
DI ISTANA PUTRA mahkota, Rongyu yang ada di halaman belakang sedikit gugup. Dia duduk di gazebo dengan tangan yang sedikit berkeringat dingin. Hatinya cukup senang. Di seberangnya, putra mahkota—Mu Lizheng, sedang menyesap tehnya dan mendengarkan laporan para penjaga gelap.
Terakhir kali, orang-orangnya dibunuh oleh Mu Xianzhai karena ketahuan memata-matai. Dan ketika dikonfirmasi, ada jejak rencana di wajahnya. Takdir gelang nada perak telah menemui Mu Xianzhai dan kini akan menikah.
Tentu saja ini bagus. Walau dia kurang puas dengan Rongyu, tapi wanita itu masih memiliki peran untuk membuatnya naik takhta. Permaisuri menyarankannya untuk menyenangkan wanita ini sebanyak mungkin.
"Yang Mulia, apakah dengan begitu, berarti semua bekas luka di tubuh Yu'er bisa hilang?"
Rongyu sangat bersemangat. Jika wajahnya tidak memiliki banyak bekas luka yang mengerikan, pasti sudah memerah.
Mu Lizheng sedikit jijik di dalam hatinya, tapi masih tersenyum penuh kasih sayang. Dia sengaja meminta Rongyu untuk terus memakai kerudungnya agar wajah itu tidak terlihat jelas. Jangankan menatapnya lama-lama, mood makannya saja hilang.
Untung saja wanita ini mudah dibohongi oleh kata-katanya. Dengan memintanya memakai kerudung di istana, ia beralasan agar tidak menimbulkan luka bakar lain. Mu Lizheng sendiri kurang tahu bagaimana bisa semua luka bakar di tubuh Rongyu bisa sembuh dan menimbulkan masalah baru lagi. Ada juga beberapa nanah yang menggembung. Sangat tidak nyaman.
Ia kehilangan mood untuk minum sejak melihat wanita itu. Dan berpura-pura menikmatinya.
"Yu'er jangan khawatir. Karena gadis itu sudah datang, kita tinggal menjalankan rencana. Beri tahu ayahmu tentang ini. Pangeran ini akan membantumu mendapatkan darahnya sebelum hari pernikahan mereka," Mu Lizheng tersenyum licik, membuat Rongyu semakin menyukainya.
Dibandingkan dengan Mu Xianzhai yang dingin dan tidak berperasaan, ia lebih suka sifat putra mahkota. Wajah tampan itu tidak berbeda jauh dengan tampang Mu Xianzhai. Hanya sedikit perbedaan. Keduanya adalah keindahan Negara Bingshui. Seandainya Mu Xianzhai memiliki sifat seperti putra mahkota, betapa indahnya itu.
Karena terlalu senang, Rongyu sampai tidak peduli dengan ekspresi aneh Mu Lizheng ketika meminum teh, "Yang Mulia jangan khawatir, ayahku pasti mendukung di perbatasan."
"Itu bagus. Yu'er tidak perlu terburu-buru. Tunggu sampai kita menikah. Semuanya berjalan lancar untuk takhta. Yu'er akan menjadi permaisuri Negara Bingshui yang paling cantik."
Semakin banyak Mu Lizheng berkata untuk menyenangkan hati, Rongyu semakin tergila-gila untuk menjadi permaisuri. Dia adalah prajurit berbakat di barak militer, mampu memegang pedang dan busur. Dengan permaisuri hebat seperti dirinya, dia akan dipuja oleh seluruh rakyat. Lalu menyingkirkan banyak gangguan keturunan di harem.
Dalam hidup ini, hanya dia yang pantas menjadi permaisuri dan melahirkan seorang pangeran kecil untuk mewarisi takhta Mu Lizheng.
Pria itu hanya terkekeh. Dalam hatinya mencibir berulang kali. Wanita ini sungguh tergila-gila dengan kursi permaisuri, maka dia akan terus menggodanya. Setelah tujuannya tercapai, sang permaisuri akan mengurus sisanya. Dia hanya bisa bertahan dan melakukan sedikit upaya lagi.
