
TAPI IA belum bisa menjawab keputusan itu. Saat ini, lebih penting untuk menyelesaikan mereka dulu. Pada akhirnya, ia bergabung dengan Mu Hongzhi dan memanggil Xue Zi untuk membantu.
Mau tidak mau, kelinci mutasi itu membantu dengan enggan. Jika tidak, ia akan kehilangan makanan enak.
"Ah! Dasar manusia bau! Manusia bau! Lihatlah bagaimana aku akan mencakar dan menggigit." Xue Zi berubah menjadi kelinci besar dan membantu membantai para pria berjubah hitam itu.
Adapun pertarungan Mu Xianzhai dengan panda mutasi raksasa, sungguh lebih sulit. Para penjaga gelap tidak banyak membantu tentang masalah ini. Mereka tetap berada dalam kegelapan atau di tempat yang jauh. Semuanya untuk melindungi sang tuan.
Lagipula, tugas mereka adalah melindungi tuannya. Jika sesuatu terjadi, maka segera bertindak untuk membantu. Itulah tugas para penjaga gelap. Oleh karena itu, selama mereka tidak dipanggil, pasti selalu patuh dalam bayang-bayang.
Mu Xianzhai menggunakan pedangnya untuk melawan panda raksasa itu. Kulitnya yang keras dan berbulu tebal, menyulitkan dia dalam melukainya. Namun Mu Xianzhai tidak menyerah. Dia tetap melawan panda itu dengan caranya sendiri.
Li Chang Su mungkin tidak memperhatikan hal ini karena sibuk dengan para pria berjubah hitam yang menggunakan mantra sihir. Bahkan pepohonan di sekitar mereka sudah tumbang dan hancur. Rasa dingin telah terlupakan walaupun sebenarnya mungkin kedinginan.
Mu Xianzhai berguling ke sisi lain dan menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk bisa melukai makhluk itu. Menurut He Ze, makhluk itu merupakan binatang mutasi tingkat dewa yang sudah hidup lama. Sehingga kemampuannya tidak kecil.
Belum lagi dengan Sekte Hitam yang membantu budidaya mereka, semakin kuat dan ganas. Sehingga para binatang mutasi kegelapan mungkin akan patuh secara sukarela di tangan mereka.
Panda itu meraung lagi dan menatap Mu Xianzhai dengan marah. Lalu mengayunkan kaki depannya untuk mencakar. Mu Xianzhai menahan serangan itu dengan pedang, bahkan terdorong ke belakang cukup keras. Jejak salju di sekitarnya terlihat kasar. Menunjukkan betapa kuatnya makhluk itu untuk membunuhnya.
Di saat mereka bertarung, mungkin tidak ada yang menyadari jika tanah bersalju di sekitarnya itu kini mulai retak. Beberapa pohon yang terselimuti es juga tumbang lebih banyak.
Li Chang Su telah menggunakan banyak kertas berpola khusus untuk menyerang para pria berjubah hitam lainnya. Tapi semakin lama, dua juga telah menguras energi lebih banyak sehingga kelelahan. Dan pra pria berjubah hitam yang tersisa tidak lebih dari tiga orang lagi.
Tapi justru itulah, Li Chang Su sedikit pucat. Dia telah menguras terlalu banyak ilmu tenaga dalam. Dan tiga pria berjubah hitam yang tersisa masih memiliki tenaga yang tersisa. Melihat orang-orangnya telah terbunuh, mereka tidak ragu untuk membuat serangannya gabungan.
"Heh! Tampaknya kamu telah kelelahan. Gadis mati! Beraninya kamu membunuh kawan-kawan kami! Kali ini kami akan memberimu pelajaran!" Salah satu dari mereka mengeluarkan kertas kuning mantra hitam. Lalu dua orang lainnya melakukan hal serupa.
Li Chang Su mengistirahatkan dirinya dan meminta He Ze untuk mengisi tubuhnya dengan cairan eliksir. Tapi tubuh Li Chang Su sudah dalam kapasitas yang maksimal. Jika dipaksa, maka nanti akan mengalami kerusakan internal.
"Kalianlah yang akan mati!"
__ADS_1
Mau tidak mau, gadis itu hanya bisa menggertakkan giginya dan mengeluarkan kertas putih. Dia menggambar pola lain dengan menggunakan darahnya sendiri. Kali ini, kesempatan terakhir. Harus bisa membunuh ketiganya.
Jika tidak bisa, seharusnya bisa melukai mereka. Setelah selesai menggambar pola berbentuk heksagon dengan beberapa jenis lainnya, Li Chang Su membaca mantra.
Hampir bersamaan dengan tiga pria berjubah hitam, dia juga melemparkan kertas mantra yang telah diisi dengan imu tenaga dalam.
Li Chang Su menggunakan cambuknya untuk menepis semua kertas kuning ilmu hitam itu agar tidak menempel di tubuhnya. Semua kertas kuning mereka meledak di udara kosong. Adapun kertas mantra yang dibuat Li Chang Su, tujuannya bukan tubuh mereka, namun permukaan di bawahnya.
Ketika kertas putih berpola heksagon itu menempel di permukaan salju, ketiganya menundukkan kepala. Kertas itu ada di hanya kurang dari tiga puluh sentimeter dari ketiganya. Li Chang Su pindah ke sisi lain dan mengucapkan beberapa patah kata. Lalu kertas itu meledak.
