Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Kebangkitan Naga Perak (1)


__ADS_3

DI SAAT MAKHLUK lava berdebat dengan He Ze, Mu Xianzhai sudah membaca suatu mantera aneh yang tidak dimengerti oleh Li Chang Su. Mantera itu cukup panjang hingga tanpa sadar, Li Chang Su merasa tubuhnya dingin. Ada sesuatu yang mengusik alam bawah sadarnya.


Gelang naga perak yang dipegang Mu Xianzhai mulai bersinar. Gelang berbentuk naga perak itu mulai memiliki tanda-tanda kehidupan, seperti seekor naga kecil yang sengaja menjadi gelang.


Lalu gelang tersebut bergerak, berubah menjadi naga perak kecil yang melayang di udara menuju celah cetakan naga yang terukir pada dua daun pintu gerbang baja.


Pada saat ini, Li Chang Su gemetar dan wajahnya pucat. Dia terhuyung ke belakang.


"Xian Xian ...," gumamnya. Dia langsung pingsan.


Mu Xianzhai menyadari jika Li Chang Su sedikit salah. Dia langsung meraihnya. "Su'er ...," katanya panik.


"Jangan khawatir, dia hanya pingsan," ucap He Ze. "Karena dia mengolah energi untuk membangunkan naga perak, maka energi spiritual di tubuhnya akan digunakan untuk membuka gerbang baja."


He Ze segera membuang jagung bakar nya dan berubah menjadi sosok pria jangkung berjubah putih. "Baringkan dia. Aku akan melindungi vitalitas dan jiwanya. Kamu sendiri fokus pada proses membuka pintu gerbang baja. Ini tidak semudah yang kamu kira," jelasnya lebih serius.


Meski Mu Xianzhai sempat berwajah hitam sebelumnya, dia masih patuh untuk meletakkan gadis itu. Rambut hitamnya segera berubah menjadi putih keperakan.


He Ze menggunakan array khusus untuk melindungi tubuh Li Chang Su yang kini berkeringat dan sedikit gemetar. Gadis yang tidak sadarkan diri itu mengerutkan kening, merasa dingin di seluruh tubuhnya.


He Ze tahu jika masalah ini tidak kecil sehingga menyuntikkan aura pada array yang dia bangun untuk menghangatkan tubuh gadis itu.


"Tuan, apakah kamu mendengarku? Jika kamu mendengarku, bukalah matamu dan bebaskan rantai yang membelenggu jiwa naga perak," gumam He Ze.


Li Chang Su yang terbaring tak sadarkan diri mungkin tak bisa mendengar apa yang diucapkan He Ze. Hanya saja, belum berarti jiwa gadis itu tidak mendengarnya.


Meninggalkan ruang pintu gerbang baja.


Di sisi lain tempat jiwa Li Chang Su berada saat ini ....


Li Chang Su terbangun di sebuah tempat lembap yang cukup gelap. Ada penerangan samar dari atas, tidak tahu apakah itu lampu, lentera atau semacamnya. Tapi cahaya samar yang menyelimuti tempat tersebut menghangatkan tubuhnya.

__ADS_1


Gadis itu bangun dan mengerutkan kening, kepalanya sedikit pusing.


"Di mana ini? Kenapa aku ada di sini?" gumamnya.


Bukankah dia bersama Mu Xianzhai di depan pintu gerbang baja? Kenapa di sini begitu sunyi?


Li Chang Su mendengar suara napas halus di satu tempat serta suara rantai yang bergesekan. Dia menyipitkan matanya dan pergi ke arah di mana suara itu berasal.


Ada cahaya lain di depannya. Li Chang Su setengah berlari dan tiba di sebuah ruang batu besar di mana kolam berisi air jernih menempati tengah-tengah ruangan.


Masalahnya, ada makhluk raksasa di tengah-tengah kolam besar itu. Tampaknya sebagian tubuh besarnya tenggelam di kolam. Ternyata suara rantai yang bergesekan itu berasal dari ruangan ini.


Li Chang Su batu menyadari jika ada banyak rantai yang membelenggu makhluk itu. Di saat Li Chang Su perhatian, dia terkejut.


"Naga perak?"


Makhluk raksasa di kolam besar itu membuka matanya dan sepasang mata merah menyala memperhatikan sosok yang muncul. Naga perak mendengus tapi tidak terburu-buru saat melihat Li Chang Su telah tiba.


