Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Ye Tianli Memakan Kerugian


__ADS_3

DI ISTANA janda permaisuri.


Ye Tianli sama sekali tidak banyak bicara setelah Li Chang Su dan Mu Xianzhai pergi. Dia masih menyesap tehnya dengan tenang. Di bawah cahaya remang-remang lentera yang terpasang di dinding, janda permaisuri batuk cukup keras dan meminta pelayannya untuk pergi.


Ada sesuatu yang ingin dia bicarakan dengan pria ini. Setelah pelayan meninggalkan ruangan dan menutup pintu dengan rapat, janda permaisuri menghela napas panjang. Tangan kanannya sedikit kesemutan. Tapi dadanya tidak sesak seperti tadi.


"Mungkin Tuan Ye telah menebak apa yang diinginkan oleh Aijia?" Tanyanya sedikit mengambil percakapan awal.


Malam sudah larut sebenarnya, tapi suasana di kamar itu cukup dingin. Ye Tianli tidak memiliki permusuhan dengan janda permaisuri, tapi juga tidak ada persahabatan. Kedatangannya ke sini murni karena bisnis. Jika janda permaisuri hanya memintanya datang untuk menanyakan penyakit Mu Peizhi, ia tidak mau menjawab.


"Tidak tahu apa yang diinginkan oleh janda permaisuri?"


Ye Tianli menyesap teh nya lagi dan memikirkan apa yang sebenarnya ingin ia lakukan untuknya. Dia jarang sekali untuk menemui janda permaisuri. Bahkan pangeran kedua saja akan kesulitan untuk menemui nya di hari biasa.


Belum lagi, Ye Tianli tidak ingin memiliki masalah dengan janda permaisuri. Dia sendiri ada di pihak pangeran kedua. Dan Mu Xianzhai mendukungnya secara terbuka. Jika dia ingin membantu Mu Peizhi naik takhta, maka orang-orang yang disegani harus didekati.


Tapi tidak mudah untuk membuat janda permaisuri mengangguk. Tidak heran jika selama ini, Mu Peizhi selaku kesulitan untuk menemui janda permaisuri. Wanita tua itu menghindari konflik istana dalam.


Ada keheningan untuk sementara waktu. Baik Ye Tianli atau pun janda permaisuri tidak ada yang berbicara. Dan mungkin saja janda permaisuri sedang memikirkan sesuatu. Lalu menatap pemuda itu dengan pandangan yang kurang baik. Hal ini membuat Ye Tianli sendiri kebingungan. Apa yang salah dengan pertanyaannya?


Tak berapa lama, janda permaisuri mendengus sebentar, lalu memberi jawaban yang meyakinkan, “Aijia hanya ingin Tuan Ye mencari koki yang bisa membuat banyak hidangan di jamuan pernikahan Zhai’er.”


“Kenapa harus saya?" Tanyanya.


"Sebagai bos perdagangan nasional Negara Bingshui, Tuan Ye pasti memiliki hubungan dengan banyak pihak. Ini bisa meyakinkan Aijia."


"...," Dia adalah bos perdagangan, bukan perantara dua belah pihak.


"Juga, untuk biaya, Aijia yakin tidak akan menjadi masalah bagi Tuan Ye juga."


"...!!?"


Kali ini Ye Tianli hampir tersedak teh nya. Bukankah itu berarti janda permaisuri meminta dia membayar semua koki yang diundang untuk memasak dan menghibur para tamu. Dalam cuaca dingin seperti ini, menyajikan makanan penghangat tubuh pasti lebih baik.


Setelah terbatuk dua kali, Ye Tianli tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis tanpa air mata. Berapa banyak yang harus dia keluarkan untuk membayar para koki berkualitas? Itu akan mengurung lebih dari ratusan ribu koin emasnya.


Pantas saja, Ye Tianli merasa jika kedatangannya ke sini tidak akan ada hasil yang baik. Dan benar saja. Memang tidak ada hasil yang baik. Ini bukan negosiasi atau kerja sama bisnis. Sebenarnya janda permaisuri sedang meminta dia mengeluarkan uang untuk membayar para koki yang memasak di hari pernikahan Li Chang Su nanti.


