Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kembali Ke Ibukota


__ADS_3

SAAT MATAHARI sudah merangkak di ufuk timur, suasana masih sangat sepi. Baik Li Chang Su maupun Mu Xianzhai sama-sama tidak memiliki tidur yang baik. Anggap saja, mereka terjaga sepanjang dini hari tadi.


Ketika keluar tenda, Mu Xianzhai agak linglung. Wajahnya cukup segar, tapi beberapa sudut pakainnya berantakan. Memikirkan apa yang baru saja terjadi beberapa jam lalu, wajahnya sedikit mengeras. Gadis itu seperti bunga racun yang mematikan. Setiap kali melihatnya, pasti merangsang.


Sedangkan Li Chang Su masih terdiam di tenda. Pakaiannya yang paling berantakan. Jika Mu Xianzhai tidak menahan diri begitu keras, dia mungkin sudah dimakan serigala besar yang lapar.


Gadis itu masih sedikit memerah karena malu. Sebenarnya cukup mengantuk. Tapi karena pagi ini mereka harus melanjutkan perjalanan, Li Chang Su tidak memiliki waktu untuk bersantai. Setelah memastikan bahwa semua bekas merah di tubuhnya tertutupi, dia keluar dari tenda tanpa mau melihat pria itu.


Mu Xianzhai tampaknya sedang berbicara dengan beberapa bawahannya yang berlutut. Mereka tampak tegang dan berkeinginan dingin. Karena insiden dini hari tadi, Mu Xianzhai sepertinya marah pada sekelompok orang yang membakar dupa musim semi sembarangan.


Lalu tidak tahu penjaga gelap yang mana, Mu Xianzhai tampaknya terkejut. Dilihat dari penampilan penjaga gelap itu, seharusnya bukan milik Mu Xianzhai atau Mu Hongzhi.


"Penjaga gelap siapa kamu?" Tanya pria itu sedikit kesal. Para bawahannya berdiri dan bersiap untuk mengambil pedang.


Namun, saat mereka bersiaga untuk menahan orang kapan saja, penjaga gelap yang tidak diketahui itu mengeluarkan sebuah surat.


"Yang Mulia, saya adalah penjaga janda permaisuri. Mohon untuk segera menerima surat dan kembali ke ibukota secepatnya," jawab penjaga gelap itu masih berlutut untuknya.


Mu Xianzhai cukup terkejut. Dia tidak pernah tahu bahwa neneknya memiliki penjaga gelap seperti ini. Jadi mencurigai. Setelah menerima surat dan membaca isinya, tangannya sedikit gemetar. Dia menghancurkan surat itu.


Menatap penjaga gelap yang masih berlutut, dia mungkin harus percaya, "Katakan pada nenek, bahwa aku akan segera kembali dengan Su'er."


"Ya," penjaga gelap yang tidak diketahui itu akhirnya telah menyelesaikan misi dan kembali menghilang di bayang-bayang.


Ekspresi Mu Xianzhai di balik topeng masih belum cukup yakin untuk Li Chang Su perhatikan. Tapi setelah membaca surat dari penjaga gelap tadi, tampaknya ini ada hubungannya dengan janda permaisuri.


Pria itu memerintahkan bawahannya untuk menemukan Mu Hongzhi. Situasi ini darurat. Mu Xianzhai pun menghampiri Li Chang Su dan menepuk bahunya, sedikit meremas. Dia tidak tahu harus berbicara dari sisi mana dulu.


Di sisi lain, janda permaisuri jatuh sakit dan tabib berkata bahwa itu racun kronis. Saat ini terbaring di tempat tidur dengan wajah pucat. Dan tidak tahu apakah bisa memiliki harapan untuk hidup. Namun di sisi lain juga, Mu Xianzhai tahu jika Li Chang Su belum ingin menikah cepat.


"Su'er ...," Dia membuka suara. Matanya yang terlihat menawan di celah topeng perak itu berkedip putus asa.


