Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Perpisahan


__ADS_3

KELINCI PUTIH mutasi akhirnya hanya bisa menggigil dan marah. Dia menatap Mu Xianzhai dengan sepasang mata merah khasnya. Tubuhnya yang berat seolah-olah bukan beban sama sekali di tangan pria itu.


Pria itu berani mengatakan dirinya kotor, berkutu dan penuh kuman!


Tapi ... Xue Zi sepertinya menyadari, setelah selesai berkultivasi, dia belum mandi. Dari tingkat raja kini dia naik ke tingkat suci. Dia sangat senang. Tentu saja, dia sedikit lebih kuat sekarang. Bahkan Lict akan sedikit kesulitan untuk memeluk tubuhnya lagi.


"..."


Xue Zi yang pasrah hanya bisa bisa dilempar Mu Xianzhai ke bak kayu ukuran sedang penuh air dingin.


"Mandilah dan jangan sentuh istriku. Jangan sampai istriku sakit hanya karena kuman dan kutu." Mu Xianzhai menusuk hati kelinci putih mutasi itu lagi.


Akhirnya kelinci putih mutasi tidak tahan lagi. "Kamu pria kejam! Tidak bermoral dan sombong!"


"Jadi bagaimana dengan itu? Raja ini mengakuinya."


"..." Akui, akui pantatku! Kelinci putih mutasi hanya mengomel di hatinya.


Li Chang Su mengerutkan kening dan mengerang kecil saat Mu Xianzhai tak membiarkannya menyentuh bulu-bulu lembut Xue Zi. Ada sedikit rasa kesal di hatinya.


Mu Xianzhai tampaknya menyadari istrinya tidak bahagia, hanya bisa membujuknya dengan tenang.


"Bukankah kamu sangat peduli dengan bayi kita? Yah, dengarkan rajaku (aku)."


"Baiklah. Tapi aku masih kesal denganmu!" Li Chang Su mendengus dan segera meninggalkannya, kembali ke gua.


"..." Mu Xianzhai tersenyum pahit. Tanpa topeng perak, wajahnya yang tampan terlihat jelas.


Topeng peraknya telah pecah saat masuk ke lubang pengisap jiwa. Tapi tidak masalah. Tanpa topeng, dia masih memiliki pesona. Lagi pula, topeng perak itu tak lagi dibutuhkan.


Kini, dia harus kembali ke ibu kota untuk menyelesaikan masalah ayah kaisarnya.


Para bawahan Mu Xianzhai juga datang memberikan laporan dan secara alami menyembunyikan banyak hal tentang hilangnya suami istri itu dari orang-orang di ibu kota.


Kini sang pangeran kembali, mereka tentu melaporkannya juga pada pensiunan kaisar secara diam-diam.


Salju turun cukup lebat hari ini. Mu Xianzhai didatangi oleh salah satu penjaga gelapnya.


"Yang Mulia, pangeran keempat telah memberontak dan kaisar terluka cukup parah akibat serangan diam-diam permaisuri," jelas penjaga gelap itu seraya menundukkan kepala, menghormatinya.


Mu Xianzhai menyipitkan mata. Ekspresinya masih tenang. "Bagaimana keadaannya sekarang?"

__ADS_1


"Semuanya cukup terkendali. Namun pangeran keempat menyandera pangeran kelima. Keluarga Rong juga mendukung pangeran keempat untuk naik takhta dan kini mencoba menekan kekuatan di pihak bupati."


"Oh." Mu Xianzhai bersenandung ringan dan terkekeh. Tapi tatapan matanya yang tajam semakin mengembun. "Lalu pihak saudara kedua ...."


"Pangeran kedua baik-baik saja dan kini melawan pangeran keempat secara terbuka."


"Ini memang karakter saudara kedua," gumam Mu Xianzhai. Dia segera menghela napas dan mengusir penjaga gelapnya. "Raja ini tahu dan akan segera kembali ke ibu kota."


"Bawahan mengerti." Penjaga gelap itu langsung pergi.


Ketika Mu Xianzhai kembali ke gua, Li Chang Su telah makan sepotong paha ayam panggang.


"Su'er, kita akan berangkat besok."


"Begitu cepat?" Li Chang Su terkejut.


"Pangeran keempat telah memberontak."


"Ah, Mu Lizheng tidak tahan lagi?" Jelas Li Chang Su tidak terlalu terkejut saat mengetahui hasilnya.


Dengan temperamen Mu Lizheng yang serakah akan kekuasaan dan wanita cantik, tidak mungkin diam saja.


"Ya." Mu Xianzhai tidak berdaya.


"Lalu bagaimana dengan kabar yang lainnya?" tanya Li Chang Su.


