
WANITA ITU hanya tersenyum canggung pada Mu Peizhi dan meminta maaf karena putra mahkota datang untuk membuat keributan. Saat ini, Mu Lizheng tentu saja agak linglung dan ingin mengatakan sesuatu. Tapi entah kenapa, kata-kata yang selalu ingin terucap itu hanya tersangkut di tenggorokannya.
Li Chang Su juga tidak mengatakan apapun lagi dan menghela napas. Ia hampir tidak menyadari jika Mu Xianzhai ada di sampingnya. Setelah Rongyu membawa Mu Lizheng pergi, Mu Xianzhai memeluknya.
"Kenapa kamu ke sini?" tanya pria itu.
"Aku menyusulmu karena pelayan bilang kamu pergi ke Istana Pangeran Kedua."
"Yah, bukan masalah besar. Itu sudah berakhir. Saudara Kedua juga tidak lemah." Mu Xianzhai terkekeh dan melepaskan pelukannya.
"..." Mu Peizhi yang memiliki memar di sudut bibirnya pun merasa jika Saudara Ketiganya itu berlebihan.
Apanya yang cukup kuat? Meski dia memiliki tenaga dalam dan kungfu yang cukup, tapi tetap saja tubuhnya tidak sebaik orang lain. Ia masih memiliki luka. Mu Lizheng bukan pria biasa dan telah terbiasa menggunakan ilmu-ilmu gelap yang cukup berbahaya. Kini ditambah Rongyu, semuanya semakin rumit.
Adapun Mu Hongzhi dan Lict di sisi lain, hanya terbatuk ringan dan pura-pura tidak mendengarkan apapun. Pasangan suami-istri yang romantis setiap hari, hanya sengaja menyiksa mereka sebagai anjing tunggal bukan?
Mu Hongzhi segera mengumpat dan pergi dari sana. Diikuti Lict yang berteriak untuk menunggunya. Lupakan saja. Kegembiraan sudah tidak bisa disaksikan lagi.
"Putri Xian ... Xue Zi bilang dia akan pergi ke hutan untuk mencari wortel liar," teriak Lict dari kejauhan di seraya menyusul Mu Hongzhi.
"Apakah dia akan kembali padamu?" tanya Li Chang Su.
"Tidak hari ini. Kelinci itu berkata akan pulang kepadamu dulu."
"..." Li Chang Su menduga jika Xue Zi ini hanya melarikan diri dari kenangan Lict. Ia hanya menghela napas.
Mu Peizhi mengajak keduanya untuk masuk dan beristirahat. Dia meminta pelayan untuk memanggil tabib agar luka sayatan pedang dan beberapa lebam di tubuhnya bisa dirawat. Sementara Xuxu dan Xuyao hanya berhenti di luar, menunggu perintah jika ada.
__ADS_1
"Tidak perlu memanggil tabib, aku punya obat untuk merawat lukamu." Li Chang Su duduk di samping Mu Xianzhai dan segera berkata lagi. "Xuyao, bawa kotak obat di kereta."
Xuyao yang ada di luar ruangan pun membungkuk sedikit dan mengiyakan. Ia menatap Xuxu sebentar dan pergi membawakan kotak obat yang ada di kereta kuda mereka. Tak berapa, setelah Xuyao membawa kotak obat yang agak aneh di matanya, Li Chang Su tidak mengatakan apapun lagi.
Tentu saja kotak obatnya berbeda, dengan gaya zaman modern, kotak obat terlihat lebih elegan dan cantik. Namun di dalamnya sangat lengkap. Berbagai obat pertolongan pertama ada di dalamnya sehingga semua yang dibutuhkan untuk merawat luka Mu Peizhi tidaklah sulit.
Pelayan membawakan air untuk mempersiapkan luka-luka di tubuh Mu Peizhi sebelum akhirnya Li Chang Su menuangkan cairan antiseptik dan hendak mengoleskannya pada luka sayatan di lengan Mu Peizhi. Namun Mu Xianzhai menghentikannya.
"Ada apa?" Gadis itu mengerutkan keningnya saat melihat Mu Xianzhai tidak bahagia.
"Dia adalah pria. Kamu adalah istriku. Bagaimana bisa mengobati pria lain di depan suamimu?" Mu Xianzhai sedikit cemberut.
"Aku adalah dokter. Tidak ada yang salah dengan ini. Aku juga menyelamatkan prajurit saat di barak militer dan ini bukan masalah besar," katanya.
"Ini berbeda."
Tapi tiba-tiba saja Mu Peizhi tertawa ringan dan menggelengkan kepala. Dia hanya meminta pelayannya saja untuk mengobati luka. Menatap pasangan itu, hatinya menjadi masam. Sangat menyenangkannya punya istri?
