Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Api Memenuhi Terowongan Bawah Tanah


__ADS_3

KELINCI mutasi itu tersungkur dan segera bangkit sambil menunjuknya dengan tingkah lucu. Tatapannya menyapu kuda putih mutasi yang sombong. Ia tidak berdamai. Dia hanya takut, apakah begitu berlebihan untuk membuatnya lebih takut?


Tapi Lict dan Mu Hongzhi memang baik-baik saja sehingga keduanya segera mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu, Flare tidak memiliki banyak waktu. Dia meminta dua binatang mutasi golongan cahaya itu untuk segera berlari menuju pintu keluar.


Sedangkan dirinya segera mengembunkan api di mulut dan tubuhnya.


"Apa? Kamu sebenarnya meminta kami untuk berlari? Kenapa tidak berada di dalam bersama mereka?" Kelinci mutasi itu protes.


Namun alih-alih mendengarkan apa yang dikatakan kelinci itu, Flare malah mengembunkan elemen apinya lebih banyak lagi dan bersiap untuk menyebarkannya ke seluruh lubang terowongan. Kuda putih mutasi tidak bodoh. Dia segera meringkik dan melarikan diri untuk menuju pintu keluar.


Tanpa diduga, Xue Zi yang ditinggalkan pun segera mengikutinya. Ia berlari sangat lincah hingga mengumpat di sepanjang perjalanan. Memanggil kuda putih mutasi, makhluk kecil berbulu itu langsung melompat ke atas punggungnya.


"Ah! Jangan mencakar!" Kuda putih mutasi meringkik lagi ketika merasakan kuku-kuku tajam Xue Zi menggores punggungnya.


"Mau bagaimana lagi, aku bisa jatuh kapan saja jika tidak berpegangan padamu."


"Peluk leherku, cepat!" Kuda putih mutasi itu mengintruksikan.


Xue Zi segera bergerak cepat menuju leher kuda putih mutasi itu dan memeluk lehernya dengan erat. Tapi kuda putih mutasi merasa hampir dicekik sampai mati. Tapi biarlah. Ini bukan waktunya untuk mengomel pada Xue Zi.


Di belakang mereka, cahaya dari api mulai mengejar. Kuda itu meringkik lagi dan menabrak segala hal yang ada di sekitarnya. Hingga membuat beberapa pria berjubah hitam itu kebingungan dan menghindar.


"Sial! Apakah kuda itu gila?" umpat salah satu dari mereka setelah jatuh ke samping.


"Omong-omong, kenapa para binatang mutasi itu gelisah?" tanya yang lain saat melihat semua binatang mutasi golongan kegelapan yang ada di terowongan bawah tanah, terlihat bertingkah tidak wajar.


Hingga ketika mereka semua melihat cahaya jingga kemerahan dari terowongan lain, perasaan tidak nyaman muncul. Ditambah hawa panas yang menerpa tubuh, para pria berjubah hitam segera pucat.

__ADS_1


"Lari!!" teriak salah satu dari mereka segera berbalik dan mengejar kuda yang lehernya dipeluk seekor kelinci.


Mereka semua langsung disibukkan dengan diri sendiri hingga mengabaikan semua yang ada di sekitar. Tapi sayangnya, tubuh mereka tiba-tiba kaku dan sulit untuk bergerak. Sedangkan semburan api yang bergerak cepat membakar terowongan itu semakin dekat.


"Apa ... Apa yang terjadi?" Mereka mencoba menggerakkan kaki dan menggunakan ilmu tenaga dalam. Tapi hasilnya tetap sia-sia.


Flare yang masih berada di tempatnya pun tentu saja sudah memperhitungkan segalanya. Dia diciptakan oleh kaisar terdahulu secara khusus untuk menekan orang-orang yang menganut ilmu hitam. Siapapun yang memiliki aura kegelapan akar dihukum oleh apinya.


Sehingga tidak heran jika para pria berjubah hitam di terowongan yang mencoba melarikan diri pun langsung kaku dan terbakar oleh apinya. Ada jeritan dan teriakan kesakitan menggema di terowongan.


Belum lagi para binatang mutasi kegelapan yang tidak sempat melarikan diri, hanya bisa mati dalam kobaran api.


