
MU XIANZHAI tersenyum menggoda. Dia menyentuh pinggiran luka itu dan menciumnya lagi. Tentu saja, ini untuk membuat lukanya pulih lebih cepat. Kecupan kasih sayang.
Saat Li Chang Su tahu pria ini sedang menggoda, tiga garis hitam mungkin sudah meluncur di atas kepalanya. Apakah begitu jelas untuk merayunya? Dia mendengus dan tidak memedulikan apapun.
Setelah gaunnya dipakai dengan benar, dia memejamkan mata. Salju di luar gua turun sedikit lebat. Membuat udara dingin sedikit meningkat. Terlebih lagi, ini di lembah. Sedikit lebih tenang.
"Bagaimana dengan para serigala mutasi dewa yang lain?" tanyanya.
"Sudah tidak ada. Tapi tampaknya ada sesuatu di lembah ini hingga mereka menjaganya." Mu Xianzhai memutuskan untuk membuat api unggun.
Li Chang Su meminta para penjaga gelap untuk mengantarkan makanan yang ada di kereta. Dia hampir melupakan ini. Sudah malam, dan mereka belum makan. Walaupun Mu Xianzhai enggan membiarkan istrinya begitu peduli dengan mereka, tapi kecemburuan ini tidak ada artinya.
Beberapa hidangan juga diambil untuk keduanya makan. Karena sedikit dingin, Li Chang Su meminta Mu Xianzhai menghangatkannya sebentar. Dia tidak bisa banyak bergerak saat ini, terlalu lemas.
"Jika memang ada sesuatu di lembah ini, kita bisa mencarinya besok." Li Chang Su berkata dengan suara rendah.
"Kamu terluka. Kita periksa lain kali." Mu Xianzhai tidak setuju.
"Mungkin besok orang-orang dari Sekte Hitam akan tahu jika para serigala ini mati. Kita harus pergi sebelum itu terjadi."
"...." Mu Xianzhai memikirkan ini sambil menghangatkan makanan. Lalu mengangguk. "Tidak masalah."
Li Chang Su cukup mengantuk. Tapi perutnya dalam keadaan kosong. Karena sedang terluka, Li Chang Su tidak memakan sesuatu yang berminyak dan pedas. Mu Xianzhai memberinya ikan bakar biasa serta sup ayam.
Makan dalam keadaan mengantuk, cukup tidak nyaman. Setelah memastikan jika Li Chang Su kenyang, pria itu tidak lagi memaksanya untuk makan. Ia makan bagiannya sendiri dengan sangat cepat, sebelum akhirnya duduk di samping gadis itu.
Membiarkan tidur kepalanya bersandar di dadanya, kini Mu Xianzhai merasa aman. Gadis itu akhirnya terlelap dengan cepat.
"Selamat tidur ...," bisiknya.
Li Chang Su hanya mengerutkan kening dan mencari posisi yang lebih nyaman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Keesokan paginya.
Hujan salju telah reda. Tapi cahaya matahari terhalang awan. Sehingga membuat sekitar lembah menjadi cukup dingin. Saat terbangun, Li Chang Su sudah berbaring di atas jubah hangat yang dijadikan alas. Serta bantal kecil yang mungkin diberikan He Ze kepada Mu Xianzhai.
Kepalanya cukup pusing. Wajahnya masih pucat, tapi tidak terlalu parah. Dia merasakan kehangatan dari api unggun tak jauh di sampingnya. Ada juga Mu Xianzhai yang tengah membuat tusuk dari bambu untuk memanggang daging.
"Mu Xianzhai ...," panggilnya kecil.
Gerakan pria itu terhenti dan segera meletakkan barang, lalu menghampirinya.
"Su'er ... Bagaimana perasaanmu? Apa merasa baikan?" Pria itu mengambil segelas air roh yang telah disediakan sejak awal. Lalu membiarkan Li Chang Su minum.
"Aku merasa lebih baik. Hanya agak pusing. Aku ingin duduk, bantu aku ...," jawabnya sedikit serak.
"Tidak, kamu masih sakit. He Ze berkata kamu kehilangan banyak darah. Dia kini sedang pergi untuk memburu sesuatu." Mu Xianzhai tidak membiarkannya mengambil duduk, khawatir membuat tubuhnya sedikit lemah.
Jadi, dia hanya membiarkannya bersandar sebentar di dinding batu yang tidak akan menggores kulitnya. Lalu dia kembali untuk memanggang daging ayam hutan yang ditangka oleh para penjaga gelap.
Saat Li Chang Su melihat ayam itu, sepertinya tidak terlalu familiar.
"...." Apakah ayam hutan juga memiliki julukan lain di musim dingin? Pikir Li Chang Su agak aneh. Tapi tidak penasaran dengan ayam yang telah botak itu.
"Apakah sulit menangkap ayam hutan itu?" Dia pun bertanya.