Li Chang Su sedikit canggung dan Mu Xianzhai terlihat biasa saja seolah-olah itu bukan masalahnya. Pria ini benar-benar tak tahu malu, pikir gadis itu.
"Kamu mungkin tidak tahu jika Saudara Ketiga ini cemburuan setelah menikah. Ini menyebalkan," jujur Mu Peizhi langsung terbatuk. Walaupun tubuhnya sudah baik-baik saja, namun masih belum bisa melakukan hal membuat dirinya terlalu lelah.
Mu Xianzhai mendengus. "Kamu akan tahu rasanya setelah menikah."
"Hei, jangan menggodaku."
Ketiganya mengalihkan pembicaraan ke topik yang lebih penting. Mu Peizhi justru curiga jika ini adalah ulah putra mahkota. Tapi Li Chang Su berkata jika Rongyu lah yang bermain tangan saat ini, sengaja membingungkan pikiran Mu Lizheng hingga menuduh Mu Peizhi.
__ADS_1
Alasan kenapa Rongyu melakukannya, Li Chang Su sendiri tidak tahu. Tapi ....
Li Chang Su memegang cangkir tehnya dan berpikir sedikit lebih lama. Lalu berkata, "Jika Rongyu hamil dan melahirkan anak laki-laki, kemungkinan Mu Lizheng sebagai kaisar di masa depan akan sangat besar. Meskipun kaisar Mu bukan pria bodoh, tapi mungkin masih besar kemungkinannya untuk memilih Mu Lizheng sebagai kaisar masa depan."
Dia hanya mengeluarkan pendapat.
Mu Peizhi yang baru saja diobati oleh pelayan pun agak terganggu. Yang dikatakan Li Chang Su benar. Akan sangat merepotkan jika Rongyu hamil. Dia tak memikirkan ini sebelumnya. Oleh karena itu, mau tidak mau dia meminta saran pada keduanya untuk rencana di masa depan.
Hal yang harus dilakukan tentu saja mencegah Rongyu hamil. Namun Li Chang Su tidak memberi tahu Mu Peizhi jika Rongyu tidak akan memiliki hidup yang panjang. Dia masih belum yakin karena di zaman ini, beberapa ahli sihir kegelapan masih ada meski bersembunyi.
"Saudara Kedua, mungkin kamu harus menikah dan memiliki anak?" saran Li Chang Su agak konyol.
"..." Aku belum tertarik, pikir Mu Peizhi.
"Kalau begitu hanya bisa mencegahnya untuk tidak memiliki anak. Tapi ... Ini mungkin tidak akan terjadi begitu saja," kata gadis itu lagi.
"Apa maksudnya?" Mu Peizhi mengerutkan kening. Setelah beberapa lukanya diobati, dirinya merasa lebih baik.
"Aku selalu berpikir jika Rongyu hanyalah alat untuk putra mahkota naik takhta. Permaisuri tidak akan membiarkan dia untuk menjadi ibu negara. Jika Rongyu hamil, aku yakin permaisuri sendiri akan membawa kandidat pilihannya untuk menikah dengan putra mahkota dan bertarung di halaman belakang dengan Rongyu." Inilah analisis pikiran Li Chang Su saat ini. Dia tak menyembunyikannya dari Mu Peizhi agar tidak ada tindakan gegabah di masa depan.
Saat ini, Mu Xianzhai juga berpikiran sama dan merasa jika istrinya benar-benar cerdas. Terkadang, Mu Xianzhai tidak ingin membiarkan istrinya berkeliaran di luar istananya. Khawatir jika beberapa pria mulai memiliki pikiran tentang Li Chang Su. Apalagi Ye Tianli.
Sekarang, Mu Peizhi mencibir saat memikirkan permaisuri mencoba menekan ibunya di istana kekaisaran. "Jika bukan karena Ye Tianli diam-diam mengirim orang-orang untuk melindungi ibuku, mungkin ... semuanya akan berbeda. Aku hanya tidak menyangka jika mereka begitu antusias untuk takhta. Tapi, kenapa?"
"Apapun alasannya, pasti tidak sederhana. Sekarang, lebih baik tidak membangunkan ular yang tertidur dan fokus pada pelatihanmu dulu." Mu Xianzhai menasihati Saudara Kedua nya.
"Ya, kamu benar. Aku harus membentuk kekuatanku lebih dulu. Sudah waktunya untuk bertindak. Omong-omong, kapan kalian akan memberiku keponakan kecil?"
__ADS_1
"..." Bisakah berhenti membahas tentang anak? Pikir Li Chang Su.