Dia menghela napas panjang dan ingin mengeluh, "Bukankah janda permaisuri memiliki banyak warisan?"


"Itu untuk mahar Li Chang Su, tidak mungkin dijual. Aijia tahu Tuan Ye akan berbaik hati untuk menyumbangkan sebagian peraknya dalam pernikahan anggota kerajaan."

__ADS_1


"...."


Sama sekali tidak. Dia tidak tertarik.


"Sebagai mantan takdir gelang naga perak, seharusnya janda permaisuri memiliki banyak harta?" Tebak nya.


"Itu untuk mahar turun temurun. Tidak bisa jual," janda permaisuri menggelengkan kepalanya, kemudian batuk kecil.


"....," Ye Tianli tidak tahu harus memberi alasan apa lagi. Kenapa janda permaisuri tidak berkata jika itu pelit?


Semuanya untuk mahar. Ye Tianli tidak tahu apa yang dimakannya di istana ini. Bahkan koki saja harus dia yang bayar. Walaupun ini termasuk pemerasan yang disengaja, Ye Tianli tidak merasakan kerugian yang besar. Tapi sungguh ini menyakitkan hatinya.


Awalnya dia datang karena berpikir jika janda permaisuri akan melakukan bisnis besar, tapi ternyata ini di luar dugaan nya. Setelah berbincang-bincang tentang hal ini, dia akhirnya meninggalkan ruangan.


Janda permaisuri hanya bisa melakukan ini. Dia tahu jika Ye Tianli pasti memiliki perasaan pada Li Chang Su. Walau selama ini da hanya berdiam diri di kediamannya tanpa melakukan apa pun, para penjaga gelap terus melaporkan banyak informasi. Termasuk tentang ketertarikan Ye Tianli terhadap Li Chang Su.


Pelayan pribadinya masuk sambil membawakan kue rendah gula. Menyimpannya di meja dekat tempat tidur. Janda permaisuri terlihat begitu lelah. Dan duduk bersandar di kepala ranjang. Bantal di susun untuk menopang tubuh lamanya.


Seandainya saja pensiunan kaisar ada di sini, janda permaisuri tidak perlu kesepian dan merenung setiap saat. Membuat kesehatannya buruk. Sekarang, pihak lawan ingin membunuh janda permaisuri dan mempercepat kaisar mempatenkan kursi kaisar di masa depan. Pasti ini ada hubungannya dengan permaisuri.


Janda permaisuri terbatuk lagi. Pelayan memberinya segelas air. Karena tangan kanannya sakit, dia hanya bisa menggunakan tangan kiri.


Pelayan itu terkejut dan segera menenangkan nya, "Janda permaisuri selalu mendoakan pensiunan kaisar. Berharap pensiunan kaisar hidup sepuluh ribu tahun," doanya.


Benarkah?


Tapi janda permaisuri merasa pahit dalam hatinya. Dia juga berharap begitu. Tapi siapa yang akan tahu apa yang terjadi di masa depan?


Sementara itu saat ini ...


Ketika Ye Tianli keluar dari halaman istana janda permaisuri, wajahnya jelek. Udara dingin tidak membuatnya merasa baik, justru lebih dingin.


Mu Peizhi yang ada di dalam kereta pun mengerutkan kening saat melihatnya kembali dengan wajah yang buruk. Sepertinya pembicaraan mereka tidak berjalan dengan baik?


Setelah masuk ke dalam kereta kuda, Ye Tianli menuangkan teh untuk dirinya sendiri dan membasahi tenggorokan nya yang kering. Kemudian meminta kusir untuk membawanya ke gedung pelelangan.


"Apa nenek memanggilmu dan membuat kesal? Tanya Mu Peizhi.


"Ini bisnis tapi bukan bisnis."


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Janda permaisuri ingin aku mengumpulkan banyak koki untuk memasak di hari pernikahan saudara ketiga kamu."