Jika keduanya sedang bersantai di gazebo, maka di Istana Putri Mahkota, Mu Ying, kini memecahkan cangkir teh. Gaun putih awannya ternoda. Tapi dia sama sekali tidak peduli. Dengan ekspresi marah yang ekstrim, dia sungguh ingin mencabik-cabik wanita yang bernama Rongyu.
Di seberangnya, putri kedua dan putri ketiga saling melirik, sedikit bersimpati. Walau keduanya tahu bahwa Mu Ying sangat membenci Rongyu, sangat kecil kemungkinannya untuk menyerang.
__ADS_1
Mu Ying berteriak kesal dan menendang pelayan yang berlutut untuknya. Setelah mendengar bahwa Mu Xianzhai akan mengadakan pernikahan, itu berarti takdir gelang naga perak telah ditentukan.
"Kenapa ini terjadi? Kenapa gadis itu datang di saat waktu yang tidak tepat!! Aku tidak rela. Aku tidak rela jika wanita tunasusila itu memulihkan semua luka-luka di tubuhnya!"
Sangat benci dan marah!
"Saudari pertama, apakah Rongyu benar-benar akan menjadi putri mahkota? Bukankah itu akan menggeser posisimu?"
Putri kedua—Mu Lanfen pun memanas-manasi.
Dia memakai gaun hijau muda yang lembut, tidak berlebihan atau lusuh. Sebagai seorang putri, dia juga memiliki banyak perhiasan. Secara alami bisa memakainya. Tapi ketika berkunjung ke Istana Putri Mahkota, dia harus menurunkan sedikit kualitasnya.
Putri mahkota ini cemburuan.
Sementara itu, putri ketiga—Mu Chuxin juga tidak berbeda jauh. Tapi dia lebih akrab dengan sekitar. Tidak mau mencari permusuhan. Terutama khawatir jika kaisar tidak menyukai ibunya yang sederhana, jadi hanya mengikuti perintah yang lebih tua.
Istana itu kejam. Semua yang masuk akan diumpamakan seekor domba yang dikurung dan tidak mampu bertahan lama. Lalu berakhir dengan disembelih.
Tapi pertanyaannya tidak salah sehingga Mu Ying tidak memiliki alasan untuk membantah suadari kedua ini. Itu memang benar. Jika Rongyu menikah dengan Mu Lizheng, maka statusnya adalah putri mahkota. Sejak awal, kakaknya sengaja tidak menikah untuk tetap menjadikannya seorang putri mahkota. Dan hanya ada beberapa selir di halaman belakang.
"Menjadi putri mahkota?" Mu Ying mencibir.
Setelah tenang, dia sangat ingin pergi ke halaman putra mahkota untuk menginterogasi langsung. Dia ingin menampar Rongyu dan katakan saja semua ini halaman angan-angan. Tidak ada hal yang nyata. Fantasinya untuk menjadi permaisuri pasti sudah mendarah daging.
Mu Ying sendiri memiliki kesempatan untuk menjadi permaisuri negara lain di masa depan. Itu pun jika identitas putri mahkotanya masih bertahan. Karena itu, dia harus mencegah Rongyu untuk menikah dengan Mu Lizheng. Biarkan saja menjadi selir. Tapi bagaimana caranya?
"Dia tidak akan pernah menjadi putri mahkota. Aku pasti akan mencegahnya untuk melakukan itu. Tapi ...," Sang putri mahkota menatap Mu Lanfen dan Mu Chuxin. Dua saudari kekaisaran itu saling melirik.
"Aku butuh bantuan kalian!"
"....!!" Keduanya terkejut. Lalu Mu Lanfen segera berkata, "tapi, apakah itu baik-baik saja?"
"Saudari pertama, kami akan dalam masalah besar jika ketahuan ikut campur," Mu Chuxin juga sama. Kondisinya tidak lebih baik daripada anak selir kekaisaran.
__ADS_1
Mu Ying tertawa mengejek tapi juga tahu apa maksud mereka, "Jangan khawatir, ini tidak sulit. Aku akan mengurus sisanya."