"Mereka baik-baik saja. Keluarga Rong telah berakhir tapi jenderal Rong memiliki pasukannya sendiri saat ini dan memberontak kaisar, membantu Mu Lizheng mendapatkan takhta. Saat ini, Mu Lizheng memimpin pasukan menuju ibu kota," jelas Mu Xianzhai langsung menurunkan kelopak matanya.


Li Chang Su jelas tidak menduga jika semuanya akan terjadi begitu cepat.


"Lalu Rongyu?"


"Dia harusnya bermimpi untuk menjadi permaisuri."


"Permaisuri?" Gadis itu mencibir. "Itu tidak mungkin. Dia hanya pion. Sekarang dia masih bekuk menyadari kebodohannya sendiri. Bukankah kalian teman masa kecil?" tanyanya.


Tiba-tiba saja saja Mu Xianzhai tersenyum misterius, duduk di samping gadis itu dan mengelus rambut halusnya.


"Yah, Raja ini tahu, Su'er cemburu."


Wajah gadis itu memerah sedikit. "Tidak. Dia tidak layak jadi objek kecemburuanku!" sangkalnya.

__ADS_1


"Su'er cemburu."


"Tidak!" Li Chang Su masih menyangkal, menggigit daging ayam panggang.


Keduanya saling menggoda hingga Lict serta yang lainnya di sana hanya bisa iri diam-diam. Pasangan itu saling melemparkan permen di mana-mana dan masih permen lemon yang asam.


***


Keesokan harinya, Li Chang Su serta yang lainnya berpamitan dengan Wen Lao dan dua kucing mutasi dewa. Pria tua itu juga mengucapkan beberapa kalimat untuk mereka karena setelah urusan di pegunungan dewa selesai, Wen Lao juga harus pergi.


Ke mana pria tua itu pergi, mereka tidak diberi tahu. Katakan saja sebagai rahasia langit. Namun satu hal yang membuat Li Chang Su yakin, Wen Lao bukan milik dunia ini.


Meski begitu, dia hanya menebak ini di hatinya.


"Gadis, naga emas pasti akan kembali. Mengingat jika gelang itu masih ada saat ini, dia kemungkinan besar terjebak dalam ruang waktu," jelas Wen Lao. "Aku mendapatkan informasi jika naga emas pasti akan muncul di negara Bingshui dan menjadi pelindung negara tersebut. Jangan cemas."


"Kakek Wen, terima kasih atas bantuannya selama ini."


Li Chang Su menyerahkan berbagai jenis makanan dari ruang artefak naga peraknya. Seekor tupai putih kini ada di bahu gadis itu, terlihat malas.


"Tidak tahu apakah kita akan bertemu lagi atau tidak ... tapi ... tanpamu, aku tak bisa mempertahankan anak ini," kata Li Chang Su lagi seraya menyentuh perutnya yang masih rata.


Wen Lao akhirnya tertawa lepas, merasa bahagia. Jelas dia tidak munafik saat menerima bingkisan dari gadis itu. Di istana langit, para petinggi itu mungkin memutar bola matanya dan bergumam 'pria tua serakah'.


"Gadis, yang tua ini berbuat salah padamu, hampir menjadi egois. Yakinlah, kalian akan hidup dengan baik dan anak di perutmu juga akan lahir dengan selamat. Jika ada kesempatan di masa depan, mungkin aku akan berkunjung ke sana."


"Kami akan menunggumu kapan saja." Li Chang Su mengangguk.


"Nah, bagus!"


Wen Lao mengantarkan mereka menuju kaki pegunungan dewa dengan menggunakan teleportasi. Lict hampir mual saat tak bisa menahan gelombang kacau di pikirannya. Teleportasi ini mengerikan baginya.


Di kaki pegunungan, penjaga gelap yang menjaga kereta kuda pun memberi hormat pada Mu Xianzhai dan Li Chang Su.


Barulah setelah mereka masuk kereta, Wen Lao memperhatikan sampai kereta itu menghilang di telan hutan rimbun. Dia mengembuskan napas panjang da kembali ke puncak pegunungan dewa.


Hujan salju ringan terus turun. Dua kucing mutasi sedikit enggan, tapi keduanya tahu jika perpisahan pasti akan terjadi.


"Tuan, apakah kita akan kembali sekarang?" tanya Bell.


"Kita akan kembali malam ini," jawab Wen Lao santai.

__ADS_1


Dan pada malam harinya .... Sebuah cahaya muncul dari pegunungan dewa, menjulang ke langit. Sayangnya hanya sekilas saja sehingga tak akan ada yang menyadari bahwa cahaya itu pernah muncul.


Wen Lao dan dua kucing mutasi dewa telah kembali ke istana langit ....


__ADS_2