Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kabar Tak Terduga


__ADS_3

MU XIANZHAI memegang gelang naga perak dengan cibiran. Dia memakaikan kembali gelang itu pada pergelangan tangan kiri Li Chang Su.


Li Chang Su merasakan aura menenangkan dari gelang tersebut, lebih nyaman dan tidak membuatnya panas. Sesekali dia bisa merasakan naga perak yang berbentuk gelang itu bergerak sedikit. Sensasi ini cukup aneh. Mungkin karena terbuat dari naga sungguhan.


"Bersikaplah baik dan jangan membuat lelucon sebagai binatang roh kuno. Kamu sudah tua tapi kelakuanmu benar-benar kekanak-kanakan!" Mu Xianzhai terkekeh.


"..." Yin Long yang berwujud gelang hanya bisa melekat pada pergelangan tangan Li Chang Su yang hangat. Ah, lupakan saja. Generasi muda umat manusia saat ini sungguh tidak tahu berapa tinggi langit.


Karena hari sudah malam, mereka hanya bisa mencari tempat yang aman untuk istirahat. Flare membawa Mu Hongzhi dan Lict keluar terowongan bawah tanah dan teringat dengan ular hitam mutasi tingkat ilahi sebelumnya.


"Ke mana ular itu pergi?" tanya Flare sudah tidak sabar untuk membakar ular itu menjadi makanan.


Ular hitam mutasi tingkat ilahi yang tiba-tiba saja muncul di reruntuhan Sekte Hitam seharusnya menunggu rombongan Li Chang Su keluar. Namun sejak Yin Long bangkit dari tidur panjang, mereka tidak menyadari kehadiran makhluk itu.


Yin Long akhirnya ingat saat dia menerobos permukaan tanah dan muncul begitu saja, kepalanya membentur sesuatu yang cukup keras. Dia tidak menyadari itu pada awalnya namun setelah dipikir-pikir lagi, dia akhirnya mengakui sesuatu.


"Sepertinya aku membentur tubuh ular itu sebelumnya dan entah terlempar ke mana," ujar naga perak jujur.


"..." Li Chang Su dan yang lainnya terdiam.


Ular besar hitam mutasi itu tampaknya hanya seekor anak ular di mata naga perak. Akhirnya Li Chang Su melihat sekeliling dan tidak melihat ular itu.


Jika seseorang bisa melihatnya dari atas, ular hitam mutasi tingkat ilahi itu pingsan di satu sisi dengan mulut terbuka dan lidah jatuh ke samping. Tubuhnya terkapar tak jelas, memar dan juga ada luka di perutnya akibat tabrakan dengan kepala naga perak yang memiliki bertanduk.


Ular hitam mutasi tingkat ilahi itu bersumpah sebelum pingsan jika masih selamat, dia akan pergi untuk bertobat.


Kembali ke sisi Li Chang Su.


Flare masih memiliki tugas. Dia telah menjaga pintu gerbang baja selama bertahun-tahun lamanya dan kini hampir saja menyelesaikan tugas.


Dia kembali ke ruang kolam lava yang bergolak, membaca mantra hingga lava itu mengalir lebih deras. Di sisi lain, lava panas mengalir di jurang dengan jembatan rusak, mengikuti arus hingga para binatang mutasi tidak berani mendekat.


Malam ini, cahaya dari lava  akan terus terlihat sampai pertarungan naga perak dan naga hitam berakhir.


Li Chang Su mengajak yang lainnya untuk mencari tempat istirahat. Malam ini cuaca tidak terlalu dingin. Mereka membuat api unggun, membakar ikan dan membuat tenda darurat.

__ADS_1


Flare tidak ikut, dia masih berada di ruang kolam lava dan memperhatikan ruang pintu gerbang baja telah terkubur tanpa sisa. Ini mungkin juga hal yang baik. Setidaknya, tempat naga perak tertidur akan hilang termakan oleh waktu dan generasi manusia di masa yang akan datang tidak akan tahu sejarah kelam nenek moyang mereka.


Flare berada di kolam lava dan menyipitkan mata. "Mungkin aku harus mencari gunung api untuk dijadikan rumah baru," gumamnya.


Makhluk lava itu segera melebur menjadi lava dan tak terlihat lagi.


Waktu sudah melewati tengah malam. Li Chang Su dan ketiganya belum mengantuk. Aroma ikan dan ayam panggang langsung tercium, membuat perut gadis itu menjerit minta makan.


Mu Xianzhai melayani istrinya dengan baik dan tidak membuatnya meniup angin dingin. Mu Hongzhi dan Lict diberi makanan anjing (pertunjukan romantis) setiap waktu, ikan bakar di depannya menjadi tidak harum lagi.


"Tidur setelah makan," kata Mu Xianzhai seperti perintah.


"Ya, aku tahu."


"Jangan menyelinap masuk ke ruang artefak," kata pria itu lagi.