Di sisi lain, kuda putih mutasi masih berlari cepat. Semburan api di belakangnya hanya berjarak kurang dari sepuluh meter. Sementara Xue Zi yang melihat ke belakang, seketika langsung menegakkan kedua telinganya dan memeluk kuda putih mutasi dengan erat.


"Kuda, cepat lari! Lari yang kencang! Jika tidak ekormu akar terbakar!" teriak Xue Zi sengaja merangsangnya.


"Tidak mungkin! Ekorku tidak bisa terbakar! Bodoh!" Kuda putih mutasi tiba-tiba saja memiliki kecepatan lari luar biasa dan hampir membuat Xue Zi yang memeluk lehernya itu terlepas.


Para binatang mutasi yang ada di sekitar justru terkejut dan melarikan diri ke tempat aman. Mereka mampu merasakan tekanan aura yang luar biasa dari terowongan itu. Secara, sebagian dari mereka itu takut oleh api.


Setelah beberapa detik keluar, semburan api jingga kemerahan segera menyembut. Kuda putih mutasi segera menjauh dari sana sebelum ekornya terbakar.


Apa yang terjadi di terowongan saat ini tidak hanya mengejutkan para murid di Sekte Hitam, melainkan tempat lainnya juga. Semburan api yang dilontarkan oleh Flare sangat jauh dan kapasitasnya tak terbatas. Bahkan cahaya api yang menyembur di tempat hutan es yang runtuh pun membuat para binatang mutasi kegelapan melarikan diri.


Intinya, setiap lubang yang menghubungkan terowongan dengan permukaan tanah pun langsung menyemburkan api selama kurang lebih satu menit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Di Negara Bingshui ...


Pangeran kedua—Mu Peizhi, kini sedang mengangkat pedangnya dan mencoba menghalau para binatang mutasi yang keluar dari lubang galian. Setidaknya, dia membunuh para serigala mutasi yang muncul dari terowongan.


Ia datang bersama Ye Tianli dan juga Ye Shi. Awalnya berniat untuk mengubur lubang galian. Tapi tanpa diduga, api muncul dari lubang tersebut.


"Apa-apaan ini?" gumamnya.


Sementara itu, Ye Tianli menggunakan kipas lipat untuk menghalau hawa panas di wajahnya. Sedangkan Ye Shi hanya bisa menjauh. Api yang menyembur dari lubang galian membuta para warga sekitar menjadi heboh.


"Sangat panas!" Ye Tianli mengerutkan kening, berpikir bagaimana bisa api menyembur dari lubang tersebut.


Untung saja tidak ada orang-orangnya yang berada dalam galian. Jika itu terjadi, konsekuensinya tidak terhitung.


"Tian Tian, bagaimana bisa api itu keluar dari lubang?" tanya Ye Shi.


"Aku tidak tahu. Tapi mungkin ini masih berhubungan dengan mereka," jawabnya seraya mengingat Li Chang Su.


Para binatang mutasi kegelapan yang awalnya menyerang di sekitar lubang galian, segera melarikan diri. Mereka tidak lagi memedulikan para manusia itu dan justru ingin mencari tempat persembunyian.


Melihat para binatang mutasi yang berlarian, dua daudara Ye dan juga Mu Peizhi memiliki pemikiran yang dalam mungkin saja ini masih ada hubungannya dengan para binatang mutasi yang takut api?


"Pangeran Kedua, mungkinkah kita harus mencobanya?" tanya Ye Tianli.


"Ya. Tampaknya api menjadi kelemahan mereka. Tapi cuaca cukup dingin dan salju turun kapan saja. Jadi buatlah naungan di atas obor api agar tidak padam." Pangeran kedua menjawab dengan sedikit pertimbangan. Lalu mengangguk.


"Itu mudah. Shi Shi .. pergilah dan minta bantuan anak buahmu untuk membuat obor," perintah Ye Tianli pada saudara angkatnya itu.

__ADS_1


"Kenapa aku?" Ye Shi yang memakai topeng berbentuk rubah itu menatap Ye Tianli dengan enggan. Dulu dia cinta pada pria ini, sekarang merasa jika cintanya terlalu berlebihan.


Pria itu sama sekali bukan orang yang baik. Ye Shi kadang bertingkah agak lemah agar bisa dekat dengan Ye Tianli. Tapi sekarang, ia mulai menjadi pria normal yang mencintai wanita.


__ADS_2