Teriakan tiga pria berjubah hitam terdengar akibat tidak cepat menghindari ledakan.
Sementara di sisi lain, Mu Xianzhai juga bertarung dengan panda mutasi. Retakan di permukaan tanah semakin membesar dan efeknya lebih cepat terasa.
Li Chang Su merasakan firasat buruk akan datang. Tapi kali inif ia kehilangan banyak ilmu tenaga dalam sehingga hanya bisa berlutut dengan wajah pucat.
"Su'er ..." Mu Xianzhai masih melawan panda raksasa itu. Tapi sekilas melihat istrinya yang benar-benar pucat.
Tubuhnya kedinginan dan memuntahkan darah segar akibat melukai organ internalnya. Bahkan ia tidak bisa menggunakan mata dewanya di saat kelelahan seperti ini.
"Su'er bertahanlah sebentar lagi." Mu Xianzhai merasa jika istrinya lebih penting saat ini sehingga ingin menghabiskan panda jelek itu.
Tapi sayangnya, panda mutasi bukan makhluk tingkat dewa yang baru. Melainkan telah hidup lama sebagai golongan kegelapan dan diberi ajaran oleh Sekte Hitam.
Makhluk itu merupakan yang paling ganas di Sekte Hitam. Sehingga tidak heran jika sovereign sekte itu sendiri, Zhen Juan sedikit ragu untuk mengeluarkan panda itu.
Karena Mu Xianzhai sedikit melonggarkan penjagaan, makhluk itu menyerang lebih kasar. Merasa kesempatan untuk melukai manusia itu lebih besar, panda mutasi langsung melompat dan mencoba melahap Mu Xianzhai.
Li Chang Su bahkan lebih takut lagi saat panda itu menyerang lebih ganas. "Mu Xianzhai! Fokus pada pertarungan!" teriaknya.
Pria itu akhirnya tersadar lagi dan kembali menggunakan pedangnya untuk menghindari serangan. Angin dingin berembus kencang, mengibarkan jubah hangat yang dipakainya. Helaian rambut panjangnya sedikit melayang, indah dan halus.
__ADS_1
Mu Xianzhai siap memanggil bayangan naga perak untuk mengakhiri semua ini. Dia melakukannya di akhir bukan karena tidak ingat memanggilnya di awal, namun butuh energi yang besar untuk memanggilnya.
Sementara tadi panda mutasi itu memiliki banyak kekuatan. Mu Xianzhai juga menguji seberapa kuat serangannya. Setelah naga perak berniat membantu, Mu Xianzhai tentu tidak menolak.
Karena Sekte Hitam telah berani untuk mengganggu keseimbangan antara golongan cahaya dan golongan kegelapan, maka naga perak bertugas untuk mengembalikan keseimbangan itu.
Di saat Mu Xianzhai siap memanggil bayangan naga perak, retakan tanah di sekitar mereka akhirnya pecah dan menciptakan gempa bumi. Banyak pepohonan hutan es yang kini tumbang dan jutsru jatuh ke dasar lubang yang tiba-tiba muncul.
"Mu Xianzhai ... Tempat ini akan runtuh!!" teriak Li Chang Su. Tapi dia terlambat untuk memperingati semuanya.
Tempat di sekitar mereka amblas dengan cepat hingga tanah bersalju yang dipijak Li Chang Su langsung tergerus. Lalu tiba-tiba saja tubuhnya jatuh dengan cepat.
"Sial! Lubang apa ini?" gumam gadis itu memikirkan cara.
Dia ingin memasuki ruang artefak, tapi tidak mungkin meninggalkan yang lain. Mu Hongzhi dan Lict ada tak jauh darinya saat ini, berteriak-teriak dan mengutuk benda apapun. Lalu Mu Xianzhai sendiri menginjak pepohonan yang terjatuh ke lubang tanpa dasar setelah menyerang panda mutasi.
Ia berusaha untuk pergi mencapai Li Chang Su. "Su'er ...!" teriaknya.
Hanya satu meter lagi, dia bisa meraih istrinya. Mengerahkan kekuatannya, Mu Xianzhai akhirnya mampu meraih tubuh Li Chang Su dan memeluknya dengan erat.
Adapun di sisi lain, Mu Hongzhi mengambil Lict agar tidak jatuh lebih jauh. Kini mereka kebingungan harus bagaimana. Mengetahui bahwa hutan es ini kini telah amblas begitu saja.
"Mu Hongzhi, mendekatlah padaku. Aku akan membawa kalian ke ruang artefak! Cepat!" teriak gadis itu.
Mu Hongzhi tentu saja tahu ini dan segera mencari pijakan untuk bisa mendekatinya sepupu iparnya.
Tanpa diduga, mereka mendengar suara elang yang nyaring. Dan bayangan dua elang putih mutasi disertai dengan satu elang gunung mutasi terbang di atas mereka.
Seorang pria bertopeng rubah yang ada di punggung salah satu elang putih mutasi pun menatap ke arah keempat orang yang kini telah jatuh bebas ke lubang tanpa dasar itu.
"Itu mereka. Bisakah kalian menyelamatkan mereka dengan cepat?" tanyanya pada elang putih mutasi yang kini dia tunggangi.
__ADS_1