Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Takut Pada Mu Xianzhai Tanpa Alasan


__ADS_3

MU XIANZHAI belum sempat menjawab saat merasakan darah naik ke tenggorokan. Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. Li Chang Su terkejut, segera memeriksa denyut nadinya.


Tubuh Mu Xianzhai lemah saat ini. Seperti telah menghabiskan banyak energi untuk sesuatu. Sementara para pengendali binatang mutasi tingkat rendah yang jatuh pingsan, kini ditangani oleh para jenderal. Mereka akan diinterogasi.


Para binatang mutasi kegelapan tiba-tiba saja tersadar dari apa yang mereka lakukan. Efek pengendali pikiran telah habis. Mengetahui ada banyak raja binatang mutasi golongan cahaya, mereka mundur dan melarikan diri.


Mereka tidak gila. Para binatang mutasi cahaya di depan mereka jelas lebih kuat dan ganas. Bagaimana mungkin mereka sanggup menghadapinya. Belum lagi, sebelumnya mereka dikendalikan oleh manusia.


Ini buruk!


"Binatang bau! Kembali! Jangan kabur. Aku masih ingin menggigit!" Kuda putih mutasi tiba-tiba saja menendang para binatang mutasi kegelapan yang melarikan diri. Dia meringkik dan menatap tajam pada mereka.


Elang putih mutasi sudah bertenggernya di salah satu tugu kayu yang ada di sekitar mereka. Tapi sayangnya, tugu kayu itu sedikit mengeluarkan bunyi retakan karena hampir saja tidak bisa menahan bobot tubuhnya. Jelas saja, elang putih mutasi itu sebesar elang gunung.


"Setahuku, kamu tidak menggigit sejak awal. Hanya menendang dan mengibaskan ekor saja." Elang putih mutasi memiringkan kepalanya sedikit. Kedua kaki bercakar tajamnya mencari pijakan yang sedikit lebih kuat.


"....." Kuda putih mutasi juga tahu ini. Tapi tidak bisakah menendang itu sama dengan menggigit? Jika Li Chang Su mengetahui apa yang ada di kepala kuda putih itu, mungkin akan mencibir dan berkata 'bodoh'.


Alih-alih pergi ke hutan lagi, para raja binatang mutasi cahaya itu justru berkumpul di sana dan berdebat. Sudah lama mereka tidak melakukan hal ini. Melakukan percakapan panas yang sebenarnya tidak penting.


Hingga di mata mereka, manusia tidak terlihat begitu mengerikan. Mu Hongzhi yang melihat mereka saling berdebat dan membicarakan sesuatu pun seketika pingsan. Apakah semua ini hanya ilusinya?


"Jenderal Hong?!" Salah satu jenderal paruh baya segera menghampirinya yang kini telah pingsan di tanah bersalju.


Beberapa jenderal dan wakilnya pun menghela napas tidak berdaya. Sebelum akhirnya Li Chang Su kembali bersama Mu Xianzhai yang kini masih terlihat pucat.


"Bawa dia ke tenda dan biarkan bangun sendiri." Mu Xianzhai mengerutkan kening di balik topeng peraknya. Dia telah memegang kelinci mutasi yang entah sejak kapan kembali ke ukuran normal.


Telinga Xue Zi dipegang oleh Mu Xianzhai. Seperti binatang buruan. Pria itu akhirnya melemparkan Xue Zi ke arah jenderal paruh baya itu. Untungnya, sang jenderal terkait berhasil menangkapnya dengan mudah.

__ADS_1


"Yang Mulia, apakah kelinci ini akan panggang atau dibuat sup?" tanyanya polos.


Xue Zi yang dipegang jenderal paruh baya itu pun meronta. "Kamu berani!" teriaknya.


"....." Jenderal itu hampir saja melepaskannya dan terkejut. Ternyata ini kelinci salju mutasi, peliharaan sang putri.


Mu Xianzhai mendengus. "Meski aku ingin merebusnya menjadi sup, itu peliharaan istriku. Biarkan Xue Zi menemani Mu Hongzhi saat bangun. Sepupuku yang baik itu harus bisa melatih otaknya yang bermasalah."


"....." Para binatang mutasi cahaya yang ada dia sekitar, memandang Xue Zi dengan kasihan. Tapi di sisi lain, kelinci putih itu tidak akan dimasak karena peliharaan gadis itu.


Lalu bagaimana dengan diri mereka sendiri saat ini?


Diam-diam, para binatang mutasi cahaya mundur dan ingin pergi secepatnya. Tapi Mu Xianzhai seperti pemburu yang sebenarnya. Mengetahui niat mereka. Oleh karena itu, di saat tatapan Mu Xianzhai jatuh, para binatang mutasi cahaya langsung merinding.


Sial!


