Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Mu Xianzhai Mabuk Berat


__ADS_3

KETIKA MALAM tiba, suasana di Istana Raja Perang begitu suram. Para pelayan tidak ada yang berani untuk mendekati ruang belajar Mu Xianzhai karena saat ini, suasana hati pria itu sedang buruk. Ketika Li Chang Su dan kedua pelayannya kembali, para pelayan dan penjaga gelap pun segera menghampiri dia untuk memintanya membujuk sang raja.


Gadis itu mengerutkan keningnya dan tidak tahu apa yang terjadi, namun pelayan berkata jika pria itu mabuk saat ini. Li Chang su ingin tahu masalah apa lagi yang ditimbulkannya kali ini. Dia meminta Xuxu dan Xuyao untuk pergi ke dapur menyiapkan mi kari ayam, lalu pergi ke ruang belajar.


Saat Li Chang Su membuka pintu dan melihat sekeliling, ia mendengar suara batuk dari baian belakang ruang belajar. Mu Xianzhai tampaknya menyadari ada orang yang masuk dan segera berkata bahwa dia tidak mau diganggu.


“Pergi! Biarkan raja ini sendiri.” Mu Xianzhai berteriak agak keras seraya meminum arak dari kendinya.


Li Chang Su mengerutkan kening dan terkejut saat melihat berapa banyak kendi arak berserakan. “Mu Xianzhai, apa yang kamu lakukan? Apakah kamu sudah gila? Minum sebanyak ini?”


Ia segera mneghampiri pria itu dan menyingkirkan kendi arak kosong di sekitar, lalu merebut kendi arak yang masih ada di tangannnya.


“Berhentilah minum.”


“Su’er …” Mu Xianzhai samar-samar bisa melihat seorang gadis yang dikenalnya serta suara yang familiar.


Awalnya Mu Xianzhai ingin menyingkirkan gadis itu karena tidak mungkin menjadi Li Chang Su. Gadis itu marah padanya. Tidak mungkin untuk kembali lagi bukan? Lalu siapa gadis di depannya saat ini?


“Ini aku,” kata gadis itu pelan, lalu memintanya untuk berhenti minum. “Kenapa kamu mabuk? Apakah sudah menenangkan pikiranmu, hah? Atau kamu mulai merayakan ketidakhadiranku?” cibirnya.


Suara itu mengiang di telinga Mu Xianzhai dan membuatnya segera mencium aroma parfum yang familiar. Ia menggelengkan kepalanya dan mencoba melihat dengan jelas sosok yang ada di depannya. Barulah setelah dia yakin jika itu Li Chang Su, ada perasaan lega muncul. Lalu teringat dengan luka cambuk di leher gadis itu. Mu Xianzhai bisa menyentuh kain putih yang menutupi sebagian leher Li Chang Su, tangannya tiba-tiba saja gemetar.

__ADS_1


“Su’er …,” katanya lagi.


“Ada apa? Kamu mabuk berat, ayo kembali ke kamar dulu. Biarkan pelayan membuatkan sup anti mabuk untukmu.” Li Chang Su menghela napas tidak berdaya dan segera membantu pria itu untuk bangkit.


Namun tubuh Li Chang Su langsung ditarik dan dipeluk oleh Mu Xianzhai dengan erat. Gadis itu bisa mencium bau arak yang menyengat dari tubuh Mu Xianzhai. Dia memperkirakan jika pria itu belum makan apapun sejak sore tadi.


Mu Xianzhai terus bergumam memanggilnya dan menghirup aroma parfum Li Chang Su dalam-dalam. Tubuh yang dikenalinya saat dipeluk serta rambut halus Li Chang Su, ia tidak pernah salah. Sehingga dia yakin jika gadis di depannya ini benar-benar Li Chang Su.


“Su’er, jangan pergi. Jangan tinggalkan Raja lagi.” Pria itu bergumam. “Raja ini tidak ingin kehilanganmu sama sekali.”


“...” Apakah pria ini mengalami cedera otak? Pikir gadis itu agak aneh.


“Raja berjanji ini hal tersebut tidak akan terulang. Raja ini akan mendengarkan Su’er. Mendengarkan segalanya, asal Su’er tidak pergi meninggalkan Raja.” Mu Xianzhai berkata antara sadar dan tidak sadar. Dia memeluk Li Chang Su dengan erat seolah-olah gadis itu merupakan satu-satunya napas yang dimiliki.


