
SEMUA TAMU pria berpartisipasi dalam acara memanah ini. Tapi mungkin Mu Xianzhai berbeda. Pria itu berkata 'Tidak' dengan tenang. Untuk apa mengikuti bakat memanah ini. Siapa yang harus mengaguminya selain istrinya saja. Mu Yishu mungkin berpartisipasi, tapi hanya untuk melengkapi saja.
Li Chang Su tidak akan memaksanya. Jika tidak mau, maka biarlah. Lagi pula ini hanyalah bakat memanah. Mu Xianzhai sudah terbiasa melakukannya di barak militer. Orang-orang juga tidak akan meragukannya.
Pada akhirnya, saat Mu Yishu melepaskan anak panah, kuda putih mutasi berteriak tidak mau dan menutup mata. Kakinya tambah gemetar. Untung saja panah benar-benar mengenai apel dan menancap di papan sasaran. Kuda putih mutasi itu seperti ingin pingsan dengan sepotong jiwa melayang keluar dari mulutnya.
Ini mengerikan! Dia tidak tahu jika memiliki pemikiran yang bisa dimengerti manusia itu lebih mengerikan. Bisakah dirinya menjadi kuda biasa? Mungkin saat menjadi kuda biasa kembali, dia tak akan takut saat manusia itu membidik apel di atas kepalanya.
Orang yang menilai lomba pun langsung mengumumkan hasil. "Bupati, skor penuh!" teriaknya hingga menyebabkan para tamu bertepuk tangan.
Tentu saja Mu Yishu tidak akan kesulitan untuk memanah. Dia juga belajar sejak kecil. Sebagai anak pertama kaisar, dia telah menjadi sosok kakak yang harus dipatuhi oleh adik-adiknya.
Orang-orang mungkin bertepuk tangan, tapi kuda putih mutasi sudah lemas di tempat dan ingin pulang. Dia tidak mau menjadi kuda percobaan bagi mereka. Jadi setelah Mu Yishu selesai, dia memilih untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Sayang seribu sayang, para penjaga sudah menghalangi jalan dan lupa jika tubuhnya masih memiliki tali kuda sehingga mudah ditangkap mereka.
Kuda putih mutasi langsung meringkik dan mengangkat kedua kaki depannya sebagai bentuk perlawanan. Sepasang mata cantik itu sedikit panik hingga tidak sabar untuk melarikan diri.
"Minggir! Aku ingin pergi saja. Aku tidak mau menjadi kuda percobaan!" protesnya.
"Jangan lupa, kamu dihukum karena memakan bunga-bunga kesayangan Kaisar Mu. Jangan lari dari tanggung jawab!" Salah satu penjaga tidak memberi kelonggaran dan memegang tombak bermata satu seraya menodongkannya pada kuda itu.
"Tanggung jawab apa? Aku ini hanya kuda, bukan manusia. Bukankah tidak adil?" Kuda putih mutasi itu jelas tidak setuju.
"Baik itu binatang mutasi atau bukan, tanggung jawab berlaku untuk siapa dan di mana saja."
"..." Apakah kalian ini serius? Pikir kuda putih mutasi yang telah telanjur takut duluan.
Di sisi lain, Li Chang Su dan yang lainnya memiliki tiga garis hitam di kepala. Terutama Mu Hongzhi yang langsung memijat pelipis akibat ulah kuda putih itu. Bahkan Kaisar Mu saja cuek. Ekspresinya menyatakan jika tidak mungkin bagi kuda putih mutasi untuk lolos dari hukuman.
__ADS_1
Pada akhirnya, kuda putih mutasi kembali ke tempat semula. Satu apel baru diletakkan di atas kepalanya hingga beberapa pria bangsawan dan pangeran lain pun segera membidik buah apel di kepala kuda itu.
Acara berlangsung lancar. Lict juga mendapatkan giliran setelah memandikan kelinci putih mutasi yang kini berada di pangkuan Li Chang Su. Mu Xianzhai yang melihat makhluk berbulu itu menempati pangkuan istrinya, hanya bisa puas dan menahan kecemburuan. Ia suka tidur di paha istrinya, sekarang ... ditempati seekor kelinci.
Li Chang Su merasa nyaman saat mengelus bulu kelinci putih mutasi. Mungkin karena dirinya suka makhluk berbulu lembut.
"Su'er ... Setelah pulang nanti, biarkan kelinci ini ikut dengan Lict, ya?" bujuk Mu Xianzhai seraya menyentuh telinga kelinci putih mutasi seolah-olah sangat baik.