"Apakah terjadi sesuatu? Jika ada sesuatu, kamu bisa kembali ke ibukota untuk menanganinya," Li Chang Su tidak ingin termakan oleh rayuannya.


"Su'er, nenek sakit karena racun kronis dan meminta kita kembali sekarang," kata Mu Xianzhai.


"Kenapa aku juga?" Gadis itu curiga.

__ADS_1


"Nenek ingin kita menikah setelah tiba di ibukota. Istana Raja Perang saat ini sedang sibuk menyiapkan pernikahan di bawah perintah nenek."


Mendengar topik ini lagi, Li Chang Su tegang. Kenapa semuanya begitu buruk? Apakah ini sengaja atau konspirasi?


Dia tahu tidak ada yang baik tentang istana. Semuanya penuh rencana dan kelicikan yang tidak pernah menemukan akhir. Janda permaisuri, sengaja atau tidak sebenarnya ingin membuat Mu Xianzhai benar-benar menikahinya lebih cepat.


Tampaknya ini aroma konspirasi yang disengaja. Janda permaisuri ingin dia menikahi Mu Xianzhai terlepas dari apapun alasannya. Hanya memikirkan ini saja, ekspresinya mendingin. Jantung Mu Xianzhai berdebar kencang. Su'er nya marah. Sepertinya memprediksikan sesuatu.


Gadis itu menghela napas tidak berdaya dan meminta Mu Xianzhai untuk membereskan barang-barang di sini. Lalu kembali ke ibukota. Dia ingin tahu apa yang diinginkan janda permaisuri melalui pernikahan paksa ini.


Sebelumnya, Li Chang Su tidak melihat ada yang salah dengan tubuh janda permaisuri. Sekarang tiba-tiba muncul racun kronis. Ada dua kemungkinan, seseorang sengaja ingin membunuhnya atau ini rencana janda permaisuri itu sendiri.


"Su'er, tidakkah kamu marah padaku?"


Pria itu sedikit merasa pahit di hatinya. Tapi diam-diam mendekati gadis itu dan memeluknya dari belakang.


"Lupakan itu," Li Chang Su tidak mau mengatakan apapun saat ini.


Namun Mu Xianzhai begitu keras kepala dan memeluknya lebih erat. Pria itu sedikit tidak nyaman dengan ketidakpedulian Li Chang Su. Mencium daun telinganya, pria itu hanya bisa berbisik.


Wajah Li Chang Su memerah dan melepaskan diri dari pelukannya, tidak mau melihat pria itu secara langsung, "Kamu terlalu banyak berpikir."


Melihat bahwa gadis itu menjadi pemalu, Mu Xianzhai terkekeh dan merasa lebih tenang. Setidaknya Su'er tidak menolak untuk menikah dengannya. Ini juga bagus. Meski mungkin ada keengganan, dia masih bisa membujuknya perlahan setelah pernikahan. Keduanya ditakdirkan untuk bersama.


Mu Hongzhi akhirnya kembali dengan tergesa-gesa saat salah satu penjaga gelap Mu Xianzhai mencarinya untuk segera kembali. Janda permaisuri sakit. Mereka tidak memiliki waktu untuk sarapan dan segera memutar kereta kuda kembali ke ibukota.


Perjalanan kali ini lebih cepat dari sebelumnya. Mu Hongzhi menjadi kusir dan membuat kuda berlari lebih kencang.


Sepanjang perjalanan, Mu Xianzhai dan Li Chang Su tidak banyak bicara. Tapi pria itu meminta beristirahat dan tidur sebentar untuk menghilangkan kantuk dini hari tadi.


"Aku akan membangunkanmu setelah tiba di ibukota. Tidurlah," katanya.


Kereta kuda ini luas dan mampu untuk membuat dua orang berbaring dengan nyaman. Ada banyak empuk yang menahan tubuh agar tidak sakit. Li Chang melihat Mu Xianzhai menyusun bantal untuknya dan ragu-ragu.


"Bagaimana denganmu?" Tanyanya.