Akhirnya Li Chang Su hanya bisa menenangkan dia. “Apa yang kamu bicarakan? Siapa yang pergi? Aku hanya berbelanja dengan dua pelayanku untuk menghilangkan stres. Kamu terlihat marah tadi, jadi mungkin kamu butuh ketenangan.”


Namun Mu Xianzhai masih tidak percaya. Dia hanya memeluk gadis itu untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya seorang pelayan datang dengan sup anti mabuk. Li Chang Su meminta pria itu untuk meminum sup anti mabuk lebih dulu sebelum akhirnya kembali ke kamar.


Dia memapah pria itu dengan susah payah karena tubuhnya yang besar. Belum lagi ketika meminta penjaga gelap untuk membantu, Mu Xianzhai menolaknya dengan tegas dan berkata jika tidak ada yang bisa menyentuhnya selain Li Chang Su. Sehingga saat tiba di kamar, gadis itu kelelahan.


Mu Xianzhai berbaring di tempat tidur dengan keringat halus memenuhi tubuhnya. Ia kepanasan karena terlalu banyak minum arak. Mau tidak mau, Li Chang Su membantunya melepas zaoshan dan baju lapisan luar. Lalu membantunya melepaskan sepatu serta ikat pinggangnya.

__ADS_1


Lapisan pakaian zaman kuno begitu banyak. Li Chang Su melepaskan pakaian luar Mu Xianzhai agar membuatnya tidak lagi terlalu kepanasan. Selama satu jam lamanya, Mu Xianzhai terus bergumam tidak jelas seraya memanggil Li Chang Su. Walaupun meminum sup anti mabuk, efek arak tidak hilang begitu saja. Pria itu merasa jika tubuhnya tidak nyaman dan sakit kepala.


“Apakah kamu sakit?” gumam gadis itu seraya menyentuh dahinya. Benar saja, dahi Mu Xianzhai panas. “Kamu demam,” katanya.


“Su’er,” panggil Mu Xianzhai berulang kali.


“Aku di sini. Baiklah, kamu demam. Waktunya untuk minum obat lebih dulu, lalu tidur sebentar untuk meredakan demam. Kamu harus makan nanti.” LI Chang su sudah memikirkan segala sesuatu dengan baik.


Ada obat penurun demam di ruang artefaknya yang bisa diminum sebelum makan. Mu Xianzhai segera menelan pil tersebut tanpa ada rasa curiga sama sekali. Dia hanya memejamkan mata seraya memeluk pinggang gadis itu, bergumam lagi.


Karena sudah minum obat, Li Chang Su hanya bisa berbaring di sampingnya dan tertidur juga. Xuxu dan Xuyao tidak mau mengganggu keduanya dan diam-diam pergi ke ruang sebelah untuk istirahat.


Ketika malam semakin larut, Mu Xianzhai mengerutkan kening dan membuka matanya perlahan. Ada rasa sakit kepala samar yang membuatnya hanya bisa mengumpulkan kesadarannya lebih dulu. Dia mencium aroma parfum yang familiar serta menyentuh pinggang seseorang. Saat melihat siapa yang ada di sampingnya, dia benar-benar terkejut.


Akhirnya ia mulai samar-samar ingat apa yang terjadi saat mabuk hingga gadis itu datang. Mu Xianzhai pun memmeluknya dengan erat. Su’er nya masih ada di sini sehingga ia merasa lega. Li Chang Su terbangun akibat embusan napas hangat di lehernya yang masih terlilit kain kasa.


“Su’er …” Pria itu bergumam saat Li Chang tak sengaja terbangun.


“Ya." Gadis itu menguap dan memperkirakan pukul berapa malam ini. Mungkin masih pukul sebelas malam. "Apakah kamu lapar?" tanyanya.


"Su'er," kata Mu Xianzhai lagi tanpa mengedipkan matanya. Dia terlalu fokus pada gadis itu.

__ADS_1


Akhirnya Li Chang Su memutar bola matanya dengan tenang. "Ada apa? Kamu terus memanggilku sejak tadi? Apakah kepalamu masih sakit?" tanyanya.


__ADS_2