
MU XIANZHAI tidak memberikan camilan keripik jagung dan memberikannya pada Lict tapi segera diambil oleh Mu Hongzhi sebelum mencapai tangannya. Camilan yang disebut makanan ringan ini pasti enak. Belum lagi dari bungkusnya yang aneh dan memiliki gambar keripik jagung, membuatnya penasaran.
Li Chang Su hanya bisa menyerah dan mengambil beberapa buah dari buah artefak. Jika cuacanya tidak sedingin ini, dia ingin membuat jus buah.
Duduk nyaman pada karpet berbulu halus, Li Chang Su memakan buah anggur dan memotong apel. Dia menonton Mu Xianzhai memasak. Lict dan Mu Hongzhi membantu,tapi mereka hanya membakar ikan.
Kelinci putih mutasi hanya bisa makan wortel dan tidak memiliki waktu untuk memikirkan makanan manusia itu. Aku hanya ingin makan orang saat ini, pikir kelinci putih mutasi itu sembrono.
"Menurut kalian, kapan penjaga pegunungan dewa ini akan menjemput kita?" tanya Lict sambil memasukkan keripik jagung ke mulutnya.
"Jika orang itu tidak malas, sebelum sore seharusnya sudah di sini," jawab Mu Xianzhai enteng.
Mereka belum pernah bertemu, bagaimana Mu Xianzhai tahu jika pihak lain akan malas? Pikir Lict.
"Yah, omong-omong tentang itu, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kuda putih kesayanganku." Mu Hongzhi menyentuh dagunya sambil berpikir tapi mulutnya tetap mengunyah keripik jagung yang renyah.
Pada akhirnya, Mu Hongzhi jatuh pada perenungan di hatinya ....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain hutan rimbun ....
Seekor kuda putih mutasi meringkik dan bersin tanpa alasan. Dia mengikuti dua kereta kosong yang dikemudikan oleh penjaga bayangan. Lalu ada beberapa penjaga bayangan mengikuti diam-diam dari tempat persembunyian.
"Huh, siapa yang membicarakan keburukanku?!" dengusnya.
"..." Para penjaga bayangan tidak merespon. Kuda putih mutasi itu sudah mengomel sepanjang jalan karena ditinggal oleh pemiliknya.
Kuda putih mutasi merasa tidak berdaya. Dia bisa masuk ke ruang artefak naga perak tapi Mu Xianzhai enggan. Lagi pula, naga perak ada di dalamnya dan kuda putih mutasi itu tidak berani untuk membuat provokasi pada makhluk legenda.
Jangankan masuk ke ruang artefak naga perak, kuda putih mutasi juga mampu menaiki punggung elang gunung putih mutasi. Sayangnya sebagai sesama binatang, tidak sopan baginya untuk menginjak punggung binatang putih mutasi lainnya. Terutama ras burung besar.
Jadi mau tidak mau, dia hanya berlari sepanjang jalan, menerobos hutan dan pedesaan mati hingga dikejar oleh binatang hitam mutasi lainnya.
"Kapan kita sampai?" tanya kuda putih mutasi.
Salah satu penjaga gelap yang mengemudikan kereta kuda pun menjawab. "Setidaknya beberapa hari lagi tanpa hambatan."
__ADS_1
"Kenapa begitu lama?!" Kuda putih mutasi hampir meringkik tajam.
"..." Para penjaga bayangan tidak mau mengurusnya.
"Ketika kita sampai di sana, bisakah kita mendaki juga?" Kuda putih mutasi masih tidak mau menyerah.
"Tidak." Penjaga bayangan menggelengkan kepala.
"Apakah ada yang salah jika kita naik? Bukankah mereka juga naik pegunungan dewa?"
Sayangnya salah satu penjaga bayangan mencibir di balik maskernya. "Jika kamu ingin mati sebelum sampai ke puncak, pergi saja. Kami akan menunggu yang mulia dan sang putri di kaki pegunungan dewa. Lagi pula, tanpa bantuan yang mulia, kita tidak bisa pergi begitu saja."
Para penjaga bayangan milik Mu Xianzhai jelas mengetahui banyak hal dari pada kuda putih mutasi. Di pegunungan dewa tidak sesederhana hanya pegunungan, tapi ada array yang menyelimutinya.
Jika mereka memaksa masuk ke sana, bukankah itu hanya berputar-putar tanpa menemukan siapa pun?
"..." Kuda putih mutasi yang awalnya percaya diri kini hanya bisa mendengus dan menundukkan kepala, mengeluh di dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari sudah sore dan pemandangan di luar gua benar-benar gelap. Ditambah salju yang terus turun dan semakin lebat, kemungkinan besar malam ini akan terjadi badai.
