Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Firasat Buruk Li Chang Su Menjadi Nyata


__ADS_3

LI CHANG SU juga awalnya ingin membiarkan para penjaga gelap memantau lebih dulu. Tapi mungkin akan memakan waktu yang cukup lama, sehingga mereka berjalan mendekati tempat itu.


Di depan mereka saat ini tentu saja adalah sebuah hutan. Tapi kali ini hutan itu seperti dipenuhi oleh bunga es yang berkilauan. Terlihat cantik. Sayangnya, tidak bisa dipetik karena bunga es itu cukup cukup tajam. Bisa melukai kulit.


Keberadaan wilayah Sekte Hitam sudah mulai terlihat sehingga mungkin tidak akan memakan banyak waktu. Itu pun jika diperjalanan tidak menemukan banyak masalah.


Saat mereka mendekati hutan yang serba berkilau seperti permata itu, perasaan dingin lebih kuat. Tekanan di udara juga lebih berat sehingga mereka memikirkan cara untuk melewati tempat ini.


"Lict, bagaimana kamu melewatinya dulu?" tanya Li Chang Su.


"Orang-orang Sekte Hitam menggunakan api berwarna biru waktu itu. Aku tidak tahu api apa, tapi jujur saja itu membuat tubuh dan sekitarnya hangat." Lakukan itu menyipitkan matanya.


Kali ini saat dia mendekati bibit hutan es yang berkilauan, sangat dingin. Wajahnya langsung memucat.


Terlihat dari dekat, setiap pohon memiliki daun yang keras dan bening, seperti kristal yang dibentuk. Ketika terkena sinar matahari, efeknya melahirkan pantulan cahaya dan berkilauan. Jika dilihat dari kejauhan, tentu saja sangat indah.


Mu Xianzhai menyipit matanya di balik topeng dan memikirkan sesuatu. "Sepertinya itu adalah elemen api tingkat dua."


"Apakah api milikmu merupakan tingkat satu?" tanya Li Chang Su. Ia ingat jika Mu Xianzhai memiliki elemen api jingga kemerahan.


Pria itu tersenyum sedikit lebih dalam. "Su'er tidak perlu khawatir. Api tingkat satu sudah cukup untuk melewati tempat ini."


"Sungguh?"


"Ya. Api milik Raja lebih kuat. Percayalah." Mu Xianzhai segera meminta Li Chang Su mengeluarkan lentera.


Lentera minyak itu segera di nyalakan dengan api jingga milik Mu Xianzhai. Seketika, hawanya memang menjadi lebih hangat. Masing-masing mendapatkan satu lentera. Kecuali Mu Xianzhai. Dia tidak terlalu terpengaruh oleh hawa dingin ini.


Ketika angin bertiup, embusan serpihan salju saja terlihat. Dan uap terus mengepul dari semua pepohonan yang beku oleh embun es itu.

__ADS_1


Semuanya berhati-hati untuk melewati tempat itu. Jangan sampai terpeleset atau terkena bekuan es yang tajam.


Berkat lentera, mereka tidak terlalu kedinginan saat ini. Tapi uap yang keluar dari mulut mereka ketika bicara masih terlihat jelas.


Menginjak salju yang lembut. Kadang menginjak serpihan es yang tak sengaja terbentuk, membuat Li Chang Su menggelengkan kepala. Ini mungkin lebih dingin daripada kutub Utara?


"Semakin ke sini, perasaanku tidak nyaman." Li Chang Su akhirnya berkata dengan ekspresi yang salah. Tanpa dia sadari, mata gelang naga perak bersinar merah samar.


"Sepupu Ipar, sejak awal terus berkata seperti itu. Apakah benar-benar akan terjadi sesuatu?" Mu Hongzhi malah membuat diri sendiri agak ketakutan.


Dia tidak takut dengan binatang mutasi yang memiliki fisik yang sedikit lebih normal, tapi enggan berurusan dengan makhluk aneh seperti yang dilihatnya saat memasuki inti bumi. Makhluk api itu jelas mungkin bukan lawannya.


Sekarang, Li Chang Su terus berkata dia tidak memiliki perasaan yang nyaman. Hanya membuatnya mengira jika sesuatu mungkin akan terjadi di masa depan.


Mu Xianzhai sendiri merasa tidak berdaya. Dia hanya membiarkan gadis itu mengatakan apapun sesuka hatinya. Saat mereka berada di tengah-tengah hutan es tersebut, suara raungan yang menggema terdengar dari arah depan. Cukup jauh dari mereka.


Semuanya menghentikan langkah. Wajah Li Chang Su sudah menunjuk jika semua firasatnya benar. Masalah lain datang.