"Ya, lumayan. Ayam hutan musim dingin ini lebih aktif daripada ayam yang lain. Selain itu juga, bulunya berwarna putih, sehingga jarang sekali ditemukan di Negara Bingshui. Kemungkinan besar ayam ini dari wilayah Utara yang lebih dingin."
Mu Xianzhai membiarkan ayam itu terus dipanggang dengan api yang pas agar tidak gosong. Saat itu, dia membutuhkan banyak waktu untuk memanggangnya. Tapi kali ini, dia tidak memiliki banyak potongan. Hanya ayam kecil saja pasti cepat matang.
Tapi Li Chang Su tidak tahu jika dibalik adanya ayam yang enak dan siap panggang, ada penjaga gelap yang menderita. Ayam hutan musim dingin sulit ditangkap.
Bahkan penjaga gelap sendiri harus rela dipatuk berulang kali saat menangkapnya. Kini, mereka mungkin sedang mengoleskan salep pada luka patukan di tubuh.
Mu Xianzhai berkata sangat ringan seolah-olah itu begitu mudah untuk ditangkap. Yang Mulia ... Tolong kasihanilah bawahan. Pikir mereka penuh derita.
__ADS_1
Li Chang Su dan Mu Xianzhai mengobrol sebentar tentang kejadian semalam. Mu Xianzhai mengaku dia memasuki sihir ilusi yang diciptakan oleh tiga serigala mutasi. Lalu melihat Li Chang Su dan Ye Tianli di sebuah bukit pada musim panas.
Saat menceritakannya, Li Chang Su mencibir dan tertawa ringan. Sangat konyol. Tapi Mu Xianzhai masih penasaran dengan sesuatu.
"Apakah kamu suka bunga-bunga kuning?" tanyanya.
Gadis itu tertegun saat ditanya ini. Wajahnya yang agak pucat memerah. Lalu mengangguk kecil. "Benar. Tapi bagaimana bisa dalam ilusi itu kamu tahu aku suka bunga kuning? Bukankah aneh? Aku sama sekali tidak pernah berkata suka atau tidaknya."
Sungguh aneh jika sihir ilusi mampu menciptakan sesuatu yang begitu nyata seperti kesukaan seseorang. Ini terlalu hebat bukan?
Mu Xianzhai tiba-tiba saja pindah ke sampingnya dan mencuri ciuman cukup lama. Gadis itu tidak memiliki waktu untuk mengelak ataupun menghindarinya. Mu Xianzhai menciumnya begitu lama hingga ia hampir lupa untuk mengambil napas.
Pada akhirnya, setelah dia hampir kehabisan napas sesaat, Mu Xianzhai sudah melepaskan tautan bibirnya.
"Su'er ...." Dia bergumam. Sorot matanya sedikit gelap.
Li Chang Su agak linglung sejenak. Bahkan dari jarak sedekat ini, dia masih bisa melihat betapa halusnya kulit wajah pria itu. Alisnya seperti pedang, hidungnya agak mancung. Dengan bibir bibir dan rahang terbentuk, sosoknya menjadi lebih tampan.
Wajah gadis itu memerah lagi dan hampir lupa jika dadanya masih terasa sakit. Obat bius sudah habis bekerja sehingga rasa sakit itu langsung menghampirinya.
"Kenapa kamu menciumku tiba-tiba?" Dia mengeluh. Ia membuatnya malu. Apakah sangat hebat memiliki suami tampan dan kuat seperti Mu Xianzhai?
"Jika kamu suka bunga-bunga kuning seperti itu, aku akan menanamnya di sepanjang Istana Raja Perang. Biarkan kamu selalu menikmatinya setiap hari." Pria itu berkata dengan serius.
Apa yang ada dalam ilusinya seperti nyata. Dia khawatir gadis ini lagi dan pergi ke pelukan Ye Tianli. Ini mimpi buruknya yang tidak ingin menjadi nyata.
Gadis itu segera merangkulnya dengan hati-hati agar tidak mempengaruhi luka. Dia terkekeh dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu terlalu berlebihan. Bagaimana bisa aku bercerai denganmu dan menikah dengannya? Bukankah aku takdir gelang naga perak?" Dia membujuknya.
"Tapi naga perak berkata jika kamu bisa memutuskan hubungan ini jika mau. Tapi yakinlah, itu tidak akan terjadi." Mu Xianzhai berbisik. Masih sedikit tidak tenang. Gadis ini sekarang ada di depannya. Tapi tidak tahu lain waktu. Mungkin pergi dan memutuskan hubungan.
Li Chang Su tiba-tiba mengerutkan kening dan merasa ada yang janggal dengan ucapan. "Kamu bilang naga perak? Apakah naga perak benar-benar ada dan muncul? Apakah kamu pernah melihatnya?"
__ADS_1
Seketika saja, Mu Xianzhai tertegun. Dia terlalu banyak bicara ....