
MU LIZHENG mencibir. Dia tahu Rongyu tidak menyukai gadis itu karena telah membuat tubuhya di masa lalu menjadi jelek akibat hukuman gelang naga perak. Wanita ini dulu ingin terpesona oleh Mu Xianzhai hingga berani memakai gelang naga perak.
Dia tidak bodoh. Rongyu menyukai Mu Xianzhai hingga ingin menyingkirkan Li Chang Su. Mu Lizheng juga tahu sendiri bahwa Mu Xianzhai lebih dominan bisa menjadi kaisar di masa depan dibanding dirinya. Oleh karena itu Rongyu mengincar raja perang.
Tapi bagaimana dengan itu? Dia sengaja merebut Rongyu dari sisi Mu Xianzhai bahkan jika dulu mereka adalah sahabat masa kecil. Sampai sekarang saja, Rongyu memikirkan Mu Xianzhai tapi tidak mau menunjukkan ekspresi kasih sayang di depan matanya.
Wanita memang pandai bermain perasaan hingga semakin tinggi keinginannya, triknya juga makin tersembunyi. Mu Lizheng mencibir dan meminta wanita itu untuk bangkit.
"Pangeran ini menyukai dia atau tidak, bukanlah urusanmu. Sebaiknya kamu pikirkan cara agar masalah ruang belajar para pangeran bisa diatasi. Setidaknya tidak mengarah pada Pangeran ini. Apakah kamu tahu?" Dia mencibir lagi dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata-kata apapun lagi.
Rongyu hanya bisa melihat kepergiannya. Belum lagi saat Mu Lizheng berkata pada pelayan untuk mengantarkan dia ke halaman di mana selir barunya berada, hatinya semakin panas. Semakin dia ditekan ke bawah, kebenciannya pada Li Chang Su juga semakin besar.
Kenapa?
Kenapa gadis itu selalu saja beruntung. Selain dicintai raja perang, Mu Lizheng juga menyukainya. Mungkinkah ini yang namanya keberuntungan atau takdir. Kenapa dirinya tidak seperti gadis itu?
Rongyu menggertakkan giginya dan menyentuh wajahnya yang agak kaku. Di hampir lupa jika saat ini dirinya menjadi cantik karena ritual sihir mandi darah. Kematian mungkin masih bisa mengintainya. Akhir-akhir ini dia merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Tapi tidak tahu apa.
Ayahnya tidak mengatakan apapun soal itu dan hanya meminta dia untuk mendapatkan kepercayaan putra mahkota. Bahkan Rongyu mungkin tidak tahu jika Jenderal Rong sendiri memiliki keegoisan di hatinya. Ada sesuatu yang tidak bisa dikatakan pada Rongyu.
Belum lagi keluarga jenderal saat ini sedang berada di titik yang cukup menyedihkan. Satu persatu masalah mulai muncul di rumah. Dia selalu menyalahkan ayahnya karena memiliki anak selir di luar sana. Tapi tidak bisa melakukan apapun. Ia hanya bisa menghancurkan mereka sedikit demi sedikit hingga berpura-pura tidak tahu apapun.
Setelah Rongyu tidak lagi melihat keberadaan Mu Lizheng, pelayan terdekatnya tidak mau mendekat. Mereka tahu jika Rongyu pasti marah. Hingga beberapa barang langsung pecah di lantai. Wanita itu berteriak seraya mengutuk Li Chang Su.
__ADS_1
Di Pesta Bunga nanti, dia pasti akan membuat gadis itu malu. Bukankah hidup sebatang kara? Bukankah itu berarti tidak memiliki didikan sejak kecil? Hanya pandai strategi militer saja tidak cukup. Dia mencibir dan mencoba untuk menennagkan diri.
"Li Chang Su! Aku pasti akan membunuhmu di masa depan!" geramnya. Rongyu tidak sadar jika wajahnya sedikit pucat dan kulitnya juga lebih putih dari biasanya.
Tidak tahu apakah itu baik atau buruk ....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hati kemudian ....
Hari yang dinanti akhirnya telah tiba. Pesta Bunga diadakan di halaman istana kaisar yang secara mengejutkan orang-orang. Bahkan para pangeran juga sama. Mereka baru tahu jika Kaisar Mu begitu berbaik hati untuk menggunakan halaman istananya sendiri.
Awalnya, Pesta Bunga akan diadakan di halaman lain yang sebenarnya jarang digunakan. Namun tempat tiba-tiba berubah menjadi halaman Kaisar Mu. Tidak tahu apa yang mendasarinya, tapi tampaknya kaisar sendiri tidak bersemangat. Bagaimana mungkin bersemangat, ia merelakan halaman kesayangannya untuk pesta tersebut.