"Aku baik-baik saja. Tapi kamu terlihat sangat mengantuk. Jangan khawatir, aku sudah terbiasa untuk kekurangan jam tidur," dia tersenyum penuh makna dan merangkul Li Chang Su, "istirahatlah."

__ADS_1


"Oke."


Li Chang Su memang masih kurang tidur. Dengan cuaca yang dingin seperti ini, rasa kantuk semakin kuat. Dia berbaring dengan nyaman. Dengan kereta kuda yang melaju tenang, dia seperti sedang ditimang. Pada akhirnya tidak mengkhawatirkan apapun dan tertidur dengan baik.


Mu Xianzhai merapikan poni gadis itu dan tersenyum tak berdaya. Lalu mencium keningnya. Kemudian ekspresinya kembali serius. Dia khawatir jika janda permaisuri sakit seperti ini, permaisuri akan memiliki peluang untuk menekan pihak pangeran kedua.


Tanpa janda permaisuri yang mengamati, sang permaisuri memiliki hak untuk memerintah sebagian orang di istana.


***


Di ibukota sendiri, Kaisar Mu sangat khawatir mengenai kesehatan ibunya. Dia meminta banyak tabib terpercaya untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya. Saat ini, janda permaisuri hanya berbaring di tempat tidur dengan wajah pucat. Beberapa bantal di tumpuk agar dia bisa bersandar dengan nyaman.


Melihat putranya yang sangat khawatir, janda permaisuri tersenyum tanpa penyesalan apapun. Dia memegang tangan pria itu. Waktu ternyata telah banyak berlalu. Kedua putranya sudah dewasa dan memberinya banyak cucu. Sayangnya, putra keduanya tidak tahu ada di mana saat ini.


Dan juga, tentang pensiunan kaisar ....


"Ibu, katakan sesuatu pada putramu ini ...," Suara Kaisar Mu sangat lembut dan penuh kelelahan.


Dia sibuk dengan urusan pengadilan. Serta penanggulangan setelah bencana kemarin. Sekarang ketika janda permaisuri jatuh sakit, bebannya bertambah.


"Ibu hanya ingin Zhai'er menikahi Chang Su. Biarkan mereka menikah," katanya.


"Bu ...," Kaisar Mu sedikit tidak percaya dengan permintaannya, "apakah mereka belum ingin menikah?" Tanyanya.


"Bukan Zhai'er yang tidak ingin, tapi gadis itu. Yah, cukup keras kepala ...," Janda permaisuri sedikit berduka.


Li Chang Su seperti karakter lampu hemat bakar (sesuatu yang tidak mudah ditangani). Janda permaisuri ingin cucu kesayangannya ini menikah dengan baik dengan takdir gelang naga perak. Seseorang sudah merencanakan untuk membuatnya meninggal sejak lama.


Namun karena dia menutup diri, pihak lain selalu tidak memiliki alasan. Sekarang mereka menyerang di waktu yang tepat ketika dia ada di luar. Melonggarkan kewaspadaannya. Baiklah, dia mungkin tidak bisa bertaha lama di istana. Dan kerabatnya di negara tetangga bisa aman.


Kaisar Mu menggenggam tangan ibunya dengan penuh kasih sayang dan mengangguk, "Bu, yakinlah. Putranya akan membuat mereka menikah."


"Aijia tahu yang terbaik bagi mereka. Menikah lebih penting daripada menumbuhkan perasaan lebih dulu. Aijia tahu jika gadis itu baik untuk Zhai'er. Jangan kecewakan Aijia," kata janda permaisuri sangat tenang, seolah-olah, ini adalah kata-kata di saat hidupnya akan berakhir.


"Ibu, putranya mengerti."


Saat ini, mungkin janda permaisuri dan kaisar memiliki pembicaraan tentang pernikahan Mu Xianzhai dan Li Chang Su. Tapi di pihak putra mahkota, ini seperti ketenangan sebelum badai ....

__ADS_1


__ADS_2