Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Menunggu Makan Malam


__ADS_3

TENTU SAJA tidak. Li Chang Su segera mengeluarkan dua kereta kuda dari ruang artefak. Dan tampaknya, para kuda sudah makan rumput segar di dalam. Sehingga He Ze menangis tanpa mengeluarkan air mata saat mengetahui jika rumput di halaman sudah terlihat jelek.


Sedangkan untuk para penjaga gelap, mereka masih di seberang jembatan. Sangat tidak beruntung. Para penjaga gelap memilih bersembunyi di pepohonan lebih dulu untuk menunggu dua beruang itu menjauh dan berhenti berkelahi.


Mereka berharap jika para tuan menunggu dengan sabar. Barulah saat dua beruang itu pergi ke sisi lain untuk pertarungan yang lebih sengit, para penjaga gelap langsung turun dan melarikan diri ke jembatan. Menggunakan teknik seni bela diri untuk sampai di ujung dengan selamat.


Ketika beruang hitam mutasi melihat ada rombongan manusia turun dari pohon dan melarikan diri, hatinya menyesal.


"Manusia-manusia licik! Aku tidak berpikir mereka bersembunyi di pohon! Kembali. Aku akan makan kalian!" teriak beruang hitam itu ingin mengejar ke jembatan.


Tapi sayangnya si beruang putih mutasi memeluknya dari belakang untuk mencegahnya makan orang.


"Kamu masih berani makan orang. Bukankah kamu suka madu, serangga atau ikan? Untuk apa makan orang?" Beruang putih mutasi itu jengkel. "Pertarungan kita belum selesai."


"Sial! Kamu beruang putih sialan. Lihatlah bagaimana aku akan mengubah warna bulumu menjadi cokelat!" Akhirnya si beruang hitam mutasi tidak jadi mengejar mereka dan berbalik untuk bertarung lagi.


Raungan dua beruang terdengar hingga ke ujung jembatan. Si beruang putih tertawa mengejek. Bahkan jika bulunya menjadi cokelat, dia rela. Awalnya dia memang berbulu cokelat. Saat dia masih menjadi beruang biasa, tubuhnya pernah terluka. Manusialah yang menyelamatkan hidupnya dan melepaskannya kembali ke alam liar.


Karena itu, dia tahu bahwa manusia takut pada beruang. Tapi mereka tak selamanya jahat terhadap beruang. Sehingga setelah dia menjadi binatang mutasi golongan cahaya, secara alami memiliki tugas untuk melindungi manusia yang melewati tempat ini.


Sayangnya, dia memiliki rival, si beruang hitam mutasi dari golongan kegelapan. Walaupun keduanya memiliki kekuatan imbang, tapi selalu sama-sama terluka.


Akhirnya, setelah para manusia itu menyerang, dia merasa lega. Meninggalkan dua beruang yang bertarung sengit ....


Para penjaga gelap akhirnya tiba di ujung dan mendapatkan tatapan aneh dari para tuan. Terutama Li Chang Su. Dia pikir penjaga gelap selalu muncul di manapun. Ternyata, cerita hanyalah cerita di dalam buku. Tidak berarti sama dengan kehidupan aslinya.


Para penjaga gelap itu terengah-engah dan meminta maaf pada mereka semua.


"Yang ... Yang Mulia ... Bawahan lalai dan tidak kompeten ... Mohon ... hukum bawahan," kata salah satu dari mereka dengan napas tersengal-sengal.

__ADS_1


"...." Mu Xianzhai tidak tahu harus menghukum mereka dengan cara bagaimana.


"...." Adapun Mu Hongzhi bahkan merasa jika mereka sama sekali tidak perlu hukuman. Sudah selamat saja merupakan keberuntungan.


Tak berapa lama, Li Chang Su yang sedang memegang lengan kirinya yang terluka pun menghela napas tidak berdaya. "Tidak ada hukuman. Kalian bisa kembali ke bayang-bayang. Kita harus mencari tempat untuk bermalam."


"...."


Mendengar apa yang dikatakan Li Chang Su, para penjaga gelap gembira dan langsung menghilang dari sana. Kecuali dua penjaga gelap yang menjadi kusir, bertugas untuk mengatur kereta.


Mu Xianzhai dan Mu Hongzhi mungkin harus pasrah dengan ini. Keduanya ingat jika Li Chang Su memenangkan taruhan sebelumnya. Sehingga para penjaga gelap tentu saja akan mematuhinya.


Para penjaga gelap di bayang-bayang hanya bisa meminta maaf secara diam-diam. Bagaimanapun juga, gaji mereka ada di tangan sang putri.


Sebelum semua orang melanjutkan perjalanan, Li Chang Su melihat ke ujung jembatan lagi. Beruang putih mutasi berada di dekat jembatan dan memperhatikan mereka. Lalu meraung ke langit dan berlari ke dalam hutan lebat.