"Huh, lumayan." Naga perak membuka suaranya. "Meski kekuatanmu tidak cukup untuk mengisi jiwaku yang tertidur, tapi sudah lebih dari cukup untuk membuat cangkang baru," imbuhnya.


"Manusia bodoh! Meski jiwaku sudah terbangun dan membentuk tubuh, tapi tubuh asliku di dalam pintu gerbang baja masih tersegel. Jadi mau tidak mau aku harus pergi ke alam kesadaranmu untuk memasuki tubuh lama ku di luar sana," jelasnya agak sulit dipahami.


"Apa hubungannya ini denganku?"


"Kamu tentu saja harus melepaskan rantai ini sehingga jiwaku akan kembali ke tubuh asli dan melepaskan rantai sesungguhnya di luar sana."


Naga perak mendengus. Sungguh merepotkan. Dia tidak mengerti kenapa kaisar pertama membelenggu tubuhnya di sini dan bahkan mengurung jiwanya secara bersamaan. Jadi meski dia terbangun, kondisinya tidak berdaya dan butuh perantara untuk membebaskan diri.


Li Chang Su adalah tuannya saat ini dan pemiliknya tentu saja Mu Xianzhai.


"Bagaimana caranya melepaskan rantai ini?"

__ADS_1


"Potong saja. Ini harusnya mudah untukmu. Gunakan kemampuan mata dewamu untuk melihat bagian terapuh dari rantai ini," awan naga perak sabar.


"Yah, baiklah. Aku harap kamu bisa menahannya dalam beberapa saat. Aku akan mulai."


Tiba-tiba saja Li Chang Su tersenyum misterius, mengeluarkan pedang katana dari ruang artefak gelang naga perak. Hal ini membuat naga perak merasa tidak nyaman entah bagaimana.


"..." Naga perak tidak mengatakan apa-apa lagi selain menunggu Li Chang Su memotong rantai sehingga dia bisa mengekstrak energi spiritual dari tubuh gadis itu.


Tanpa diduga, Li Chang Su langsung bergerak, melompat sambil mengayunkan pedang. Dengan kemampuan mata dewa dan energi spiritual di tubuh, dia bergerak lebih cepat daripada seorang ahli seni bela diri biasa. Bahkan hampir melakukan teleportasi.


Suara renyah dari rantai besi spiritual berbenturan dengan pedang katana pun terdengar berulang kali. Naga perak yang meringkuk di kolam besar pun hampir tak bisa mempercayai penglihatannya.


"..." Sejak kapan gadis ini menjadi begitu kuat? Pikirnya.


Li Chang Su mendarat lagi di tanah sambil menyarungkan pedang katana nya. Pada saat yang bersamaan, semua rantai yang membelenggu jiwa naga perak pun terpotong dan menghilang begitu saja.


"Selesai." Li Chang Su menghela napas lega, merasa bangga pada dirinya sendiri. Oh, memotong rantai itu tidak sulit, pikirnya.


"..." Yah, kamu lumayan, batin naga perak tidak mau mengakuinya tapi sudahlah. Yang penting dia sudah bebas sekarang.


"Apa lagi sekarang?"


Pertanyaan gadis itu membuat naga perak kembali tersadar dari pikirannya.


"Aku akan menggunakan—" Suara naga perak terhenti saat melihat Li Chang Su memiliki sesuatu di tubuhnya.


Dia tidak bisa melihat jelas tapi penglihatannya tidak pernah salah. Jika saat ini dia menggunakan energi spiritual gadis itu untuk mempercepat pembentukan jiwa utuh, kemungkinan besar akan menyakiti tubuhnya.


Naga perak itu mendengus dan tidak melanjutkan kata-katanya dan hanya berbicara, "Lupakan saja. Aku akan berkultivasi sebentar sambil menunggu tubuh asliku dibebaskan dari segel. Suamimu seharusnya sudah memulainya saat ini."


Setelah berkata demikian, naga perak itu melingkar bebas di kolam besar dan memejamkan matanya. Ada cahaya keperakan dari tubuh naga itu, menyelimutinya seperti kunang-kunang yang saling hinggap.

__ADS_1


Li Chang Su merasa bosan tapi dia tak bisa pergi ke mana pun selain hanya duduk sambil membuat boneka tulang lagi. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar. Terakhir kali dia ingat sebelum pingsan adalah suara Mu Xianzhai yang memanggil namanya.


"Aku harap semuanya akan cepat selesai. Tapi kenapa naga itu menatapku dengan aneh sebelumnya?" gumamnya bingung.


__ADS_2