
LI CHANG SU akhirnya menyadari jika lukisan pria setengah baya itu memang kakek misterius yang memberikan gelang naga perak. Sebenarnya, itu adalah pensiunan kaisar.
Awalnya dia kurang yakin dan memeriksanya lagi. Namun hasilnya tetap sama. Itu memang kakek misterius di gurun pasir Timur Tengah. Saat Mu Xianzhai dan janda permaisuri mengetahui kebenaran ini, ada kejutan besar yang sulit untuk dicerna. Dan Li Chang Su agak linglung.
Tidak ada yang menyangka jika sebenarnya pensiunan kaisar datang ke zaman modern dan memberikan gelang ini padanya. Dengan kata lain, pensiunan kaisar masih hidup.
"Jika benar pria tua itu masih hidup, aku akan senang menunggunya kembali," janda permaisuri merasa air mata bisa dibendung lagi. Dan dua pelayan yang mengawasinya pun segera membantunya berdiri dengan benar.
Semua orang mengharapkan jika pensiunan kaisar masih hidup dan membawa kejayaan pada kekaisaran lama. Kaisar Mu saat ini juga telah lama mencari ke banyak tempat untuk menemukan pensiunan kaisar. Tapi selalu saja gagal.
Setelah memastikan jika itu adalah kakek misterius yang memberi gelang naga perak, Mu Xianzhai membawa Li Chang Su untuk pulang. Dan meminta janda permaisuri untuk beristirahat dengan baik. Jangan sampai hal ini membuat tubuhnya sakit.
Li Chang Su masih agak linglung bahkan ketika ada di kereta. Memikirkan kakek misterius itu tentunya. Bagaimana bisa menjadi pensiunan kaisar?
"Su'er ... Apa kamu baik-baik saja?" Tanya pria itu dengan nada khawatir, memeluknya dengan erat.
"Aku hanya terkejut. Semuanya baik-baik saja," jawabnya tenang.
"Seperti apa penampilan kakek waktu itu?"
"Dia .... Berpakaian kuno, rambut panjang, seperti halnya kalian. Aku berpikir jika dia hanya seorang kakek yang berkeliling dunia. Tapi cukup aneh juga jika muncul di padang pasir," jelas Li Chang Su sambil mengingat-ingat.
Waktu itu dia berencana untuk memeriksa para penjahat di gurun. Tanpa sengaja melihat kakek itu berjalan ke arahnya. Dia berpikir jika itu mata-mata atau musuh yang dikirim. Ternyata hanya seorang kakek biasa yang kehausan.
Karena itulah, Li Chang Su memberikannya air minum. Dan kakek misterius itu memberinya gelang naga perak sambil berkata beberapa kata omong kosong. Setidaknya, itu omong kosong menurut pemikiran Li Chang Su.
Mu Xianzhai akhirnya tahu tentang ini dan awalnya dia cukup terkejut karena saat Li Chang Su menceritakan dirinya, tidak ada bagian ini. Bukan hanya itu, bahkan saat disebutkan pun, dia tidak curiga jika kakek misterius itu adalah pensiunan kaisar.
__ADS_1
Karena menurutnya, gelang naga perak akan menghilang ke langit ketika dia mencari pasangan. Dan tidak tahu kapan akan kembali. Siapa yang bisa menjelaskan jika itu akan jatuh ke tangan pensiunan kaisar?
Pria memeluknya lebih erat lagi dan ada jejak harapan di matanya. Setidaknya, kakek masih hidup.
"Dan ada satu hal lagi ...," Li Chang Su akhirnya teringat, "kakek itu hilang, suatu hari nanti pasti bertemu lagi."
Bukankah itu berarti jika pensiunan kaisar akan kembalikan kapan saja? Mata Mu Xianzhai sedikit menyipit dan memikirkannya cukup lama. Kakeknya pasti ada di suatu tempat saat ini. Atau mungkin kembali berburu raja binatang mutasi.
Sepertinya kesempatan untuk menjelajah dunia luar dan mengikuti Li Chang Su, merupakan keputusan yang benar. Semoga saja dalam perjalanan nanti, dia bisa bertemu dengan pensiunan kaisar.
Li Chang Su tidak jadi tidur di kereta akibat bercerita tentang kakek misterius itu. Setelah dikonfirmasi, maka teka-teki di hatinya juga terjawab. Tidak perlu memikirkan lagi siapa kakek misterius itu.
Setelah kereta tiba di Istana Raja Perang, Li Chang Su pergi ke kamar dan melanjutkan tidur. Ini musim dingin yang membuat dirinya mengantuk. Untuk pertama kali dalam hidupnya sebagai prajurit khusus wanita, dia bersantai dan malas-malasan.
Mu Xianzhai tidak akan melarang atau menyuruhnya melakukan sesuatu. Biarkan para pelayan yang bekerja. Istrinya Tidak perlu repot-repot dengan hal sepele. Pria itu pergi ke ruang kerja setelah mendapatkan laporan pelayan.