Kita saudari itu diam-diam berdiskusi dan merencanakan sesuatu yang memungkinkan Rongyu akan menjadi selir. Walaupun Mu Lanfen atau Mu Chuxin enggan melakukannya, ini masih sedikit wajar. Mereka hanya perlu memancing Rongyu ke suatu tempat dan memberinya pelajaran.
Dengan wajahnya yang jelek, dia harus dituduh menggunakan cara lain agar mencapai ketenaran. Karena Rongyu ingin semua bekas luka mengerikan di tubuhnya hilang, pasti akan membutuhkan darah Li Chang Su. Darah ini, wanita itu tidak boleh mendapatkannya.
***
Ketika tiba di ibukota, Mu Xianzhai mengajak Li Chang Su ke istana janda permaisuri. Wanita setengah baya itu bersandar di tumpukan bantal dan terbatuk kecil. Ada aroma dupa herbal di ruangan. Dan Li Chang Su menghirupnya sedikit. Dupa ini memang bagus untuk menenangkan pikiran.
Ia hanya mengikuti Mu Xianzhai dan tidak tahu harus berkata apa. Menemui janda permaisuri adalah satu-satunya tujuan yang ingin dia konfirmasi.
"Nenek ...," Mu Xianzhai duduk di tepian ranjang dan menggenggam tangan neneknya. Kali ini Mu Xianzhai melepaskan topeng peraknya.
Janda permaisuri tersenyum pucat dan senang melihat cucu kesayangannya. Dan dia juga melihat Li Chang Su yang tidak bicara apapun, hanya berdiri tak jauh dari mereka. Entah keputusan ini benar atau salah, dia hanya ingin mendengar pernikahan keduanya dilaksanakan.
Wanita tua itu terbatuk lagi dan menghela napas panjang, "Zhai'er, Aijia tidak memiliki maksud lain selain melihat kalian bahagia."
"Nenek," Mu Xianzhai menyela dengan permintaan maaf, "bagaimana bisa diracun seperti ini? Katakan padaku."
"Ada banyak hal di dunia ini yang sulit untuk diketahui," janda permaisuri menggelengkan kepala, "siapapun itu, tujuan mereka tidak boleh tercapai. Dengan meninggalnya Aijia nanti, ayahmu akan melakukan banyak hal. Berhati-hatilah dengan musuh."
"Nenek ...," Mu Xianzhai tidak tahu harus berkata apa.
Sebenarnya Li Chang Su ingin bicara sesuatu karena merasa jika drama ini berlebihan. Tapi dia merasa ada sesuatu yang tidak beres dan diam-diam menyelidik sekitar dengan kemampuan mata dewa. Dan hatinya terkejut. Ternyata dalam situasi yang ketat seperti ini pun, mata-mata ada di sekitar mereka.
Tampaknya ingin mencari tahu kondisi janda permaisuri saat ini dan kemungkinan besar apakah hidup atau meninggal. Sekarang Li Chang Su mengerti. Janda permaisuri sedang bermain trik dengan orang-orang di belakang layar. Ketika mata-mata itu pergi meninggalkan istana tersebut, Mu Xianzhai memiliki ekspresi yang lebih serius lagi.
"Nenek, berbahaya bagimu untuk melakukan ini. Biarkan cucunya membantu," katanya.
Mengetahui jika orang-orang yang sedang memperhatikan dari kegelapan itu pergi, janda permaisuri tersenyum ringan, "Aijia merasa baik-baik saja. Racun kronis ini masih belum bisa membunuh Aijia dengan mudah. Jadi biarkan mereka berharap."
Li Chang Su akhirnya tahu apa maksud dari pembicaraan keduanya dan merasa, jika pengetahuannya terhadap orang-orang kekaisaran masih kecil. Ia hampir lupa, istana itu penuh dengan banyak kelicikan. Jika hanya bisa menjadi bodoh, maka kematian datang lebih cepat
__ADS_1
"Kalian ... Apakah sedang bermain?" Tanyanya kesal.