"Apapun itu, yang jelas bukan binatang mutasi biasa. Mungkin saja ... Kamu dengar tadi, raungannya di kejauhan saja terdengar hingga ke sini," jawab Mu Hongzhi sendok dengan perasaan yang sedikit tidak nyaman.


Akhir, He Ze yang berada di ruang spiritual pun keluar dan muncul di bahu gadis itu. Mu Xianzhai tidak suka dengan tupai jantan ini sehingga memindahkan ke pundak sendiri.


"...." He Ze berpikir jika Mu Xianzhai sangat pelit. Tapi di bahu pria itu juga nyaman dan lebar. Ia tidak kesulitan untuk berdiri.


"Kenapa kamu keluar?" Li Chang Su mengerutkan kening.


"Tentu saja, memberi tahu kalian tentang makhluk itu." He Ze yang kini memegang potongan jagung bakar pun segera menatap Mu Xianzhai. "Tahukah kamu?"


"Kemungkinan besar binatang mutasi lama?"

__ADS_1


Inilah yang dikatakan oleh bayangan naga perak di alam bawah sadar pria itu. Bahkan naga itu sendiri sedikit serius kali ini.


Sekte Hitam tidak akan menyerah untuk mengambil gelang naga perak atau membuat mereka mengalami kecelakaan di perjalanan ini. Setelah wanita berjuang hitam yang diutus mereka meninggal, kini cara lain dipakai. Bahkan lebih ekstrem.


Tidak tahu jika sebenarnya Sekte Hitam memiliki banyak binatang mutasi di tangan. Bahkan berhasil mengendalikan binatang mutasi yang lebih tinggi.


"Adakah binatang roh di zaman ini?" tanya Li Chang Su.


"Tentu saja." Tupai putih itu sedikit kesal. "Naga perak adalah binatang roh yang mewakili cahaya. Dan ada binatang roh bawah tanah yang selama ini terkubur dalam legenda, berada dalam golongan kegelapan. Tidak tahu ada di mana. Tapi yang pasti binatang mutasi ini hanyalah awal dari bencana di masa depan."


Penjelasan He Ze begitu langsung. Seperti sedang menjabarkan akhir zaman. Oleh karena itu, baik Li Chang Su ataupun yang lain segera berpikir keras. Hanya saja gadis itu tidak mau memikirkan masa depan. Terlalu jauh dari jangkauannya. Sehingga memilih untuk mengetahui makhluk saat ini dulu.


Raungan terdengar lagi disertai dengan suara-suara samar lainnya. Mungkin makhluk yang dimaksud He Ze saat ini tengah berlari menuju ke tempat ini?


"Yang jelas itu bukan hal yang baik. Makhluk itu ada di tingkat dewa, tapi tergolong makhluk yang ganas. Telah mengalami berbagai perubahan tubuh. Sehingga binatang mutasi yang satu ini cukup merepotkan." He Ze menjelaskan lagi.


Suara raungan itu kini semakin dekat. Li Chang Su dan yang lainnya mungkin harus keluar dari dari hutan es ini. Jika tidak, sulit untuk bertarung. Oleh karena itu, mereka berbalik dan berlari untuk keluar dari hutan.


Sialnya lagi, salju di bawahnya cukup tebal. Menyulitkan mereka untuk berlari cepat. Bahkan setelah Mu Xianzhai sendiri membopongnya, tetap tidak banyak perubahan.


Di belakang mereka saat itu, sudah terlihat wujud dari binatang mutasi raksasa yang tingginya mungkin lebih dari lima meter. Makhluk itu menyerupai panda, tapi bertaring tajam, bermata merah darah disertai dengan lingkaran hitam sekitar mata.


Ekor makhluk itu pendek, kuku tajam, bulu tebal dan kasar serta badan keras. Sudah jelas, itu pandai mutasi yang telah mengalami banyak perubahan tubuh. Mungkin sudah tua. Bisakah gadis itu berkata jika makhluk tersebut adalah panda tua?


"Tidak, makhluk itu lebih cepat. Dan beberapa pria berjubah hitam ada bersamanya," kata Mu Hongzhi setelah melihat ke belakang sebentar.


"Kali ini Sekte Hitam mungkin marah dengan kita dan mengirim makhluk yang lebih besar." Lict juga berpendapat.


Para pria berjubah hitam tak jauh dari belakang mereka akhirnya mencibir. Sungguh kebetulan bertemu secara langsung di tempat seperti ini.

__ADS_1


"Cepat, kepung mereka!" titah salah satu dari pria berjubah hitam.


__ADS_2