Mungkin nanti, Li Chang Su harus berterima kasih pada beruang itu.


Ketika kereta melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat yang aman untuk mendirikan tenda. Mu Xianzhai membersihkan darah yang mulai mengering serta menggunakan obat antiseptik untuk mencegah lukanya meradang.


Ada satu luka yang cukup dalam hingga harus dibalut. Gadis itu tentu saja masih sedikit. Mu Xianzhai meniup luka goresan yang sudah dibersihkan dan diberi obat.


"Apakah itu masih sakit?" tanyanya seraya menatap gadis itu.


Li Chang Su berkedip dua kali dan mengalihkan pandangannya dengan wajah memerah. Dia menggelengkan kepala. Yakinlah, jika pria itu begitu tampan, luka apa yang terasa sakit?


Pria itu mengulum senyum, menyingkirkan kotak obat dan memeluknya. Dia sangat khawatir jika tadi istrinya akan mengalami kecelakaan yang lebih serius. Untunglah tidak terlalu parah.


Ketika kereta kuda berhenti di salah satu tempat yang cocok, Mu Hongzhi dan Lict sudah memeriksa lokasinya. Setidaknya masih bisa untuk mendirikan tenda. Li Chang Su tidak pergi dari kereta karena masih sedikit lemas akibat efek ketinggian di jembatan.

__ADS_1


Pada akhirnya, Mu Xianzhai dan yang lainnya mendirikan tenda. Salju turun semakin lebat saat api unggun dibuat. Mau tidak mau, Lict membuat alat untuk menghalangi salju jatuh ke api unggun.


"Su'er ... Datanglah, waktunya menyiapkan makan malam," kata Mu Xianzhai memanggil dari luar tenda.


Tapi istrinya tidak ada tanda-tanda pergerakan dari dalam. Ketika dicek, gadis itu sudah tidur pulas. Ia tidak tega membangunkannya dan segera berhati-hati membopongnya ke dalam tenda. Memberinya selimut hangat dan kecupan.


Setelah memastikan jika istrinya merasa hangat, Mu Xianzhai kembali mendekati api unggun dan meminta He Ze mengeluarkan beberapa bahan mentah untuk dimasak.


Meski Li Chang Su tertidur, He Ze masih bisa berkeliaran bebas. Dan Xue Zi, si kelinci putih itu bersin di dekat api unggun hingga bulunya meremang semua. Mungkinkah binatang mutasi bisa terkena sakit juga?


"Sepupu ipar baik-baik saja kan?" tanya Mu Hongzhi seraya menggosok kedua tangannya untuk menghangatkan diri.


"Ya." Mu Xianzhai mengangguk datar sambil meminta Lict untuk membantunya membumbui daging ayam dan ikan yang telah dibersihkan.


Kali ini mereka akan memanggang daging sebagai menu makan malam. Tapi Mu Xianzhai sendiri ingin membuat sup ayam untuk istrinya. Jadi mengambil buku menu dan menyiapkan semua bahan seperti yang ada pada menu masakan.


"Aku sudah lapar. Sepupu, ini sudah mulai malam. Tidakkah ingin membangunkan sepupu ipar dan bergabung dengan kita?" Mu Hongzhi mengeluh.


"Tidak ada makan malam sebelum istriku bangun. Jangan mimpi!" Mu Xianzhai mencibir.


"...." Mu Hongzhi dan Lict yang kelaparan.


Pada akhirnya, perut dua pria itu berbunyi cukup nyaring. Mu Xianzhai merasa sakit kepala. Keduanya adalah seorang pria, tapi tidak bisa menahan rasa lapar bahkan tanpa malu-malu penghuni perut itu berdemo.


Akhirnya, Mu Xianzhai mengambil sepiring kacang rebus milik He Ze dan menyodorkannya pada mereka. "Makanlah ini dulu. Pokoknya, makan malam ditunda. Tunggu Su'er bangun."


"..." Kedua pria yang kelaparan itu menatap sepiring kacang rebus milik He Ze. Merasa bahwa besok mereka harus menjadi seekor tupai juga.


Ini sangat menyedihkannya. Pada akhirnya, mereka masih makan kacang tanah rebus tanpa sepengetahuan He Ze. Sedangkan tupai itu sendiri sibuk mengajari Mu Xianzhai cara memasak sup ayam yang benar.

__ADS_1


Aroma ikan dan ayam panggang menguar setelah sekian lama memasak. Dan aroma kaldu juga tercium. Li Chang Su yang baru saja bangun tidur pun menguap dan keluar dari tenda.


"Apakah ini sudah waktunya makan malam?"


__ADS_2