Ketika Li Chang Su melirik, senyum pria itu mekar. Meski tidak bisa menentukan ekspresi di balik topengnya, Li Chang Su terlihat berpikir ulang. Apakah tidak apa-apa jika kelinci putih mutasi ini ikut dengan Lict? Pikirannya. Ia menggunakan kemampuan mata dewanya untuk melihat ekspresi pria itu dan ...
Wajahnya sendiri tiba-tiba saja memerah. Kenapa Mu Xianzhai begitu tampan? Pikirnya.
"Ya, baiklah," katanya tanpa sadar.
Kelinci putih mutasi di pangkuannya belum menyadari jika Li Chang Su yang selalu dia puji-puji itu mulai terperangkap oleh tatapan cinta Mu Xianzhai.
Mu Xianzhai seharusnya menjadi milik dia. Bagaimana bisa Li Chang Su merebut pria yang disukainya? Tahun itu, dia telah berhasil membuat Mu Xianzhai berada dalam pengaruh ramuan cinta, sehingga pikiran pria itu hanya terfokus padanya. Tapi ... Semenjak gelang naga perak memberinya hukuman, masalah besar pun terjadi.
Keluarga Rong hampir dihukum oleh kaisar akibat masalah tersebut hingga putra mahkota mati-matian membelanya dan berjanji untuk menikahi dia. Karena itulah alasan kenapa dia menjadi istri Mu Lizheng saat ini, alih-alih bersama Mu Xianzhai. Hanya karena keduanya memiliki kemiripan hampir sama pada wajah, Rongyu kadang kali membayangkan Mu Xianzhai ketika putra mahkota menekan tubuhnya.
Putra mahkota sendiri tidak tahu jika wanita yang selalu melayani dirinya di tempat tidur itu membayangkan sosok Mu Xianzhai, mungkin akan dicampakkan detik itu juga.
Saat semua pria bangsawan dan pangeran telah memanah apel, Rongyu segera bangkit dari duduknya dan memohon pada Kaisar Mu.
"Yang Mulia Kaisar, izinkan aku untuk memanah dan berlomba dengan seseorang," katanya sedikit membungkuk.
Mu Lizheng mengerutkan kening. "Apa yang ingin kamu lakukan? Ini acara para pria," ucapnya pelan, setidaknya hanya bisa didengar oleh Rongyu.
__ADS_1
Wanita itu meliriknya dengan senyum penuh arti. "Aku ingin mengujinya."
"Siapa?"
Sebelum Rongyu berkata lagi, Kaisar Mu tampaknya cukup tertarik. Ia menanyakan siapa yang ingin diajaknya berlomba memanah. Lalu Rongyu segera melihat Li Chang Su yang mengelus kelinci putih mutasi di pangkuannya.
"Izinkan aku bisa berlomba dengan Putri Xian," katanya.
"..." Semua tamu mulai berbisik-bisik.
Masuk akal jika Rongyu bisa memanah di lapangan, tapi mungkin tidak untuk Li Chang Su bukan? Gadis itu masih berusia lima belas tahun, tangannya terlalu kecil untuk memegang busur. Mungkin karena Li Chang Su juga terlibat dalam pertarungan binatang mutasi kegelapan di perbatasan, sehingga orang-orang masih sedikit optimis.
Kaisar Mu pun kini menjadi keheranan. Ia menatap Rongyu dan Li Chang Su secara bergantian. "Kenapa Putri Li ingin bertanding dengan Putri Xian?" tanyanya.
Rongyu sekali lagi membungkuk penuh hormat dan penuh kesopanan. "Aku ingin memiliki hubungan yang baik dengan Putri Xian. Sekaligus menghilangkan kecanggungan akibat kesalahan tahun lalu," jawabnya seakan-akan meminta maaf pada Li Chang Su.
Jika gadis itu tidak menerimanya, bukankah dianggap sombong?
Mu Xianzhai sendiri segera berwajah gelap. Dia belum melihat Li Chang Su memanah dengan busur istana sehingga tidak yakin bisa menarik tali busur dan mengenai sasaran. Saat dia hendak berbicara untuk melindungi istrinya, Li Chang Su segera menahan diri.
Pria itu menatap istrinya dengan penuh kasih sayang. Orang-orang juga mulai berdiskusi tentang ini, menunggu tanggapan Li Chang Su.
"Tenanglah. Ini hanya panahan," ujarnya pelan.
Kelinci putih mutasi yang ada di pangkuannya mendengus. Huh, wanita jelek itu ingin mengalahkan Si Cantik? Mimpi buruk apa yang dialami wanita itu semalam? Pikirnya.
Li Chang Su segera menaikkan sebelah alisnya dan menatap Rongyu dengan tenang. Ia pun tersenyum datar. "Apakah Putri Li sungguh yakin ingin berlomba denganku?" tanyanya.
__ADS_1