Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kunjungan Lict Dan Mu Hongzhi


__ADS_3

GADIS ITU mendengar suara Mu Xianzhai yang tampak khawatir. Samar-samar bisa melihat sosoknya duduk di tepian ranjang seraya mengganti air kompres untuk meredakan rasa panas akibat demam. Belum lagi, Mu Xianzhai juga perlahan-lahan membantunya meminum obat.


Raja Perang akan menjadi lebih jinak dan lembut setelah menyangkut tentang Li Chang Su. Para pelayan juga merasa lebih lega saat hal itu terjadi. Karena dengan begitu, upah mereka akan naik setiap bulannya. Mu Xianzhai bukankah pangeran miskin sehingga membayar pelayan setiap bulannya dengan harga tinggi, masih sanggup. Tapi persyaratan untuk para pelayan juga berisiko tinggi sehingga yang ingin bekerja di bawah naungannya pastilah tahu konsekuensinya.


"Su'er ... Bangunlah sedikit dan minum airnya." Mu Xianzhai membantu gadis itu setengah duduk dan memberinya air minum.


Li Chang Su benar-benar haus sehingga ia menghabiskan segelas air. Lalu rasa sakit di kepalanya cukup berdenyut-denyut. Tubuhnya tidak nyaman dan sulit untuk tidur kembali. Ia hanya bisa bergumam jika tubuhnya panas dan dingin. Mu Xianzhai tidak bisa melakukan apapun selain menunggu menu makan pagi selesai dibuat.


"Xian ..." Gadis itu bergumam memanggil suaminya.


"Ya, Raja di sini," kata Mu Xianzhai langsung menempelkan sapu tangan yang telah dicelupkan ke air hangat.


"Aku merasa tidak nyaman. Kenapa aku merasa tidak nyaman? Aku tidak bisa tidur." Li Chang Su, entah sadar atau tidak, baru saja menunjukkan ekspresi yang menyedihkan. Dia mungkin belum pernah demam tinggi seperti ini sehingga membuat dirinya agak linglung.


Di saat dia bergumam mengatakan jika tubuhnya tidak nyaman, Mu Xianzhai semakin bersalah dan mencoba untuk tetap membuatnya lebih baik. Efek obat penurun demam di tubuh istrinya mungkin sedang bekerja sehingga membuat gadis itu mulai berkeringat.


Selimut yang menutupi sebagian tubuhnya sudah jatuh akibat ditendang terus sehingga mau tidak mau, Mu Xianzhai menggertakkan gigi dan meletakkan sapu tangannya. Ia membantu gadis itu bangun dan membiarkannya nyaman di pangkuan.


Li Chang Su tak sadar jika saat ini dirinya berada di pangkuan Mu Xianzhai, mengeluh tidak nyaman akibat demamnya. Jadi, Mu Xianzhai hanya bisa mengusap punggung dan mengucapkan beberapa kata yang menenangkan, seperti efek pil tidur alami.


Gadis itu tidak bisa mengingat dengan jelas apa yang menimpa dirinya hingga kembali tertidur dengan wajah yang agak sembap. Melihatnya telah menjadi lebih tenang, Mu Xianzhai pun mengembuskan napas lega.


"Su'er ... Istirahatlah sebentar lagi dan nanti makan," gumam pria itu. Gadis di pangkuannya hanya mengerutkan kening.


Akhirnya setelah satu jam berlalu, Mu Xianzhai membangunkan istrinya. Mau tidak mau, gadis itu harus makan. Ketika Li Chang Su dibangunkan, jelas jika rasa tidak nyaman di tubuhnya mulai mereda, digantikan dengan tubuhnya yang agak gerah dan lengket. Ia butuh mandi.

__ADS_1


Ketika menyadari jika dirinya berada di pelukan pria itu, Li Chang Su terkejut. Ia segera bangun dengan kepalanya yang agak pusing.


"Xian ... Apakah aku demam?" tanyanya ketika mulai mengumpulkan kesadarannya kembali.


"Ya. Sangat panas hingga kamu tidak bisa tidur dan terus menendang selimut. Jadi aku membiarkanmu tidur di pangkuan." Pria itu tersenyum dan merapikan poni rambut istrinya yang kini basah oleh keringat dan juga air kompres sebelumnya. "Bagaimana? Apakah sudah merasa lebih baik?" tanyanya.


"Ya," jawab gadis itu mengangguk pelan.


"Bagus. Waktunya makan dulu. Ini sudah mulai siang dan Su'er belum makan apapun sejak semalam. Ini salahku. Seharusnya aku mendengar Su'er semalam. Lain kali, ini tidak akan terjadi lagi," ujar pria itu.


