam tidak yakin, apakah Mu Lizheng pergi atau tidak. Tapi yang pasti, cap segel itu nyata.

__ADS_1


"Kalau begitu mudah. Saudara Keempat bisa membawa wanita ini ke Istana Kekaisaran dan mendiskusikannya dengan ayah kaisar. Kita akan bersama-sama meminta ayah kaisar mengerahkan penjaga dan mencari tahu siapa yang berani menggunakan cap segel putra mahkota, serta mencari tahu siapa pelaku yang mengacaukan semua ruang belajar pangeran lain," jelas Mu Xianzhai justru akan membuat Mu Lizheng ingin memuntahkan darahnya.


Ini sama saja dengan pencuri berteriak pencuri bukan?


Tapi demi menjaga citra yang baik, Mu Lizheng hanya mampu menolak dan akan mengatasi masalah tersebut dengan caranya sendiri. Dia beralasan tidak ingin mengganggu kaisar. Untuk wanita itu, dia mungkin hanya bisa menempatkannya di sisi yang lain.


Li Chang Su mendengus. "Kalau begitu jangan biarkan wanita ini mencari suamiku lagi. Jelas itu bukan suamiku tapi dia begitu percaya diri. Mungkin seseorang memang sengaja mengaku-ngaku dan mengira cap segelnya adalah milik suamiku. Tapi jelas bukan. Pencuri itu sungguh pintar tapi juga bodoh. Jika aku menjadi pencuri itu, mungkin aku tidak akan bertindak bodoh apalagi berani mengambil ide seperti itu!" jelasnya.


Dia justru sengaja ingin membuat Mu Lizheng memiliki prasangka buruk pada orang yang membuat ide tersebut. Karena sejak awal saat Mu Lizheng menatap Rongyu, tampaknya ada beberapa pemahaman. Mungkin wanita itu yang menyarankannya.


Memang benar, wanita itu berhati ular. Tampaknya setelah pulih dari luka-lukanya akibat bertarung di perbatasan, Rongyu semakin membencinya.


"Ya, pencuri itu sungguh licin dan bodoh." Mu Lizheng menggertakkan giginya. Bodoh! Memang bodoh! Batinnya seraya melirik Rongyu sejenak.


Dia segera meminta penjaga istananya untuk menyeret wanita yang berani mencemarkan nama baiknya. Lalu berpamitan dengan mereka. Dia berpura-pura marah dan panik saat seseorang menuduhnya mengambil selir sehingga beberapa orang mulai percaya jika ini merupakan konspirasi seseorang.


Mu Xianzhai dan Mu Yishu hanya mengiyakan dengan singkat dan memintanya berhati-hati di jalan. Lalu orang-orang mulai bubar. Mu Xianzhai memiliki beberapa pemahaman yang pasti dengan pangeran pertama sehingga tidak memiliki banyak kata.


Setelah Mu Yishu sendiri pergi, Mu Xianzhai mulai menjelaskan sesuatu pada Li Chang Su. Tapi gadis itu masih cemberut. Mood nya benar-benar tidak bagus hari ini sehingga memilih untuk kembali ke istana.


Ketika mereka tiba di Istana Raja Perang, Li Chang Su duduk dan menuangkan air minum untuk dirinya sendiri. Dia menatap Mu Xianzhai dengan curiga.


"Xian, bagaimana jika di masa depan hal ini benar-benar terjadi? Bagaimana jika suatu hari nanti itu adalah cap segelmu sendiri?" tanyanya agak marah.

__ADS_1


__ADS_2