"Kalau begitu cari saja," Mu Peizhi tidak mau repot dengan urusan ini.


"Masalahnya, semua biaya aku yang tanggung!" Katanya seketika ingin mengutuk orang.


"...."


Uang tidak masalah bagi Ye Tianli. Selama ini, pria itu memiliki banyak uang. Sama seperti saudara ketiganya, Mu Xianzhai. Demi kalung giok hijau ketika ada di pelelangan, sebenarnya berani menawar banyak uang. Semuanya karena Li Chang Su.


Tiba-tiba saja dia ingin tertawa. Tapi menahan diri untuk tidak membuat Ye Tianli semakin kesal. Sebagai gantinya, dia terbatuk kecil. Siapa yang merugikan pria pebisnis ini sekarang. Bahkan tidak bisa membantah perkataan janda permaisuri.


"Sudah berapa lama kita seperti saudara?" Tanyanya.


"Mungkin bertahun-tahun lamanya. Kenapa menanyakan ini?" Ye Tianli mengerutkan kening, menatap pemuda berwajah sedikit pucat itu.


Dia tahu Mu Peizhi telah sakit sejak lama. Penyakit jantungnya selalu menjadi kekhawatiran. Belum lagi dengan cuaca dingin seperti ini, dia bahkan mengantarkannya untuk menemui janda permaisuri. Untung saja ada anglo yang menghangat tempat itu.


Mu Peizhi mengenakan jubah putih tulangnya dan syal berbulu rubah. Sehingga membuat tubuhnya lebih hangat. Walaupun wajahnya agak pucat, dia masih memiliki karisma layaknya seorang pangeran pada umumnya. Masih bisa tersenyum dan menanggapi keluhan orang lain.


Di balik sifatnya yang terlihat lembut dan tidak berbahaya, sebenarnya Mu Peizhi tidak lebih kejam dari Mu Xianzhai. Atau katakan saja jika semua anak-anak kaisar memiliki karakter yang kejam. Semuanya tergantung pada pengaturan ibu selir.


"Kita sudah seperti saudara kandung selama bertahun-tahun. Jadi masalah mengeluarkan uang untuk koki, lupakan saja. Bukankah itu perak kecil bagimu?"


"...."


Jadi maksudnya karena keduanya seperti saudara, hal ini tidak perlu dibahas lagi? Tapi Ye Tianli tidak tahan untuk itu dan ingin menemukan seseorang untuk mencarikan koki.


Waktunya hanya kurang dari tiga hari. Dia tidak memiliki banyak waktu untuk semua itu.


Akhirnya, keluhan itu dikesampingkan. Dia mulai memikirkan penyakit jantung Mu Peizhi. Wajah pria itu semakin pucat dengan seiring waktu, membuat dia melepaskan jubah hangat yang tergeletak tak jauh darinya. Melemparkan jubah itu padanya, dia sedikit lega.


"Jangan buat dirimu kedinginan. Aku telah menemukan seseorang yang mungkin akan menyembuhkan penyakit jantungmu. Tapi dia masih sangat muda untuk dipanggil tabib atau dokter. Dia akan datang dengan Mu Xianzhai cepat tau lambat."


Ye Tianli membuka kipas lipat nya dan menutupi senyum.


Melihat tatapan mata licik Ye Tianli, pria itu tersenyum masam dan memakai jubah hangatnya. Penyakit ini sulit disembuhkan. Bagaimana pun juga termasuk penyakit bawaan. Ibu selir nya jua memiliki penyakit jantung dan meninggal beberapa tahun lalu.


Tapi dia mungkin cukup beruntung karena masih memiliki cinta ibu sejak kecil. Mengingatnya akan Mu Xianzhai yang telah kehilangan semua cinta ibu sejak kecil. Tidak heran jika sampai hari ini, pria yang hebat itu menjadi lebih kejam dan ditakutinya. Tapi bersikap seperti pria yang patuh.


"Kamu bilang sangat muda? Siapa nama orang itu?" Tanyanya.

__ADS_1


__ADS_2