"Ya, jangan khawatir."


"Minum segelas susu dulu untuk membuatmu tidur nyenyak."


"Aku tahu, aku tahu." Li Chang Su hampir tertekan oleh perlakuan Mu Xianzhai malam ini. Setelah makan, dia meminum segelas susu hangat dan pergi ke tenda untuk tidur.


"..." Lict dan Mu Hongzhi yang sedang mencubit ikan bakar, diam-diam menjadi bodoh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya.


Li Chang Su bangun terlambat. Mu Xianzhai tidak membangunkannya sejak awal dan diam-diam memeluknya sepanjang malam, menempatkan telapak tangan di perutnya.


Kemungkinan dia dan Li Chang Su mimpi indah semalam.


Satu-satunya yang tidak terlalu bahagia hanyalah Yin Long yang jiwanya berada di ruang artefak. Dia dan He Ze banyak menceritakan kisah masa lalu sambil makan daging panggang.


Naga perak harus mengakui jika ruang artefaknya kali ini lebih bagus daripada sebelumnya. Dia juga makan banyak daging yang tak akan pernah habis-habisnya di rak. Pada akhirnya dia tertidur dengan perut besar.

__ADS_1


Mu Xianzhai tidak terburu-buru untuk melanjutkan perjalanan ke pegunungan dewa. Lagi pula tempatnya masih jauh. Tidak bisa ditempuh dalam waktu seminggu atau dua minggu saja. Belum lagi binatang mutasi kegelapan mungkin akan menghadang mereka di perjalanan. Selain itu, mereka juga akan melewati beberapa desa.


Agar memudahkan mereka tiba di tujuan, Mu Xianzhai meminta naga perak untuk mengirim pesan telepati pada elang gunung mutasi agar mengirim beberapa burung mutasi lain yang bisa ditunggangi.


Setidaknya, mereka bisa menghemat waktu perjalanan yang panjang.


Pagi ini, Mu Xianzhai hanya secara khusus membuat bubur ayam untuk Li Chang Su, segelas susu hangat dan juga beberapa makanan manis-manis asam. Li Chang Su mengeluh tidak enak badan hari ini tapi masih bisa melanjutkan perjalanan.


Kereta kuda mereka dijaga oleh penjaga bayangan Mu Xianzhai sehingga bisa dipakai kapan saja. Para penjaga bayangan itu juga melihat semua fenomena aneh semalam tapi berpura-pura tidak tahu apa-apa.


Mereka menaiki kereta dan melanjutkan perjalanan. Kemungkinan besar elang gunung mutasi akan mengirim bawahannya sendiri paling lambat siang nanti. Mereka tidak terlalu terburu-buru.


Perjalanan kali ini tidak memiliki banyak hambatan. Mungkin aura naga perak yang kini berubah menjadi gelang pun membuat para binatang mutasi kegelapan tingkat rendah menjauh.


"Yin Long, apakah kamu tidak punya harta berharga? Kenapa di ruang artefak, aku sama sekali tidak melihat ada banyak tumpukan emas dan perhiasan dari zaman dulu?" tanya Li Chang Su seraya mengelus gelang itu.


"Tidak ada gunanya jika disimpan, tidak laku untuk digunakan. Apa yang ingin disimpan?" Naga perak mendengus.


"Ternyata kamu sangat miskin," gumam gadis itu.


Yin Long yang diejek pun langsung marah. "Siapa yang miskin? Aku jelas adalah harta yang sangat langka. Sisik perakku jika dijual berharga ratusan ribu tael emas! Emas, emas! Ini bukan tael tembaga. Tahukah kamu?" cibirnya.


Li Chang Su tidak peduli dengan kemarahan Yin Long dan matanya langsung menjadi cerah.


"Ah, jika Raja Perang kehabisan uang, aku bisa menjual sisikmu di masa depan." Dia terkekeh senang. Dia membayangkan sisik naga perak yang rontok. Akankah sisiknya tumbuh lagi?


"Kamu sangat berani!" teriak naga perak bahkan lebih merinding. "Manusia, jangan berani melakukannya masa depan!"


"..." Mu Xianzhai yang duduk di depan Li Chang Su hanya tersenyum.


Tiba-tiba saja, Yin Long mengajukan pertanyaan lain pada Li Chang Su. "Kamu sedang hamil, berhati-hatilah dengan tubuhmu di masa depan," katanya.


Mendadak, suasana di kereta menjadi sunyi.


Li Chang Su adalah orang pertama yang bereaksi kebingungan. "Apa? Hamil?" gumamnya.

__ADS_1


...…____________…...


CATATAN PENULIS:*****Setiap like dan komentar yang kamu berikan pada novel ini akan berbuah +Dukungan. Jangan ragu untuk melakukannya bahkan jika Author tidak bisa lagi membalas komentar kalian.*


__ADS_2