Mungkinkah bibi menghukumnya? Sebagai seorang ibu, rasanya tidak mungkin membuat Mu Hongzhi terluka seperti ini.
"Sepupu, akhirnya kamu kembali. Tuan Ye dan sepupu kedua datang padaku dan memaksaku datang ke sini untuk bertemu denganmu. Tapi kamu tidak ada. Jadi kami menunggu di ruang kerja," Mu Hongzhi membuka mulutnya untuk memberi beberapa penjelasan. Tapi melihat Mu Xianzhai justru sedikit tidak senang, dia kembali berkata, "jangan khawatir. Tidak ada benda apapun yang disentuh. Sepupu kedua bisa bertanggung jawab!"
Mu Peizhi yang memegang cangkir teh pun sedikit gemetar. Menatap Mu Hongzhi dengan enggan, dia tahu ini adalah retribusi pemaksaan. Hanya tersenyum kaku, ia meminum tehnya yang terasa lebih hambar dari sebelumnya. Ye Tianli mendengus. Tapi tidak mengatakan apapun. Jika hal ini ditembak ke arah pangeran kedua, dia yang akan menggantikannya.
Seorang pangeran yang tubuhnya cukup lemah karena penyakit, dia tidak tega untuk mendorongnya (melemparkan tanggung jawab).
Mu Xianzhai tidak memedulikan siapa yang benar atau salah dalam hal ini. Dia memperhatikan balutan luka di dahi Mu Hongzhi, "Ada apa dengan dahimu? Apakah ibumu memukul?"
"Ahhh ...," Mu Hongzhi tanpa sadar menyentuh balutan luka itu lagi dan wajahnya penuh belas kasihan, "Sepupu, aku sangat penasaran dengan hadiah yang diberikan ibu kepada sepupu ipar. Jadi bertanya padanya dan berkata jika dia macam-macam, mengancam atau mencoba merendahkan sepupu ipar, aku akan keluar dari silsilah keluarga!"
__ADS_1
"...."
Bagaimana bisa pria itu bergitu bodoh untuk mengatakan hal-hal? Walaupun sudut mulut Mu Xianzhai berkedut, dia masih menanyakan apa reaksi bibinya.
"Ibu memukulku dengan sapu dan berkeliling halaman. Aku tidak sengaja menabrak pilar dan terluka. Saat itulah ibuku panik dan berteriak untuk memanggil tabib."
Ye Tianli awlanya tidak peduli, tapi kadang dia cemburu dengan kehidupan normal anak akan lainnya. Dia sendiri tidak memiliki kesempatan seperti itu, dimanja oleh ibu atau kerabatnya. Keluarga Ye yang misterius terlalu keras dalam mendidik semua anaknya.
Pangeran kedua yang merasa berduka untuk satu-satunya sepupu ini pun menghela napas kasihan, "Lalu, apakah lukanya serius?"
"Tidak," menjawab ini, Mu Hongzhi sedikit malu, "sebenarnya ini hanya memar saja. Tidak terlalu parah atau bengkak. Tapi ibuku orangnya keras. Dia meminta tabib untuk membalut lukaku. Bahkan ketika tabib berkata itu tidak perlu dan hanya dioleskan salep, ibuku benar-benar mengusir tabib dan memanggil yang lain."
"...."
Kali ini ketiganya yakin jika ibunya Mu Hongzhi sebenarnya sangat baik dan perhatian, penuh kekhawatiran dan kasih sayang. Hanya saja cara penyampaiannya berbeda.
Sayangnya ... Umur berapa Mu Hongzhi ini? Tidak lebih muda dari Mu Xianzhai. Namun ibunya memperlakukan dia seperti bayi yang malang.
Mu Hongzhi ingin melepas balutan luka ini. Namun khawatir jika ibunya tahu dan memarahinya lagi. Jadi hanya bisa puas dengan nasib malangnya.
Mu Xianzhai mengambil duduk di seberang mereka. Dan pelayan menyediakan teh untuknya, sebelum akhirnya meninggalkan ruangan dan menutup pintu dengan hati-hati.
Adapun tentang kedatangan mereka, hanya ada dua kemungkinan. Pertama, tentang penyakit Mu Peizhi. Kedua, ini ada hubungannya dengan kerja sama. Pertama-tama, Mu Hongzhi melaporkan ada berapa banyak binatang mutasi yang memasuki benteng perbatasan hari ini. Dan kondisi prajurit di barak militer cukup stabil.
Dengan begitu, setelah satu minggu pernikahan dengannya Li Chang Su berlalu, dia bisa kembali ke barak militer. Atau setidaknya pergi ke manapun gadis itu mau. Satu minggu adalah batas yang diberikan kaisar untuk menikmati status hidup baru.
Setelah laporan Mu Hongzhi selesai, pria itu menatap Mu Peizhi, "Lalu, apa yang membuat saudara kedua datang menemukanku?"
__ADS_1