"Huh, kamu hooligan!" Gadis itu cemberut dan cukup manja padanya.


"Ya, ya ... Semua yang dikatakan Su'er benar tentang Raja ini," kata pria itu langsung terkekeh. "Mandi air hangat dulu sebelum makan?"


"Baik. Air hangat sudah disiapkan. Aku akan membantumu berendam lebih dulu." Mu Xianzhai bangkit dan membopong istrinya ke bak mandi yang ada di balik tirai tak jauh dari tempat tidur.


Karena kamar istana di zaman kuno ini sangat luas, maka Li Chang Su sudah terbiasa dengan bak mandi kayu. Wajah gadis itu memerah saat Mu Xianzhai benar-benar membantunya melepaskan pakaian dan membiarkannya berendam. Mungkin karena kejadian semalam membuat ia demam di pagi hari, Mu Xianzhai menjaga pikirannya tetap jernih.


Setelah itu, Mu Xianzhai menutup tirai dan membiarkan pelayan untuk menyajikan semua makanan di meja. Serta beberapa buah dan camilan manis untuk membuat tubuh istrinya cepat mendapatkan tenaganya kembali.


Setelah berendam hampir setengah jam, Li Chang Su bisa bangun sendiri. Tubuhnya sudah memiliki kekuatan untuk berdiri dan keluar dari bak mandi, meski masih agak sedikit lemas. Dia mengenakan jubah mandi dan menyeka wajahnya dengan handuk.


"Pakaianmu sudah disiapkan. Perlukah aku membantumu memakainya?" tawar Mu Xianzhai.


"Seolah-olah kamu tahu cara memakaikan gaun saja," jawab Li Chang Su agak malu. "Tidak perlu. Aku sudah merasa lebih baik. Kamu jangan mengintip!" Gadis itu segera membawa gaun yang telah disediakan dan pergi ke sisi lain untuk memakainya.

__ADS_1


Mu Xianzhai terkekeh dan menggelengkan kepala. Apa yang harus diintip. Dia sendiri sudah tahu seperti apa tubuh istrinya.


Sementara itu ...


Berita tentang Li Chang Su yang tengah demam ini juga sampai ke telinga Lict dan Mu Hongzhi. Keduanya segera pergi ke Istana Raja Perang untuk melihat keadaannya. Lict bercerita jika Li Chang Su jarang sakit ketika masih menjadi tentara di zaman modern. Sehingga saat mendengar beritanya ini, dia agak terkejut.


Saat tiba di Istana Raja Perang, pelayan melaporkan kedatangan keduanya. Mu Xianzhai tengah mengupas kulit buah anggur untuk dimakan Li Chang Su.


"Biarkan mereka masuk," katanya.


Pelayan segera pergi dan mengantar mereka ke tempat di mana Mu Xianzhai dan Li Chang Su berada. Lict melihat Li Chang Su duduk bersandar di ranjang dengan kompres anti demam menempel di dahinya. Ternyata cukup parah.


Kompres demam tersebut berasal dari zaman modern, ada di ruang artefak Li Chang Su dan bisa diambil kapan saja. Ternyata bisa berguna di saat-saat seperti ini.


"Sepupu Ipar, ibuku membuatkan sup ikan untukmu. Tolong jangan menolak cinta ibuku," kata Mu Hongzhi seraya meletakkan wadah berisi sup itu di atas meja.


Li Chang Su yang mengunyah buah anggur pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Ia meminta pelayan untuk menyajikannya di mangkuk. Lebih enak jika dimakan saat masih hangat.


"Putri Xian, bagaimana bisa demam? Kamu sangat jarang sakit saat berada di tentara." Lict merasa heran saja sehingga menanyakan hal ini.


Mu Xianzhai terbatuk canggung dan ingin sekali menyumpal mulut laki-laki itu dengan apel yang ada di keranjang buah. Akhirnya Mu Hongzhi pun menampar pundak Lict agak keras. Apapun alasan kenapa Li Chang Su bisa demam, mungkin sepupunya tidak mau cerita.


Li Chang Su hanya mengulum senyum saat melihat jika suaminya canggung saat ini. Tapi segera, dia menyipitkan mata. "Kalian datang pasti bukan karena menjengukku saja 'kan? Apakah ada masalah?" tanyanya.


"Sepupu Ipar, kamu memang pintar. Memang ada masalah yang cukup serius. Ini tentang ...." Mu Hongzhi menghela napas dulu sebelum melanjutkannya perkataannya.

__ADS_1


__ADS_2