Tiba-tiba saja putra pertamanya datang entah sejak kapan dan menepuk bahu Kaisar Mu. "Ayah, tampaknya kamu sangat suram hari ini. Jangan seperti itu. Lihatlah, ini adalah hari Pesta Bunga yang dinantikan para gadis untuk kontes, bagaimana bisa kamu murung?" tanyanya datar.
"..." Apa yang kamu tahu? Pikir Kaisar Mu yang sama sekali tidak mau cerita padanya. Namun dia tetap menunjukkan surat itu padanya.
"Apa ini?" Mu Yishu mengerutkan keningnya. Dia membuka lipatan surat dan membaca isinya. Lalu setelah melihat tanda cap segel Istana Raja Perang, akhirnya dia tertawa ringan.
Ternyata ayahnya mendapatkan surat yang tak mampu ditolak perintahnya. Ini pasti ulah Li Chang Su hari itu ketika dia datang ke Istana Raja Perang untuk membicarakan sesuatu dengan Mu Xianzhai. Ternyata surat yang ditulis Li Chang Su adalah rekomendasi tempat yang paling bagus dan cantik di istana kekaisaran.
Maka halaman kaisar memang yang paling cocok.
__ADS_1
Kaisar Mu mendengus. Putra pertamanya yang sering dia anggap lebih normal pun kini menertawakannya. Dia pun mencibir. "Hari ini aku tidak mau bertemu siapapun. Acara Pesta Bunga ini, kamu yang mengurusnya saja. Lagi pula kamu adalah anak tertua, pimpin acara ini. Ayah akan pergi untuk beristirahat," katanya.
"Benarkah? Sayang sekali." Mu Yishu tersenyum pahit. "Padahal gadis itu membuat banyak makanan untukmu hari ini. Tapi karena ayah mau istirahat, pasti tubuhmu tidak sehat. Ayah, istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi tubuhmu. Makanan yang dikirim gadis itu akan aku berikan pada kakek saja," katanya.
Mu Yishu berbalik dan hendak pergi. Tapi sebelum dia mengambil langkah lain, Kaisar Mu sudah menahannya dengan keras dan terbatuk ringan. Mu Yishu diam-diam tersenyum konyol. Ternyata Li Chang Su benar, dengan makanan, semuanya menjadi mudah. Dia berbalik lagi dan berpura-pura bingung.
"Ayah, apakah ada sesuatu?" tanyanya.
Setelah terbatuk ringan, Kaisar Mu berpura-pura tenang. "Ayah akan beristirahat sebentar. Kamu memantau acara selagi ayah makan nanti. Nah, mana makanannya?"
"..." Kamu hanya ingin makanannya saja, pikir Mu Yishu dengan sudut mulut berkedut.
Ia segera meminta pengawalnya untuk mengambilkan kotak makanan di kereta. Ketika Kaisar Mu melihat kotak makanan yang terbungkus kain, aromanya sudah mulai tercium. Dia sudah tidak sabar ingin merebut makanan itu dan melarikan diri ke istana dalam agar tidak ada yang menemukannya. Termasuk para selir.
Ia memiliki perselisihan dingin dengan permaisuri. Setidaknya, permaisuri bukan wanita yang dia cintai, tapi hanya status permaisuri yang dia anggap cocok menjaga negara. Meskipun dia tahu jika permaisuri diam-diam bertindak di belakang, bukan berarti dia buta.
"Oh, pantas saja kakekmu begitu membicarakannya setiap hari. Aromanya benar-benar menyegarkan. Ayah tidak sabar ingin mencobanya," kata Kaisar Mu seraya mengelus janggut pendeknya.
Dia semakin tua dan jejak kelelahan selalu terlihat di wajahnya yang berwibawa. Tapi sebenarnya kaisar cukup konyol di mata para anaknya. Di saat dia menerima kotak makanan dari Mu Yishu, sosok pria tua baru saja muncul seraya mengendus sesuatu.
"Woohhh, aku mencium masakan gadis itu. Apakah kalian diam-diam menyembunyikannya dariku?" tuduh pria tua itu dengan kasar.
"..." Mu Yishu dan Kaisar Mu seperti baru saja ketahuan bertransaksi barang terlarang.
__ADS_1
Dan Kaisar Mu langsung berkeringat dingin. Gawat! Ayahnya datang. Jika tahu ada makanan yang enak ini, mungkin dia tidak akan kebagian ... pikirnya.