Li Chang Su berbaring di karpet berbulu lembut, memakan buah dari waktu ke waktu dan Mu Xianzhai bertindak sebagai bantal. Gadis itu menyandarkan kepalanya di pangkuan Mu Xianzhai.
"Kenapa belum ada yang datang?" tanyanya.
"Jangan khawatir. Tunggu saja." Mu Xianzhai membujuknya. "Jika kamu mengantuk, tidurlah," imbuhnya.
"Aku tidak mengantuk."
Keduanya berbincang dengan gembira, membuat dua anjing lajang di seberang mereka memesang wajah pahit—seperti memakan lalat.
Ditambah Li Chang Su yang sedang hamil, Mu Xianzhai bertindak semakin tak masuk akal.
Mu Hongzhi merasa sedih di hatinya. Ini tidak adil. Dulu dia selalu bergelantungan di depan sepupunya. Kini sepupu itu telah direbut oleh seorang istri. Dia kesepian.
Adapun bocah nakal di sebelahnya ini, Mu Hongzhi hanya bisa menghela napas. Lict yang berada di sampingnya tidak mengetahui apa yang dipikirkan Mu Hongzhi saat ini, hanya fokus untuk membakar jagung.
__ADS_1
Tak lama setelah malam tiba, aura tak dikenal mendekat ke arah mereka. Semakin cepat dan tak terarah. Mu Hongzhi ingin bangun dan melihat siapa yang ada di luar, tapi Mu Xianzhai memintanya untuk tenang.
"Sepupu, bagaimana jika itu adalah musuh?" tanya Mu Hongzhi.
"Tidak apa-apa. Dia bukan musuh," jawab Mu Xianzhai masih tenang, mengelus kepala istrinya yang setengah mengantuk.
Makan malam sudah hampir tiba dan mereka masih sudah menyiapkan menu makan malam sejak lama.
Mu Hongzhi sudah berada di bibir gua dan menatap Mu Xianzhai. "Bagaimana kamu tahu? Mungkinkah itu—"
Sebelum Mu Hongzhi melanjutkan kata-katanya, angin yang cukup kencang muncul dan mengejutkan Mu Hongzhi. Pria itu segera tersungkur di dekat api unggun dengan posisi yang cukup malu.
Seorang pria tua berjubah putih tiba-tiba saja muncul di dekat gua. "Kalian menunggu lama, ini kesalahanku."
Suara tua itu terdengar agak serak dan berat, tapi jernih. Siapapun yang mendengarnya akan mengira jika pria tua itu seorang penatua yang baik di keluarga.
Li Chang Su yang hampir saja tertidur tiba-tiba bangun. Mu Xianzhai lebih tenang. Adapun Lict yang sama terkejutnya seperti Mu Hongzhi, hanya mundur selangkah sambil menggigit jagung bakar.
"Siapa kamu? Bertindak sebagai gangster di malam hari?" Lict berteriak setelah pulih dari pikirannya.
Orang-orang di zaman ini mungkin tidak tahu apa itu gangster, tapi mereka tahu jika kata itu merujuk pada kata 'penjahat'.
"..." Wen Lao yang bagu saja tiba tidak tahu harus merespon bagaimana. Kedatangannya yang tiba-tiba karena terlalu panik jika Mu Xianzhai akan menunggu terlalu lama.
Ada beberapa hal yang harus dia lakukan sebelumnya, membereskan kekacauan di tempatnya lebih. Karena dua kucing mutasi dewa itu sudah pergi menuju negara Bingshui maka hanya ada gurita pulih mutasi saja.
Untungnya kekacauan di tempatnya sudah dibereskan. Wen Lao tiba-tiba saja terbatuk malu saat menyadari keheningan di gua itu.
"Namaku Wen Lao, penjaga pegunungan dewa," ujarnya langsung memperkenalkan diri. "Seharusnya aku menjemput kalian sejak tadi tapi ada beberapa masalah di tempat jadi terlambat."
Wen Lao tidak berdaya. Hari sudah malam, tidak mungkin membiarkan mereka pergi bukan?
Li Chang Su kehilangan rasa kantuknya dan duduk dengan baik. Dia melihat Wen Lao dari atas hingga ke bawah. Pria tua ini biasa saja. Yang membedakan, auranya jauh lebih kaya dan murni.
"Tidak apa-apa. Datang dan duduklah. Tulang tua mu tidak akan mampu menopang kehidupan. Pak Tua, apakah kamu lapar?"
"..." Mereka yang ada di sana justru tak bisa berkata apa-apa. Tunggu! Topik ini tidak benar!
__ADS_1