Dia hanya manusia dan mereka semua adalah binatang mutasi raja. Bagaimana bisa kalah oleh aura Mu Xianzhai yang tidak diketahui tingkatannya? Namun, semua gerutuan ini hanya ada di dalam hati mereka.


Mu Xianzhai memikirkan beberapa hal yang bagus untuk menekan para binatang mutasi cahaya yang terlihat licik itu. Terutama menatap singa jantan mutasi yang kini berada di sebelah kuda putih mutasi.


"....." Para binatang mutasi raja menuggu apa yang ingin dikatakan Mu Xianzhai.


Akhirnya, pria itu melanjutkan perkataannya. "Jika ada salah satu dari kalian yang melarikan diri, selamat tinggal pada bulu-bulu putih kalian."


".....?!" Apakah itu diwarnai arah dikuliti? Mereka tidak tahu. Tapi yang pasti, tidak ada yang berani bernai melarikan diri.


Elang putih mutasi itu yang paling khawatir. Dia memiliki banyak bulu yang indah. Jika dijadikan alas atau isi bantal, pasti sangat hangat. Lalu ... Seandainya dia kabur dan Mu Xianzhai menangkapnya, mungkin dia akan kehilangan semua bulu. Pasti tubuhnya akan botak seperti ayam.


Tiba-tiba saja, tubuh elang putih mutasi gemetar. Kedua kakinya tak terkecuali. Hingga tugu kayu besar yang dipijaknya berderit seolah-olah akan roboh kapan saja.

__ADS_1


Mu Xianzhai menatapnya, sedikit keheranan. "Berhentilah bergerak-gerak. Tugu kayu itu sangat berharga. Jika kamu merobohkannya, bulumu saja tidak akan mampu membayarnya."


"Siapa yang bergerak-gerak? Aku jelas gemetar! Tidak bisa menghentikannya!" Elang putih mutasi itu jelas jantan. Tubuhnya yang sebesar dan setinggi elang gunung, tentu saja sangat berat.


Li Chang Su terkekeh, "Sepertinya elang itu belum makan malam," katanya.


"....." Elang putih mutasi yang mendengarkan pun ingin berteriak dan menyangkal. Dia tidak lapar, tapi takut. Baiklah! Dia hanya sedikit khawatir. Bagaimana bisa itu disamakan dengan lapar.


Selapar-laparnya dia, tidak mungkin tubuhnya sampai gemetar seperti orang kedinginan.


Mu Xianzhai tidak menanggapi mereka lagi dan pergi mengajak Li Chang Su kembali ke tenda. Adapun Mu Hongzhi, sudah dibawa untuk menunggunya bangun. Xue Zi menemani pria yang pingsan itu untuk menyesuaikan kesalahan otaknya.


Ketika kembali ke tenda, Li Chang Su memeriksa tubuh Mu Xianzhai lagi. Anehnya, kali ini kondisi pria itu membaik.


"Mu Xianzhai, sebenarnya apa yang terjadi denganmu tadi?" tanyanya penasaran.


Pria itu tidak menjawab, hanya memeluknya sebentar sebelum akhirnya membiarkan dia duduk di pangkuannya. Melepas topeng peraknya, wajah tampan tanpa cela masih memiliki ekspresi lembut.


Sekilas, Li Chang Su melihat jika iris mata Mu Xianzhai sedikit keemasan. Dia mengedipkan matanya berulang kali. Sebelum akhirnya dia dipeluk oleh pria itu.


Mu Xianzhai sendiri memejamkan mata untuk waktu yang lama. Sebelum akhirnya membuka matanya perlahan. Iris mata sedikit keemasannya itu menghilang, seolah-olah hanya imajinasi saja.


"Aku terlalu banyak mengonsumsi ilmu tenaga dalam untuk mengalihkan pikiran mereka. Tidak ada yang serius." Dia menjawab.


"Lalu kenapa mereka mengincar gelang naga perak milikmu? Apakah ada sesuatu yang tersembunyi?" Li Chang Su bersandar di dadanya dengan hati-hati. Luka di dada pria itu mungkin sudah membaik. Tapi dia masih khawatir.


"Masalah itu, aku kurang yakin. Sepertinya hanya kakek yang tahu segalanya. Tapi bagaimana juga, aku tetap harus berjaga-jaga. Mungkin saja kekuatan gelang naga perak milikku sangat penting. Setelah menemukan kakek, kita akan tahu," jawabnya sambil menjelaskan.


Li Chang Su tidak lagi mempermasalahkan iris mata Mu Xianzhai yang terlihat agak keemasan tadi. Tapi ....

__ADS_1


"Mu Xianzhai .... Rahasia apa yang kamu miliki hingga aku tidak bisa melihat seberapa besar tingkat ilmu tenaga dalammu?"


__ADS_2